
Baru saja Kepala Keluarga Qing ingin berkata sesuatu tiba-tiba datang seorang pemuda menyapa walikota Anyi. "Salam Walikota. Terima kasih telah mengundang Keluarga Guan dalam acara jamuan ini. Saya tuan muda kedua Keluarga Guan, Guan Long datang sebagai perwakilan dari keluarga Guan." Sapa pemuda tersebut yang tidak lain adalah Guan Long.
"Salam juga tuan muda Guan Long. Terima kasih sudah mau hadir ke jamuan ku yang sederhana ini. Bagaimana kabar kepala keluarga Guan? apakah ia baik-baik saja?" Basa-basi walikota. Guan Long pun menjawabnya. "Kepala keluarga baik-baik saja walikota. Sekarang ini beliau sedang masuk latihan tertutupnya untuk menembus ranah Kaisar." Jawab Guan Long dengan senyumannya.
"Senang mendengarnya, aku berharap beliau bisa menembus ranah kaisar dalam waktu singkat." Kata Walikota Anyi membalas senyuman Guan Long. Guan Long lantas mengalihkan pandangannya ke Kepala Keluarga Qing dan berkata, "Salam kepala keluarga Qing. Maafkan saya karena telah merepotkan anda." Kata Guan Long tersenyum.
"Ah tidak apa-apa tuan muda Long jangan terlalu sungkan dan bersikap biasa saja." Kata Kepala Keluarga Qing. Guan Long pun akhirnya menganggukkan kepalanya mengerti lalu melirik kelompok Keluarga Qing dan tidak mendapati Qing Xian disana. Ia lantas bertanya kepada kepala keluarga Qing. "Kepala keluarga Qing dimana Xian'er apakah ia tidak ikut kemari?" Tanya Guan Long.
"X-Xian'er masih belum kembali sejak kemarin. Ia menghilang entah kemana. Bahkan kami telah mencari hampir ke seluruh tempat yang biasa ia kunjungi, namun masih tidak menemukan keberadaannya sampai saat ini." Kata Kepala Keluarga Qing sedikit gugup mengatakannya.
Guan Long yang mendengar itu menjadi heran lalu tiba-tiba ia teringat akan sosok pemuda kemarin malam. Raut wajahnya pun langsung berubah dan itu di sadari oleh Zi Liu yang sedari awal memperhatikan Sejak Guan Long menghampiri.
"Tenang saja Kepala Keluarga Qing. Aku yakin Xian'er baik-baik saja. Kultivasinya tidaklah rendah, kalau pun dirinya sedang pergi saat ini. Aku yakin ia akan baik-baik saja." Celetuk Zi Liu berkata positif. Mendengar apa yang dikatakan oleh Zi Liu, kepala keluarga Qing menjadi sedikit lebih tenang dan berusaha untuk berpikir positif.
Sampai satu prajurit datang mendekati Walikota Anyi dan membisikkan sesuatu. Walikota Anyi yang mendengar itu langsung bergegas menuju pintu keluar dengan tergesa-gesa, Zi Liu yang mengetahui fakta sikap ayahnya seperti itu langsung bergegas mengekori dibelakang.
Guan Long yang melihat itu heran lalu bertanya kepada kepala keluarga Qing. "Kepala keluarga Qing kenapa tiba-tiba Walikota menjadi tergesa-gesa seperti itu? Memangnya siapa yang akan datang sampai Walikota sendiri yang harus menyambutnya?" Tanya heran Guan Long.
Pemuda itu sepertinya sudah datang ya…" Bukan kepala keluarga Qing yang berkata, melainkan orang lain. Sontak kepala keluarga Qing dan Guan Long langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang tidak lain adalah Ketua paviliun obat.
"Salam ketua paviliun obat. Sepertinya anda sangat sehat kali ini, sampai anda sendiri yang datang ke jamuan ini." Sapa Guan Long. Ketua paviliun obat yang mendengar itu mengelus-elus janggutnya dan berkata.
"Aku selalu sehat kecuali dengan ingatan ku." Kata ketua paviliun obat tanpa beban. Tuan muda paviliun obat menepuk dahinya mendengar itu, Kepala Keluarga Qing membatin dalam benaknya. "D-dia sadar bahwa ia sering pikun." Batinnya. Sedangkan Guan Long tertawa tidak nyaman.
"Jadi siapa yang anda maksud Pemuda itu, memangnya siapa yang walikota undang?" Tanya penasaran Guan Long. "Pemuda yang diundang walikota adalah, pemuda yang membuat walikota membuat jamuan seperti ini." Jawab kepala keluarga Qing.
Guan Long makin penasaran akan sosok pemuda tersebut, bahkan sampai walikota Anyi repot-repot melakukan hal seperti itu. Sudah pasti dia bukan pemuda biasa. "Hehhhhh aku baru mengetahui bahwa ada seorang pemuda seperti itu di kota Anyi." Kata Guan Long. Tiba-tiba ada sosok yang tiba-tiba nyeletuk tepat disampingnya.
"Memang ada loh dan aku baru saja datang saat ini." Kata Ling Feng yang muncul tiba-tiba. Sontak Guan Long yang mendengar itu sangat terkejut, bukan hanya Guan Long saja, Ketua dan tuan muda paviliun obat, serta Kepala Keluarga Qing dan Qing Lao terkejut melihat kehadiran sosok pemuda itu.
Guan Long yang melihat sosok Ling Feng menunjuknya sembari berteriak. "K-kau rakyat jelata kenapa kau datang ke acara bangsawan disini!" Teriak Guan Long. Ketua paviliun obat dan Kepala Keluarga Qing tentu sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Guan Long. Seketika para tamu langsung terfokus kepada kelompok mereka saat ini.
"Hehhhhh memangnya kenapa? kau saja boleh datang kenapa aku tidak boleh kemari." Balas Ling Feng dengan angkuh. Guan Long dengan sarkas berkata, "Kau masih tanya kenapa?! Tentu saja karena kita beda kasta rakyat jelata! kau itu hanya seorang semut tidak pantas datang ke acara kaum bangsawan seperti ku! itulah perbedaan antara aku dan kau!" Kata Guan Long dengan sarkas.
Sementara itu Di pintu Masuk Mansion
"Kau bilang rombongan tuan muda sudah datang?! kenapa mereka tidak ada sekarang?!" Kata Walikota menaikan Nada bicaranya. Sontak prajurit yang memanggil tadi pun bingung tidak mengerti, "Mohon maaf Walikota, beberapa saat sebelumnya kelompok beliau memang ada disini." Kata Prajurit tersebut mengatakan yang sesungguhnya.
"Sudahlah ayah…Paman prajurit itu tidak berbohong aku terlihat dari tutur katanya saja." Kata Zi Liu menenangkan sang ayah. "Lalu kemana rombongan tuan muda sekarang." Kata Walikota. "Apa mungkin…" Perkataan Zi Liu terhenti, karena mendengar teriakkan yang berasal dari ruangan jamuan.
"Ayah sepertinya ada masalah di ruangan jamuan." Kata Zi Liu memberitahu. Walikota Anyi yang mendengar itu sekali lagi menghela nafas panjang. "Oh dewa…Sekarang apa lagi yang terjadi saat ini." Keluh Walikota.
Mereka pun langsung kembali ke ruangan jamuan dan seketika terkejut sampai terdiam melihat kejadian tepat didepan matanya.
Kembali ke Ling Feng
"Rakyat jelata, kah…Sudah lama aku tidak mendengar sebutan tersebut." Kata Ling Feng terkekeh membuat Guan Long menjadi heran. Kepala keluarga Qing yang melihat itu ingin menyampaikan sesuatu kepada Guan Long, namun ditahan oleh tatapan Ling Feng. Begitupula Ketua paviliun obat.
Hening seketika, para tamu undangan pun mulai saling berbisik-bisik saat itu. Namun, Ling Feng hanya menganggapnya angin lalu semua bisik-bisik yang masih terdengar jelas di telinganya. Sampai terdengar suara langkah kaki tergesa-gesa menghampiri. Guan Long langsung mengalihkan pandangannya ke suara tersebut yang ternyata Walikota Anyi dengan Putrinya bergegas kemari keduanya benar-benar mengeluarkan wajah tergesa-gesa.
Guan Long yang melihat itu, sudah sangat percaya diri bahwa Walikota memasang wajah seperti itu karena takut menyinggungnya ia lantas memanfaatkan itu untuk membunuh Ling Feng saat ini. "Walikota Anyi beginikah sikap para warga kota Anyi menghormati para bangsawan dari kekaisaran." Kata Guan Long memasang wajah tidak enak dipandang.
Namun sedetik kemudian semua pasang mata para tamu terkejut melihat apa yang terjadi kemudian. "Salam tuan muda Feng maafkan saya karena lalai tidak menunggu anda di pintu masuk mansion dan malah membiarkan anda terlalu lama menunggu disana." Kata Walikota Anyi meminta maaf dengan lantang tanpa ragu sedikitpun.
Ling Feng yang mendengar itu tersenyum simpul lalu berkata, "Santai saja Walikota, seharusnya aku yang meminta maaf karena telah membuat keributan di jamuan mu." Kata Ling Feng. "Tidak sama sekali tuan muda, lagipula jamuan ini memang diperuntukkan oleh anda." Kata Walikota Anyi menyangkal.
Bagaikan disambar petir semua para tamu termasuk Guan Long yang disana, benar-benar terkejut mengenai alasan Walikota Anyi Membuat jamuan hanya untuk seorang pemuda yang tidak diketahui identitas jelasnya.
>>>>>> Bersambung