
...Selamat Menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya 🙏🏼...
...>>>>>_____<<<<<...
"Pendekar Feng sekali lagi terima kasih sudah membantu permasalahan desa perbatasan kami." Ucap Yu Xia berterima kasih. Ling Feng yang mendengar itu menganggukan kepalanya.
"Sama-sama Yu Tua aku juga berterima kasih atas tumpangannya." Ucap Ling Feng lalu mengalihkan menyapu pandangannya kembali berkata.
"Apakah keadaan desa sebrang memang sepi seperti ini ?" Tanya Ling Feng bertanya kepada Yu Xia sembari menyapu pandangannya melihat desa sebrang yang sangat sepi, seperti tidak memiliki penghuni sama sekali. Yu Xia yang mendengar itu merasa heran juga lalu menjawab pertanyaan Ling Feng.
"Seharusnya tidak seperti ini Pendekar Feng. Sudah beberapa bulan aku tidak mengunjungi desa sebrang. Aku sendiri tidak mengetahui permasalahan apa yang membuat desa ini menjadi seperti ini ?" Jawab Yu Xia. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Long Tian yang sedari tadi diam saja berkata, "Sepertinya kita tidak perlu menanyakan alasan yang membuat desa ini menjadi sepi." Ucap Long Tian sembari menunjuk ke sekelompok orang berjalan mendekati mereka.
Ling Feng dan Yu Xia yang mendengar itu mengikuti arah pandangan Long Tian. Sekelompok orang itu adalah para bandit yang menguasai desa perbatasan tersebut.
"Hehhhh tidak kusangka masih ada yang berani menyebrangi sungai perbatasan, dan lagi keberuntungan kalian sepertinya sangat baik bisa sampai disini dengan selamat." Kata salah satu bandit dengan nada mengejek diikuti oleh tawa yang lainnya.
"Tapi sayang keberuntungan itu sudah habis ketika kalian bertemu kami." Bandit tersebut melanjutkan perkataannya. Ling Feng dan Long Tian yang melihat tingkah bandit itu hanya mengangkat sebelah alisnya, sedangkan Yu Xia yang melihat itu hanya bisa membantin kasihan terhadap sekelompok bandit tersebut.
"Haihhhhh, beast air tingkat tinggi saja tidak masuk dalam pandangan matanya. Apalagi sekelompok sampah seperti kalian, malang sekali nasib mereka bertemu kedua pendekar ini." Batin Yu Xia menggelengkan kepalanya.
"Alasan apa yang membuat keberuntungan kami hilang setelah bertemu dengan kalian ?" Kali ini yang berkata Long Tian dengan nada yang bisa dibilang acuh tak acuh. Sekumpulan bandit-bandit tersebut saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak lalu bandit tadi berkata kembali.
"Tentu saja, karena aku kuat. Manusia lemah tanpa aura seperti kalian masih menanyakan keberuntungan dihadapan ku !?jang-" Ucapannya berhenti. Bandit lainnya mendengar pemimpin mereka tidak melanjutkan perkataannya menjadi heran.
"Ketua kenapa kau tidak melanjutkan perkataan mu" Ucap anak buah bandit tersebut ingin menepuk bahu pemimpinnya, namun baru saja ingin menyentuhnya, kepala pemimpin mereka tiba-tiba terlepas dari tubuhnya. Membuat sekelompok bandit tersebut terkejut, tetapi tidak bisa berkata-kata melainkan hanya diam saja.
Sontak pandangan mereka spontan tertuju kepada Long Tian yang sedari awal menatap mereka acuh tak acuh. Mereka tidak melihat Long Tian melakukan gerakan sedikitpun, tetapi mereka sangat yakin bahwa yang melakukan itu adalah Long Tian. Long Tian yang ditatap seperti itu hanya mengulang perkataannya kembali.
"Aku tanya sekali lagi, alasan apa yang membuat kami kehilangan keberuntungan setelah bertemu dengan kalian." Ucap Long Tian mengulang perkataannya dengan nada dingin disertai aura Membunuh meledak keluar dari tubuhnya, membuat sekelompok bandit tersebut jatuh berlutut merasakan aura Membunuh yang dikeluarkan oleh Long Tian.
Sekelompok bandit tersebut menyesal, namun seperti biasa. Penyesalan itu selalu berada dibelakang.
"Oiiiii, aku bertanya kepada kalian alasan apa yang membuat kami kehilangan keberuntungan setelah bertemu dengan kalian." Kata Long Tian dengan penekanan disetiap katanya.
"Hehhhhh kemana sikap angkuh kalian tadi, sebelum itu aku ingin bertanya kepada kalian. Jika aku yang berada diposisi sebaliknya, apakah kalian akan mengampuni kami ?" Ucap Long Tian. Bandit yang meminta pengampunan tadi seketika diam tidak bisa menjawab pertanyaan Long Tian.
"Kenapa diam ? Tidak bisa menjawab ? Jadi beri aku satu alasan kenapa harus mengampuni kalian yang awalnya ingin membunuh kami ?" Ucap Long Tian. Sekelompok bandit tersebut hanya terdiam menyesali perbuatan mereka. Baru saja Long Tian ingin berkata lagi, Ling Feng langsung berkata kembali.
"Paman selesaikan dengan cepat dan sisakan satu. Kita butuh informasi seputar daerah Kekaisaran Wei." Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu langsung berkata.
"Feng'er tidak bisakah sebentar lagi saja ?" Kata Long Tian menawar. Ling Feng yang mendengar itu dengan tegas berkata.
"Tidak ada penawaran selesaikan dengan cepat. Memangnya paman masih belum puas sudah membantai habis seluruh anggota geng naga hitam dalam satu malam." Kata Ling Feng dengan tegas. Long Tian yang mendengar itu hanya mencibir Ling Feng saja. Yu Xia yang mendengar itu tentu tau tentang musnahnya Geng Naga Hitam, tetapi ia tidak menyangka bahwa pelaku dari pemusnahan geng tersebut adalah orang yang ia anggap manusia biasa beberapa saat lalu.
"Harimau berkedok domba, kedua orang ini suka bermain singa menjadi kucing." Batin Yu Xia melihat Long Tian dan Ling Feng.
"Jadi itulah yang dikatakan oleh Tuan muda ku jadi, selamat tinggal jangan salahkan diriku, salahkan diri kalian telah menyinggung orang yang salah." Ucap Long Tian terkekeh menjentikkan jarinya dan selusin bandit tersebut mati dengan kepala meledak, kecuali satu orang yaitu orang yang meminta pengampunan tadi.
Melihat temannya mati dengan tubuh yang utuh, bandit tersebut bergetar ketakutan. Ia merasa bahwa pilihannya meminta pengampunan adalah sebuah kesalahan yang fatal.
"Kalau begitu pendekar muda aku kembali ke sebrang lagi." Ucap Yu Xia pamitan kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu langsung berkata kembali, "Mayat beast kadal itu semisal di jual harganya cukup tinggi. Kau ambil saja bangkainya itu sangat berguna untuk mu." Ucap Ling Feng. Yu Xia yang mendengar itu menganggukkan kepalanya berjalan kembali ke perahunya.
"Kalau begitu Pendekar Feng Pendekar Tian. Aku kembali." Kata Yu Xia. Ling Feng dan Long Tian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya sedangkan Long Tian berkata sembari melambaikan tangannya, "Hati-hatilah" Kata Long Tian tidak berpaling melainkan melambaikan tangannya saja.
Setelah Yu Xia menjauh, Ling Feng berjalan mendekati bandit tersebut lalu berkata dengan singkat padat nan jelas.
"Ceritakan semua yang kau ketahui tentang Kekaisaran Wei baru-baru ini." Kata Ling Feng dengan singkat padat nan jelas.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)