
Setelah kepergian Guan Long, semuanya menjadi hening seketika. Namun dengan cepat Walikota mengendalikan kondisi disana. Ia langsung memulai Jamuan tersebut. "Para tamu hadirin sekalian terima kasih telah menyempatkan diri untuk datang ke acara jamuan ini. Aku sebagai Walikota Anyi sungguh berterima kasih kepada para tamu yang terhormat yang sudah mau datang kemari. Maka dari itu silahkan dinikmati jamuan nya." Kata Walikota Anyi.
Suasana hening itu pun dalam sekejap sudah berganti ke suasana seperti semula kembali. Para tamu pun dengan cepat mulai melupakan semua kejadian yang sangat panas beberapa menit yang lalu. "Kukira kau akan langsung membunuhnya ditempat tadi. Bahkan aku sempat mengira setidaknya orang itu akan kehilangan satu tangannya tadi." Celetuk Long Tian sembari membawa gelas anggur mendekati Ling Feng yang sedang menikmati salah satu hidangan disana.
"Tidak kusangka kau akan membiarkannya pergi dengan mudah." Kata Long Tian lagi sembari memberikan satu gelas anggur yang ia bawa. Ling Feng menerima gelas tersebut lalu berkata, "Aku tidak bilang akan melepaskannya dengan mudah. Ini hanyalah awal, orang yang telah berniat membunuh ku mana mungkin aku akan membiarkannya hidup dengan tenang." Kata Ling Feng memainkan anggur dalam gelasnya.
"Seperti biasanya kau paling tau cara membuat orang menjadi sangat putus asa." Kata Long Tian terkekeh lalu menengguk anggurnya. "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Jika dibiarkan, mungkin ia bisa menjadi hambatan suatu saat nanti." Kata Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu mengakui bahwa apa yang dikatakan oleh Ling Feng ada benarnya.
"Jadi, bukankah lebih baik anda memburunya sekarang tuan muda sebelum ia pergi dari kota ini. Atau jika tuan muda berkehendak aku bisa langsung membunuhnya saat ini juga." Kata Pang Lang.
"Tidak, pemuda itu tidak akan pergi begitu saja, sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Aku yakin ia datang kemari bukan tanpa tujuan." Kata Ling Feng. Lalu beberapa saat kemudian datang kepala keluarga Qing dan tuan muda Qing Lao menghampiri Ling Feng.
"Salam tuan muda Ling Feng. Aku ingin bertanya sesuatu kepada anda." Kata kepala keluarga Qing menyapa Ling Feng. "Tanyakan saja dan juga jangan panggil aku tuan muda, panggil aku Ling Feng atau Feng saja." Kata Ling Feng.
"Ah maaf kalau begitu. Baiklah saya langsung saja. Apakah anda melihat kemana putri saya pergi? Terakhir kali saya melihatnya ia bilang ingin menyusul anda pasca setelah latih tanding waktu. Awalnya kukira akan kembali malam tadi, namun sampai sekarang ia masih belum terlihat wujudnya." Kata kepala keluarga Qing masih tidak bisa untuk tidak cemas.
"Eh anda masih tidak sadar, nona Xian saat iniā¦" Ling Feng seketika ingat bahwa Qing Xian masih belum kembali saat ini. Ia lantas mengalihkan pandangannya ke Long Tian. "Nona muda itu bilang sebelum masuk kemari ia berkata ingin menemani Lin'er untuk melihat beberapa bunga di taman tadi." Kata Long Tian. "Dan itu sudah sangat lama semenjak ia berkata seperti itu." Kata Ling Feng langsung bergegas keluar meninggalkan yang lainnya.
Sontak Long Tian, To Mu bergegas mengekor dibelakang. Pang Lang awalnya ingin mengikuti, tapi ditahan oleh perkataan To Mu. "Kau jangan kemana-mana tunggu disini dan jadilah perwakilan tuan muda. Biarkan aku dan Kakak Tian yang mengejar Feng'er." Kata To Mu pergi dari jamuan dengan Long Tian.
Kepala keluarga Qing yang melihat kepergian mendadak Ling Feng juga langsung mengikutinya, dan sama seperti apa yang dikatakan To Mu. Ia memerintahkan Putranya untuk berdiam diri di sini menjadi perwakilannya.
Pang Lang dan Qing Lao sama-sama menghela nafas. "Anak muda sepertinya kita mempunyai nasib yang sama." Kata Pang Lang. "Sepertinya memang begitu." Jawab Qing Lao. Keduanya hanya pasrah saja menjalankan perintah yang dipercayakan masing-masing.
Zi Liu pun mendekati Qing Lao lantas bertanya, "Kenapa kakak hanya sendiri saja? kemana paman Qing?" Tanya Zi Liu. Qing Lao pun menjawab. "Ayah sedang mengejar tuan muda Feng yang pergi ke taman Mansion lebih tepatnya menyusul Xian'er." Jawab Qing Lao yang cemas, namun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kalau cuma menyusul kakak Xian, lalu kenapa kakak Lao sangat cemas?" Zi Liu merasa ada yang tidak beres saat ini, ia lantas mengalihkan pandangannya ke Pang Lang, namun Pang Lang hanya diam saja tidak berkata apa-apa.
Taman Mansion Walikota
"Cihhhhh ternyata sudah terlambat." Decak Kesal Ling Feng ketika sampai taman dan tidak ada mendapati siapapun disana. "Sudah dibawa ya." Kata Long Tian datang kemudian dengan To Mu. Lalu kepala keluarga Qing datang dengan wajah cemas. "Kemana Xian'er bukankah Anda bilang ia berada disini?" Kata Kepala keluarga Qing cemas.
"Keduanya sudah tidak ada disini, Baji*an itu sudah membawanya pergi." Kata Ling Feng. Kepala keluarga Qing yang mendengar itu lalu berkata kembali. "S-siapa yang membawa Xian'er pergi memangnya." Tanya kepala keluarga Qing sedikit takut.
"Bukankah sudah jelas siapa yang membawanya pergi, Tidak perlu menjelaskannya secara detail kau sendiri sudah tau kan." Kata To Mu melihat tingkah kepala keluarga Qing yang menurutnya sedikit menjengkelkan. Tidak lama kemudian datang Zi Liu. Ia lantas melihat sekelilingnya tidak mendapati Qing Xian.
"Paman Qing dimana kakak Xian? Kakak Lao bilang Kakak Xian sedang di taman saat ini, tapi mengapa tidak ada?" Tanya Zi Liu. "Ia dibawa pergi oleh Guan Long." Bukan kepala keluarga Qing yang menjawabnya melainkan Ling Feng.
Kembali Ke Guan Long
"Awalnya aku ingin mencarinya setelah jamuan. Akan tetapi, Tidak kusangka ia malah datang kemari sendiri. Ya dengan ini rencananya akan lebih lancar." Kata Guan Long bergerak melesat cepat. Ia tidak sendirian, karena memang awalnya ia datang ke jamuan dengan beberapa orang Keluarga Qing, namun orang yang ia bawa tidak ikut masuk kedalam ruang jamuan.
Sedari awal memang niatnya bukanlah untuk menghadiri jamuan, melainkan Keluarga Qing sendiri atau lebih tepatnya sesuatu yang sangat penting itu berada di keluarga Qing saat ini. Ia lantas menatap kesamping dimana salah satu pengawalnya sedang memanggul seorang wanita yang tidak lain adalah Qing Xian.
"Xian'er, Xian'er, padahal aku sangat mencintaimu, tapi kau malah mengkhianati ku dibelakang." Kata Guan Long marah sangat marah. Ia lalu bergumam kembali, "Tidak akan kubiarkan siapapun memiliki barang yang sudah menjadi milikku." Gumam Guan Long yang sudah tidak bisa berpikir jernih.
Ia lantas menatap tajam anak kecil yang pingsan di pangkuan sebelah Qing Xian. "Dan bocah bren*sek ini adalah penghalang kebersamaan ku dengan Xian'er, apakah harus kubunuh sekarang juga." Katanya menatap dingin Lin kecil sembari mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya dan menghunuskan tepat kearah Lin kecil.
Namun, tiba-tiba pergerakannya terhenti karena sebuah perkataan. "Jika kau berani menyentuhnya sedikit pun dan setetes darahnya keluar, maka aku akan langsung bunuh diri saat ini juga." Ancam Qing Xian menatap tajam Guan Long.
>>>>>>>> Bersambung