
Tidak lama setelah Ling Feng berkata seperti itu, benar saja orang tersebut kembali turun. Namun, yang pertama kali turun adalah seorang perempuan diikuti oleh He Gongsun yang mengekor dibelakangnya.
"Xian'er tunggu! aku belum selesai bicara sekarang." Kata He Gongsun menaikkan sedikit nada bicaranya. Mendengar hal itu Qing Xian berhenti melangkah lalu membalikkan badannya menghadap He Gongsun sembari berkata, "Jika tuan muda He datang kesini hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting, lebih baik pergi dari sini sekarang juga dan lagi jangan panggil aku seperti itu. Kita tidak seakrab itu tuan muda He." Ucap Qing Xian acuh tidak peduli tepat di wajah He Gongsun.
He Gongsun yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya merasa tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Qing Xian. Walaupun tidak senang ia masih bisa tersenyum lebar lebih tepatnya sebuah seringai yang lebar lalu berkata, "Aku sudah lama menyukaimu dan kau selalu menolak diriku, bukankah kita selama ini sangat cocok…kenapa kau menolak ku ?" Kata He Gongsun. Qing Xian yang mendengar itu tidak peduli lagi melanjutkan langkahnya kembali berkata tanpa menoleh sedikit pun.
"Sayangnya aku yang tidak mau dengan mu tuan muda He. Satu lagi jangan berteriak-teriak ditempat rumah makan ku. Ini bukan hutan tempat kau bisa teriak-teriak seenaknya." Ucap Qing Xian ketus. He Gongsun yang mendengar itu hanya berkata dengan arogan, "Sekelompok sampah untuk apa kau pedulikan Xian'er. Mereka hanyalah sekelompok orang bodoh yang tidak sebanding dengan kita." Kata He Gongsun dengan arogan. Walaupun ia mengatakan hal tersebut tidak berteriak, akan tetapi ia menggunakan qi membuat semua orang yang sedang berada di rumah makan Bulan Matahari bisa mendengarnya.
Qing Xian yang mendengar itu menatap tajam He Gongsun dan ingin bereaksi, akan tetapi tidak jadi bergerak, karena mendengar ada yang berbicara dari lantai tempat ia berdebat dengan He Gongsun.
"Kau ini berisik sekali bocah, jika ingin teriak-teriak jangan saat aku sedang disini." Ucap suara tersebut yang tidak lain adalah Long Tian yang masih meneguk arak langsung dari kendi nya.
"Bagaimana mungkin? sejak kapan kedua orang tersebut disana?" Batin Qing Xian terkejut, karena tidak menyadari bahwa ada dua orang pemuda yang sedang minum arak dilantai dua.
"Kedua pemuda ini bukanlah orang biasa. Kau jangan sampai berurusan dengan mereka berdua atau kau akan tamat." Ucap suara misterius kepada Qing Xian. Mendengar hal itu Qing Xian menjadi kaget atas spekulasi suara misterius tersebut.
"Bahkan dirinya memandang tinggi kedua pemuda itu, baru pertama kali ada seseorang yang bahkan dipandang tinggi oleh dirinya." Batin Qing Xian sembari memandang Ling Feng dan Long Tian yang tidak peduli dengan keadaan sekitar.
Ling Feng sendiri hanya diam saja sembari meneguk arak kembali. Ia membiarkan Long Tian berbuat sesukanya, Ling Feng tidak akan mencegahnya selama itu tidak terlalu berlebihan
He Gongsun yang mendengar itu tentu menjadi tidak senang dan tanpa basa-basi langsung mendekati meja tempat Long Tian dan Ling Feng dengan langkah arogannya ia berkata, "Apa yang kau katakan tadi bocah? aku tidak mendengarnya." Kata He Gongsun ada penekanan disetiap katanya. Long Tian yang sedang meneguk arak, berhenti meneguk lalu mengalihkan pandangannya ke He Gongsun yang menatapnya remeh.
"Aku bilang jangan berisik ketika aku sedang minum arak." Ulang Long Tian membalas tatapan He Gongsun tidak kalah sengit. Mendengar perkataan itu, tanpa pikir panjang He Gongsun langsung mengangkat tangan kanannya lalu mengibaskannya seketika aliran angin tercipta membuat Long Tian terbang dengan cepat menabrak dinding.
Wussssshhhhhh
Booooommmm
"Hanya seorang sampah berani berkata seperti itu kepada tuan muda ini sungguh tidak tau diri." Kata He Gongsun arogan, namun beberapa detik kemudian ia sadar. Langsung mengalihkan pandangannya ke pemuda yang satunya lagi, tidak lain adalah Ling Feng yang masih duduk tenang di meja tersebut tanpa sedikitpun bergeser.
"Hehhhhh ternyata kau mempunyai sedikit kemampuan ya…Aku tidak menyangka kau masih bisa duduk tenang disini." Kata He Gongsun. Ling Feng yang mendengar itu tidak mempedulikannya sama sekali dan hanya fokus menikmati arak yang tersisa satu kendi lagi.
Merasa dirinya diabaikan, He Gongsun merasa tidak senang dan mengangkat tangannya lagi kali ini ia akan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk membunuh Ling Feng.
"Berani sekali kau mengacuhkan ku, rakyat jelata seperti mu seharusnya merasa terhormat ketika aku memulai percakapan." Kata He Gongsun sembari Mengeluarkan tenaga penuhnya, namun langsung terhenti ketika mendengar Ling Feng berkata.
"Kau sebaiknya jangan fokus terhadap ku, lawanmu yang sebenarnya adalah orang yang kau terbangkan tadi." Ucap Ling Feng masih tenang bahkan masih sempat berkata seperti itu. Mendengar hal itu He Gongsun mengangkat sebelah alisnya heran lalu terkekeh, "teman mu itu mungkin sudah mati sekarang. Atau paling baik ia akan lumpuh sampai ajal menjemputnya." Kata He Gongsun sembari terkekeh.
"Hehhhhh memangnya benar begitu?" Ucap suara dibelakang He Gongsun.
Deghhhh…Deghhhh
He Gongsun yang mendengar itu, jantungnya sempat berhenti beberapa detik ketika mendengar suara tersebut. Suara orang yang baru saja ia terbangkan beberapa saat lalu, yang tidak lain adalah Long Tian. Seketika Qi yang berkumpul di kepalan tangannya menghilang saat itu juga. He Gongsun langsung berbalik menatap Long Tian yang baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun. Bahkan jubah yang ia kenakan tidak tergores sama sekali.
"Ba-bagaimana mungkin, walaupun aku tidak keras memukulnya, akan tetapi setidaknya tubuh miliknya akan hancur dan akan mati beberapa kemudian. Tetapi, ini…bahkan bajunya saja tidak tergores sama sekali." Batin He Gongsun memandang ngeri Long Tian yang baik-baik saja.
"Oiii bocah, beraninya kau menerbangkan ku saat aku sedang menikmati arak. Awalnya aku tidak ingin mempermasalahkan ini, tetapi kau berani melakukan hal seperti itu padaku. Katakan kau ingin mati dengan bagaimana." Kata Long Tian. He Gongsun yang mendengar itu langsung mengambil jarak dari Long Tian dan Ling Feng.
"Hehhhhh kau masih selamat ternyata, tidak kusangka dikota ini ada yang setara dengan ku selain Xian'er." Ucap He Gongsun. Long Tian yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya langsung menyanggah, "Setara? jangan bercanda semut sepertimu bahkan tidak masuk dalam pandangan ku." Kata Long Tian terkekeh sinis.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)