Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Aku Akan Menunggu Mu


Walaupun sedikit terasa sakit, namun Qing Xian bisa menahan rasa sakit tersebut, dan tetap menjaga fokusnya agar tidak kehilangan kesadaran. Ia bisa merasakan dantiannya yang mulai terasa lebih besar, dan pondasi tubuhnya menjadi lebih kokoh ketimbang sebelumnya dan semua itu berkat energi murni yang mengalir ke dalam tubuhnya saat ini.


>>>>>>______


Tidak terasa empat jam pun berlalu begitu saja. Ling Feng pun telah selesai memberikan akupunktur kepada Qing Xian. Ling Feng mulai mengatur nafasnya terlebih dahulu, karena memang membutuhkan Qi murni yang tidak sedikit untuk menggunakan metode akupunktur ini, terlebih lagi, Qing Xian yang sudah berada di ranah langit. Setelah sudah lebih baik, Ling Feng pun berkata kepada Qing Xian.


“Bagaimana Xian’er? Apakah kamu merasakan sesuatu yang tidak nyaman?” Tanya Ling Feng. Qing Xian yang awalnya menutup kedua matanya pun sontak membukanya. Ia merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dan merasakan kekuatan yang sangat berlimpah mengalir di dalam tubuhnya.


“I-ini luar biasa. Aku sungguh tidak menyangka sama sekali kamu bisa melakukan hal mustahil seperti ini. Tubuhku menjadi lebih ringan dan kekuatan yang sangat melimpah mengalir di tubuhku. Terima kasih Feng...” Kata Qing Xian yang sangat senang, saking senangnya, ia tidak sadar, bahwa bagian punggung nya tidak di tutupi sehelai kain pun, dan karena itu pakaian yang menutupi aset pentingnya pun lepas begitu saja ketika berbalik ke arah Ling Feng.


“Aaaaaa....!” Teriak Qing Xian sangat kencang dan refleks berbalik kembali memunggungi Ling Feng. Ia benar-benar sangat malu sekarang, seluruh wajahnya berubah merah padam dan asap putih terlihat samar keluar dari puncak kepalanya. Qing Xian buru-buru langsung membenarkan pakaiannya kembali, ia tidak berani berbalik, karena masih merasa sangat malu sekarang. Qing Xian pun berkata tanpa menoleh ke arahnya, “K-kamu melihatnya?” Tanya Qing Xian dengan nada yang jelas-jelas gugup.


Mendengar hal itu, Ling Feng berniat untuk menggodanya sedikit, “Melihat apa? Aku tidak tahu apa yang kamu maksud, soalnya banyak yang kulihat tadi, dan diantaranya adalah dua gunung kembar yang menantang kepadaku.” Kata Ling Feng dengan nada menggoda membuat Qing Xian yang mendengar hal itu, tubuhnya langsung menegang.


Qing Xian dengan cepat berbalik ke arah Ling Feng dan memukul-mukul dada bidang Ling Feng seraya berkata, “K-kau... Lupakan apa yang kamu lihat sekarang! Lupakan apa yang kamu lihat sekarang!” Teriak Qing Xian yang wajahnya sudah sangat merah bak kepiting rebus memukul-mukul dada bidang Ling Feng.


Melihat tingkah wanita di hadapan nya itu, Ling Feng terkekeh pelan, seraya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu mengelus-elus puncak kepalanya, membuat Qing Xian yang awalnya tidak berhenti-henti memukul dadanya, perlahan mulai tenang dan menenggelamkan wajahnya di dada Ling Feng.


Melihat perubahan drastis itu, Ling Feng benar-benar tidak habis pikir. “Apakah semua wanita akan berubah menjadi jinak seperti ini ya, jika aku mengelus-elus puncak kepalanya.” Pikir Ling Feng seraya melirik Qing Xian yang sudah tenang, walaupun wajahnya masih samar-samar terlihat merah.


“Ling Feng apakah kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat?” Tanya Qing Xian. Ling Feng yang mendengar itu sontak menoleh ke arah wanita yang kini sedang menatapnya dengan tatapan khawatir. Ling Feng pun sontak menanggapinya dengan senyuman tipis di wajahnya.


“Aku tidak apa-apa. Aku hanya perlu istirahat sebentar saja.” Jawab Ling Feng berusaha untuk meyakinkan Qing Xian, namun alih-alih merasa tenang, Qing Xian malah semakin khawatir menatapnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Qing Xian langsung menangkup wajah Ling Feng dan meletakkan nya di pahanya.


“Beristirahatlah, aku tidak yakin apakah bisa pulih dengan cepat, namun ini lebih baik daripada batu yang keras itu.” Kata Qing Xian yang merujuk kepada batu yang Ling Feng gunakan sebagai sandaran awalnya. Ling Feng dibuat terdiam membisu oleh tingkah Qing Xian yang tidak terduga sama sekali.


Tidak mendengar respon dari Ling Feng, membuat Qing Xian mendadak malu dan buru-buru berkata, “A-aku dengar para pria suka berbaring di paha seorang wanita. Oleh karena itu, a-anggap saja sebagai ucapan terima kasih ku kepada mu.” Kata Qing Xian yang gugup tidak berani menatap kedua mata Ling Feng, saking gugupnya ia.


“Begitu, kah... Ya, jika Xian’er bersikeras memberikannya, maka aku tidak akan menolaknya.” Ucap Ling Feng terkekeh pelan, mulai menikmati kelembutan dari paha Qing Xian yang sangat nyaman. Alih-alih terasa keras, paha Qing Xian ternyata lebih lembut daripada yang diduga. Ling Feng pun tenggelam dalam kenyamanan paha Qing Xian, dan beberapa menit kemudian memejamkan matanya, diikuti dengan nafas yang teratur.


Qing Xian yang melihat Ling Feng terlelap tersenyum hangat. Ia sontak melepaskan cadarnya, lalu berkata, “Terima kasih. Kamu benar-benar telah bekerja sangat keras. Beristirahatlah dengan nyaman.” Gumam pelan Qing Xian tersenyum hangat seraya membelai wajah Ling Feng dengan lembut.


Qing Xian terus memandangi wajah Ling Feng yang terlelap. Alih-alih merasa bosan, Qing Xian bahkan semakin terpesona, karena wajah terlelap Ling Feng benar-benar sangat efektif untuk membuat para wanita tergila-gila kepada nya.


Satu jam kemudian, Ling Feng pun membuka kedua matanya. Terlihat ia sudah lebih segar, ketimbang satu jam yang lalu. Hal yang pertama kali ia lihat adalah wajah wanita yang sedang tersenyum menatap ke arahnya. Ling Feng yang melihat wajah wanita tersebut tanpa sadar mengulurkan tangan nya, membelai lembut wajahnya. Wanita tersebut terlihat menikmati sentuhan lembut tangan Ling Feng di wajah nya.


“Pantas saja tuan muda manja itu sangat menginginkan mu seperti orang gila. Kecantikan mu benar-benar membuat pria manapun hendak memiliki dan mengklaim nya secara sepihak.” Kata Ling Feng seraya membelai wajah Qing Xian. Mendengar perkataan Ling Feng, Qing Xian terkekeh renyah dan berkata, “Tenang saja. Bahkan jika ada pria yang lebih baik darimu, aku tetap akan memilih mu, karena menurutku, kamu adalah yang terbaik untukku.” Ucap Qing Xian dengan wajah yang memerah.


Ling Feng yang mendengar itu tersenyum tipis lalu kembali membelai wajah Qing Xian. “Bagaimana dengan keadaan mu? Apakah sudah mendingan?” Tanya Qing Xian yang mengalihkan perhatian Ling Feng, karena ia benar-benar sangat malu, dan takutnya akan pingsan jika Ling Feng terus melanjukan membelai wajahnya.


“Sudah kubilang aku baik-baik saja. Aku hanya butuh istirahat saja tadi.” Ucap Ling Feng yang hendak bangkit, namun di tahan oleh Qing Xian.


“Kalau begitu jangan memaksakan dirimu, dan istirahat saja dulu.” Ucap Qing Xian, namun di balas gelengan kepala oleh Ling Feng. Pemuda itu bangkit kembali dari posisi berbaringnya lalu menoleh kepada Qing Xian seraya berkata, “Aku sudah tidak apa-apa sekarang. Aku akan melakukan langkah terakhir nya sekarang.” Ucap Ling Feng.


Akan tetapi, tindakan itu membuat Qing Xian sedikit tidak senang, karena Ling Feng benar-benar memaksakan diri, hanya untuk meningkatkan kekuatannya. “Oleh karena itu, istirahatlah terlebih dahulu sekarang. Kamu terlalu memaksakan dirimu.” Ucap Qing Xian yang sedikit merasa kesal, melihat Ling Feng yang keukeuh.


“Aku sungguh tidak apa-apa Xian’er. Untuk sekarang aku tidak bisa selalu berada di sisimu, karena masih banyak masalah yang harus aku selesaikan. Oleh karena itu, lebih baik untuk meningkatkan kekuatanmu. Aku juga melakukan hal yang sama kepada Jiao’er kemarin. Jadi untuk sekarang ini adalah jalan yang terbaik.” Kata Ling Feng menjelaskan nya dengan lembah lembut, membuat Qing Xian yang mendengar itu merasakan kehangatan di hati nya.


“T-tapi tubuhmu?” Tanya Qing Xian khawatir dan langsung dibalas senyuman menenangkan oleh Ling Feng. “Tenang saja. Bukankah kau sudah tahu bahwa pria mu ini tidak selemah itu. Aku akan pulih dengan cepat jadi tidak perlu risau.” Ucap Ling Feng membuat Qing Xian tidak bisa membantah nya lagi.


“Baiklah aku mengerti. Aku akan mengikuti apa yang kamu katakan.” Kata Qing Xian. Ling Feng yang mendengar hal itu pun langsung membawa Qing Xian ke dalam pelukan nya, memeluk nya erat, namun tidak sesak.


“Terima kasih. Aku harap kamu mau menungguku sampai semuanya selesai.” Ucap Ling Feng lembut yang di balas anggukan samar-samar Qing Xian. Wanita itu juga membalas pelukannya seraya berkata, “Aku akan menunggumu, bahkan jika itu seribu tahun lamanya.” Kata Qing Xian di dalam pelukan Ling Feng.


“Kalau begitu, aku akan memulainya sekarang.” Ucap Ling Feng sesaat setelah menguraikan pelukannya dengan Qing Xian.


“Iya. Aku mengerti.” Jawab Qing Xian menganggukkan kepalanya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.