Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Konspirasi Penyerangan


...Manusia terlahir bebas, tetapi dimana-mana ia terbelenggu...


...(Jean-Jacques Rousseau)...


...>>>>>_____<<<<<...


Sebelumnya, Saya pribadi ingin berterimakasih yang telah mendukung karya tulis pertama saya πŸ™πŸΌ. Sudah mau ingat untuk selalu memberikan like, komentarnya, untuk dukungan karya saya. Saya sepenuhnya berterima kasih untuk semua teman-teman, saudara-saudara, karena telah mendukung karya saya. tanpa kalian saya tidak akan menjadi seperti iniπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ. Oke lanjut ceritanya.....


...>>>>>_____<<<<<...


"Sudahlah Feng'er, kau harus bisa mengendalikan kekuatanmu itu. Kau sudah menembus ranah berikutnya, ingat Kekuatanmu jauh berbeda dibandingkan dengan yang dulu." kata Long Tian mengirimkan transmisi suara.


Ling Feng yang mendengar itu menghela nafas untuk menenangkan dirinya. Seketika aura membunuh yang sangat intens langsung hilang setelah Ling Feng menghela nafas.


"Maafkan aku Walikota Bing telah mengacaukan pestanya." kata Ling Feng meminta maaf tulus. Walikota Bing yang mendengar itu langsung berkata membantah.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu Tuan muda Feng. Petinggi ku sudah menghina Keluarga mu, jika aku berada di posisimu aku juga akan melakukan hal yang serupa." kata Walikota Bing dengan tulus meminta maaf lalu berkata kembali.


"Lagi, hal ini adalah kelalaianku dalam memilih petinggi. Petinggi yang direkomendasikan Keluarga Yun memang terkadang bersikap semena-mena dibelakangku. Orang ini terkadang melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakukan Menggunakan jabatannya. Aku tidak bisa menuduhnya tanpa ada bukti yang jelas. Sayangnya mereka bergerak sangat lihai sehingga aku tidak bisa menyelidikinya dengan jelas." Walikota Bing menghela nafas panjang. Lalu sedetik kemudian tersenyum kembali dan berkata.


"Namun Tuan muda sudah menyelesaikan masalahnya saat ini. aku sangat berterima kasih karena, hal yang dilakukan tuan muda tadi sungguh sangat membantuku." lega lalu tersenyum kepada


"Jika walikota Bing berkata seperti itu aku pun tidak akan sungkan. Malah aku ingin memberitahukan informasi tentang insiden penyerangan Kultivator hitam yang lalu." kata Ling Feng pelan tidak dengar siapapun kecuali Bing Xian sendiri. Bing Xian yang mendengar itu kaget bukan main langsung berkata kepada anaknya.


"Jiao'er sayang, kau pergi dulu dengan Qin Mei. Ayah ingin berbicara pribadi dengan tetua sekte dan tuan muda Feng terlebih dahulu." kata Bing Xian kepada anaknya.


"Ayah ingin membicarakan apa dengan kakak Feng, kenapa sampai aku sendiri tidak boleh mendengarnya ?" kata Bing Jiao yang kesal karena, dirinya tidak boleh mendengar percakapan itu.


"Ini urusan orang dewasa kau tidak boleh ikut, hus-hus." canda Bing Xian membuat Bing Jiao semakin kesal.


"Aku sudah dewasa ayah dan lagi umurku dengan kakak Feng tidak terpaut jauh." kata Bing Jiao kesal. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya kenapa dirinya harus dibawa juga.


"Kalau kau sudah dewasa, kau tidak akan memanggil tuan muda Feng kakak Jiao'er..." kata Bing Xian membalas perkataan Bing Jiao membuat Bing Jiao tidak berkata apa-apa kembali.


"Sudahlah lagipula aku tidak peduli sama sekali dengan obrolan membosankan itu Hummphhhh." kata Bing Jiao yang kesal langsung pergi mencari keberadaan Qin Mei.


Ling Feng, tetua Ling dan tetua Feng yang melihat itu hanya tersenyum saja. Sedangkan Bing Xian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya yang seperti itu.


"Tuan muda Feng mari ikut aku. Kita bicarakan lebih privasi untuk mencegah informasi menyebar luas nantinya." kata Bing Xian menuntun Ling Feng dan kedua tetua ke sebuah ruangan yang tertutup.


"Pasca insiden penyerangan Kultivator hitam yang lalu, apakah kalian berfikir kultivator hitam itu terlalu mudah menembus pertahanan ? Walaupun informasi tentang turnamen itu tersebar luas, namun penjagaan terhadap kota pun tidaklah lemah malah semakin kuat." kata Ling Feng Membuat Bing Xian dan Tetua Han berfikir juga. Bukan hanya Ling Feng seorang saja, tetua Ling langsung mengutarakan pendapatnya.


"Aku juga sempat mempunyai asumsi tersebut karena, pasalnya jika ini tidak kaitannya dengan konspirasi, kerusakan yang akan diterima kota Cheng Du tidak akan separah ini." kata Tetua Ling mengutarakan pendapatnya setuju dengan asumsi Ling Feng.


"Ini sangat rumit, aku sendiri tidak menyangka bahwa penyerangan ini ada konspirasi dibelakangnya, dan lagi pengkhianat itu ada dibalik dinding kota Cheng Du itu sendiri." kata Tetua Han yang mulai memahaminya. Bing Xian yang mendengar semua perkataan itu langsung berkata kembali.


"Jika tuan muda berkata seperti itu, sepertinya tuan muda juga sudah tau bangsawan dibalik konspirasi itu sendiri." kata Bing Xian menatap serius Ling Feng. Ling Feng yang ditatap seperti itu pembawaannya sangat santai, bahkan ia masih sempat menikmati cemilan yang disediakan di ruangan tersebut dan berkata kembali.


"Hooo, jika aku mengatakan bangsawan Yun ada sangkut pautnya apa kau akan percaya dengan ini." kata Ling Feng langsung pada intinya sembari memakan cemilan.


"Jadi benar, ada sangkut pautnya dengan bangsawan itu ya. Aku sudah menebak hal itu, tidak kusangka tuan muda mengatakan hal seperti itu. Ini pasti mereka ingin aku turun jadi jabatan walikota, alhasil mereka menggunakan cara licik ini untuk menjatuhkan ku." kata Bing Xian menggebrak meja kesal.


"Kau tidak bertanya bahwa perkataan ku itu benar atau tidak ? bisa saja aku berbohong dan malah membuat petaka nantinya." kata Ling Feng masih santai.


"Jika tuan muda Feng, sudah berkata seperti itu. Aku yakin hal semua hal itu benar adanya." kata Bing Xian tanpa keraguan sedikitpun. Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum dibalik penutup wajahnya.


"Jadi masih ada yang ingin tuan muda bicarakan lagi ?" kata Bing Xian kepada Ling Feng.


"Satu hal lagi, aku ingin kedua tetua menerima Bing Jiao menjadi murid di sekte kalian." kata Ling Feng kepada tetua Ling dan tetua Han.


"Waktu itu sudah pernah kami membicarakan tentang ini dengan Jiao'er namun ia sendiri menolak hal itu karena, suatu alasan. Alasan apanya itu kami sendiri pun tidak ada yang tau" kata Tetua Han dan diangguki oleh tetua Ling.


"Maafkan atas tingkah laku putriku yang tidak sopan tetua. Anak itu masih naif dan hanya bergerak mengikuti hatinya saja." kata Bing Xian meminta pengampunan atas kesalahan anaknya.


"Walikota tidak perlu seperti itu, dan untuk Bing Jiao yang tidak ingin masuk sekte kalian, coba sekali lagi untuk membujuknya. Bahkan aku yakin anak itu akan menemui kalian untuk meminta maaf dan berharap untuk bisa masuk sekte kalian." kata Ling Feng membuat Bing Xian dan kedua tetua terkejut mendengarnya.


"Sepertinya putriku sudah merepotkan tuan muda. Mohon maaf atas kelancangan sikap putriku." kata Bing Xian menundukkan kepalanya membuat Ling Feng yang melihat itu menjadi jengah jadinya.


"Sudahlah walikota Bing itu cuman hal kecil, tidak perlu sampai seperti itu." kata Ling Feng menegakkan kembali tubuh Bing Xian.


"Sudah tidak ada lagi yang ingin ku bicarakan, ku harap walikota Bing bertindak secepatnya untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan. Aku kembali keruangan pesta duluan" kata Ling Feng menundukkan sedikit kepalanya dan langsung pergi dari sana.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara serasku )


( Blizzardauthor)