Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Qing Xian VS Fang Yin


“Qing Xian dari Kekaisaran Wei. Mohon bimbingannya juga saudari.” Kata Qing Xian yang juga memberikan salam.


“Pertandingan semi final turnamen empat benua dimulai!” Teriak wasit yang dibarengi dengan suara lonceng raksasa yang bergema.


>>>>>>______


Keduanya langsung menerjang cepat, sesaat lonceng raksasa di pukul. Baik itu Qing Xian, ataupun Fang Yin, keduanya langsung mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah lawannya.


Shringggg


Shringggg


Ctanngggg


Booommm


Keduanya sama-sama sudah berada di ranah langit bintang satu, dan masing-masing memancarkan aura yang sangat dahsyat luar biasa. Membuat semua pasang mata yang berada di sana memandang keduanya dengan takjub. Bahkan sorak sorainya terlihat sangat ramai, ketimbang dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.


Qing Xian dan Fang Yin saling menjaga jarak seraya memandang lawannya masing-masing untuk menganalisis lawannya. Keduanya benar-benar tenggelam fokus tingkat tinggi, mengabaikan sekitarnya dan hanya terfokus pada musuh yang berada di hadapannya saat ini.


Detik kemudian, keduanya kembali melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Gerakan keduanya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, saking cepatnya pergerakan mereka. Sudah tidak terhitung jumlahnya kedua wanita itu saling bertukar serangan dalam waktu beberapa menit saja.


Baik para penonton, maupun tamu VIP semuanya memandang takjub ke arah arena pertandingan. Semuanya terpesona dengan kelincahan dan kegesitan dari kedua gadis cantik yang saat ini sedang saling berhadapan.


“Tidak buruk saudari Qing Xian. Aku tidak menyangka kamu juga lebih fokus pada kecepatan sama seperti ku.” Kata Fang Yin di sela-sela bertukar serangan.


“Aku juga tidak menyangka sama sekali. Wanita yang disebut-sebut jenius dari Kekaisaran Wu ternyata ahli dalam kecepatan juga. Terlebih lagi kecepatannya benar-benar tidak terduga sama sekali.” Kata Qing Xian.


“Maka mari buktikan siapa yang lebih pantas menyandang generasi muda yang tercepat di empat benua ini.” Kata Fang Yin menantang Qing Xian. “Jika saudari Fang Yin sudah berkata seperti itu, maka tidak sopan jika aku menolaknya. Aku terima tantangan mu.” Kata Qing Xian menerima tantangan Fang Yin.


Kecepatan keduanya pun meningkat dua kali lipat, membuat para penonton yang awalnya bisa melihat sedikit walaupun samar-samar, kini yang dapat mereka lihat hanyalah bayang-bayang saja, saking cepatnya gerakan kedua wanita yang bertanding itu.


>>>>>>______


Sisi Tempat VIP


“Sungguh kecepatan yang mengerikan. Padahal masih berada di ranah langit bintang pertama, namun kecepatan dari keduanya benar-benar setara ranah langit bintang lima.”


“Benar sekali. Terutama Qing Xian. Waktu kemarin ia memang tidak terlalu mencolok, karena menang tanpa mengerahkan kekuatan penuhnya, namun saat ini aku benar-benar dibuat terkejut dengan kecepatannya yang bisa sebanding dengan Fang Yin jenius muda yang ahli dalam kecepatan juga.”


“Tetap saja. Fang Yin kami yang akan menang. Mau dilihat bagaimana pun, Fang Yin kami yang lebih unggul, jika itu tentang kecepatan.”


“Hohhh siapa yang tahu tetua. Qing Xian kami juga masih belum mengerahkan kekuataan penuhnya.”


“Hehhh... Kalau begitu bagaimana dengan taruhan. Ya itu pun jika tetua sangat yakin bahwa Qing Xian yang akan menang. Jika tidak aku pun tidak memaksanya.”


“Siapa bilang aku tidak berani. Kita lakukan saja siapa takut.”


“Kalau begitu sepakat ya.” Kata Tetua dari sekte gadis suci yang berada di kekaisaran Wu.


“Tentu saja.” Timpal Tetua dari Sekte lembah neraka. Keduanya pun berunding tentang apa yang mereka pertaruhkan. Untuk para tetua yang lainnya hanya menggeleng-geleng kan kepalanya saja, kembali menikmati pertandingan super cepat dari bunga muda saat ini.


>>>>>>______


“Kecepatan nya meningkatkan drastis. Setidaknya peningkatan itu sebanyak dua kali lipat sebelum berlatih dengan mu. Aku jadi ragu bahwa kau hanya sekedar memberikan akupunktur saja Feng’er.” Kata To Mu manggut-manggut melihat ke arah arena pertandingan.


“Aku benar-benar hanya memberikannya akupuntur saja dan mengajarinya sebuah teknik yang memang kebetulan cocok dengannya. Lalu jangan menganggap enteng sebuah teknik akupunktur paman. Walaupun hanya sekedar mengeluarkan kotoran dari tubuh, namun manfaat yang di terimanya sangatlah besar. Tubuhnya menjadi lebih ringan, dan pernafasan nya menjadi lebih panjang. Hal itu sangatlah penting bagi Qing Xian yang fokus terhadap kecepatan.” Jelas Ling Feng panjang lebar.


“Hehhh... Begitu, kah.” Kata To Mu yang langsung di respon anggukan mantap oleh Ling Feng. “Lalu menurutmu, siapa yang akan menang di pertandingan ini?” Tanya To Mu. “Qing Xian setidaknya akan menang.” Jawab Ling Feng tanpa pikir panjang.


“Alasannya?” Tanya To Mu meminta pendapatnya dengan jelas. “Tidak ada alasannya. Ya selama dirinya tidak lengah dan fokus, aku sangat yakin bahwa ia dapat menang di pertandingan kali ini.” Kata Ling Feng mengedikan kedua bahunya terkekeh pelan.


>>>>>>______


Kembali ke Arena Pertandingan


“Setelah di latih oleh Ling Feng, tubuhku benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya. Walaupun sudah bertukar serangan hampir ratusan kali jumlahnya, tubuhku masih ringan dan nafas ku masih sangat teratur. Aku pasti bisa menang.” Batin Qing Xian kembali meningkatkan kecepatan serangannya, membuat Fang Yin sedikit tersentak, karena ada beberapa serangan Qing Xian yang tidak bisa ia halau.


“Apa ini?! Jangan bilang ia masih bisa lebih cepat dari ini?!” Batin Fang Yin yang terkejut bukan main. Beberapa kali ia menghindari serangan Qing Xian yang berhasil lolos dari serangan halauannya. Fang Yin menggertakkan giginya mulai melakukan hal yang sama dengan Qing Xian menambah kecepatannya.


Semua para penonton di buat terdiam, karena tidak bisa melihat apa-apa kecuali, suara logam yang saling beradu, dan percikan api akibat dari benturannya.


Waktu pun terus berjalan, dan tidak terasa sudah satu jam berlalu. Para penonton menunjukkan berbagai ekspresi mulai dari terkejut, berdecak kagum, dan masih banyak lagi. Qing Xian dan Fang Yin masih belum mengendur. Bahkan keduanya benar-benar tenggelam di dunia yang berbeda dan hanya fokus terhadap lawannya.


Ctaangggg


Ctaangggg


Boooommm


Asap putih tebal tiba-tiba tercipta, dan itu dibarengi dengan berhentinya suara detingan logam yang beradu. Dapat terlihat jelas, bahwa kedua wanita cantik di tengah arena pertandingan sedang mengatur nafasnya yang mulai berantakan.


“Jika sudah begini jadinya...” Batin keduanya bersamaan. Baik itu Qing Xian ataupun Fang Yin, keduanya saling tatap, namun beberapa detik kemudian secara tiba-tiba langsung mengambil kuda-kuda berpedang secara bersamaan. Memutuskan untuk menentukan nya dengan satu serangan terakhir.


Ledakan Qi yang sangat luar biasa kuatnya terpancar dari kedua wanita tersebut. Para penonton menelan salivanya gugup tidak ada yang berani untuk melewatkan detik-detik serangan terakhir yang akan terjadi sebentar lagi.


Swusssshhh


Swusssshhh


“Teknik Pedang Halilintar: Guntur Menyambar Bumi.” Ucap Qing Xian melesat maju.


“Teknik Pedang Api Petir Gerakan Keempat: Kecepatan Membelah Langit.” Ucap Fang Yin yang ikut juga melesat maju. Beberapa tetua sekali lagi turun langsung ke pinggiran arena pertandingan membuatkan penghalang. Serangan dari keduanya tidak dapat terelakkan.


Shringggg


Booommmm


Jdaarrrr


Jdaarrrr


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.