
Salah satu anak pun mengangkat tangannya. "Kenapa Tuan…maksud ku Kakak sampai melakukan sampai sejauh itu?" Tanya salah satu anak kepada Ling Feng. "Kenapa? Bukankah itu sudah jelas karena kita adalah keluarga." Kata Ling Feng tanpa beban dan tersenyum menjawab nya.
Degghhh
Jantung mereka sempat berhenti sesaat ketika Ling Feng berkata seperti itu. Keluarga? padahal mereka selama ini mengira bahwa hubungan mereka dengan Ling Feng hanya sebatas tuan muda dan pengikutnya saja.
Keluarga? Mereka bahkan tidak sempat berpikiran seperti itu. Mereka sangat menghormati Ling Feng dan tentunya semakin dekat dan akrab, tapi tidak punya keberanian untuk menyebutkan Ling Feng sebagai bagian dari keluarga karena rasa hormat mereka. Namun saat ini Ling Feng dengan lantang nya mengatakan bahwa ia menganggap mereka keluarga.
Hening seketika. Ling Feng yang merasakan suasana hening itu juga menjadi sedikit berpikir apa yang ia katakan adalah hal yang sangat berbanding terbalik dengan pemikiran mereka.
"Sepertinya hanya aku yang berpikir bahwa kita adalah keluarga ya…" Kata Ling Feng. Sembilan anak-anak tersebut tidak tau harus menjawab apa karena terkejut dengan pernyataan Ling Feng. Xiao pun angkat bicara. "Sejujurnya kami tidak berhak bahkan tidak pantas menjadi bagian dari orang yang dianggap kakak sebagai keluarga. Kami semua sangat menghormati kakak sejak kakak menerima kami dengan sepenuh hati." Kata Xiao berkata sangat tulus terdengar dari nada bicaranya saja.
"Bahkan kakak mengajarkan kami menjadi seorang kultivator dan sering memberikan kami nasehat. Tentunya kami pernah menganggap sebagai anggota keluarga kami yang sangat kami percaya, tapi kami merasa tidak pantas untuk menjadi bagian dari keluarga kakak. Jadi kami semua berpikir, menjadi kuat lalu mengikuti tuan muda seumur hidup kami dan menjadi pedang dan perisai untuk tuan muda. Hanya inilah yang bisa kami lakukan untuk membalas kebaikan tuan muda." Kata Xiao saking tulus dan hormatnya ia, sampai lupa menggunakan kata "tuan muda" kembali.
Ling Feng yang mendengar itu tidak menyangka bahwa anak-anak ini mempunyai perasaan seperti itu kepadanya. Dirinya tersenyum menanggapi lalu maju kedepan dan mengelus puncak kepala Xiao. "Anak sekecil ini bisa berkata sepanjang itu dan mampu mengekspresikannya serta mampu menuntun yang lainnya. Sosok pemimpin sudah keluar dari tubuhnya." Batin Ling Feng.
Ling Feng sempat ingin mencari orang tua kandung para anak-anak ini. Ia yakin diantara delapan anak-anak termasuk Lin kecil dan Xiao. Pastinya masih ada orang tua yang mencemaskan keadaan mereka sampai saat ini. Ling Feng bahkan sempat berkata untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing. Namun, semuanya menolak keras entah karena alasan apa itu Ling Feng tidak mengetahuinya.
Mendengar hal itu Ling Feng awalnya penasaran tentang alasan anak-anak tersebut pergi dan tidak ingin kembali, namun ia tidak memaksa mereka dan menunggu mereka mengatakan sendiri alasannya masing-masing.
"Terserah kalian ingin menganggap ku apa. Namun, ada satu hal yang pasti semenjak kalian semua mengikuti ku. Aku sudah menganggap kalian semua sebagai keluarga ku." Kata Ling Feng Sembari mengacak-acak rambut Xiao. Hao Xiang yang mendengar gurunya berkata seperti itu, benar-benar berbeda dengan gurunya yang dulu. Aura dingin dan mencekamnya yang dimilikinya dulu, kini telah digantikan dengan Aura hangat dan nyaman nya.
Sepuluh anak-anak itu kini bertekad kembali. Kali ini bukan ingin melindungi Ling Feng karena membalas budinya ataupun menghormatinya. Tapi kini mereka bertekad kuat untuk melindungi Ling Feng sebagai keluarga mereka.
Ling Feng membalas tatapan berapi anak-anak tersebut dengan senyuman terbaik miliknya. Ling Feng lantas mengalihkan pandangannya ke Lin kecil yang sedari tadi diam tidak bergerak dari tempat ia berdiri. "Lin'er Kemarilah. Bukankah kau ada sesuatu yang ingin diberikan kepada kakak-kakak mu disini." Kata Ling Feng.
"Ini Lin'er yang beli bersama kakak Xiao waktu tadi. Lin'er kak sudah janji untuk membawakan kakak Xiao dan yang lainnya oleh-oleh jadi cobalah. Semuanya yang ada disini sudah Lin'er coba rasanya dan enak loh." Kata Lin kecil dengan semangat.
Semua orang kecuali Hao Xiang menatap gunungan makanan dan pakaian didepan mata mereka masing-masing. Xiao pun berkata, "L-Lin'er…Kau beli sebanyak ini uangnya dari mana? Jangan bilang kau minta ke kakak Feng?" Tanya Xiao yang gugup melihat gunungan makanan dan pakaian.
Lin kecil menggelengkan kepalanya lalu berkata. "Lin'er tidak memintanya kakak Xiao. Walaupun awalnya Lin'er memang di kasih uang oleh Kakak Feng dan itu sudah habis buat jajan Lin'er sendiri. Sedangkan yang ini dikasih oleh kakak Xian untuk kakak Xiao dan yang lainnya." Sanggah Lin kecil tanpa beban.
Semua orang yang disana cukup terkejut mendengarnya. Terutama Ling Feng ia sampai membatin dalam dirinya. "Uang yang kuberikan memang cuman Sepuluh koin emas saja, tapi jika itu untuk seukuran jajanan seperti ini.…Bukankah cukup berlebihan? lalu kemana perginya semua jajanan itu dalam tubuh Lin'er." Batin Ling Feng terheran-heran karena melihat Lin kecil yang masih tidak ada perubahan sama sekali setelah jajan sebanyak itu.
"Wah Lin'er membawa banyak sekali jajanan kebetulan sekali kakak Hao sudah sangat lapar." Kata Hao Xiang dengan semangat 45 dan menatap berbinar ketika melihat jajanan yang menumpuk seperti gunung.
Baru saja Hao Xiang ingin menyantap Salah satu jajanan kesukaannya. Lin kecil dengan tenang berkata. "Kakak Hao tidak boleh." Katanya sembari menggelengkan kepalanya. Bagaikan disambar petir Hao Xiang langsung berhenti bergerak.
"Ehhhh…K-kenapa kakak tidak boleh." Kata Hao Xiang terbata-bata. Dengan santainya Lin kecil berkata. "Kakak Hao, kan sudah pernah mencobanya jadi tidak boleh. Semua ini hanya untuk kakak Xiao dan yang lainnya saja." Kata Lin kecil.
Hao Xiang yang mendengar itu mundur satu langkah sembari memasang wajah ekspresi jelek. Ling Feng yang melihat ekspresi Hao Xiang benar-benar tidak bisa menahan tawanya. Apalagi delapan anak tersebut yang terbiasa melihat ekspresi bengis Hao Xiang. Ketika melihat ekspresi jelek tersebut semuanya tertawa kecuali hanya Xiao saja yang menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
"Ughhkkk Lin'er benar-benar sangat kejam kepada kakak Hao yang tampan ini." Sembari memasang ekspresi sedih di wajahnya. Lin kecil yang melihat ekspresi itu menghela nafas kecil lalu mengiyakan permintaan Hao Xiang. Sekali lagi Semua orang disana tertawa melihat itu.
Keseharian dunia jiwa kala itu benar-benar dipenuhi tawa canda. Ling Feng juga semakin dekat dengan anak-anak tersebut tentunya Xiao dan Lin kecil juga termasuk.
>>>>>> Bersambung