Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tetap teguh


“Nona ... Nona, ayo keluar!” kata Miko, wajahnya sedikit panik, karena Leticia tidak mau keluar dari mobil. Ini sudah setengah jam berlalu dia terus menggedor-gedor kaca jendela. Tapi, Leticia masih tidak mau keluar dari mobil


Leticia menggigit bibirnya, ia menutup telinganya dan menutup matanya, karena tidak ingin mendengar ucapan Miko. bagaimana mungkin Miko menyuruhnya keluar, sedangkan ia begitu malu pada sekretaris ayahnya.


“Ahhh!” tiba-tiba Leticia terpekik kaget ketika ponsel di tasnya berdering, Ia pun merogoh tasnya kemudian melihat siapa yang menelponnya. Saat tau siapa yang menelponnya, Leticia menjatuhkan ponselnya kemudian ia melihat ke arah luar, ternyata Miko yang barusan meneleponnya.


Karena ponselnya terus berdering, Leticia pun membungkuk kemudian mengambil ponselnya. Lalu setelah itu, ia mengangkat panggilannya.


“ Nona tolong keluar, saya harus secepatnya pergi untuk mendampingi ayah anda dan kita harus menyelesaikan untuk memesan gaun pengantin dan memesan cincin pernikahan!”


Wajah Leticia semakin pucat saat mendengar ucapan Miko, Kenapa lelaki ini begitu datar. mengatakannya tanpa beban dan tanpa perasaan dan bagaimana mungkin nanti ia akan menikah denhan lelaki seperti Miko yang sepertinya sudah disetting oleh sang ayah.


“ Paman pertama dengarkan aku, aku sama sekali tidak ingin menikah denganmu. Kedua jangan menganggap apa yang Daddy Katakan padamu adalah hal serius, ketiga, aku akan membukakan pintu..Tapi tolong jangan membahas pernikahan lagi. Sekarang jika aku membukakan pintu, Paman langsung masuk ke kursi depan menyalakan mobil dan menjalankannya untuk pulang dan jangan membahas apapun lagi denganku, atau Jangan menoleh ke arahku lagi!”


Leticia berucap dengan cepat dan lancar, walaupun jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, ia memberanikan diri untuk berbicara dan langsung pada poinnya utamanya karena ia takut, Miko menyela ucapannya.


“Baik, Nona. Saya akan mengikuti perintah anda!” kata Miko, Leticia mematikan panggilannya, kemudian ia pun membuka kunci otomatis dan setelah itu Miko langsung membuka pintu mobil.


Mata Leticia membulat saat Miko membuka pintu belakang, bukannya masuk ke pintu depan seperti perintahnya. “Pa-paman, bukankah aku sudah bilang ...”


“Uncle, siapa juga yang ingin menikah denganmu. Aku sama sekali tidak ingin menikah denganmu!” kata Leticia, Miko terdiam, ekspresinya tetap datar.


“Ini adalah perintah yang Tuan Greey, Nona. Seperti yang saya katakan dulu, apapun yang diperintahkan ayah anda maka saya akan melakukannya!” kata Miko, membuat Leticia menggeram frustasi.


Leticia kembali mengambil ponselnya kemudian menelepon sang ayah. “Dad, tolong suruh paman Miko untuk pulang. Aku tidak mau memesan ataupun mempersiapkan karena aku tidak akan menikah dengannya!” kata Leticia, ketika Greey sudah menjawab panggilannya


“ kau bilang saja sendiri!” balas Grey, dari seberang sana, membuat mata Leticia membulat. Tunggu, Kenapa sang ayah malah berkata begitu, kenapa bukan sang ayah melarang Miko dan menyuruh untuk mereka pulang. Bukankah ini tidak masuk akal.


Leticia kembali menoleh ke arah Miko, “Paman, aku mohon. Aku sungguh tidak ingin menikah ataupun melakukan apapun denganmu dan ....”


“Jadi nona, apa saya harus menggendong anda untuk masuk ke dalam?” tanya Miko yang memotong ucapan Leticia, membuat mata Leticia membulat.


“Saya hitung sampai tiga, jika anda tidak ....” Seketika Leticia turun dari mobil, kemudian ia langsung berjalan ke arah dalam membuat Miko menggeleng.


Scroll gengs.