Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Melanjutkan Perjalanan


“Tenang saja guru. Beristirahatlah dengan nyaman, Murid ini bersumpah akan menjaga tubuh guru, sampai guru bangun kembali.” Kata Hao Xiang dengan tegas seraya mengangkat satu tangannya di depan dadanya. Mendengar apa yang dikatakan oleh muridnya, Ling Feng terkekeh sejenak, sampai kemudian ia pun tidak kuasa menahan matanya dan mulai memejamkan matanya, tertidur.


>>>>>>______


Beberapa Jam Kemudian


Setelah hampir tiga jam lebih istirahat, Ling Feng pun membuka kedua matanya. Terlihat langit-langit sudah malam tepat dirinya bangun, tepat ia menolehkan kepalanya ke kiri, tidak jauh dari dirinya mendapati seekor kucing kecil yang sedang duduk tenang bersama dengan seorang remaja pria di sampingnya, awalnya saja tenang, namun detik kemudian entah karena masalah apa keduanya sudah baku hantam.


Melihat tingkan dari keduanya, Ling Feng pun hanya bisa pasrah saja sontak bangkit dari posisi berbaringnya. Hao Xiang yang pertama kali menyadari Ling Feng sudah bangun, tanpa memedulikan Ling Laohu yang kesal kepadanya, ia berlari ke arah Ling Feng.


“Selamat malam guru.” Ucap Hao Xiang kepada Ling Feng. Ling Feng menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dari muridnya itu, ia pun mengangkat satu tangannya, mengacak-acak puncak kepala Hao Xiang.


“Selamat malam juga Xiang’er. Tidur ku sangat nyeyak tadi, terima kasih sudah menjaga tubuhku.” Kata Ling Feng seraya mengacak-acak kepala remaja pria itu. Penampilan Ling Feng saat ini benar-benar sangat berantakan. Selain fakta pakaian atasnya telah habis tidak tersisa, menyisakan pakaian bawahnya yang robek-robek, topeng putih pemberian dua kekasihnya pun telah hancur setengah, hanya menyisakan setengahnya saja dan itu pun langsung hancur ketika Ling Feng bergerak tadi.


“Tidak masalah guru. Bukan hal yang besar di bandingkan dengan dirimu yang sudah menyelamatkan ku dari ledakan besar tadi.” Kata Hao Xiang seraya menundukkan kepalanya muram, masih merasa sangat bersalah ketika mengingat kejadian ledakan tadi.


“Jangan berkata yang tidak perlu. Itu sudah tugas seorang guru untuk memprioritaskan keselamatan muridnya. Bahkan jika kau mengetahuinya bakal ada ledakan tadi, guru tetap akan melakukan hal yang serupa. Jadi jangan berpikir yang aneh-aneh.” Kata Ling Feng menyetil dahi Hao Xiang cukup kuat, dan hal itu membuat sang empu mengaduh kesakitan seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Ling Feng yang sedang tersenyum lembut kepadanya.


“T-tapi guru... Tapi... Jika saja guru tidak harus memindahkan kami berdua, pastinya guru tidak akan terluka sampai seperti ini.” Kata Hao Xiang yang merujuk kepada penampilan Ling Feng yang berantakan.


“Tapi guru di sini tidak terluka.” Kata Ling Feng dengan santainya.


“Apa maksud guru? Bukankah jelas-jelas dari penampilan guru yang saat ini sangat berantakan dan langsung tertidur tadi, menandakan bahwa guru terluka. Setidaknya bukan ringan menurut Xiang’er.” Kata Hao Xiang sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Ling Feng.


Mendengar hal itu, Ling Feng pun menyadari, alasan mengapa Hao Xiang merasa sangat bersalah kepadanya. “Guru memang tidak mengalami luka sedikit pun namun sebagai gantinya guru sudah tidak memiliki setetes pun Qi saat ini, itulah yang membuat guru merasa sangat lelah dan langsung tidur tadi.” Jelas Ling Feng membuat Hao Xiang terkejut ketika mendengarnya.


“Eh. Jadi bukan karena guru terluka parah.” Kata Hao Xiang yang di balas gelengan kepala oleh Ling Feng. Lalu, Ling Laouhu yang awalnya hanya menyimak saja, mulai ikut membuka suaranya.


“Cihhhh... Sudah kubilang, bahwa tuan muda itu tidak terluka. Ia hanya kehabisan Qi saja. Aku sudah memeriksa kondisi tubuhnya tadi, kau nya saja yang tidak percaya kepadaku.” Kata Laohu melirik kesal ke arah Hao Xiang. Tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Ling Laohu, Hao Xiang pun berkata, “Kau memeriksa kondisi tubuh guru, seperti tidak memeriksanya. Bagaimana aku bisa percaya akan hal itu.” Kata Hao Xiang membalas perkataan Ling Laohu sengit.


Keduanya pun kembali berdebat sengit, membuat Ling Feng mau tidak mau langsung memukul puncak kepalanya masing-masing, guna melerai kedua nya. Setelah kedua nya tenang, Ling Feng pun meminta kedua nya untuk berjaga-jaga kembali, karena diri nya hendak bermeditasi memulihkan kembali Qi nya.


"Aku ingin bermeditasi dahulu. Pada saat aku sedang bermeditasi, jadi jangan berisik pada saat itu. Apakah kalian berdua mengerti dengan apa yang kukatakan." Kata Ling Feng dengan tenang, namun menekan setiap kata yang keluar dari mulut nya, membuat Hao Xiang dan Ling Laohu bergidik ngeri.


“B-baik guru, tuan muda.” Ujar Hao Xiang dan Ling Laohu serempak. Setelah itu Ling Feng pun langsung mengambil sikap lotus, mengeluarkan sebuah pil pemulih dari cincin ruangnya dan langsung menelannya, kemudian ia pun menghembuskan nafasnya lalu mulai tenggelam dalam meditasinya.


>>>>>>______


Keesokan Harinya


Bulan pun telah menyelesaikan tugasnya, digantikan dengan matahari yang masih-masih malas menampakkan wujudnya dari ufuk timur. Ling Feng yang bermeditasi semalaman suntuk, Ling Feng pun memutuskan untuk menyudahi meditasinya. Pemandangan yang pertama kali Ling Feng lihat adalah Hao Xiang dan Ling Laohu yang masih dalam posisi yang sama semalam tidak bergerak sedikit pun.


Melihat Ling Feng telah selesai dengan meditasinya, Hao Xiang pun bertanya kepadanya. “Bagaimana guru kondisimu?” Tanya Hao Xiang.


“Ya setidaknya hampir enam puluh persen dari Qi guru sudah pulih.” Kata Ling Feng bangkit dari posisi lotusnya berdiri, merenggangkan tubuhnya yang kaku, karena sudah bermeditasi semalaman penuh. Ling Feng pun menyapu pandangan sekitarnya, melihat kawah besar yang tercipta dari ledakan kemarin.


“Kita akan melanjutkan kembali perjalanan kita.” Ujar Ling Feng seraya mengeluarkan pakaian dan jubah baru dari cincin ruangnya. Hao Xiang dan Ling Laohu menganggukkan kepalanya mengikuti keputusan Ling Feng.


“Tapi guru, kita harus melakukan sesuatu terlebih dahulu untuk kawah besar ini.” Kata Hao Xiang.


Ling Feng tidak menimpali perkataan Hao Xiang, sebaliknya ia pun langsung menggunakan elemen tanahnya, memanipulasi tanah di sekitar nya guna menutupi kawah besar akibat dari ledakan itu. Tidak membutuhkan waktu yang lama, kawah seluas lima puluh meter itu sudah hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, yang terlihat kini hanyalah sebuah tanah kosong dengan luas lima puluh meter.


Mengingat apa yang di lakukan oleh Ling Feng akan menarik perhatian. Jadi, setelah selesai menghilangkan kawah besar dan menaruh sekarung kecil yang berisikan penuh akan koin emas, mereka bertiga pun langsung pergi dari kota suma pagi hari itu juga, kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kota selanjut nya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.