
Jonathan masih diam di tempat, walaupun Shakira sudah tidak terlihat. Jiwa lelaki itu seperti direnggut paksa dari raganya. Hari ini, detik ini, cintanya menghilang tidak tahu kapan akan kembali.
“Jo!” panggil Laura, hingga Jonathan tersadar.
“Ayo pulang,” kata Laura yang menarik tangan adiknya.
“ Kak Aku ingin pergi ke suatu tempat. Jadi Kalian pergi duluan saja.”
“Tidak boleh, kau tidak boleh pergi kemanapun,” jawab Laura yang takut terjadi sesuatu dengan adiknya.
“Aku akan pergi dengan sopir. Aku hanya ingin pergi ke suatu tempat." Dengan cepat Jonathan berbalik kemudian lelaki itu meninggalkan sang kakak membuat Laura menggeleng, dia berusaha untuk percaya pada Jonathan hingga pada akhirnya Laura pun menghampiri keluarganya.
“Laura mana Jonathan?’ tanya Gabby.
“Dia mengatakan akan ke suatu tempat. Aku tidak tahu dia akan ke mana,” jawab Laura.
“Biar Daddy yang menyusulnya," ucap Nael.
“Tidak usah, Dad. Biarkan saja dia pergi, dia pergi ke gereja.”
“Hah! Gereja?" Semua kompak menatap ke arah Joshua, mereka tidak percaya dengan ucapan Joshua, sebab Jonathan tidak pernah sekalipun pergi ke tempat beribadah.
“Hmm, dia pergi ke gereja, dia pergi bersama sopir," ucap Joshua. Sebab, tadi Jonathan pada Joshua mengatakan bahwa dia ingi pergi ke gereja.
****
“Paman, mungkin aku akan sedikit lama," ucap Jonathan pada supir, ketika dia sampai di tempat yang dia tuju yaitu sebuah gereja. Di rumahnya memang ada gereja, tapi dia ingin pergi ke gereja ini karena gereja ini adalah tempat dia menikah dengan Shakira.
Jonathan langsung membukanya, rasa sesak langsung menghantam lelaki itu. Dia termenung dengan waktu yang cukup lama, menatap ke depan seolah ada bayangan di mana saat itu dia menikah dengan mantan istrinya, dan saat itu pula, adalah hari terbahagia bagi Jonathan.
Mata lelaki itu berkaca-kaca kemudian dia masuk ke dalam. Jonathan mendudukkan dirinya kemudian dia mengepalkan tangannya lalu berdoa.
“Tuhan, tolong jaga Shakira di sana. Jangan biarkan dia terluka, aku tahu tidak pantas meminta ini padamu, tapi untuk terakhir kalinya aku memohon agar tidak ada lelaki yang mendekati Shakira, tapi jika memang Shakira berbahagia dengan yang lain. Tolong ingatkan Shakira padaku.” Jonatan berdoa dengan berlinang air mata.
Jika Tuhan memberinya kesempatan untuk kembali, Jonathan akan memperbaikinya dengan bersungguh-sungguh, mengabdi pada Shakira dan memberikan yang terbaik untuk wanita itu.
***
“Jonatan bodoh, Jonatan idiot!" ucap Shakira dengan berlinang air mata. Dia mengutuk Jonathan karena Jonathan membiarkannya pergi. Tadi, saat di bandara, Syakira bisa saja tersenyum dan seperti tidak terjadi apa-apa.
Nyatanya hatinya pun terasa remuk Saat harus meninggalkan Jonathan. Dan saat pesawat mengudara, Shakira pergi ke kamar mandi karena dia sudah tidak bisa menahan tangis. Lalu setelah berada di kamar mandi Shakira Langsung menangis tersedu-sedu dan mengutuk Jonathan, seharusnya Jonathan tidak membiarkannya pergi.
“Nona!” Tiba-tiba suara pramugari menyadarkan Shakira hingga Shakira tersadar bahwa dia sudah lama sekali di kamar mandi, wanita itu pun bangkit dari duduknya kemudian dia langsung keluar dari kamar mandi tersebut.
***
2 jam kemudian, Jonathan keluar dari gereja wajahnya sudah memerah karena dari tadi dia menangis, nyatanya apapun yang berkaitan dengan Shakira membuat Jonathan kian pilu, dia merenung dengan waktu yang cukup lama berandai andai bagaimana jika Shakira kembali tapi Shakira sudah menemukan lelaki lain.
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, Jonathan turun dari mobil, dan masuk ke dalam mansion..
“Jo, kau belum makan. Ayo makan," ucap Gabby ketika Jonathan melintas. Jonathan tidak menjawab, bagaimana mungkin dia bisa makan di tengah hati yang sedang tak karuan.
“Nanti saja, Mom.”
“Ya sudah Mommy adukan kau pada Shakira."
“Kenapa Mommy membawa-bawa Shakira?” tanya Jonathan.
“Mommy adukan kau tidak mau makan, agar Shakira nanti ....”
“Ya, sudah, ia aku makan," jawab Jonatan membuat Gabby tertawa, karena melihat wajah Jonathan yang kesal. Jarang sekali putranya ini menampilkan ekspresi yang menggemaskan karena sehari-hari Jonathan selalu datar sama seperti Nael di masa lalu.
“Joshua!” panggil Jonathan. Joshua yang sedang bermain gitar langsung menoleh.
“Menurutmu apa aku sudah cukup sembuh untuk memimpin perusahaan lagi?’ tanya Joshua.
“Kau masih sering berkhayal tidak?” tanya Joshua.
Jonathan terdiam. “Tidak.”
“Ya sudah kalau begitu, pimpin saja perusahaan.”
“Tapi, bagaimana jika perusahaan itu bangkrut di tanganku.”
“Ya, sudah jika begitu jangan," Jawab Joshua.
“Tapi aku ingin memulai agar aku bisa memberanikan diriku.”
” Ya sudah mulai saja.’
“Tapi, aku takut."
Joshua memejamkan matanya kala Jonathan terus berbicara. Padahal dia baru saja akan memulai bermain gitar.
Joshua tidak menggubris lagi ucapan Jonathan, karena akan percuma menjawab kakaknya.
Tapi baru saja dia akan menggerakkan tangannya, Jonathan kembali bicara. “Jadi menurutmu aku harus bagaimana?” tanya Jonathan
Joshua menghela nafas dalam-dalam, kakaknya ini benar-benar menyebalkan. Joshua bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan ke arah Jonathan. Lalu setelah itu Joshua langsung mendorong tubuh sang kakak.
“Sekali lagi kau masuk kamarku, ku buat kau gilaa lagi.” Joshua langsung menutup pintu.
“Aneh sekali orang itu, kan aku hanya bertanya," lirih Jonathan. Dia pun langsung berbalik dan kembali ke kamarnya.
Dua tahun kemudian
Shakira keluar dari rumah sakit, dia menghela nafas kala prakteknya sudah selesai sebelum pulang ke rumah dinas, memutuskan untuk mendudukan dirinya sejenak di kursi taman.
Shakira mengutak-atik ponselnya, tidak ada satu pesan pun dari Jonathan, membuat Shakira merasa tubuhnya begitu lemas.
Awalnya memang berat berpisah dari Jonathan, tapi pada akhirnya Shakira mampu bertahan 2 tahun di Afrika, dan kontraknya sebentar lagi akan selesai.
Komunikasi dengan Jonathan cukup baik, mereka hanya bertukar pesan tanpa melakukan panggilan video atau panggilan suara. Entah kenapa Shakira dan Jonathan sama-sama tidak mau melihat wajah masing-masing.
Sebab mereka takut kerinduan akan semakin mendalam, hingga membuat mereka menderita dan pada akhirnya mereka hanya bertukar pesan.
Namun sudah dua hari ini, Jonatan tidak mengabarkannya, sedangkan Shakira terlalu gengsi untuk menelepon terlebih dahulu. 10 menit berlalu memutuskan untuk bangkit dari duduknya kemudian wanita itu memutuskan untuk pulang
Shakira turun dari taksi wanita itu masuk ke dalam. Saat akan membuka pintu, Shakira mengerutkan keningnya kala pintu sedikit terbuka, wanita itu langsung mengambil alat setrum kecil yang dia bawa di tasnya karena dia takut orang asing masuk ke dalam rumah.
Bukan tanpa alasan, rumah dinas yang ditempatinya sedikit jauh dari rumah masyarakat lain, hingga sangat rawan sekali maling yang masuk ke dalam rumah. Dan sekarang dia melihat pintunya sedikit terbuka dan dia yakin ada orang asing yang masuk ke dalam rumahnya.
Shakira tidak bisa berteriak sebab dia jauh dari mana-mana, hingga pada akhirnya Shakira memutuskan untuk menangkap maling itu sendiri karena dia pun ahli taekwondo.
Saat masuk Shakira berjalan dengan mengendap-endap. Terdengar suara dari arah dapur hingga Shakira langsung mengintip. Shakira menjatuhkan tasnya saat melihat siapa yang ada di dapur,.bukan maling melainkan Jonathan.
“Jo-Jonathan!" panggil Shakira. “Tiidak,.aku pasti hanya berkhayal. Mana mungkin kan Jonathan tahu tempat tinggalnya.
.