
"Bagaimana kau tahu bahwa Hao Xiang bukan anak kandungku ?" tanya Hao Lang yang penasaran dengan bagaimana Ling Feng mengetahui rahasia yang bahkan orang desanya tidak tau.
"Sederhana saja, aku merasakan energi yang berbeda dari anak itu. Energi yang bukan dimiliki seorang anak manusia pada umumnya dibenua ini." kata Ling Feng berkata seperti itu namun tidak mendetail, karena dirinya mengetahui bahwa orang yang didepannya ini tidak mengetahui jelas tentang Hao Xiang sebenarnya.
"Apakah hanya itu saja yang kau ketahui ?" tanya Hao Lang. Instingnya mengatakan bahwa Ling Feng mengetahui sesuatu tentang anaknya itu.
Ling Feng sendiri hanya menganggukkan kepalanya memasang ekspresi meyakinkan. Hao Lang yang melihat tanda-tanda raut wajah Ling Feng yang tidak berubah hanya menghela nafas bahwa Ling Feng hanya mengatakan hal tersebut saja.
"Sebenarnya yang kau katakan memang benar, Pasca itu beberapa tahun yang lalu aku sedang berburu dihutan dekat-dekat desa ini ditemani oleh istriku." Hao Lang mulai bercerita dan Ling Feng hanya diam mendengarkan saja.
"Saat kami sedang berburu dihutan, tidak sengaja kami bertemu Beast tingkat Roh jenis macan yang sedang berburu. Awalnya kami sudah hampir berhasil lolos namun siapa sangka. Saat kami sebentar lagi berhasil kabur, beast macan itu sadar akan kehadiran kami." lanjut Hao Lang bercerita.
"Tanpa pikir panjang kami langsung pergi melesat dengan kecepatan tertinggi yang kami punya. Namun karena, perbedaan kekuatan yang sangat jauh. Beast tersebut berhasil mengejar aku dan istriku beberapa saat kemudian." kata Hao Lang. Ling Feng sendiri mendengarkan, namun memasang ekspresi biasa saja.
"Saat beast macan itu berhasil mengejar aku dan istriku, pas sekali itu berdekatan dengan sebuah Gua yang cukup besar dan gelap. Aku dan istriku akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam gua tersebut. Saat itu, aku dan istriku sudah pasrah masuk kedalam gua tersebut. Walaupun didalam gua tersebut sangat gelap. Beast tersebut bisa mendeteksi kami menggunakan semacam teknik." kata Hao Lang dan Ling Feng yang mendengarkan itu mengangkat sebelah alisnya membatin.
"Memangnya ada ya. . . .teknik beast seperti itu ? aku baru tahu bahwa seekor beast bisa melakukan hal tersebut." batin Ling Feng.
"Teknik sejenis itu ada, namun untuk beast tingkat awal seperti itu, sangat jarang yang bisa menggunakannya." batin Long Tian menimpali perkataan Ling Feng.
Ling Feng yang mendengar itu manggut-manggut bahwa ternyata bukan hanya manusia saja yang bisa menggunakan suatu teknik.
"Tentu saja kami para beast juga bisa menggunakan teknik khusus. Apalagi kami para beast suci." Long Tian mengirim transmisi suara membanggakan. Ling Feng sendiri hanya menghela nafas saja.
"Kenapa kau menghela nafas ?" tanya Hao Lang yang melihat Ling Feng menghela nafas. Ling Feng yang ditanya seperti itu sedikit terkejut namun tidak mengekpresikan.
"Tidak ada, lanjutkan saja ceritanya." kata Ling Feng. Hao Lang yang melihat itu menatap Ling Feng aneh namun tetap melanjutkan ceritanya.
"Saat aku dan istriku didalam gua, kami sudah pasrah akan mati ditangan beast macan itu. Namun siapa sangka, beast macan yang awalnya ingin menerkam aku dan istriku. Seketika memasang ekspresi ketakutan." Cerita Hao Lang. Ling Feng yang mendengarkan itu semakin memasang ekspresi serius.
"Beast macan yang awalnya ingin menerkam aku dan istriku. Seketika langsung pergi meninggalkan gua itu. Tentu saja aku dan istriku terkejut mengenai kejadian yang aneh itu. Satu-satunya yang terpikirkan oleh kami berdua adalah penghuni gua ini jauh lebih kuat dari beast macan tadi." kata Hao Lang.
"Awalnya kami ingin pergi dari gua tersebut namun, aku dan istriku mendengar suara tangisan seorang bayi dari dalam gua. Istriku yang mendengar itu langsung meminta diriku untuk menemani kedalam." lanjut Hao Lang.
"Awalnya aku menolak permintaan tersebut merasa didalam pasti sangat berbahaya, karena beast macan tadi saja lari terbirit-birit, apalagi kami. Namun siapa sangka istriku bersikeras untuk masuk kedalam. Bahkan berniat masuk sendiri jika diriku tidak ingin menemaninya." kata Hao Lang.
"Namun fokus kami berdua langsung teralihkan dengan suara tangisan seorang bayi. Istriku langsung berjalan mendekatinya dan terlihatlah bayi kecil yang sedang menangis. Namun setelah melihat kedatangan aku dan istriku, bayi tersebut langsung berhenti menangis bahkan menggerak-gerakkan tangan kecilnya itu. Istriku yang melihat itu langsung menimang-nimang bayi tersebut. Siapa sangka bayi tersebut terlihat sangat senang." cerita Hao Lang tersenyum sendiri mengingat kejadian itu.
"Awalnya aku sendiri sangat heran, kenapa bisa ada bayi didalam gua tersebut ? yang lebih anehnya lagi bayi tersebut hanya sendirian saja ? pertanyaan itu terus-menerus mengiang didalam pikiranku. Istriku sendiri hanya sibuk bermain dengan bayi tersebut tanpa memikirkan hal lain. Aku yang melihat ia sangat senang saat menimang-nimang bayi tersebut akhirnya tidak berfikir yang aneh-aneh. Kami pun akhirnya memutuskan untuk merawat bayi tersebut." Hao Lang mengakhiri ceritanya. Ling Feng yang mendengar cerita itu akhirnya paham.
"Burung legenda yang kau maksud itu ?" tanya Ling Feng. Hao Lang langsung menjawab.
"Sejauh yang telah ku selidiki tentang burung tersebut, bahwa itu adalah salah satu dari keempat beast suci dalam legenda yaitu sang Phoenix abadi." kata Hao Lang memberitahunya. Ling Feng yang mendengar itu tidak menyangka bahwa
"Apa yang dikatakan orang itu benar Feng'er, bisa jadi anak itu adalah reinkarnasi dari Phoenix itu sendiri." kata Long Tian melalui transmisi suara. Ling Feng yang mendengar itu hanya diam saja fikirannya kembali berkecamuk.
"Apakah anak itu akan mendapatkan ingatannya kembali setelah aku berhasil menyembuhkannya ?" tanya Ling Feng mengirim transmisi suara kepada Long Tian.
"Bisa jadi iya. Karena, mungkin sebelum reinkarnasi, Phoenix tua itu mengatur semacam formasi sebelum reinkarnasinya ini mendapatkan kembali ingatan-ingatan pendahulunya." jelas Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu mengelus dagunya memikirkan itu.
"Nak, inilah cerita yang selama aku dan istriku sembunyikan tentang kebenaran Hao Xiang." kata Hao Lang menghela nafas.
"Aku paham sekarang, jadi itu alasannya, dantiannya berbeda dari kebanyakan manusia pada umumnya." kata Ling Feng manggut-manggut.
"Jadi apa yang akan kau lakukan nak ?" tanya Hao Lang kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu menatap Hao Lang serius.
"Aku akan tetap menyembuhkan kendala yang membuat dirinya tidak berkultivasi pada umumnya." kata Ling Feng. Hao Lang yang mendengar itu merasa senang, namun kembali diam ketika Ling Feng melanjutkan perkataannya. "Tapi. . . . Kemungkinan besar ada perubahan yang akan terjadi pada Hao Xiang apakah kau siap nantinya." kata Ling Feng Membuat Hao Lang terdiam.
"Hao'er sudah lama bermimpi untuk menjadi seorang kultivator. Aku, sebagai orang tuanya akan mendukung sepenuhnya impian tersebut." kata Hao Lang dengan tegas.
"Sudah ditentukan." kata Ling Feng bangkit dari duduknya dan berjalan keluar rumah. Hao Lang yang melihat Ling Feng berdiri bingung lalu bertanya.
"Kau ingin pergi kemana Feng'er ?" tanya Hao Lang.
"Ingin menyambut tamu kehormatan yang lainnya." kata Ling Feng sembari berjalan keluar dari rumah tersebut.
>>>>> Bersambung