Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tak bisa menebak


Leticia menutup laptopnya, Kemudian berpamitan pada muridnya dan setelah itu ia keluar dari kelas, ia berjalan dengan tak bersemangat, tubuhnya terasa lemas. beruntung Ia mempunyai satu jadwal mengajar, sehingga ia bisa pulang dan beristirahat di rumah.


Ya, Leticia menjadi seorang dosen di universitas ternama di Rusia. Entah kenapa wanita itu begitu tertarik dengan dunia pendidikan. Padahal keluarganya adalah pebisnis. Namun, Leticia seolah tidak tergiur dengan apa yang dilakukan oleh keluarganya. dan ia lebih memilih untuk menjadi dosen


Saat berjalan ke arah parkiran dan menuju mobilnya, ia mengerutkan kening saat melihat sosok jangkung yang sedang bersender di depan mobil. Jantung Leticia berdetak dua kali lebih saat menyadari bahwa yang sedang berdiri itu adalah Miko.


Tiba-tiba, tubuh Leticia diam mematung. Ia teringat percakapan dengan sang ayah kemarin yang memintanya untuk menikahkannya dengan Miko.


“Tunggu, apa jangan-jangan Daddy sudah memintanya menikahiku.” Degupan jantung Leticia benar-benar semakin mengencang, ketika membayangkan Miko sudah mengetahui semuanya.


Dan dia tidak punya wajah untuk menghadapi Miko. Bagaimana jika memang Miko sudah tahu tentang keinginannya karena sang ayah yang memberitahunya. “Leticia kau bodoh sekali!" Leticia menutup mulutnya, seraya mengutuk dirinya sendiri.


Tidak! Leticia belum siap bertemu Miko , ia terlalu malu untuk menatap sekretaris ayahnya. Saat Leticia akan berbalik, Miko menegakkan tubuhnya, kemudian ia menghampiri Leticia.


“Nona, mari ikut saya!” kata Miko.


Leticia terdiam, mencoba meneliti wajah Miko. Sial, wajah Miko sama seperti biasanya, tetap datar dan tidak bisa tebak.


“Pa-Paman, aku membawa mobil sendiri! Paman pulanglah, aku juga akan pulang kau bisa mengikuti mobilku dari belakang.’ Leticia mencoba menghindar dari Miko.


“Biar saya mengurusnya.” Mata Leticia membulat ketika Miko menarik lembut tangannya, ia menatap tangan yang sedang digenggam Miko dengan tatapan tak percaya


Untuk pertama kalinya Miko menggenggam tangannya. Ini sungguh luar biasa aneh.


Setelah mendudukan Leticia di kursi belakang, Miko pun langsung masuk ke kursi depan, kemudian ia menyalakan mobilnya dan menjalankannya.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikenderai Miko sampai di sebuah butik yang sangat high class. “Nona, ayo sudah sampai!” kata Miko. Leticia mengangkat kepalanya, kemudian melihat ke sana kemari


Inii adalah butik dan Wedding organizer tapi kenapa Miko mengajaknya ke sini.


“Pa-Paman Kenapa kita ke sini?” tanya Leticia Miko tidak menjawab, ia malah membuka sabuk pengamannya, kemudian ia memutari mobil lalu membuka pintu dan mempersilahkan Leticia untuk turun.


“paman untuk apa kita ke sini?” tanya Leticia lagi.


“Kita harus memilih gaun dan tuxedo untuk pernikahan kita Nona.” Tiba-tiba, lutut Leticia melemah, jantungnya berdebar tak karuan.


Rasa malunya kembali bertambah saat mendengar ucapan Miko, benar sang ayah sudah memberitahukan semuanya pada Miko dan meminta Miko menikah dengannya dan sekarang ia bahkan tidak punya muka untuk menatap wajah sekretaris ayahnya.


Dan yang membuat Leticia semakin merasa malu, ekspresi Miko tetap dingin dan datar bahkan Leticia tidak bisa menebak perasaan apa yang sedang dirasakan oleh miko.


“ Paman, memangnya siapa juga yang mau menikah denganmu!” kata Leticia dengan panik, seketika Leticia menarik kembali pintu mobil. Hingga pintu kembali tertutup. Lalu, ia memencet tombol dan mobil pun terkunci otomatis dari dalam.


Miko mengusap wajah kasar saat Leticia mengurung diri di mobil, seketika. ....


Seketika .....


Seketika kalian harus komen hahahahahahaha sampe 500 komentar