
“Biar saya antar tuan muda.” Ucap sang manager yang dianggukki oleh Ling Feng. Bing Jiao dan yang lainnya pun mengekor di belakang Ling Feng dan sang manager yang sedang berbincang-bincang.
>>>>>>_______
Setelah sampai di pintu keluar, sang manager pun memberi hormat sekali lagi kepada Ling Feng. Ling Feng menganggukkan kepalanya, sedangkan Bing Jiao dan yang lainnya ikut memberi hormat kepada sang manager seraya berterima kasih kepadanya.
Waktu kala itu sudah menunjukkan sore hari dan masih beberapa jam lagi sampai malam hari tiba. Tapi, terlihat ketiga wanita itu masih begitu energik, dan masih bersemangat. Qing Xian pun langsung menuntun mereka untuk pergi ke arah pasar yang berada di kota naga langit. Ling Feng dan Yang Sun hanya bisa pasrah dan tidak berdaya, keduanya pun hanya mengekor dari belakang mengikuti ketiga wanita itu.
>>>>>>______
Di Suatu Ruangan Cabang Paviliun Qiancheng
Tok... Tok... Tok...
“Ini aku Nona Qin.” Ucap suara di balik pintu tersebut yang tidak lain adalah sang manager.
“Masuklah manager.” Ujar Qin Mei mempersilahkan sang manager masuk ke dalam ruangan tersebut. Pintu di buka dan memperlihatkan sosok sang manager, pria sepuh itu pun memberi hormat seraya menyampaikan, bahwa Ling Feng dan yang lainnya telah pergi dari Cabang Paviliun Qiancheng. Dirinya juga memberikan alat yang di titipkan oleh Ling Feng kepadanya.
Qin Mei menerima alat yang di titipkan oleh Ling Feng melalui sang manager. Setelah memberikan alat tersebut sang manager pun langsung pamit dan Qin Mei pun mempersilahkan nya seraya berterima kasih kepadanya. Qin Ho yang melihat alat itu sontak bertanya kepada Qin Mei, mengingat nona mudanya tiba-tiba tersenyum tipis ketika melihat alat tersebut. “Alat apa itu nona?” Tanya Qin Ho
“Ini sebuah alat komunikasi sekali pakai paman.” Jawab Qin Mei. Membuat Qin Ho semakin bertanya-tanya dan dibuat tidak mengerti, mengapa juga pemuda tersebut memberikan barang seperti itu kepada Qin Mei itulah pikirnya.
Qin Mei sendiri hanya terkekeh pelan seraya berkata, “Aku juga tidak tahu paman. Mungkin ia ingin membalas budi kepadaku, dengan memberikan ini.” Ucap Qin Mei seraya mengedikan kedua bahunya. Ia pun bangkit dari tempat duduknya dan menyimpan alat yang di berikan Ling Feng ke dalam cincin ruangnya.
“Ayo kembali paman. Ayah sudah mengirimkan pesan meminta ku untuk kembali.” Ucap Qin Mei yang dianggukki oleh Qin Ho. “Kalau begitu paman akan mempersiapkan keberangkatannya terlebih dahulu.” Ucap Qin Ho pamit dan dianggukki oleh Qin Mei. Tinggalah Qin Mei sendiri di ruangan tersebut.
Ia memejamkan matanya sejenak, menarik nafasnya sejenak lalu membuka kedua matanya kembali. Baru kemudian ia melangkah keluar dari ruangan tersebut menyusul Qin Ho.
>>>>>>______
Kembali Kepada Ling Feng
“Kita berdua benar-benar telah di lupakan ya Saudara.” Ucap Yang Sun tiba-tiba tersenyum gentir seraya memperhatikan ketiga wanita tersebut yang sedang berbelanja dan memilih-milih pakaian dan berbagai macam aksesoris.
“Ya memang seperti itulah wanita Saudara. Itu adalah dunia yang tidak pernah akan kita mengerti sama sekali. Jadi, biarkan saja mereka sibuk dengan dunia mereka.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum masam, mengingat kembali kenangan-kenangan bersama Bing Jiao dan Qin Xian ketika berbelanja.
“Sepertinya berat ya saudara.” Ucap Yang Sun tiba-tiba bersimpati kepada Ling Feng.
“Ya aku sudah terbiasa akan hal itu, bahkan terkadang sampai bosan menunggunya. Tapi, lebih baik bosan menunggu, jika sebagai ganti nya aku bisa membuat keduanya memasang wajah seperti itu. Itu semua sudah cukup.” Ucap Ling Feng lagi seraya menunjuk ke arah Bing Jiao, Qing Xian, dan Han Ying yang sedang tertawa senang.
Bahkan ketiga wanita itu sudah menarik perhatian di sekitarnya, karena aura kecantikan mereka benar-benar tidak bisa di tutupi walaupun sudah menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya masing-masing.
“Aku pasti akan melindungi keduanya, entah apapun bayaran sekalipun nyawaku menjadi taruhannya. Akan kuciptakan dunia dimana kami bertiga dan seluruh keluargaku, saudaraku, teman-temanku bisa hidup tenang dan damai. Oleh karena itu, aku pasti akan mengalahkan raja iblis dan anak buahnya.” Ucap Ling Feng dengan tegas disertai sorot mata tajam.
Yang Sun yang mendengar itu takjub dan kagum kepada Ling Feng, dirinya pun tersenyum dan menepuk pundak Ling Feng seraya berkata, “Aku juga akan membantumu Saudara Feng. Mungkin saat ini aku tidak terlalu kuat, tapi aku pastikan tiga bulan kedepan aku akan menjadi lebih kuat dan berdiri tepat di samping mu. Tidak akan kubiarkan kamu melakukannya semua sendiri, sebagai saudara sudah semestinya kita saling membantu bukan.” Ucap Yang Sun.
Ling Feng yang mendengar itu tersenyum tipis dan berkata, “Terima kasih Saudaraku.” Ucap Ling Feng dan di balas senyuman tipis juga olehnya. Sampai kemudian perhatian keduanya teralihkan oleh sebuah teriakan yang memanggil keduanya.
“Oi kalian berdua, apa yang sedang kalian lakukan di sana. Cepat kemari!” Teriak Han Ying memanggil Ling Feng dan Yang Sun. Kedua pria itu pun langsung menghampiri ketiga wanita itu yang sepertinya sudah selesai dengan aktivitas berbelanja nya.
“Apakah kalian bertiga sudah selesai?” Tanya Ling Feng yang dibalas gelengan kepala oleh ketiganya. Sontak Ling Feng dan Yang Sun pun bingung dan dirinya pun kembali berkata, “Lalu kenapa memanggilku jika masih belum selesai?” Tanya Ling Feng yang heran.
“Tolong bayarin belanjaan kami dong~. Jiao’er, Saudari Xian, dan Saudari Ying lupa membawa uang. Jadi tolong bayarin dulu ya~.” Ucap Bing Jiao dengan lembut kepada Ling Feng. Ling Feng sebenarnya sadar, bahwa Bing Jiao tidak benar-benar tidak membawa uangnya. Pastinya alasan Bing Jiao berkata seperti itu adalah ulah dari Han Ying dan Qing Xian.
Dirinya sadar akan hal itu, tapi entah mengapa ia tidak bisa menolaknya dan langsung membayarkan semua belanjaan ketiga wanita itu. “Terima kasih. Aku mencintaimu.” Ucap Bing Jiao dan Qing Xian secara bersamaan mencium pipi kanan dan kiri Ling Feng.
Setelah mencium Ling Feng, ketiga wanita itu pun kembali pergi dari toko tersebut dan beralih ke toko yang lainnya. Ling Feng hanya tersenyum kecut lalu melirik ke arah Yang Sun. “Ya begitulah saudara para wanita.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum kecut.
“Sepertinya memang sulit ya.” Ujar Yang Sun seraya terkekeh pelan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Keduanya pun kembali mengekor di belakang ketiga wanita itu, sampai beberapa saat kemudian Ling Feng merasakan ada yang mengikuti mereka. Ia melirik ke kanan dan kiri nya, dan benar saja ada beberapa orang yang sedang memperhatikan nya.
“Saudara Feng. Ada yang mengikuti kita.” Ucap Yang Sun sedikit berbisik kepada Ling Feng.
“Hohhh... Jadi kamu juga menyadarinya ya saudara.” Timpal Ling Feng yang dianggukki oleh Yang Sun. Ada lima belas orang sekira nya yang sedang mengikuti Ling Feng dan yang lainnya saat ini, dan seluruh nya sudah berada di ranah langit.
“Aku akan mengurus mereka yang mengikuti kita, tolong jaga ketiga wanita itu saudara.” Ucap Ling Feng kepada Yang Sun. “Aku mengerti saudara. Berhati-hatilah.” Ucap Yang Sun. Ling Feng pun langsung menghilang dari kerumunan bergerak ke arah orang-orang yang mengikuti mereka.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.