Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Latih Tanding


Hao Xiang lantas menunjuk murid sekte lembah neraka dan berkata, "Aku ingin latih tanding denganmu saat ini juga." Kata Hao Xiang menunjuk Murid sekte lembah Neraka yang berbicara tadi dengan tatapan tajam.


Walikota Anyi yang mendengar itu bingung dengan keputusan apa yang harus diambil. "Orang yang ber-" Perkataan Hao Xiang terpotong oleh tindakan Ling Feng. "Ini masih pagi jangan membuat masalah yang tidak perlu." Ucap Ling Feng menenteng Hao Xiang. Hao Xiang yang diperlakukan seperti itu hanya bisa diam tidak berani membantah.


Ling Feng lantas melemparkan Hao Xiang kepada Long Tian yang sesekali menguap entah apa yang dipikirkannya. Long Tian menerima Hao Xiang layaknya benda yang dijinjing ia lantas di dudukan oleh Long Tian disampingnya.


Semua orang yang melihat itu terdiam, murid sekte lembah Neraka sudah menggertakkan giginya merasa sangat terhina dengan tingkah Hao Xiang tadi. Ia tidak terima dengan perlakuan seperti itu. "Jangan bertingkah aneh-aneh adik seperguruan, bertingkah logis lah. Gunakan otak mu sesekali untuk menganalisis situasi." Kata Murid sekte seniornya. Mendengar apa yang dikatakan Seniornya ia masih tidak mengerti apa yang dikatakannya.


"Sesaat pas kau berkata seperti itu, semua orang yang berada disini langsung menatap tajam dirimu terutama ketua paviliun obat. Entah siapa pemuda ini, yang pasti identitasnya bukan orang biasa. Sekarang perhatikan terlebih dahulu mungkin kau akan mengetahuinya sebentar lagi." Bisik Murid seniornya.


"Maaf atas tingkah murid ku yang tidak sopan, ia memang terkadang meledak-ledak sesaat jika ada yang menyinggungnya." Kata Ling Feng lebih tepatnya sedang menyindir. "Baiklah bisa kita mulai sekarang latih tanding Putri Liu." Kata Ling Feng. Putri Liu yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu sedikit menjaga jarak sembari mengeluarkan senjatanya yaitu, sebuah tombak.


"Hehhhhh tidak kusangka putri Liu pengguna tombak. Jika begitu maka aku juga akan menggunakan tombak." ucap Ling Feng Mengeluarkan tombak dari dunia jiwanya. "Jangan memperdulikan apa senjata ku, tuan muda Feng bebas menggunakan senjata apapun." Ucap Putri Liu.


"Jadi Tuan muda Feng seorang seniman beladiri pengguna tombakkah…Aku tidak menyangka hal itu." Gumam Walikota Anyi. "Feng'er bukan pengguna tombak. Ia spesialis pengguna pedang ganda." Timpal Long Tian membuat walikota Anyi terkejut akan kehadirannya. "Apa maksud anda beliau pengguna pedang?" Tanya Walikota Anyi.


Long Tian yang mendengar itu berkata, "Apakah kau seorang pengguna tombak." Tanya Long Tian. Walikota menganggukan kepalanya membenarkan bahwa ia salah satu pengguna tombak. "Kalau begitu apakah kuda-kuda Feng'er merupakan kuda-kuda seorang yang menggunakan tombak." Ucap Long Tian lagi.


Walikota Anyi yang mendengar itu lantas berpaling, dan melihat kuda-kuda Ling Feng yang memang bukan kuda-kuda seorang pengguna tombak. Lalu mengapa ia menggunakan tombak jika memang ia tidak bisa menggunakannya.


"Ya kau lihat sendiri saja, apa yang akan terjadi nantinya." Ucap Long Tian mengakhiri sembari memakan buah-buahan yang tersedia disana. Hao Xiang juga berada disana, ia masih merajuk karena Ling Feng tidak membiarkannya untuk latih tanding.


Ling Feng yang mendengar itu hanya tersenyum dan memasang kuda-kudanya. sembari berkata, "Serang aku Sebanyak sepuluh kali, entah itu serangan beruntun atau apapun itu." Kata Ling Feng. Putri Liu yang mendengar itu merasa diremehkan langsung maju dengan seluruh kemampuan yang ia miliki.


"Maaf saja tuan muda, aku tidak akan bersikap lemah lembut kepada anda." Kata Zi Liu. Dalam sekejap ia sudah berada didepan Ling Feng lalu memutar-mutar tombaknya. Ling Feng yang melihat itu langsung salto kebelakang dan menahannya.


Thinggg


Thinggg


"Dua serangan." Gumam Ling Feng.


Logam ujung tombak Ling Feng dan Zi Liu saling berbenturan. Ling Feng sedikit menjaga jarak, namun Zi Liu tidak berniat memperkecil jarak. Ia sekali lagi maju menerjang Ling Feng. Ia mulai memainkan tombaknya secara agresif.


Ling Feng yang melihat serangan kembali datang menahan serangan beruntun sebisanya. Ling Feng masih memperhatikan cara permainan tombak Zi Liu dan tidak berniat menyerang terlebih dahulu.


Thinggg


Thinggg


Thinggg


"Tiga, Empat, Lima." Gumam Ling Feng. Zi Liu masih dapat mendengar gumaman tersebut, namun hanya bisa mendengar samar-samar. Ia tidak mempedulikan itu dan terus maju menerjang mengejar Ling Feng yang menjaga jarak.


"Cihhhhh senior lihat, ia hanya bisa bertahan saja tanpa bisa menyerang balik. Apakah kau masih berniat memandang tinggi dirinya." Kata murid junior sekte lembah Neraka. Tetua sekte yang sedari awal terdiam pun berkata. "Jangan terlalu banyak berbicara, jangan sampai kau menyesal ketika menelan ludah sendiri nantinya." Ucap Tetua sekte.


Murid junior yang mendengar itu sekali lagi geram dan dia berniat untuk melakukan sesuatu setelah latih tanding ini.


Qing Lao yang melihat itu masih tidak percaya. Sampai Qing Xian berkata, "Tuan muda Feng bukan spesialis pengguna tombak. Gerakannya terlihat kaku saat ini. Kemungkinan besar ia pengguna pedang atau semacamnya." Simpul Qing Xian. Qing Lao juga berpikir hal yang sama.


Setelah merasakan aura penindasan dan rasa bisa mati kapan saja, hal itu tidak mungkin dimiliki seorang amatiran hal itulah yang Qing Lao yakini. "Lao'er jangan lupa apa yang kukatakan kepadamu." Kata Kepala Keluarga Qing. Mendengar itu Qing Lao menganggukan kepalanya berkata, "Baik Ayah aku mengerti." Jawab Qing Lao.


"Kakek kau kata orang yang mengalahkan di pertandingan alkemis akan datang? Lalu dimana orang tersebut." Tanya Tuan muda paviliun obat kepada kakeknya. Namun sang kakek malah fokus terhadap pertandingan dan mengabaikannya membuat tuan muda paviliun obat menghela nafas kasar kesal.


Kembali ke Arena


"Apa ini? Apa yang sedang terjadi? terlihat dari cara pergerakannya aku sudah tau bahwa ia bukanlah pengguna tombak dan aku sangat marah akan hal itu. Tapi…mengapa semua serangan ku meleset." Batin Zi Liu heran. Ia sekali lagi menggeluarkan gerakan tombak yang indah dan cepat. Ling Feng yang melihat itu menahan teknik itu sebisanya.


Thinggg


Thinggg


Thinggg


Thinggg


Thinggg


Crassssshhh


Setelah menyerang dengan sepuluh gerakan yang berbeda-beda akhirnya Zi Liu berhasil mengenai Ling Feng dan membuat luka tepat di wajah Ling Feng. Setelah berhasil melukai Ling Feng, Zi Liu mundur menjaga jarak mengatur nafasnya terlebih dahulu.


"Enam, Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh." Gumam Ling Feng lalu melangkah mundur. Ling Feng juga mundur ia terdiam sebentar seperti sedang kerasukan oleh sesuatu. Zi Liu dan semua orang yang disana bingung dengan keadaan Ling Feng.


Terutama Zi Liu. Ia merasakan sesuatu yang berbeda dari Ling Feng saat ini. Aura yang keluar dari Ling Feng tiba-tiba berubah saat ini. Semua orang disana juga tidak ada yang mengalihkan pandangannya dari Ling Feng, Long Tian yang melihat itu terkekeh dan spontan berkata. "Sudah dimulai." Kata Long Tian.


Setelah terdiam beberapa menit, Ling Feng kali ini maju menerjang. Zi Liu yang melihat gerakan itu terkejut bukan main, karena cara ia melangkah dan dari gerakan postur tubuhnya saja ia mengetahuinya.


"J-jangan bilang k-kau…" Kata Zi Liu menggertakkan giginya melangkah mundur memperjauh jarak dari Ling Feng.


Long Tian yang melihat itu sekali lagi terkekeh dan ia berkata, "Ronde kedua baru saja dimulai." Kata Long Tian terkekeh.


>>>>>> Bersambung