
Jdaarrrr
Boooommm
>>>>>>______
Ledakan yang sangat besar membuat arena pertandingan dan sekitarnya berguncang cukup hebat. Para penonton masing-masing menelan salivanya dengan kasar. Jikalau para ahli penghalang tidak turun tangan tadi, dapat dipastikan bahwa efek benturan dari kedua serangan tadi, bisa membuat sekitarnya porak poranda.
Para ahli penghalang yang diantaranya ada beberapa tetua, menghela nafas lega, karena mereka berhasil tepat waktu untuk memperkuat penghalangnya kecuali, satu orang pria tua sepuh. Ketika semua orang merasakan kelegaan, dirinya saat ini sedang jatuh dalam situasi yang heran. Pria tua itu tidak lain adalah tetua kedua dari sekte lembah neraka.
Tetua itu pun sontak menyapu pandangan nya ke seluruh arena pertandingan, baik itu tempat para perwakilan, ataupun bangku penonton, namun nihil tidak menemukan siapapun yang ia curigai. Seorang tetua yang berada di sebelahnya pun menegur pria sepuh tersebut dengan mengajukan pertanyaan. “Apa yang terjadi Tetua? Anda terlihat seperti sedang mencari seseorang?” Tanya nya kepada tetua sekte lembah neraka.
“Ah tidak apa-apa. Hanya saja aku sempat merasakan keanehan sejenak tadi.” Kata Tetua kedua seraya melambai-lambaikan satu tangan nya. “Oh jika memang begitu, maka aku tidak akan bertanya lebih lanjut lagi.” Kata orang yang berada di sebelah nya, lalu pergi meninggalkan tetua kedua sendiri.
Tetua kedua sekali lagi menghela nafas pendek, lalu menyapu pandangannya lagi, namun benar-benar tidak merasakannya kembali. Seakan-akan jejak energi yang ia rasakan tadi, hilang dalam sekejap mata. “Sebenarnya siapa yang telah membantu kami?” Batin tetua kedua sangat penasaran di dalam hatinya.
>>>>>>______
Tempat Ling Feng dan To Mu
“Oho... Orang tua itu, dia mengetahui bahwa kamu diam-diam membantu memperkuat penghalangnya Feng’er.” Kata To Mu manggut-manggut. Ling Feng yang mendengar itu mengedikan kedua bahunya acuh, Ling Feng tentunya kenal betul dengan tetua kedua sekte lembah neraka, karena ia mempunyai kesan yang baik pada Ling Feng dan pernah berbincang-bicang, walaupun hanya singkat saja.
“Ia menyadari itu dengan instingnya, di tambah dengan penglihatan nya yang tajam, jadi tidak mustahil baginya untuk menyadari bahwa aku telah membantu diam-diam.” Kata Ling Feng mengedikan kedua bahunya acuh tak acuh.
>>>>>>_______
Kembali ke Arena Pertandingan
Sesaat setelah penghalang di perkuat, semua orang pun langsung melirik ke gumpalan asap putih yang masih tebal, walaupun sudah lima menit yang lalu berlalu. Sampai kemudian setelah lima menit kembali menunggu, asap putih pun perlahan mulai transparan dan tidak terlihat kembali. Baik itu para penonton, ataupun para tamu di tempat VIP.
Sampai kemudian terlihatlah pemandangan yang sangat jelas membuat semua pasang mata menatapnya tidak percaya. Baik itu Qing Xian, ataupun Bing Jiao, semuanya tidak ada yang berdiri. Keduanya sama-sama dalam posisi bertekuk lutut, menggunakan pedangnya sebagai tumpuan. Keduanya juga kehilangan kesadaran dirinya masing-masing. Terlihat arena pertandingan yang benar-benar berubah seperti mendan perang sekali kecil. Banyak kawah kecil yang tercipta, retakan dimana-mana, dan juga bekas pertarungan hebat dari keduanya. Membuat para penonton ada yang berdecak kagum, dan bereaksi ngeri ketika melihat arena pertandingan benar-benar kacau.
Sang Wasit pun bingung melihat kondisi itu, pasalnya ia tidak mengetahui siapa yang menang, dan siapa yang kalah, karena dua-duanya dalam posisi tidak sadarkan diri saat ini. Melihat kondisi yang tidak memungkinkan saat ini, sang wasit pun langsung memanggil tim medis untuk memberikan pertolongan pertama membawa kedua wanita tersebut ke ruangan pemulihan, dan untuk pengumuman siapa pemenangnya, akan di konfirmasi oleh kedua peserta tersebut.
>>>>>>______
Ruang Pemulihan
Sampai sebuah pertanyaan menarik perhatian Qing Xian untuk menoleh ke sampingnya, “Apakah kamu sudah bangun?” Sebuah pertanyaan yang terdengar jelas di telinga Qing Xian walaupun lirih. Ia pun sontak menoleh ke sampingnya, dimana ia membelalakkan matanya sedikit terkejut melihat sosok yang mengajukan pertanyaan kepadanya.
“Saudari... Kamu... Bagaimana bisa kamu ada di sini?” Tanya Qing Xian kepada sosok di sebelahnya. Sosok tersebut mengangkat sebelah alisnya heran, namun dirinya tetap menjawab pertanyaan Qing Xian, “Bagaimana bisa? Ya bukankah itu sudah jelas dengan aku banyak luka seperti ini, berarti aku sama seperti mu.” Jawab sosok tersebut apa adannya. Sosok tersebut tidak lain adalah Bing Jiao yang juga sama sepertinya, namun Bing Jiao sadar lebih dahulu kala itu.
“Eh jika seperti itu, lalu bagaimana dengan pertandingan nya?” Tanya Qing Xian dan di balas kedikan bahu oleh sosok di sampingnya. “Ya aku sendiri tidak tahu sih.” Jawab Bing Jiao apa adanya. Hening selama beberapa saat, suasana canggung pun tidak terhindarkan.
Qing Xian pun berinisiatif untuk memulai topik pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan kepada Bing Jiao. “Bagaimana kamu bisa mengenal Feng?” Tanya Qing Xian. Bing Jiao yang mendengar pertanyaan itu, tentunya sedikit kikuk awalnya, namun selang beberapa detik kemudian, senyuman pun tercetak bibir indahnya seraya berkata, “Apakah saudari Qing Xian yakin ingin mendengarnya? Cerita ku dan Kakak Feng tidaklah singkat loh? Aku rasa membutuhkan beberapa hari untuk menceritakan detail keseluruhan nya.” Kata Bing Jiao dengan bangga tentunya, seraya menyeringai tipis.
Qing Xian tidak menyangka, bahwa Bing Jiao akan menanggapinya dengan seperti itu, dirinya yang tidak mau kalah pun berkata, “Hehhh... Jika memang benar begitu, maka cerita ku dan Feng mungkin akan menghabiskan waktu satu minggu lebih lamanya.” Kata Qing Xian yang tidak mau kalah. Bing Jiao yang mendengar itu pun membelalakkan kedua matanya seraya terngaga sedikit ia sontak menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Satu minggu lebih?! Jika begitu, maka ceritaku dengan Kakak Feng berbulan-bulan lamanya.” Timpal Bing Jiao dengan cepat.
Keduanya pun berdebat cukup panas, bahkan sampai-sampai mengabaikan luka yang mereka derita, dan itu terbilang cukup serius. Baik itu Bing Jiao ataupun Qing Xian tidak ada yang mau mengalah, sampai setelah sepuluh menit berdebat dengan panas, keduanya pun terengah-engah kehabisan nafas. Keduanya saling tatap, sampai kemudian secara tiba-tiba keduanya langsung tertawa.
“Ternyata Saudari Bing Jiao yang terkenal dingin dan acuh tak acuh di luar, mempunyai sifat tidak terduga seperti ini juga ya.” Kata Qing Xian seraya terkekeh pelan. Bing Jiao yang mendengar itu langsung membalasnya, “Seharusnya aku yang bilang seperti itu. Aku tidak menyangka Saudari Qing Xian yang tidak pernah tersenyum bak jasad tanpa jiwa, bisa mengeluarkan reaksi seperti itu juga.” Kata Bing Jiao yang juga terkekeh pelan.
Keduanya lagi-lagi saling pandang dan tertawa dengan renyah. Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu jam, kedua wanita yang sama-sama mempunyai sifat dingin dan acuh tak acuh dengan orang asing, kini bersenda gurau satu sama lain.
“Saudari Bing Jiao ternyata tipe orang yang menarik ya.” Kata Qing Xian.
“Panggil saja nama depan ku. Kita bukan orang asing lagi.” Kata Bing Jiao tersenyum tipis seraya mengulurkan tangannya. Qing Xian yang mendengar itu ikut tersenyum juga, mengerti maksud dari perkataannya. “Begitu pun sebaliknya. Panggil juga dengan nama depan ku.” Kata Qing Xian lalu menyambut uluran tangan dari Bing Jiao.
>>>>>>______
Sementara Itu di Luar Ruang Pemulihan
“Wah yang benar saja?! Padahal beberapa jam yang lalu mereka terlihat seperti rival yang sama-sama ingin menjatuhkan lawannya. Kurang dari satu jam dan sedikit perdebatan kecil, keduanya sudah seakrab ini?! Benar-benar tidak terduga sama sekali.” Gumam seorang pemuda tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Pemuda itu, tidak lain adalah sosok yang menjadi topik pembicaraan dari kedua gadis yang saling bercengkerama riang di dalam ruangan pemulihan.
“Kau ini tidak mengerti Feng’er. Wanita itu bisa kompak dalam situasi-situasi tertentu dan contohnya adalah seperti yang kau lihat saat ini.” Kata To Mu dengan percaya diri di sebelahnya.
“Sungguh benar-benar sangat misterius.” Gumam Ling Feng pelan.
>>>>>> Beersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.