
Swusshhh.... Kloooopppp...?!
“Bei Ger?! Apa yang kau lakukan?! Kenapa menghentikan seranganku?!” Kata Meng Disi dengan marah tentunya.
>>>>>>______
“Lepaskan tanganku sekarang juga Bei Ger.” Kata Meng Disi dengan nada sengit kepada Bei Ger yang memegang tangannya guna mencegah serangan yang hendak ia lancarkan.
“Meng Disi tenanglah. Kau hanya akan membuang-buang tenaga mu saja. Bahkan jika kau bertarung dengan Cai Shen, tidak ada yang berubah, malah situasinya akan menjadi sangat buruk, karena saat ini kita harus bekerja sama bukan saling bersitegang seperti ini.” Kata Bei Ger yang membuat Meng Disi terdiam, tidak bisa membalas perkataan Bei Ger.
“Apa maksud mu Bei Ger?” Ujar Meng Disi.
“Tidak perlu semarah itu Meng Disi. Tetaplah tenang. Bukankah aku sudah mengatakannya tadi, bahwa rencana kita tetap berjalan, kamu hanya perlu melakukan seperti biasanya. Terlebih lagi, tuan kita yang mengatakan ini.” Bukan Bei Ger yang mengatakan hal itu, melainkan Cai Shen yang menimpali perkataan Meng Disi.
“Perintah tuan?” Meng Disi yang mendengar kata ‘tuan’ keluar dari mulut Cai Shen, sontak langsung mengerutkan keningnya. Dirinya juga langsung berpikir sejenak, lalu beberapa saat kemudian, ia langsung melangkah meninggalkan aula pertemuan itu, tanpa mengatakan satu patah kata pun.
“Jika itu berhubungan dengan tuan, Meng Disi benar-benar langsung patuh ya.” Ujar Sa Dan seraya melirik ke arah perginya iblis wanita itu.
“Ya mau bagaimana lagi, bukankah sifatnya memang seperti itu, jika itu berkaitan dengan tuan. Ya, tapi tetap saja, itu yang membuatnya terlihat sangat lucu dan menggemaskan.” Timpal Li Tan seraya terkekeh pelan.
“Jadi Cai Shen, apakah kita akan melangkah ke rencana selanjutnya? Lalu siapa yang kali ini akan bergerak untuk pergi melaksanakan rencananya?” Tanya Li Tan seraya melirik ke arah Cai Shen.
“Ya kita akan melanjutkan rencana kita. Lalu, untuk rencana selanjutnya Sa Dan. Kau yang akan pergi untuk mengambil artefak itu.” Jawab Cai Shen lalu melirik ke arah Sa Dan, lalu berkata kembali, “Bagaimana menurutmu. Apakah kau akan pergi? Jika kau menolak pergi, aku bisa mengirim Li Tan sebagai gantinya.” Ujar Cai Shen lagi.
“Hahhhh... Kenapa juga aku harus menolaknya? Terlebih lagi aku juga sudah lama tidak menggerakkan otot-ototku, sudah lama rasanya, tidak menyiksa dan mendengar teriakan putus asa dari para kultivator manusia kekekeke.” Ujar Sa Dan seraya memasang raut wajah bersemangat, namun terlihat sangat mengerikan.
Cai Shen yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, bagi mereka rencana kali ini tidak boleh gagal, karena rencana kali ini adalah untuk kebebasan dari tuan mereka. Jadi, walaupun harus memakan waktu yang cukup lama, rencana ini benar-benar harus tetap berjalan apapun keadaan nya.
“Oh ya Cai Shen, bagaimana dengan pemuda itu? Tanya Li Tan tiba-tiba. Cai Shen yang mendengar hal itu tentunya mengerti siapa pemuda yang Li tan maksud. Roh Bie Xibo yang mendengar kata pemuda keluar dari Li Tan, seketika amarahnya langsung terpancing, karena perbuatan dari pemuda itulah, dirinya berubah menjadi roh seperti ini.
“Akan kubunuh, akan kubunuh, akan kubunuh bocah itu! Cih sial*n! Bocah teng*k! Kepar*t! Tidak akan pernah ku maafkan kau bocah! Pada saat kekuatan sudah pulih sepenuh nya, maka pada saat itu, aku akan mencabik-cabik tubuhmu bocah!” Batin Bie Xibo mengutuk Ling Feng dengan sumpah serampah nya.
“Pemuda itu? Pemuda apa yang kalian bicarakan?” Sa Dan ikut masuk ke dalam pembicaraan, karena penasaran.
“Pemuda itu adalah...” Li Tan lalu mulai menceritakan pemuda yang ia maksud kepada Sa Dan. Mendengar hal itu, Sa Dan pun sontak mengubah ekspresi nya lalu tertawa menyeramkan dan berkata, “Hehhhh... Begitu, kah, pemuda yang menarik. Aku jadi ingin bertemu dengan pemuda manusia ini, dan bertarung dengannya, mungkin saja teriakan putus asanya terdengar sangat menyenangkan ketika di dengar kekekeke.” Ujar Sa Dan tertawa menyeramkan, sampai Cai Shen tiba-tiba berkata,
“Jangan terlibat pertarungan langsung dengan pemuda itu Sa Dan. Aku saat ini tidak tahu apa yang dilakukan oleh pemuda itu, tapi jika kau memang bertemu dengan dirinya, prioritas kan misinya.” Kata Cai Shen dengan nada serius tidak bisa di bantah.
“Kekekeke... Ya kita lihat saja nanti, aku juga akan bergerak tergantung situasi dan kondisinya.” Kata Sa Dan.
“Kekekeke... Baiklah, baiklah. Aku mengerti Cai Shen.” Timpal Sa Dan.
Setelah itu, Cai Shen dan yang lainnya pun mulai membicarakan rencana yang akan dilakukan oleh Sa Dan selanjutnya.
>>>>>>______
Sementara itu di Suatu Tempat Gelap
Selain aula pertemuan yang kini sedang di gunakan para jendral, masih ada tempat terdalam di daerah tersebut. Sebuah ruangan yang sangat gelap tanpa ada penerangan sama sekali di dalamnya. Dalam ruangan gelap gulita itu, terlihat sebuah kristal hitam yang berbentuk segitiga.
Ukuran dari kristal hitam itu cukup besar, dengan rantai-rantai besar yang mengelilinya dan bercak darah di tiap-tiap sudut lantainya, serta tumpukan mayat manusia mulai dari anak-anak sampai orang tua. Mereka semua adalah para manusia yang dijadikan sebagai persembahan untuk sosok yang berada di balik kristal hitam segitiga itu, yang juga sosok yang dipanggil tuan oleh para jendral iblis.
Kristal hitam berbentuk segitiga itu sesekali bersinar, dan samar-samar suara yang sangat berat dan penuh akan niat membunuh keluar dari kristal hitam segitiga itu.
“Sedikit lagi... Sedikit lagi... Sedikit lagi. Aku... Akan... Bebas... Pada... Saat... itu. Aku, aku, aku akan menjadi tuan dari dunia biru ini, dan memperbudak seluruh ras yang ada di dunia biru ini kekekeke.”
Suara yang berat nan mencekam itu, benar-benar terdengar senang. Walaupun berbicara dengan jelas, namun tawa di akhir kalimatnya, sudah membuktikan bahwa suara misterius itu sedang dalam suasana yang baik.
Jika ada seorang manusia yang berada di sana, mereka akan langsung merasakan kengerian yang luar biasa, karena aura yang terpancar dari ruangan tersebut benar-benar sangat pekat dan dalam, karena kekejaman yang sangat tidak masuk akal.
>>>>>>______
Kembali kepada Ling Feng
“Hachuuu...?!”
“Guru... A-apakah guru sakit? Guru sudah bersin sebanyak tiga kali lebih loh? Apa guru yakin, bahwa guru baik-baik saja?” Tanya Hao Xiang yang terkejut, ketika Ling Feng secara tiba-tiba bersin tatkala ia hendak menyantap daging bakarnya.
“Aku baik-baik saja bocah. Tubuh guru mu ini tidak selemah itu. Saat ini, mungkin banyak yang sedang mengutuk gurumu. Oleh karena itu, mungkin aku selalu bersin.” Kata Ling Feng seraya memukul pelan puncak kepala Hao Xiang, membuat ia yang awalnya hendak menyantap daging bakar nya, sontak mengurungkan niatnya, karena lidahnya tidak sengaja tergigit, karena pukulan Ling Feng.
Keduanya saat ini sedang beristirahat di pedalaman hutan setelah hampir enam jam lamanya melakukan perjalanan. Ling Feng berniat untuk melanjutkan pengembaraan nya. Jadi ia berniat untuk pergi ke perbatasan untuk keluar dari kekaiasaran Shu, ia berniat untuk pergi menuju Kekaisaran yang bersebelahan dengan nya, yaitu Kekaisaran Wu.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku