Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Ingin Berfoto


dua bulan kemudian


Hari ini, tepat 2 bulan berlalu semenjak Stuard dan Sima meninggal, dan semenjak Gabby mengetahui penyakit Laura dan Naura.


Selama dua bulan ini, Gabby berusaha menguatkan dirinya. Gabby berusaha menegarkan hatinya. Ia. benar-benar sendiri sekarang.


Ia tidak memberitahukan tentang penyakit Laura dan Naura pada Gabriel dan juga Gisel. karena ia tahu begitu banyak tugas Gabriel dan Gisel setelah kedua orangtua mereka meninggal.


Gabriel dan Gisel harus mengurus perusahaan yang bercabang di mana-mana. Itu sebabnya, Gabby memendam semuanya seorang diri. karena ia tidak tidak ingin membebani Gabriel dan Gisel. Pekerjaan Gabriel dan Gisel saja sudah sangat menyita waktu, dan Gaby tidak ingin menambah pikiran Gabriel dan Giselle dengan memberitahukan kondisi Laura dan Naura.


Dan setelah 2 bulan berlalu, akhirnya Gabby memutuskan untuk pindah ke Jepang. Dia akan melakukan perawatan di sana dan melakukan proses kemoterapi bersama kedua putrinya.


Sebenarnya, Gabriel melarang Gaby pindah ke Jepang, agar ia bisa mengawasi Gabby dan kedua keponakannya. Tapi Gabby, kekeh ingin pergi ke Jepang. ingin melupakan lukanya dan ingin memulai kehidupan baru bersama kedua putrinya. Hingga akhirnya, mau tak mau Gabriel dan Gisel menyetujui keinginan Gabby. dan mereka akan menengok Gabby ketika pekerjaan sudah selesai.


“Mommy!”Panggil Laura yang yang masuk ke dalam kamar. Gabby yang sedang membereskan pakaian ke dalam koper menoleh, kemudian ia tersenyum. Ia menghela nafas lega, karena kondisi Laura sudah terlihat lebih baik. Padahal beerapa jam lalu, Laura tampak lemah. Sedangkan Naura lebih kuat daripada Laura.


Selama 2 bulan ini, Naura tidak menunjukkan gejala yang spesifik berbeda dengan Laura yang selalu tampak kesakitan. Dan sekarang, Gabby bersyukur, Laura terlihat sedikit lebih segar.


“Kenapa hmm?” tanya Gabby. Ia menggendong Laura, kemudian mendudukkan diri di sofa. Lalu mendudukkan Laura di atas pangkuannya


” Mommy Apakah kita akan pergi ke Jepang besok?”tanya Laura. Gabby pun menggangguk. “Ya, kita akan pergi ke Jepang besok.”


“Ya, mungkin kita akan menetap di Jepang dan kita hanya sesekali kesini untuk melihat makam kakek dan nenek," jawab Gaby Laura tanpa berpikir. Ia seperti ragu mengatakan sesuatu pada Gabby.


“Momy, sebelum kita pergi. Bisakah Mommy meminta Daddy untuk menemaniku dan Naura ke taman hiburan?” tanya Laura. Hati Gaby berdesir pedih, saat mendengar permintaan Laura. Biasanya Naura lah yang selalu semangat bertemu dengan Nael. Tapi sekarang, Naura yang memintanya. Apalagi selama dua bulan ini, Laura dan Naura belum. bertemu Nael lagi.


“Tumben sekali kau ingin bertemu Daddy?” tanya Gabby. Ia mengadakan kepalanya ke atas agar tangisnya tidak jatuh


“ Mommy kita tidak tahu kapan kita bertemu Daddy lagi. Jadi sebelum kita pergi Bisakah meminta Daddy untuk menemani aku dan Naura pergi ke taman hiburan dan menaiki kincir angin. Aku hanya ingin berfoto bersama Daddy. Tak apa-apa jika Daddy mengacuhkan kami, yang terpenting kami bisa mempunyai kenang-kenangan bersama Daddy,” Jawab Laura. Sedari dulu, ia selalu berharap ia akan bisa menaiki kincir angin dan menikmati pemandangan dari atas bersama sang ayah.


Tapi sayangnya, sampai detik ini harapan Laura dan Naura tidak terwujud, dan sebelum ia pergi Laura dan Naura ingin menikmati momen itu bersama sang ayah, walaupun mereka tahu sang ayah takan pernah tersenyum pada mereka.


Gaby memeluk Laura, lalu ia mengelus rambut sang putri. Hati Gabby semakin hancur, ketika rambut Laura semakin menipis begitupun rambut Naura dan rambutnya, karena efek kemoterapi. Setiap ia mengelus rambut Laura dan Naura, setiap itu pula rambut Laura dan Naura akan terjatuh.


“Mommy akan meminta daddy ntuk menemani kalian.” Pada akhirnya, Gabby memilih mengikuti kemauan kedua putrinya. Setidaknya Gabny ingin kedua putrinya memiliki kenangan bersama Nael, walaupun ia tahu kenangan itu bukan kenangan manis.


Ga komen besok up satu bab hahahahhahaha


Tenang gengs sebentar lagi Gabby Laura dan Naura bahagia kok