Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Saling Bertanya


Meeting di ruangan itu selesai, Nauder bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung menoleh ke arah sang Ibu. “Mom, bolehkah aku pergi duluan aku mengantuk,” dusta Nauder, padahal Ia hanya sedang ingin mengistirahatkan otaknya, karena sang Ibu memberikan tugas lagi padanya dan mau tak mau ia harus menjalankannya hingga ia lebih memilih untuk pamit.


“Istirahatlah!” kata Helmia, nauder pun berbalik kemudian ia keluar dari ruangan meeting tersebut Lalu setelah itu berjalan ke arah kamar.


Setelah masuk kedalam kamar dan Nauder menyalakan lampu karena tadi dia mematikannya. Setelah lampu menyala, mata nauder membulat saat melihat tidak ada Naura di ranjang. Padahal ia baru meninggalkan Naura satu jam, tapi ternyata istirnya sudah tidak ada di kamar.


Seketika ketakutan menghinggapinya, Mansion ini terlalu banyak rahasia dan akan bahaya jika Naura mengetahuinya, ia berlari ke arah kamar mandi. Namun Naura tidak ada di sana, ia berjalan ke arah balkon dan membuka pintu ternyata istrinya juga tidak ada.


“Naura ... Naura!” panggil Nauder dia memanggil Naura dengan keras. Namun tidak ada jawaban hingga Nauder pun kembali ke luar dari kamar setelah itu mencari Naura. Dia turun melewati tangga untuk mencari Naura.


“ Naura ... Naura.” Nauder terus memanggil Naura. “Apa kau melihat istriku?”! tanya Nauder pada salah satu pelayan yang sedang berada di dapur.


“Nona Naura sepertinya sedang berada di kolam renang.” Pelayan itu menjawab dengan cepat, karena tadi dia melihat Naura pergi ke arah kolam renang.


Mata Nauder membulat saat mendengar apa yang pelayanan ucapkan. Kolam renang itu menghubungkan ke sebuah tempat yang sangat berbahaya dimasuki oleh orang lain. Secepat kilat Nauder pun langsung berlari ke arah kolam renang.


“Naura ... Naura.” Nauder langsung berteriak mencari istrinya. Namun Naura tidak ada di manapun. “Sayang ... Sayang!” panggil Nauder lagi. Nauder benar-benar panik, bagaimana jika Naura menemukan ruangan itu.


Tak lama, ada yang menarik kaki Nauder dari kolam renang. Hingga Nauder terjatuh ke kolam. Nauder yang selalu waspada langsung menegakkan tubuhnya, hingga kepalanya sudah terlihat dan secepat kilat Nauder merogoh saku kemudian menodongkann pistol ke arah depan karena lelaki itu pikir yang menariknya adalah musuhnya.


Ternyata Nauder salah, yang menarik kakinya adalah Naura. Melihat Nauder menodongkann pistoll padanya, tiba-tiba ia merasa ketakutan.


Rupanya setelah tadi Nauder pergi, Naura terbangun ia Ingin menyusul suaminya tapi ia tidak tahu kemana Nauder, itu sebabnya Ia berjalan-jalan di mansion mertuanya.


Saat tadi Naura merasa gerah, ia pun memutuskan untuk berenang apalagi air sudah diatur dengan kondisi hangat dan ketika Nauder memanggilnya Naura sengaja bersembunyi di air untuk mengagetkan suaminya. Tapi sekarang bukan nauder yang terkejut, melainkan Ia pun juga terkejut karena suaminya menodongkan pistol ke arahnya.


“Na-Nauder.” Naura berbicara dengan bibir bergetar.


Mata Nauder membulat saat melihat Naura Ada di depannya ia pikir yang yang menarik kakinya adalah orang yang menelusup ke mansionya. Tapi, ternyata itu adalah Naura.


Secepat kilat, dia langsung menyembunyikan pistoll ke saku belakangnya, kemudian ia menghampiri Naura. “Sayang!” panggil Nauder dengan panik.


“ Maafkan aku aku pikir kau ....”


“Nauder kenapa kau membawa pistol?” tanya Naura, ia malah bertanya hal lain lain. Mengerti istrinya yang sedang ketakutan, Nauder langsung memeluk Naura.


“Aku hanya melindungi diriku dan juga melindungimu. Aku bekerja di dunia hitam dan aku harus berjaga-jaga." Tubuh Naura mulai mengendur tidak menegang lagi, pertanda dia percaya ucapan Nauder. Hingga nauder langsung melepaskan pelukannya dari Naura.


“Kenapa kau berenang malam-malam begini kau tahu aku begitu panik mencarimu," ucap nauder sambil menangkup kedua pipi Naura.


“Maafkan aku, tadi saat aku terbangun, aku bosan dan aku juga merasa gerah. Jadinya aku berenang,” balas Naura. Nauder berenang ke tepi disusul Naura yang juga ikut berenang ke tepi hingga kini Mereka berdiri di kolam dengan menyandarkan tubuh ke belakang.


“Kau memikirkan apa?" tanya Naura yang memotong ucapan Nauder


.


“Tidak, aku selalu takut jika kau tidak ada di depan mataku," balas Nauder membuat Naura terkekeh. Naura menegakan tubuhnya kemudian mencipratkan air pada Nauder.


“Ternyata berenang malam-malam begini menyenangkan. Ayo kita berenang kembali.” Naura masuk kedalam air membuat Nauder terkekeh senang, kemudian dia juga ikut berenang menyusul istrinya, tentu saja lelaki itu sudah membuka pakaiannya dan sekarang ia berenang hanya memakai celana pendek saja.


***


“Sayang Apa kau tidak merasa demam? Apa kau baik-baik saja?” Nauder yang sedang mengeringkan rambut Naura terus bertanya pada istrinya dia begitu khawatir dengan kondisi Naura, apalagi bisa dibilang kondisi Naura gampang terkena penyakit seperti demam dan lain-lain.


Naura menggeleng. “Aku malah jauh lebih segar,” jawab Naura yang menikmati pijatan yang diberikan oleh Nauder di kepalanya dan akhirnya rambut Naura pun mengering hingga kedua insan itu kini sudah berbaring sambil berhadap-hadapan.


“Nauder!” panggil Naura.


“Hmmm," Jawab Nauder.


“Seandainya aku berbohong padamu kau akan melakukan apa padaku?” Tiba-tiba terlintas dalam pikiran Naura untuk bertanya seperti itu pada Nauder, apalagi barusan Alvaro mengirimnya pesan.


“Entahlah yang pasti aku tidak akan pernah mentolelir sebuah kebohongan. Kenapa kau bertanya begitu, apa ada yang kau sembunyikan dariku?”


Naura berusaha menormalkan ekspresinya, kemudian dengan tenang dia menjawab. “Memangnya apa yang aku sembunyikan darimu?" Naura terkekeh menutupi kegugupannya.


“Lalu bagaimana jika suatu saat nanti aku yang melakukan seperti?” tanya Nauder, ia malah membalikkan pertanyaan Naura, entah kenapa dia juga menjadi penasaran dengan tanggapan Naura.


“Sama sepertimu, tidak ada kata maaf,” jawab Naura.


'Maafkan Aku, Nauder. Aku tidak pernah berbohong padamu soal aku dan Alvaro, aku melakukan ini semua demi keutuhan rumah tangga kita.” Naura membatin, ia selalu mengobati dirinya sendiri meyakinkan bahwa apa yang ia lakukan bukan membohongi Nauder dan juga bukan mengkhianati suaminya, ini bentuk dia untuk melindungi rumah tangganya.


Naura hanya berusaha baik-baik saja. Tapi percayalah ada saatnya, Naura berada titik di mana dia sangat terpuruk, dengan apa yang terjadi pada hidupnya dan pada pernikahannya. Dia selalu mengatakan bahwa semuanya pasti baik-baik saja dan semuanya akan berlalu..


Padahal tentu tidak semudah itu Naura melupakannya


“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Nauder, membuat lamunan Naura buyar, hingga Naura tersadar, kemudian lelaki itu menggeleng


“Tidak, aku sudah tidak memikirkan apapun.” Perlahan Naura memajukan tubuhnya, kemudian ia langsung mendekat dan memeluk suaminya, dia memeluk Nauder begitu erat dan berusaha memejamkan matanya


•••