Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Menunggu


Keesokan Harinya


Tepat seperti yang di katakan oleh Pang Lang, ada beberapa iblis yang menyamar datang ke kedai tersebut. Walaupun terlihat tidak terlalu mencolok, karena masing-masing dari mereka menempati posisi yang terlihat sangat natural, tidak seperti hal yang di rencanakan. Para iblis-iblis yang datang benar-benar sudah sangat pandai menyamar.


"Sebenarnya sudah beberapa lama ras iblis ini tinggal di kota Cheng Du dan berbaur dengan warga-warganya. Jujur saja, Ren Hu tidak bisa membedakan mereka ketimbang dari Manusia biasa pada umumnya." Gumam pelan Ren Hu di sebelah Ling Feng yang sedang menikmati makanan yang di sajikan oleh kedai.


"Jika si tua Pang Lang itu tidak memberi tahu bahwa kita akan di awasi, mungkin aku tidak akan menyadari nya sama sekali." Ucapnya lagi.


"Ya kau benar. Paman Lang benar-benar mendapatkan informasi yang sangat berguna." Timpal Ling Feng. Pang Lang sendiri tidak turun ke bawah ikut dengan Ling Feng dan Ren Hu, karena bisa saja ia malah menarik perhatian dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


Oleh karena itu, Ling Feng meminta nya untuk berkeliling kota Cheng Du, untuk memeriksa pergerakan para iblis yang menyamar sesaat sebelum penyerangan.


"Jadi tuan muda... Hari ini apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan diam saja di penginapan ini tanpa pergi kemana-mana?" Tanya Ren Hu.


"Seperti yang kau pikirkan. Untuk saat ini kita tidak akan biarkan para iblis-iblis ini untuk terus mengawasi kita, otomatis sebagian dari mereka akan terus mengawasi kita, dan jangkauan terhadap pengawasan yang lainnya akan menjadi lebih mudah. Kemungkinan besar wali kota sudah menerima informasi yang di sampaikan oleh Pang Lang dan saat ini mungkin sedang menyusun rencana serangan balik untuk melawan nya." Jelas Ling Feng tanpa bersuara keras tentunya.


"Ya jika anda berkata seperti itu, maka aku akan melakukan nya sesuai dengan arahan dari tuan muda." Ucap Ren Hu juga mulai menyantap makanan yang di sediakan di sana.


Ling Feng melirik sekilas Ren Hu yang melahap makanan nya dan sontak berkata, "Ren Hu apakah kau tidak merasa ragu dengan keputusan yang ku ambil?" Ling Feng bertanya secara tiba-tiba.


"Merasa ragu? Yang benar saja." Ucap Ren Hu seraya terkekeh pelan. Ia lalu menatap Ling Feng dengan serius dan berkata lagi, "Jika itu anda... Aku yakin bahwa keputusan tersebut adalah yang terbaik untuk di lakukan." Ucap Ren Hu lagi.


Ling Feng sempat menunjukkan reaksi kaget, namun detik berikutnya kembali seperti biasa. Namun, sepertinya Ren Hu menyadari perubahan sekilas itu dan berkata, "Apa ini~ Mungkin, kah tuan muda merasa malu, karena telah di puji oleh gadis cantik seperti ku?" Ujar Ren Hu dengan nada menggoda.


Mendengar hal itu tentunya Ling Feng langsung menoleh ke arahnya dan berkata seraya mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa kau bereaksi seperti itu? Aku hanya bertanya mengenai pendapat mu mengenai saran yang kukatakan tadi, dan lagi apa-apaan nada bicara menggoda itu? Merinding tau ketika mendengar nya." Ucap Ling Feng panjang lebar membuat Ren Hu bereaksi dengan membuka mulutnya secara lebar-lebar.


Detik kemudian ia pun menuju reaksi cemberut dengan menggembungkan kedua pipinya dan berkata, "Ihhh tuan muda. Tidak boleh berbicara seperti itu kepada perempuan tau." Ucap Ren Hu dengan nada kesal yang di buat-buat.


"Hehhhhh... Benarkah itu?" Ling Feng malah bertanya balik. "Ya tentu saja benar lah tuan muda." Timpal Ren Hu dengan cepat. "Kalau begitu... Aku minta maaf, karena telah berbicara seperti itu." Ucap Ling Feng tanpa beban.


Mendengar ucapan tanpa beban Ling Feng, Ren Hu menatap Ling Feng dengan pandangan semakin kesal, wajah cemberut nya bahkan terlihat lebih jelas kali ini.


"Wah enak sekali... Makanan manis apa ini?! Benar-benar sangat enak dan lembut di mulut. Aku jadi tidak bisa berhenti untuk memakannya." Ucap Ren Hu dengan pandangan mata yang berbinar mengangkat makanan penutup tersebut melihat nya lebih dekat.


"Tuan muda, tuan muda... Lihatlah makanan ini. bisa goyang-goyang sendiri dan sangat manis sekali. Terlebih lagi makanan ini sangat lembut sekali tau." Ucap Ren Hu seraya membawa makanan penutup itu kehadapan Ling Feng. Melihat raut wajah Ren Hu yang sudah berubah seratus delapan puluh derajat menjadi cerah Ling Feng hanya bisa tersenyum penuh arti dan berkata, "Makanan ini namanya agar-agar. Jika masih ingin kau bisa meminta kepada pelayan untuk membuatkannya lagi." Ucap Ling Feng.


Mendengar bisa menambah lagi, Ren Hu langsung menoleh dengan cepat memanggil pelayan kedai tersebut untuk meminta tambahan makanan penutup tersebut. "Ya mau bagaimana pun ia adalah perempuan yang telah terisolasi selama bertahun-tahun. Reaksi yang wajar ketika merasakan hal yang baru seperti itu, terlebih lagi kebanyakan para wanita menyukai hal yang manis-manis." Batin Ling Feng.


Pada akhirnya Ren Hu menghabiskan empat porsi makanan tertutup tersebut. Setelah puas makan, Ling Feng dan Ren Hu pun kembali ke kamarnya masing-masing. Para iblis yang sedang mengawasi keduanya pun menatap diam-diam seraya berpikir merasa aneh, karena Ling Feng dan Ren Hu ternyata tidak pergi kemanapun.


"Bagaimana sekarang?" Bisik salah satu iblis yang ikut mendapatkan perintah untuk mengawasi Ling Feng dan Ren Hu.


"Jika sudah seperti ini, kita lakukan saja sesuai yang di perintahkan. Kita tunggu mereka saja di sini, mungkin saja tidak untuk saat ini. Jangan lupa beritahu yang berjaga di luar untuk selalu waspada." Timpal iblis yang merupakan ketua yang di pilih untuk mengawasi Ling Feng dan Ren Hu.


Iblis yang tadi bertanya pun menganggukkan kepalanya dan memberikan sinyal kepada yang lainnya. Mereka pada akhirnya memutuskan untuk terus mengawasi Ling Feng dari dalam maupun luar.


"Para iblis-iblis itu... Mereka benar-benar mengisolasi kita tuan muda." Ucap Ren Hu. "Ya biarkan saja, kita akan bergerak ketika Pang Lang sudah selesai berkeliling memeriksa keadaan sekitar kota Cheng Du." Ucap Ling Feng.


"Ehhhh... Bagaimana kita bisa keluar dari tempat ini, sedangkan mereka mengawasi kita dari seluruh penjuru arah?" Tanya Ren Hu penasaran.


"Kenapa harus tidak bisa. Bahkan jika mereka ada ratusan sekali pun, tidak akan bisa menghentikan kita berdua yang pergi dari sini." Ucap Ling Feng tersenyum simpul penuh arti.


"Ya kau lihat saja nanti, jika sudah waktunya kau pun akan tau maksud ku. Oleh karena itu, untuk sekarang diam saja dan tunggu info lebih lanjut dari ku." Ucap Ling Feng lagi.


"Baiklah tuan muda." Ucap Ren Hu masuk ke dalam kamarnya.


Ling Feng masuk ke dalam kamar nya juga dan langsung mengambil sikap bermeditasi di tengah-tengah ruangan untuk menghabiskan waktu nya.


>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se ras ku.