Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Gadis Dingin yang Penasaran


“Tidak ada keperluan khusus, aku hanya ingin pergi ke sana saja bersantai-santai.” Jawab Ling Feng berbohong, yang tentu saja tidak berniat untuk memberitahukan tujuan aslinya datang ke sana.


>>>>>>______


“Apakah Anda masih penasaran dengan Tuan muda Jie, tetua?” Ujar Hu Yan seraya menoleh ke arah Zhang Ling yang nampak tengah memikirkan sesuatu yang rumit. Mendengar pertanyaan dari sang murid, Zhang Ling pun mendapatkan kembali kesadaran nya tanpa menoleh ke arahnya menganggukkan kepalanya.


“Aku merasa pernah melihatnya di suatu tempat, tapi aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas dimana aku pernah melihatnya. Tepat ketika ditolong olehnya, membuat ku samar-samar merasakan pernah mengalami hal yang sama.” Ujar Zhang Ling yang tentu saja terdengar ambigu.


“J-jangan bilang... T-tetua menyuk-“ Ucapan Hu Yan terhenti, karena Zhang Ling langsung memukul puncak kepala gadis tersebut membuat Hu Yan mengelus-elus puncak kepalanya yang terasa panas, karena di pukul oleh Zhang Ling cukup kencang.


“Jangan berpikiran tidak-tidak, bukan perasaan itu yang tetua rasakan.” Ujar Zhang Ling langsung mengklarifikasi nya kesalahpahaman Hu Yan. Hu Yan yang mendengar itu hanya menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya seraya meminta maaf. Hu Yan pun lantas menoleh ke arah Yin Mei yang sedari diam tanpa berkata apapun.


“Saudari apakah kamu baik-baik saja.” Ucap Hu Yan yang khawatir karena saudarinya itu terus-terusan terdiam setelah insiden di ruang makan. Bahkan Hu Yan semakin khawatir, ketika melihat saudarinya nampak terkejut dan langsung berubah pucat pasi ketika di tegur olehnya. Zhang Ling juga melirik ke arahnya, namun dirinya juga tidak bisa berbuat apapun.


Pasalnya apa yang dikatakan oleh Yin Mei memang sudah cukup keterlaluan. Walaupun muridnya itu melakukan itu demi dirinya, namun dirinya tidak pernah berpikiran untuk Yin Mei melakukan itu untuknya. Sebaliknya ia bahkan berterima kasih kepada Ling Feng, karena kedepannya akan menjadi pelajaran bagi Yin Mei untuk tidak melakukan yang berlebihan seperti sebelumnya.


“Sudahlah tidak perlu takut lagi. Tuan muda Jie bukanlah orang seperti itu. Ia melakukan itu hanya untuk menegurmu, karena tidak semua orang tunduk dan takut ketika mendengar nama sekte kita.” Ucap lembut Zhang Ling seraya menepuk pundak Yin Mei, mengalirkan Qi ke dalam tubuhnya membantunya supaya lebih tenang.


“Aku mengerti tetua. Maaf atas tindakan ku yang begitu ceroboh sebelumnya.” Ucap Yin Mei yang sudah sedikit tenang. Mendengar hal itu Zhang Ling pun tersenyum di balik cadarnya lalu memindahkan tangannya, menepuk-nepuk puncak kepala Yin Mei.


“Baguslah kalau kamu mengerti.” Ucap Zhang Ling seraya menepuk-nepuk puncak kepala Yin Mei. Gadis tersebut sontak merasa sangat senang dan perlahan mulai melupakan kejadian yang sebelumnya dan kembali seperti semula. Saat ini Zhang Ling dan yang lainnya sedang menuju ke ruangannya masing-masing. Setelah berbincang-bincang sebentar dengan Ling Feng, mereka pun izin pamit kepadanya seraya sekali lagi mengucapkan terima kasih.


“Omong-omong kemana Lan’er?” Ujar Zhang Ling yang baru sadar, bahwa gadis tersebut tidak ada di belakang Yin Mei. “Eh bukannya saudari ada di belakang...” Ucapan Yin Mei terhenti ketika melihat ke arah belakang tidak mendapati siapapun di sana.


“Ehhhh padahal jelas-jelas aku sangat yakin dirinya berada di belakang ku tadi?!” Ujar Yin Mei yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Perkataan nya itu langsung di tanggapi gelengan kepala oleh Hu Yan seraya berkata, “Kamu mana mungkin sadar saudari. Dari awal kita keluar dari ruang makan sampai sini pun kamu senantiasa melamun terus.” Ucap Hu Yan seraya terkekeh pelan.


Yin Mei terdiam membisu tidak bisa membalas perkataan Hu Yan, karena apa yang ia katakan adalah kebenaran bahwa dirinya memang terus melamun sampai di tenangkan oleh Zhang Ling. “Lalu bagaimana sekarang? Kita harus segera mencari Saudari Lan, Saudari Yan.” Ucap Yin Mei.


Mendengar hal itu, Hu Yan hanya tersenyum tipis di balik cadarnya lalu berkata, “Tidak perlu khawatir saudari. Saudari Lan bukanlah orang yang lemah sampai-sampai kita harus mencarinya. Terlebih lagi, mungkin saja ia sedang ada urusan dengan seseorang sekarang.” Ujar Hu Yan seraya mengedikan kedua bahunya.


>>>>>>______


Sementara Itu di Sisi Ling Feng


“Jadi, apakah nona masih ada perlu denganku?” Ujar Ling Feng dengan nada setengah hati mengatakan nya kepada wanita yang berada di hadapannya. Wanita tersebut tidak lain adalah Cai Lan.


“Sebenarnya apa yang diinginkan olehnya? Sudah hampir sepuluh menit ia duduk tenang sembari minum teh, tapi dirinya masih belum terlihat untuk berkata sepatah kata pun.” Batin Ling Feng yang merasa heran. Pasalnya dirinya tidak berpikir, bahwa Cai Lan akan kembali ke mari dan kini duduk di hadapan nya.


Ketika dirinya bertanya kepada wanita tersebut alasan mengapa dirinya datang, Cai Lan hanya diam saja membuat Ling Feng frustasi karena wanita tersebut tidak mengatakan sepatah kata pun alasannya. Ditambah ruang makan di sana sudah mulai ramai akan penumpang lainnya yang juga hendak makan, tentu saja melihat seorang wanita cantik tengah berdiri di depan meja tanpa berkata sepatah kata pun siapa yang tidak tertarik untuk memperhatikannya.


Ling Feng mau tidak mau mengizinkan Cai Lan untuk duduk juga, karena mereka berdua sudah menarik perhatian di sekitar sekarang. Akan tetapi, ketika dirinya sudah di san dan Ling Feng kembali menanyakan hal yang sama, lagi-lagi wanita tersebut terdiam membisu tanpa mengatakan apapun.


Alhasil, dirinya pun tidak peduli lagi dengan Cai Lan dan hanya menikmati arak yang ia pesan seraya memandang ke arah laut. Sampai beberapa menit kemudian, wanita itu pun akhirnya buka suara. “Kenapa kamu membantuku?” Tanya Cai Lan dengan nada acuh tak acuh namun sepasang matanya menatap lurus ke arah Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu sekilas menoleh ke arahnya sampai dirinya pun kembali menatap ke arah laut.


“Aku tidak mengerti maksud dari perkataan nona itu apa.” Ujar Ling Feng tanpa beban. “Tidak perlu berbohong lagi. Aku tahu kamu adalah orang yang sama, yang membantu ku meningkatkan keterampilan berpedang ku pada malam ketika bulan sedang bersinar terang (Purnama).” Ucap Cai Lan lagi.


“Aku tidak tahu kenapa Nona Lan berpikiran seperti itu, tapi memangnya Nona Lan mempunyai bukti bahwa aku adalah orang yang dimaksud oleh Nona Lan.” Ucap Ling Feng dengan tenang membuat Cai Lan terdiam tidak bisa membalas perkataan Ling Feng. Tepat seperti yang dikatakan oleh Ling Feng, bahwa dirinya tidak bisa membuktikan bahwa pemuda bertopeng di depannya adalah orang yang telah membantu keterampilan berpedangnya malam itu.


Walaupun begitu, Instingnya senantiasa berkata, bahwa Ling Feng adalah orang yang sama. Orang yang membantu meningkatkan kemampuan berpedangnya waktu di malam tersebut.


“Tidak perlu menerka yang tidak-tidak, Aku bukanlah orang yang kamu maksud dan kalau tidak ada lagi yang hendak di bicarakan oleh Nona Lan, maka aku akan kembali ke ruangan ku sekarang.” Ucap Ling Feng bangkit dari tempat duduk nya lalu pergi begitu saja, Cai Lan hendak mencegah nya, namun ia mengurungkan niatnya itu memilih untuk menarik kembali uluran tangannya.


Wanita itu pun kembali tenggelam dalam pikiran nya, sampai beberapa saat kemudian ia pun meletakkan satu koin emas di atas meja lalu pergi dari sana juga.


>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.