Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Hao Xiang VS Dang Gak


“Bocah Ban*sat! Berani-beraninya kau menghina ku! Mati saja kau!” Teriak pria kurus itu menatap Hao Xiang dengan niat membunuh yang sangat kuat, maju dengan cepat ke arah Hao Xiang.


>>>>>>______


Pria kurus tersebut bernama Dang Gak, ia adalah salah satu pendekar yang terbilang cukup kuat di Arena Sambung Pendekar. Selain ranah tinggi dan senjatanya berada di tingkat bumi, Seni bela dirinya juga tidak bisa di anggap remeh, terutama seni bertombaknya, ‘Teknik Tombak Kematian: Delapan Tusukan Keputusasaan.’ Teknik bertombaknya itulah yang membuat Dang Gak tidak terkenal dan sulit untuk di kalah, kan di Arena Sambung Pendekar.


“Teknik Tombak Kematian: Delapan Tusukan Keputusasaan.” Kata Dang Gak seraya maju dengan cepat melancarkan delapan serangan tombaknya kepada Hao Xiang.


“Woahhh... Dang Gak langsung mengeluarkan teknik andalannya. Bocah itu sudah pasti tamat tidak akan lama lagi.” Kata salah satu penonton tertawa puas melihat ke arah arena.


“Ya kau benar. Aku yakin, bocah itu pastinya akan mati ketika terkena serangan tombak tersebut. Untung saja, aku tidak bertaruh kepadanya.” Timpal orang di sisinya.


“Hanya orang bodoh yang bertaruh kepada bocah itu.” Kata penonton yang tadi tertawa, sampai kemudian terdengar tawa meremehkan dari orang yang duduk di atas mereka. Kedua orang yang saling berbincang itu, sontak menoleh ke belakang mereka, mendapati sosok pemuda bertopeng terlihat sedang tertawa kecil.


Penonton yang tadi tertawa pun merasa tersinggung, karena ia sangat yakin bahwa pemuda bertopeng itu menertawakannya. Dirinya pun berkata dengan nada tidak senang kepadanya, “Oi kau yang di atas. Apakah ucapanku ada yang lucu sampai-sampai kau tertawa mengejek seperti itu ketika mendengar apa yang ku katakan?” Kata penonton tersebut kepada pemuda bertopeng.


“Ah maaf tuan-tuan, aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja orang bodoh, kah. Jujur saja cukup lucu ketika mendengar hal itu.” Kata pemuda bertopeng itu seraya tersenyum lebar.


Orang tersebut mengangkat sebelah alisnya, mengerti dengan maksud pemuda bertopeng itu. Dirinya pun kembali berkata, “Bukankah itu memang kenyataannya, bocah itu pastinya akan kalah sebentar lagi. Dang Gak adalah Pendekar Ahli, dan juga salah satu petarung ternama di Arena Sambung Pendekar. Bocah itu tentunya sebentar lagi pasti akan tamat.” Katanya dengan sangat lantang.


“Ya kau memang benar pria kurus itu adalah seorang ahli, akan tetapi ia salah melawan orang, karena yang ia hadapi saat ini adalah seorang bocah yang maniak akan pertarungan.” Kata pemuda bertopeng itu dengan tenang membuat kedua orang tersebut bertanya-tanya, karena tidak mengerti dengan maksud perkataan pemuda tersebut.


“Apa maks-“ Ucapan orang tersebut terhenti, karena secara tiba-tiba arena pertandingan menjadi riuh dengan teriakan semua orang terkejut, tentunya hal itu membuat kedua orang yang berbincang dengan pemuda bertopeng itu refleks melirik ke arah arena pertandingan. Terlihat di sana semua penonton di kejutkan dengan pemandangan, Dang Gak salah satu petarung ternama di Sambung Pendekar, kini di buat bertekuk lutut di hadapan seorang remaja pria yang belum genap dua puluh tahun.


>>>>>>______


Arena Pertandingan, Sisi Hao Xiang


“T-tidak mungkin?! B-bagaimana bisa aku jadi seperti ini?! Tidak, bukan itu. Apa yang sebenarnya telah bocah ini lakukan sampai-sampai aku bisa jadi seperti ini?!” Batin Dang Gak yang terkejut, karena belum genap dua menit keduanya bertarung. Saat ini dirinya sudah di buat bertekuk lutut, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.


“Apa ini? Apakah kemampuan mu hanya segitu saja?” Ujar Hao Xiang dengan nada acuh tak acuh.


Degghhhh... Degghhhh...


Degup jantung Dang Gak tiba-tiba berpacu menjadi dua kali lebih cepat daripada sebelum nya. Tepat ketika ia mendongakkan kepalanya, tubuhnya secara tiba-tiba bergetar hebat tepat sepasang matanya bertemu dengan Hao Xiang. Samar-samar ia seperti melihat sebuah phoenix yang sangat besar berdiri menatapnya, tepat di belakang Hao Xiang.


Para penonton yang melihat itu tentunya merasa heran sekaligus bingung, pasalnya mereka benar-benar tidak menyangka bahwa Dang Gak akan di buat sampai seperti itu.


“Dang Gak! Apa yang sedang kau lakukan?! Cepat bangkit bodoh!” Teriak salah satu penonton dengan kencang, dan raut wajah yang marah. Penonton yang berteriak marah itu adalah orang yang bertaruh kepadanya.


“Benar itu! Cepat bangun bren*sek! Aku sudah bertaruh banyak kepadamu!” Teriak penonton yang lainnya. Bukan hanya dua orang saja, bahkan hampir seluruh para penonton, berteriak kepada nya, teriakan tersebut bukanlah bentuk sebuah dukungan, melainkan sebuah umpatan kepadanya, karena secara tidak langsung uang mereka habis karena bertaruh kepadanya. Dang Gak pun tersadarkan kembali, ia pun langsung melompat ke belakang dengan nafas memburu.


“Apa-apaan itu?! Apa yang berada di belakangnya tadi? Burung Api? Burung Api, kan?! Tidak, tidak. Mau di lihat dari mana pun, apa yang kulihat tadi adalah Burung Phoenix. Siapa sebenarnya pemuda ini?!” Batin Dang Gak menatap Hao Xiang dengan nafas yang memburu, dan keringat dingin yang mengalir deras di dahinya, ia dapat mendengar teriakan mengumpat dalam hatinya.


“Dasar sekelompok bren*sek. Jika kalian menjadi diriku, kalian pasti akan memahaminya sendiri, karena bocah ini bukanlah bocah biasa.” Batin Dang Gak mengumpat dalam hatinya.


“Berat?! Sangat Berat!” Batin Dang gak, lalu...


Baaaammmm.........!!!


Walaupun sudah menahannya, dengan menggunakan tombak besinya, Dang Gak tetap terpental kebelakang. Ia bahkan sampai berguling-guling dan hampir jatuh dari arena pertandingan. Kedua tangannya bergetar hebat, mati rasa. Tepat setelah menahan tinju dari Hao Xiang. Dang Gak hendak langsung bangkit kembali, namun tubuhnya menolak hal itu.


Berbeda dengan sisi lain, Hao Xiang tidak berniat untuk berhenti. Dirinya pun kembali melesat ke arah Dang Gak, menarik kerah pakaiannya dan langsung membantingnya ke belakang, guna mencegah orang tersebut keluar dari Arena pertandingan.


Booommmm...!


“Kughkkkk.... Uhukkkk... Uhukkkk...!” Dang Gak yang di banting keras, merasakan beberapa tulang punggung nya telah retak, akibat bantingan Hao Xiang. Bukan hanya itu saja, bahkan ia sampai di buat batuk darah olehnya.


Hao Xiang dengan raut wajah dingin nya, menendang tubuh Dang Gak, kali itu Dang Gak berhasil menahan tendangan tersebut menggunakan tombaknya lagi, namun tetap saja ia terpental kembali, sampai berguling-guling ke tengah-tengah arena. Kali ini pria kurus tersebut bisa bangkit, walaupun hampir seluruh tubuhnya berteriak, merasakan sakit yang amat sangat.


Bahkan untuk sekedar berdiri saja, ia harus di bantu oleh tombak besinya untuk menompang tubuhnya. Wajahnya pucat pasi, dengan darah yang terus menetes dari sisi mulutnya.


“B-bocah ini adalah seorang ahli. Jika aku tidak menyerah sekarang, aku pasti akan mati. Lebih baik menyerah dan kehilangan uangku, daripada harus mati disini.” Batin Dang Gak yang sudah sangat putus asa menghadapi Hao Xiang.


Ia pun membuka mulutnya hendak berkata sesuatu, “A-aku meny-“ Ucapan Dang Gak terhenti, karena secara tiba-tiba Hao Xiang muncul di hadapannya dan mencengkeram mulutnya, mencegah ia menyelesaikan ucapannya. Tidak hanya itu saja, bahkan Hao Xiang langsung menghantamkannya ke tanah dengan sangat keras.


Booommmmm...?!


Kepulan asap putih tebal pun tercipta di arena pertandingan, Ling Feng yang melihat itu pun mengibaskan tangan nya, dan seketika asap putih tebal itu langsung menghilang begitu saja memperlihatkan Dang Gak yang sudah tergeletak lemas, namun tidak sampai pingsan.


Pertandingan tersebut akan terus di lanjutkan sampai kedua belah pihak ada yang menyerah dan tidak sadarkan diri. Alhasil selama masih belum ada yang berkata menyerah dan kesadaran nya belum hilang, pertandingan terus di lanjutkan.


“A-ak-aku men-“ Ucapan Dang Gak sekali lagi tidak bisa keluar, karena Hao Xiang langsung menginjak mulutnya beberapa kali. Tidak hanya mulut saja, bahkan wajah dada perut tidak luput oleh Hao Xiang. Arena pertandingan yang awalnya penuh akan teriakan kemarahan para penonton, kini mendadak hening nan sunyi. Mereka semua menatap ke arah Hao Xiang dengan keringat dingin mengalir di dahi mereka.


“S-sudah cukup nak, lawanmu sudah tidak sadarkan diri.” Ujar sang wasit memberikan aba-aba untuk Hao Xiang berhenti.


“Ah sudah tidak sadarkan diri?” Ulang Hao Xiang seraya melirik ke bawah dan benar saja, Dang Gak sudah tergeletak tidak sadarkan diri dengan wajah babak belur. “Ah iya kau benar. Aku sama sekali tidak sadar, bahwa pria tulang ini tidak sadarkan diri, karena kukira ia sedang menahan serangan kaki ku.” Ucap Hao Xiang dengan polosnya.


“Menahan serangan mu, jelas-jelas ia hendak menyerah sedari awal, namun kau mencegah dirinya melakukan itu sampai pingsan tidak sadarkan diri.” Batin semua penonton yang ada di sana menatap Hao Xiang ngeri.


Hao Xiang pun kembali menatap ke arah wasit, sang wasit yang di tatap oleh Hao Xiang tentunya terkejut, namun dirinya pun sadar akan hal yang belum ia lakukan.


“P-pemenangnya adalah sang penantang!” Teriak sang wasit dan teriakan kesengsaraan para penonton pun bergema di seluruh penjuru arena pertandingan.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.