
“Kekekeke... Tamat sudah riwayat kalian. Asal kalian tahu saja berkat ulah kalian, kami terus-terusan babak belur dihajar oleh tuan jendral. Jadi, kali ini aku akan melampiaskan kekesalan ku kepada kalian semua. Bersiap-siaplah.” Ujar salah satu komandan iblis lainnya seraya memasang wajah mengejek menatap Ling Xiao, Ling Huo, dan Ling Shui yang tengah menatap mereka tajam.
>>>>>>______
Tidak ada respon apapun dari Ling Xiao dan yang lainnya setelah komandan iblis tersebut mengatakan hal itu. Sampai beberapa saat kemudian Ling Shui pun memecah keheningan dengan berkata, yang mana itu membuat komandan iblis tersebut langsung tersulut amarahnya. “Terus... Apa hubungannya dengan kami?” Ucap Ling Shui dengan acuh tak acuh, seraya melayangkan tatapan mengejek. Membuat komandan iblis itu langsung tersinggung karena tatapan mengejek pemuda tersebut.
“Hahhhhh... Apa yang kau bilang tadi?!” Ujar komandan iblis tersebut yang tersinggung karena tidak suka dengan tatapan yang di layangkan oleh Ling Shui. Akan tetapi, pemuda yang di tatap hanya bersikap biasa saja lalu menghela nafas pendek seraya berkata, “Aku bilang, ‘terus apa hubungannya dengan kami’ dasar iblis tuli? Ah iya aku lupa. Sampah kan tidak akan pernah mengerti ucapan manusia.” Ucap Ling Shui dengan tatapan lebih acuh dan nada bicara merendahkan.
“Dasar bocah kepar*t! Aku akan membunuhmu!” Teriak komandan iblis itu langsung meledak marah ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Shui. Ling Shui sendiri hanya diam saja seraya menatap acuh kepada komandan iblis tersebut, namun di satu sisi membuat komandan iblis itu semakin marah kepada pemuda tersebut dan bersiap-siap hendak menyerang ke arahnya.
Akan tetapi di detik-detik terakhir hendak maju menyerang, komandan iblis itu langsung di tahan oleh temannya. “Jangan maju menyerang.” Ucap temannya seraya merentangkan tangannya di depannya. Ia mengenakan pakaian serba hitam yang menutupi seluruh tubuhnya menyisakan bagian mulutnya saja.
“Hahhhh...?! Kau ingin aku diam saja setelah bocah kepara* itu menghinaku?! Jangan bercanda! Aku tidak tahan untuk mencabik-cabiknya, karena bocah itu sudah berani-beraninya menghina diriku!” Bantah komandan iblis tersebut yang keras kepala masih berpegang teguh hendak menyerang Ling Shui.
“Aku akan mengatakannya sekali lagi. Jangan maju menyerang, kali ini adalah sebuah perintah mutlak dariku.” Ucap temannya itu dengan nada bicara yang sangat dingin seraya menoleh ke arah komandan iblis tersebut memperlihatkan tatapan matanya yang bersinar terang.
Deggghhhh...?! Deggghhhh...?!
Komandan iblis yang hendak menyerang ke arah Ling Shui pun langsung di buat terdiam. Keringat dingin keluar dari dahinya, ia bahkan menahan nafasnya ketika merasakan aura mengerikan yang tepancar dari tatapan mata temannya itu. Tubuhnya bergetar, degup jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, ia benar-benar tertekan dengan aura mengerikan dari temannya tersebut.
"Ingatlah tugas mu. Jika sampai misi kita gagal, maka kau lah yang akan menanggung resiko nya." Ucap sosok tersebut lagi dengan aura membunuh yang sangat pekat.
Komandan iblis tersebut tentunya kesal, sangat kesal. Bagaimana tidak, pangkat dirinya dan temannya itu sama-sama komandan, namun dirinya bisa dengan mudah di tekan mudah olehnya padahal jelas-jelas dirinya dan temannya itu adalah sesama komandan. Ia pun menarik kembali Qi Hitamnya dan mengurungkan niatnya.
“Baguslah jika kau mengerti. Jika kau bertindak lebih dari itu, maka aku tidak akan segan untuk membunuh saat ini juga, karena sudah melanggar perintahku.” Ucap sosok tersebut lalu sinar merah yang keluar dari matanya pun kembali seperti biasa diikuti dengan aura menyeramkan nya yang juga hilang.
Ling Shui yang melihat itu hanya terdiam, walaupun di dalam dirinya ia sudah kesal karena sosok tersebut mengetahui rencana nya yang berniat memancing komandan iblis tersebut. Sosok tersebut pun kembali menoleh ke arah Ling Xiao dan yang lainnya. Seraya tersenyum tipis dirinya berkata, “Tidak perlu sepanik itu. Kami tidak akan melakukan apapun kok terhadap kalian.” Ucap sosok tersebut dengan nada tenang serta senyuman tipis tercetak di wajahnya.
“Apa yang hendak kau lakukan kepada kami?” Ujar Ling Xiao dengan nada bicara serius, namun lagi-lagi ditanggapi sebuah senyuman tipis oleh sosok tersebut.
“Apa?! Kenapa kita tidak langsung membunuh mereka saja?! Bukankah ini sebuah kesempatan emas untuk mem-“ Ucap komandan iblis tersebut belum selesai, karena keburu di potong oleh sosok tersebut.
“Aku tidak memintamu berbicara, jadi diamlah.” Ucap sosok tersebut kembali menoleh kepada komandan iblis sembari mengeluarkan aura yang sebelumnya dan mencengkeram lehernya. Komandan iblis itu meronta-ronta, merasakan kesakitan sekaligus tidak bisa bernafas karena nafasnya tercekat oleh cengkeraman lehernya yang cukup kuat.
Sosok tersebut menatap dingin komandan iblis, sampai beberapa saat kemudian ia pun melemparnya ke belakang. Sekelompok iblis tingkat rendah yang lainnya hanya diam saja, tidak berani mengatakan atau bergerak sedikit pun ketika melihat itu.
Boooommmm...!!
“Maafkan aku atas hal memalukan yang kalian lihat saat ini. Juga jangan pedulian apa yang dikatakan oleh dirinya tadi. Seperti kataku sebelumnya, aku tidak akan melakukan apapun pada kalian.” Ucap sosok tersebut yang membuat Ling Xiao dan yang lainnya refleks mengangkat sebelah alis nya, karena menyadari ada suatu alasan mengapa sosok tersebut mengurung mereka tanpa melakukan apapun.
Sosok tersebut kembali tersenyum lalu berkata, “Mudahnya kami hanya ingin memperingatkan kalian atas tindakan kalian akhir-akhir ini.” Ucap sosok tersebut.
“Hehhhh... Kau pikir kami takut terhadap peringatan mu itu hahhhh?!” Timpal Ling Huo dengan sorot mata tajam, menatap sosok tersebut dengan serius. Apa yang dikatakan oleh Ling Huo juga diapresiasi oleh yang lainnya, mereka juga memasang ekspresi tegas tanda berpikiran sama dengan Ling Huo.
Sosok tersebut yang awal nya hanya biasa saja, secara tiba-tiba tertawa pelan membuat ekspresi Ling Xiao menjadi lebih serius lagi. “Tentu saja aku sangat sadar, bahwa tidak akan semudah itu. Tapi aku sarankan, kalian pertimbangkan peringatan ku ini. Ah aku ralat kembali, kalian memang harus mempertimbangkan peringatan ku ini.” Ucap sosok tersebut membuat Ling Huo mengubah raut wajahnya menjadi serius juga ketika mendengar apa yang dikatakan oleh sosok tersebut.
“Apa maksud perkataan mu itu?” Ucap Ling Xiao kepada sosok tersebut, namun pertanyaan dirinya hanya ditanggapi senyuman lebar oleh sosok tersebut.
“Entahlah, saat ini mungkin kalian tidak paham akan perkataan ku, tapi kalian pasti akan mengerti tidak lama lagi.” Ucap sosok tersebut seraya tersenyum lebar penuh arti.
“Baiklah tugasku di sini sudah selesai, aku hanya ingin mengatakan itu saja. Kalau begitu, selamat tinggal dan sampai berjumpa lagi.” Ucap sosok tersebut memberi hormat kepada Ling Xiao dan yang lain nya lalu berbalik pergi masuk ke kegelapan hutan dan menghilang dari begitu saja.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.