
“Haihhhh... Dasar kau ini ya. Baiklah nak, akan kujawab. Tepat seperti yang kamu katakan tadi, aku bisa saja membunuh sahabatku itu, akan tetapi nyatanya aku tidak bisa melakukan itu.” Jawab Chen Heng seraya tersenyum gentir membuat raut wajah Ling Feng semakin serius.
>>>>>>______
“Kenapa senior tidak bisa?” Tanya Ling Feng.
“Karena dirinya bukan hanya sekedar sahabatku saja. Melainkan sudah kuanggap sebagai saudara kandungku sendiri.” Jawab Cheng Heng seraya menghela nafas berat. Bahkan bisa terlihat dengan jelas raut wajahnya benar-benar sangat gelap, pria tersebut benar-benar sangat sedih.
Ling Feng tentu saja terkejut mendengar hal itu, tentu saja dirinya mengerti. Terdiam membisu, walaupun bukan saudara kandung, untuk membunuh mereka yang mempunyai ikatan erat seperti itu tetap saja sulit. Terlebih lagi dirinya sudah menganggapnya sebagai saudara kandung membuatnya menjadi lebih sulit.
“Walaupun begitu, demi kedamaian, demi keselamatan semua orang, senior selaku kaisar tetap harus melakukannya bukan?” Ucap Ling Feng lagi. Mendengar itu Chen Heng mendesah pelan lalu menatap ke arah danau lalu kembali berkata.
“Tentu saja aku mengerti, aku sangat mengerti hal itu. Walaupun begitu tetap saja, selaku saudaranya aku masih tidak bisa membunuh saudaraku. Ia hanya ingin kaisar saja, namun karena sangat mengenal sifat serta ideologinya yang kejam, alhasil aku tidak memberikannya.” Ucap Chen Heng seraya mendesah berat.
“Senior sadar akan sifatnya yang kejam itu, apakah senior tidak pernah berpikir bahwa suatu saat dirinya akan berbalik melawan senior?” Ujar Ling Feng dengan nada serius.
“Tentu aku sangat menyadari hal itu. Banyak orang-orang yang juga mengatakan hal yang sama denganmu, akan tetapi aku tetap ingin percaya kepadanya sampai akhir bahwa ia akan mengerti dan menyadari alasan dari keputusanku.” Ucap Chen Heng.
“Lalu pada akhirnya, saudara senior tetap tidak mengerti dan berpegang teguh pada keyakinan yang ia yakini.” Ucap Ling Feng. Chen Heng tidak mengatakan apapun, namun apa yang dikatakan oleh Ling Feng memang benar adanya.
Setelah itu Ling Feng pun hanya diam saja tidak mengatakan apapun lagi. Pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya seraya melihat ke arah danau juga. Rasa sakit atas pengkhianatan, rasa sakit tidak bisa berbuat apapun, tentu saja itu benar-benar keputusan sulit untuk diambil sekalipun dirinya adalah seorang kaisar.
Walaupun ia kemungkinan buruknya, tetap saja ia masih percaya akan saudaranya sampai akhir. Namun sayang, takdir berkata lain, manusia tidak bisa di tebak, sekalipun itu saudaranya sendiri dan pada akhirnya ia pun hanya bisa melakukan apa yang ia bisa untuk menembus kesalahan besar yang telah ia lakukan dengan nyawanya sebagai taruhan.
“Nak, aku punya sebuah permintaan dimana hanya kamu sajalah yang bisa melakukannya.” Ucap Chen Heng meletakkan alat pancingnya seraya menoleh ke arah Ling Feng menatap ke arahnya. Ling Feng sendiri hanya diam saja sembari menatap ke danau. Sebagian besar ia sudah bisa menebak apa yang akan diminta oleh pria itu kepadanya.
“Kenapa aku? Aku rasa masih banyak kandidat lainnya yang lebih cocok untuk menyandang gelar itu.” Ucap Ling Feng namun di balas gelengan kepala oleh Chen Heng seraya berkata, “Tidak, hanya kamu yang cocok untuk menggantikan ku. Bahkan aku rasa kamu lebih baik dari diriku di masa lalu.” Ucap Chen Heng membuat Ling Feng refleks menoleh ke arahnya.
“Bagaimana senior begitu yakin?” Ucap Ling Feng seraya mengangkat sebelah alisnya, namun hanya di balas senyuman hangat oleh pria membuat Ling Feng semakin bingung berpikir keras tentu nya.
“Karena aku sudah mengawasimu sudah sangat lama nak.” Ucap Chen Heng seraya tersenyum hangat membuat Ling Feng tentunya terkejut ketika mendengar hal itu. “Tidak hanya itu saja, kamu mempunyai dantian elemen yang sama denganku serta diakui oleh kedua pedang dan artefak peninggalan ku. Oleh karena itulah aku sangat yakin bahwa hanya kamu saja yang cocok. Oh ya, aku juga tahu keberadaan dimana benda yang kamu cara saat ini.” Ucap Chen Heng lagi namun membuat Ling Feng kembali tersentak.
“Jadi, Pedang Yin dan Yang serta artefak ruang jiwa ilahi dahulunya adalah milik senior?!” Ujar Ling Feng yang terkejut dan dibalas anggukkan pelan oleh pria tersebut.
Ling Feng yang mendengar itu tidak tahu harus merespon apa. Ia nampak terkejut, terlebih lagi ketika mendengar kalimat akhir dari Chen Heng. Bagaimana dirinya bisa mengetahuinya, itulah yang Ling Feng pikirkan tentang Cheng Heng. Awalnya ia tidak menyadarinya, namun setelah cukup lama bersama dengannya, Ling Feng sadar, bahwa pria bernama Chen Heng dihadapan nya saat ini hanyalah sebuah serpihan jiwa.
“Lalu, bagaimana dirinya bisa mengetahui kondisi benua biru saat ini” Fikir Ling Feng yang masih bingung, namun pertanyaan itu langsung di jawab oleh Chen Heng.
“Walaupun aku hanya serpihan jiwa, namun dahulunya juga aku adalah penguasa benua biru. Jadi, aku mempunyai suatu cara untuk melihat kondisi benua biru saat ini. Itulah Mengapa aku mengetahui benda yang kamu cari.” Ucap Chen Heng dengan tenang.
Ling Feng terdiam membisu. Berbagai macam informasi tiba-tiba bermunculan di kepalanya, namun dalam beberapa saat kemudian ia pun kembali tenang seperti biasa kembali. Melihat Ling Feng yang bisa mengendalikan dirinya, Chen Heng pun tersenyum tipis lalu kembali berkata, “Jadi bagaimana nak? Apakah kau mau menjadi penerusku selanjutnya?” Tawar Chen Heng lagi.
Ling Feng yang mendengar itu pun terdiam seraya membalas tatapan Chen Heng dengan serius. Cukup lama dirinya berpikir, sampai setelah lima belas menit berlalu Ling Feng pun kembali berkata, “Jadi, apa saja yang harus aku lakukan untuk menjadi penerusmu senior?” Tanya Ling Feng dengan keputusan akhirnya menerima tawaran Chen Heng.
Mendengar Ling Feng setuju, Chen Heng pun tersenyum lembut lalu mengubah raut wajahnya menjadi serius sedetik kemudian, “Kamu harus menghentikan saudaraku dan bantu aku memusnahkan para ras iblis itu.” Ucap Chen Heng dengan nada serius.
“Aku bisa saja melakukan permintaan yang kedua, namun yang pertama aku tidak yakin bisa menghentikannya kecuali dengan membunuh saudaramu itu, apakah senior yakin?” Ujar Ling Feng yang serius dengan apa yang ia katakan.
“Hentikan dirinya dengan cara apapun itu, sekalipun harus membunuhnya.” Ucap Chen Heng.
“Bukankah dirinya saudaramu? Apakah kamu benar-benar yakin akan hal itu? Aku akan membunuh saudaramu loh?” Ujar Ling Feng yang mendadak bingung karena tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh pria tersebut.
“Dirinya memang saudaraku, dan karena itulah aku tidak bisa membunuhnya. Akan tetapi, semua itu akan berbeda dengan orang yang melakukannya.” Jawab Chen Heng membuat Ling Feng menatap serius sepasang mata pria tersebut selama beberapa detik, sampai kemudian dirinya pun menghembuskan nafas panjang.
“Baiklah aku mengerti. Aku bisa melakukan kedua hal yang senior minta dan menjadi pewaris senior, akan tetapi aku melakukan itu semua bukan untuk dirimu.” Ucap Ling Feng seraya bangkit berdiri dari posisi duduknya.
Mendengar hal itu, Chen Heng pun mengangkat sebelah alisnya seraya menyinggungkan senyumnya lantas berkata, “Hehhhh... Kalau begitu, untuk siapa kamu melakukan semua ini?” Tanya Chen Heng.
“Untuk mereka yang aku sayangi, untuk orang-orang yang kucintai, serta untuk mereka yang percaya kepadaku. Aku akan melakukannya untuk mereka semua, agar tidak lagi kehilangan orang-orang yang kusayang dan kucintai.” Ucap Ling Feng dengan tegas membuat Chen Heng tersenyum semakin lebar.
“Sudah kuduga, memang hanya kamu yang cocok untuk menjadi penerusku. Tentu saja, aku tidak keberatan dengan alasan kamu melakukan itu semua.” Ucap Chen Heng seraya tersenyum puas.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.