
Tidak lama kemudian tiba-tiba muncul sebuah kawah besar dibarengi dengan suara seperti benda besar jatuh.
Booooommmm
Ling Feng menatap serius kawah yang tiba-tiba tercipta. Perlahan tapi pasti, samar terlihat bayang-bayang seekor beast yang cukup besar. Ling Feng menatap terkejut ketika Seekor beast besar yang sangat mirip seperti kadal, namun ukurannya lebih besar sepuluh kali lipat dari kadal pada umumnya.
Pada saat ia sedang diam terkejut, tiba-tiba teriakan kembali terdengar dan membuatnya sadar. "Jangan hanya diam saja, monster itu masih belum mati." Teriak entah siapa yang membuat Ling Feng sontak kembali sadar.
Ling Feng lantas melesat kembali ke arah monster itu. Kadal besar tersebut menatap tajam marah ke arah Ling Feng. Kadal tersebut membuka mulut besarnya, seketika lidahnya yang panjang melesat ke arah Ling Feng.
Ling Feng lantas mengalirkan Qi ke pedang putihnya dan berniat menebas lidah kadal tersebut, akan tetapi sekali lagi ia dikejutkan dengan kejadian yang tidak terduga.
Crangg
Ling Feng membelalakkan matanya terkejut ketika melihat tebasan pedangnya dapat ditahan oleh lidah dari kadal raksasa itu. Kadal tersebut memasang wajah meremehkan kepada Ling Feng.
Dalam sekali hentakan Ling Feng langsung terhempas ke belakang terbang mengudara. Tiba-tiba terdengar kembali teriakkan yang sangat keras. "Apa yang kau lakukan! serang lawan mu dengan seluruh kekuatan mu jika kau tidak ingin mati!" Teriakan kembali terdengar, namun ketika Ling Feng menoleh ke belakang tidak mendapati siapapun disana.
"Lebih baik kau menoleh sebelum kau kehilangan nyawa mu." Katanya lagi membuat Ling Feng refleks menoleh dan lidah sekejap mata sudah berada beberapa centimeter dari wajahnya. Ling Feng dengan sigap langsung menghindar itu dalam waktu seperkian detik kemudian.
Shringgggggg
Booooommmm
Shaaaa…!
Kadal tersebut yang tidak berhasil mengenai Ling Feng, bahkan ia malah mengenai sisi tebing yang membuat Kadal tersebut langsung berteriak kesakitan. Ling Feng yang melihat itu tidak diam saja, ia langsung memanfaatkan Kadal tersebut yang sedang berteriak kesakitan.
"Di Bagian mana kelemahan dari kadal ini?!" Batin Ling Feng sembari menatap sekilas seluruh tubuh kadal raksasa tersebut. Ling Feng lantas terfokus terhadap Indra penglihatan dari Kadal tersebut.
Dalam sekali hentakan, ia melesat cepat ke arah Kadal raksasa itu. Lebih tepatnya muncul tepat didepan wajah Kadal tersebut. Ling Feng lantas memutar tubuhnya sembari mengayunkan pedangnya cepat menebas mata sebelah kanan dari kadal tersebut.
Shringgggggg
Crassssshhh
Shaaaa…!
Sekali lagi kadal tersebut berteriak. Ling Feng dengan gesit langsung mengambil pedang hitam nya yang tertancap di tubuh Kadal raksasa tersebut dan melompat menjaga jarak serta memasang sikap waspada. Kadal tersebut berteriak sangat keras, bahkan teriakan yang ia suarakan membuat tanah disana menjadi bergetar.
Melihat itu Ling Feng sontak mendongakan kepalanya lalu menatap kembali ke arah Kadal tersebut. "Sepertinya mata bukanlah kelemahan dari kadal tersebut." Gumam Ling Feng serius.
Kadal tersebut melirik ke kanan dan kiri, atas dan bawah tidak mendapati Ling Feng. Pada saat ia lengah dan hampir seluruh tubuh nya tidak terlihat lagi, Ling Feng dari belakang menampakkan wujudnya. Sembari memasang kuda-kuda berpedang ganda, Ling Feng menyerukan tekniknya.
"Teknik Sembilan Matahari: Tebasan Badai Api."
Teknik Naga Air: Raungan Naga Air."
Ling Feng menyerukan kedua teknik tersebut. Menyerang Kadal tersebut dari belakang mengerahkan teknik pedangnya. Merasakan energi yang sangat kuat muncul dari belakangnya. Kadal tersebut berniat menghindarinya.
Akan tetapi sayang, kadal tersebut kalah cepat dari gerakan tebasan Ling Feng. "Haaaaaaa…!" Teriak Ling Feng lalu melancarkan kedua teknik elemen berlawanan tersebut ke arah Kadal raksasa tersebut.
Lalu kemudian muncul cahaya berkelap-kelip dan…
Booooommmmmmmmmm
Ledakan sangat kuat akibat dari benturan kedua elemen yang sangat berlawanan menciptakan kekuatan yang sangat tidak terduga. Bahkan Ling Feng ikut terpental saking kuatnya efek ledakan dari teknik elemen yang ia lesatkan ke arah Kadal raksasa tersebut.
Ling Feng lantas menancapkan kedua pedangnya ke tanah digunakan sebagai tumpuan untuk bertahan dari hempasan tersebut. Perlahan-lahan ledakan itu pun mulai mereda dan digantikan oleh kepulan debu yang mengelilingi ledakan tadi.
Ling Feng sempat batuk darah sekali lalu mengusapnya menggunakan saku pakaiannya. "Sepertinya masih terlalu membebani jika menggunakan dua teknik sekaligus." Batin Ling Feng sembari menyeka darah yang tersisa di bibirnya.
Ling Feng lantas bangkit kembali dan menatap serius kepulan debu yang mengaburkan pandangannya. Perlahan pun debu tersebut mulai menipis, Ling Feng memasang kembali kuda-kuda ketika melihat sosok bayangan dari balik debu tersebut.
Namun, langsung menghela nafas panjang ketika melihat bayangan tersebut yang tidak lain adalah kadal raksasa, yang mana tubuhnya sudah terluka sangat parah dan Kepalanya sudah tidak tersisa sama sekali.
Pada saat ia ingin jatuh terduduk, seketika ia waspada kembali ketika mendengar perkataan misterius tanpa wujud lagi. "Kau benar-benar berhasil membunuhnya? sungguh menakjubkan. Padahal ada perbedaan tingkat yang sangat jauh antara kau dan beast itu, tapi dengan mudah kau membunuhnya." ucap suara tanpa wujud kembali terdengar.
Ling Feng seketika kembali memasang sikap waspada dengan kedua pedang terarah kedepan. Akan tetapi, tiba-tiba Ling Feng langsung terhuyung kedepan kehilangan keseimbangan tubuhnya saat itu juga. "Aku tidak mengira separah ini kerusakan efek serangan balik yang ku terima." Batin Ling Feng terhuyung menggunakan salah satu pedangnya untuk menumpu tubuhnya.
Ling Feng berusaha untuk tetap sadar, akan tetapi tubuhnya berkata lain. Pada saat itu Ling Feng langsung kehilangan kesadarannya. Hening seketika pasca Ling Feng tidak bergerak. Beberapa detik kemudian sosok misterius langsung muncul dan memapah Ling Feng yang tidak sadarkan diri.
"Masih sangat muda, tapi kekuatan yang dimilikinya benar-benar bukan omong kosong belaka. Ranah Bumi bisa membunuh Beast langit tingkat menengah." Kata Sosok tersebut lalu berjalan ke mayat daripada kadal tanpa kepala tersebut. kemudian sosok tersebut sedikit melalukan suatu hal yaitu, mengeluarkan sebuah kristal dari kadal raksasa itu.
Ia lantas kembali berjalan mendekati Ling Feng dan sosok tersebut pun memapah Ling Feng yang saat ini sedang tidak sadar. Sosok tersebut pun pergi dari sana melesat membawa Ling Feng bersamanya entah pergi ke mana.
"Sudah hampir ribuan tahun sejak seorang manusia datang kemari." Gumamnya sembari melirik wajah Ling Feng yang sedang pingsan. "Aku menantikan kejutan yang akan ia berikan nantinya." Terkekeh kemudian lalu menghilang dari sana.
>>>>>>> Bersambung
Nb: Sorry Baru up lagi. Ada kesibukan di real life 🙏🏼