Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Manual Tubuh Dewa Surgawi Tingkat Dua dan Kesengsaraan


Energi dalam diri Ling Feng pun mulai tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda bergejolak kembali. Setelah mulai stabil, baru kemudian Tua Tao berhenti mengalirkan Qi nya dan membiarkan Ling Feng menyelesaikan sisanya.


"Baiklah sekarang sisanya tergantung seberapa kuat kau bisa menyerap nya." Gumam Tua Tao menarik kembali Qi nya. Selesai melakukan itu Tua Tao keluar dari gubuk Ling Feng.


Satu Jam ke dua Jam, dua jam ke empat Jam, lalu setelah seharian penuh…


Krakkkkkkkkkk


Krakkkkkkkkkk


Krakkkkkkkkkk


Crassssshhh


Swusssshhhh



Tua Tao yang sedang menikmati teh di depan gubuknya santai langsung tersenyum dan kemudian bergumam, "Selesai ya…Cepat juga." Gumamnya. Tepat setelah bergumam, ledakan aura langsung memancar kuat dari sumbernya yaitu, gubuk Ling Feng.


Tepat setelahnya, pintu gubuk itu pun terbuka dan menampilkan Pemuda dengan pakaian yang ia kenakan sudah robek sana sini. "Yo bocah merepotkan akhirnya selesai juga kau." Kata Tua Tao menyambut Pemuda yang tidak lain adalah Ling Feng.


Ling Feng lantas menolehkan kepalanya ke arah Tua Tao yang sedang berada didepan gubuknya lalu menghampiri dan berkata, "Terima kasih guru telah membantu penyerapan pil tadi. Jika tidak ada guru, mungkin tubuh ku ini sudah meledak menjadi kabut darah, karena energi yang sangat kuat nya itu." Kata Ling Feng langsung mengucapkan terima kasih.


"Hehhhhh…Ya tidak perlu dipikirkan mau bagaimana pun juga kau adalah murid ku akan merepotkan jika kau mati disini dan aku harus membuat tapak tilas mu disini nantinya." Kata Tua Tao tanpa beban. "Jadi…Bagaimana hasilnya aku ingin melihat nya coba." Kata Tua Tao lagi.


Ling Feng tersenyum menganggukkan kepalanya lalu mengangkat telapak tangan kanannya. Seketika energi kuat bersinar terang keluar dari telapak tangan nya tersebut. Ling Feng juga mengangkat telapak tangan kirinya. Aura menekan nan mengerikan keluar setelah warna gelap muncul di telapak kirinya.


"Hehhhhh jadi berhasil ya…Kerja bagus, tapi jangan lupa dengan yang kukatakan. Kau sudah tau kan resiko dari menelan pil tersebut jikalau tidak bisa melakukan itu." Kata Tua Tao serius. Ling Feng menghembuskan nafas pelan lalu tersenyum.


"Aku sudah tau guru. Tenang saja aku pasti bisa melakukan itu nantinya." Kata Ling Feng dengan raut wajah percaya diri serta meyakinkan Tua Tao. "Ya jika kau memang seyakin itu maka aku sebagai guru mu hanya bisa mendukung mu saja. Oleh karena itu, berhati-hatilah." Kata Tua Tao mengingatkan nya sekali lagi.


"Oh ya bagaimana dengan manual tubuh mu?" Tanya Tua Tao. Ling Feng menundukkan kepalanya lalu terkekeh membuat Tua Tao mengangkat sebelah alisnya. "Hehehehe…Tentu saja berhasil guru. Manual tubuh dewa surgawi naik ke tingkat dua sekarang. Aku ternyata memang jenius ya…Hahahaha." Kata Ling Feng tertawa bangga. Pada saat ia tertawa bangga, sebuah pukulan meluncur ke kepalanya.


Banggggg


"Berisik bocah…Kau ini padahal sebelumnya tidak yakin mengalami peningkatan. Kau harus mengakui…Selain menyelamatkan mu, energi ku juga membantu mu untuk menembus tingkat dua." Kata Tua Tao dengan wajah bangga mengelus-elus janggut putih nya.


"Hei bagaimana pun juga aku tetap membantunya dengan Qi milik ku. Walaupun sudah berhenti mengalirkan nya tetap saja, masih tersisa di dalam untuk membantu mu." Bantah Tua Tao lagi.


Mendengar hal itu Ling Feng kembali membantah dan terjadi lah adu mulut saling membantah satu sama lain. "Ah sudahlah kau ini berisik sekali…Ayo selesaikan dengan cara yang biasanya." Kata Tua Tao bangkit.


"Aku layani Orang Tua tengik…Kebetulan sekali aku ingin mencoba kekuatan dari elemen-elemen baru ku ini." Kata Ling Feng bersiap-siap ingin menerjang. Pada saat kedua-duanya panas, tiba-tiba terdengar suara menggelegar dari atas sana.


Jdeerrrrr


Jdeerrrrr


Sontak keduanya langsung terdiam dan saling pandang ke atas. Ling Feng lalu menoleh ke arah gurunya teringat dengan pertanyaan yang belum sempat ia tanyakan. "Guru" Panggil Ling Feng. "Apa murid bodoh ku?" Balas Tua Tao. "Selama ini aku ingin bertanya…Kenapa pasca aku mencapai ranah Saint tidak ada petir kesengsaraan? Sepengetahuan ku seharusnya ada." Tanya Ling Feng.


"Memang ada…Hanya saja, daerah di sini sedikit spesial. Kau pasti menyadari bahwa iklim disini sedikit berbeda dengan dunia atas, bukan." Kata Tua Tao. Ling Feng menganggukkan kepalanya membenarkan. "Di atas tebing ini, entah di ketinggian berapa ada semacam penghalang yang sangat kuat melindungi tempat ini. Bukan hanya melindungi, bahkan mengurung setiap aura yang berada didalamnya." Kata Tua Tao.


"Kau juga menyadari nya pas pertama kali datang kemari merasakan semacam sedikit perasaan akan menembus sesuatu." Kata Tua Tao lagi. Ling Feng menganggukkan kepalanya membenarkan kembali. "Itulah penghalang yang ku maksud. Penghalang ini cukup spesial dan entah siapa yang membuat nya benar sangat hebat dalam menerapkan prinsip ruang nya." Kata Tua Tao dengan nada memuji.


"Oleh karena itu, Petir kesengsaraan tidak datang karena aura ku tidak merembes keluar dari Penghalang ini. Begitu guru." Ling Feng menyimpulkan. Ling Feng tidak sepenuhnya paham dengan apa yang dikatakan Tua Tao, namun ia mengerti bahwa memang ada sesuatu penghalang disana yang bisa memblokir aura untuk keluar dari dari penghalang ini.


Tua Tao menganggukkan kepalanya membenarkan dan berkata dengan nada serius. "Akan tetapi, sepertinya manual tubuh mu tidak bisa di sembunyikan faktanya dari langit. Jadi kau harus menerima nya saja dengan lapang. Jangan mati ya." Kata Tua Tao memberi salam dan senyuman langsung menghilang sekejap.


"Ughhkkk t-tunggu…" Ling Feng yang ingin berkata kembali, tapi Tua Tao sudah pergi dari sana. "Sial…Sepertinya tidak ada jalan lain lagi." Gumam Ling Feng menguatkan tekadnya. "Persiapkan dirimu murid ku…Mungkin Langit akan memberikan bencana sekaligus dengan kenaikan mu ke ranah Saint." Kata Tua Tao yang hanya pergi menjauh menunggu di dekat pohon tidak menghilang.


"Apa maksud mu guru?" Tanya Ling Feng tidak mengerti. Tua hanya melirik saja ke atas. Ling Feng lantas mengikuti arah pandangan nya dan tersenyum pahit merasakan aura yang sangat kuat dari langit-langit.


Jdeerrrrr


Jdeerrrrr


"Ya kau akan merasakan sendiri…Jadi, tahan sekuat mu jika tidak ingin mati." Kata Tua Tao dengan nada serius dan seketika petir berwarna biru cerah melesat dari kegelapan tebing ke arah Ling Feng.


Jdeerrrrr


>>>>>> Bersambung