
Tidak ada yang spesial dari wilayah perbatasan ini. Hanya ada sebuah sungai besar yang membatasi Kekaisaran Han dan Wei, dan ada sebuah desa disertai para warga yang menawarkan jasanya untuk bisa melewati sungai perbatasan itu dengan perahu.
Setelah dekat dengan desa perbatasan, Ling Feng dan Long Tian memperlambat kecepatan lari mereka dan mulai berjalan biasa saja untuk tidak menarik perhatian. Ling Feng tidak menggunakan pakaian yang mencolok, kali ini ia menggunakan pakaian biasa para kultivator dengan warna merah gelap disertai corak naga yang berwarna hitam dan jubah hitam tentunya. Sedangkan Long Tian seperti biasa, selalu ingin terlihat mencolok. Dirinya Menggunakan pakaian Putih bersih dengan corak Naga dan Phoenix berwarna emas. Awalnya Long Tian menolak untuk menggunakan jubah, namun seperti biasa Ling Feng yang memaksanya.
"Feng'er kau tidak menggunakan penutup wajah untuk menutupi wajah penuh bencana mu itu ?" ucap Long Tian ketus. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya, namun tetap menjawab.
"Tidak, awalnya ingin menggunakannya tadi. Namun, berfikir menutupi sebuah ketampanan itu adalah sebuah pelanggaran." Ling Feng mengatakan hal itu acuh tak acuh membuat Long Tian yang mendengar ingin sekali mengoyak-ngoyak ekspresi Ling Feng.
"Cihhhhh, hanya sedikit tampan saja bangga." umpat Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu spontan berkata.
"Perkataan seseorang yang iri dengan ketampanan ku dan merasa tersaingi, tidak buruk juga." ucap spontan Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu Sudah kesal setengah mati dan ingin sekali mengoyak-ngoyak.
"Itu Tuanmu Long Tian sabar"gumam Long Tian mengelus-elus bom yang berada di dadanya yang bisa meledak kapan saja.
Ling Feng yang melihat ekspresi Long Tian yang sangat kesal. Entah kenapa merasa sangat puas. Dirinya selalu melihat Long Tian yang berbuat seenaknya, dan kali ini melihat ekspresi Long Tian yang seperti itu Ling Feng mempunyai kenikmatan tersendiri membuatnya.
"Sudahlah jangan banyak menggerutu paman, toh dengan menggerutu tidak akan membuatmu lebih tampan dariku." ucap Ling Feng berjalan mendahului diikuti Long Tian yang kesal ½ mati kepada Ling Feng. Mereka ketika ingin memasuki desa disana, dihadang oleh dua orang yang sepertinya adalah pemungut biaya masuk.
Kedua orang tersebut sedikit memperhatikan penampilan Ling Feng dan Long Tian. Penampilan Ling Feng dan Long Tian tidak terlalu mencolok kecuali, jika Long Tian tidak menggunakan jubahnya. Lagi kedua orang tersebut tidak merasakan apapun dari Ling Feng dan Long Tian.
"Satu orang Lima koin emas." ucap Salah satu dari kedua orang tersebut berniat memeras Long Tian dan Ling Feng. Temannya yang mendengar itu terkejut ingin berkata, namun ditelan kembali setelah Ling Feng mengeluarkan sepuluh koin emas dengan mudahnya dengan wajah acuh tak acuh. Melihat itu, orang tersebut berpikir untuk memeras Ling Feng dan Long Tian.
"Jadi kami sudah boleh masuk kan" ucap Ling Feng acuh tak acuh sembari melangkah, namun ketika ingin menghadang lagi. Langsung dicegah oleh temannya.
"Silahkan tuan muda, anda sudah boleh masuk." ucap temannya sembari menutupi mulut orang yang memeras Ling Feng. Mendengar itu Ling Feng menganggukkan kepalanya acuh tak acuh. Temannya yang ingin memeras Ling Feng memberontak, namun tidak dibiarkan oleh satunya.
"Lebih baik kau diam, jika kau ingin selamat." bisik temannya membekap mulut orang yang ingin memeras Ling Feng. Sampai terdengar suara yang sangat dingin menusuk ke telinga mereka.
"Yooo bocah, kali ini kau selamat. Kalau sampai berniat untuk memeras kami lagi jangan harap untuk melihat matahari esok hari lagi." ucap Long Tian berhenti sejenak berkata dengan nada dingin disertai niat membunuh yang sangat pekat. Membuat kedua orang tersebut bergetar merasakan niat membunuh yang menekan itu.
"Paman, tidak perlu mengurusi hal yang tidak perlu seperti itu." ucap Ling Feng sembari berjalan. Mendengar itu Long Tian menarik kembali niat membunuh sembari berdecak. Kedua orang tersebut akhirnya bisa bernafas kembali setelah Long Tian menarik niat membunuhnya.
"Aku tidak menyangka, orang itu tidak hanya mengandalkan wajahnya yang tampan." ucapnya lagi.
"Jika saja kau tidak berbuat seperti itu kita tidak akan mengalami hal ini. Lain kali jangan mengorbankan nyawa hanya demi keuntungan kecil seperti ini. Hari ini kita selamat, namun entah apa yang terjadi kedepannya nanti." ucap temannya berdecak kesal. Orang tersebut yang mendengar itu akhirnya berpikir dan merenung kembali perkataan temannya itu.
Ling Feng yang masih mendengar itu sedikit tersenyum simpul lalu berjalan kembali mencari sebuah kedai. Walaupun terlihat dari luar adalah desa yang kecil, tetapi setelah masuk kedalam terlihat lebih luas dari yang diperkirakan. Desa yang cukup makmur dan banyak pedagang juga di desa perbatasan ini. Long Tian yang melihat suasana ramai itu ingin langsung segera melesat, namun tertahan oleh perkataan Ling Feng.
"Kita tidak untuk menikmati suasana di sini paman." ucap Ling Feng membuat Long Tian terdiam lalu mendekati Ling Feng.
"Ayolah Feng'er kita kan sudah menempuh perjalanan yang jauh, jadi istirahat adalah saat-saat yang penting untuk mencapai kondisi yang prima." Long Tian merayu Ling Feng. Mendengar itu Ling Feng berpikir bahwa itu juga masuk akal juga dan akhirnya Ling Feng memutuskan.
"Baiklah, kita cari dulu rumah makan disekitar sini dan mencari informasi untuk bisa menyebrangi sungai perbatasan." ucap Ling Feng memutuskan. Long Tian yang mendengar itu tersenyum dan bersorak-sorai didalam hatinya. Lalu akhirnya kedua orang tersebut sadar banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Walaupun Ling Feng dan Long Tian tidak berpakaian mencolok, namun paras tampan dan mengeluarkan kesan dingin itu yang membuat banyak pasang mata yang iri disertai kagum sekaligus.
"Feng'er sepertinya kita cukup menarik perhatian." bisik Long Tian kepada Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu tidak terlalu peduli dan hanya berjalan saja tanpa mengatakan sepatah katapun. Melihat sikap Ling Feng yang seperti itu Long Tian hanya menggelengkan kepalanya lalu mengikuti Ling Feng dibelakang.
Ling Feng dan Long Tian akhirnya memutuskan untuk mencari tempat makan atas permintaan Long Tian dan sekaligus mencari informasi tentang keberangkatan kapal berikutnya menuju daerah sebrang. Tidak lama kemudian akhirnya mereka menemukan kedai yang cukup ramai dan memutuskan untuk masuk kedalam. Kedai yang sederhana dan terlihat cukup ramai pengunjung adalah tempat yang pas untuk mencari informasi menurut Ling Feng.
Kringggg (Tanda ada orang yang datang)
Ketika Ling Feng masuk, suasana dikendai tersebut mendadak hening. Ling Feng yang melihat keheningan itu tidak terlalu peduli dan hanya berjalan menuju meja kosong dekat dengan jendela diikuti oleh Long Tian. Setelah Ling Feng dan Long Tian duduk, para pelanggan mulai berbisik-bisik membicarakan Ling Feng. Sang Empu yang menjadi pembicara hanya acuh tidak peduli sama sekali.
Tidak lama kemudian, seorang pelayan wanita datang menghampiri meja Ling Feng dan Long Tian.
"Ini daftar menu kedai makan kami tuan." ucap pelayan tersebut dengan senyuman ramah tercetak diwajahnya. Ling Feng tidak membaca daftar menu tersebut dan spontan berkata.
"Buatkan makanan terbaik kedai ini dan aku pesan dua kendi arak juga." ucap Ling Feng.
>>>>> Bersambung