Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Penguasa Wilayah Selatan


Keesokan Harinya


Terlihat Pemuda dengan pakaian seadanya sedang melakukan pemanasan disana. Mulai dari berlari-lari kecil, melompat-lompat, sampai terbang melesat di kesempitan rute hutan. "Sembilan ribu Sembilan ratus sembilan puluh sembilan…" Gumamnya sembari melakukan pemanasan dimana kaki nya di atas dan kepala nya dibawah di tumpu dengan satu jari saja mengangkat-turunkan tubuhnya.


"Sepuluh ribu." Gumamnya menumpu tubuhnya lalu mendorong nya ke atas terbang kebelakang. "Sudah selesai semua…Fyuhhhh." Katanya menyeka keringat yang muncul sedikit di dahinya. "Persiapan nya telah selesai sekarang kita pergi ke sana." Katanya lagi hendak pergi, namun sebelum pergi ia sempat menoleh kepada Gubuk Tua Tao.


Terlintas sedikit rencana untuk menjahili nya. Ling Feng menarik nafasnya dalam-dalam, "Guru…! Aku pergi dulu ya sekarang…!" Teriak Ling Feng lalu sesaat kemudian langsung terbang melesat menjauh. Tepat seperkian detik Ling Feng terbang, pintu gubuk Tua Tao langsung diledakkan tiba-tiba.


Booooommmm


"Bocah sia*an…! Pergi saja jika ingin pergi tidak perlu harus berteriak-teriak seperti itu murid tengil!" Teriak Tua Tao sebuah bola energi ke arah Ling Feng terbang, namun Ling Feng dengan gesit langsung menghindarinya di udara.


Ling Feng yang terbang sempat terkekeh baru kemudian melesat menjauh, dan tawanya itu sempat di lihat oleh Tua Tao. "Cihhhhh bocah ini memang…" Decak Tua Tao lalu masuk kembali ke dalam gubuk.


Kembali ke Ling Feng


"Hahahahaha…Orang tua itu benar-benar memasang wajah jeleknya." Ling Feng tertawa renyah mengingat kembali raut wajah kesal Tua Tao dan itu membuat nya puas. "Baiklah, penguasa mana dulu yang harus ku datangi ya." Gumam Ling Feng berhenti di tengah jalan.


Ada empat beast penguasa di Jurang Keabadian ini. Satu dari keempat beast tersebut telah di kalahkan oleh Ling Feng kala itu ketika ingin mendapatkan Api Hitam. Tersisa tiga lainnya yang masih hidup sampai sekarang. "Jarak yang dekat dari sini adalah selatan." Katanya sembari menoleh ke arah selatan lalu sedikit menyeringai.


"Penguasa selatan aku datang." Gumam Ling Feng sembari menyeringai lalu melesat cepat ke arah selatan. Baru saja ia melesat ke arah selatan, ada sekelompok beast terbang menuju dirinya. "Hehehe…" Ling Feng menyeringai lebar sembari mengeluarkan dua pedang dari cincin ruangnya.


"Kebetulan sekali…Teknik Elemen air: Tebasan Arus Cepat." Gumamnya melesat menambah kecepatan terbangnya ke arah sekelompok beast terbang itu yang membuat, sekelompok beast terbang terkejut melihat nya.


Kwaaaakkkk


Tidak lama, dalam beberapa menit saja Ling Feng sudah berhasil menebas habis kumpulan beast elang yang melesat ke arahnya. Ling Feng sempat meludah kesamping lalu kembali melesat terbang lagi terus ke arah selatan.


Ling Feng melesat terbang Tanpa adanya masalah sama sekali. Lalu setelah setengah jam terbang, dirinya pun sampai di aura terkuat dari selatan yang ia rasakan. "Jadi disini, kah tempatnya." Gumam Ling Feng menatap sebuah gua yang mana pintu guanya tertutup oleh semak-semak yang sangat lebat.


"Baiklah…" Katanya tersenyum simpul lalu mengalirkan Qi dan mengumpulkannya di telapak tangannya. "Teknik Sembilan Matahari: Tapak Matahari." Ling mengarahkan tinjunya ke arah mulut gua tersebut.


Booooommmm


Swaaaaahhhh


Tanah tiba-tiba bergetar selepas Teriakan keras dari gua bergema keluar. Bahkan getaran itu tidak berhenti dan semakin menguat dan keluarlah sebuah beast dengan memiliki tubuh panjang dan banyak kaki di tubuhnya.


Beast tersebut adalah seekor kelabang dengan bentuk tubuh yang jauh dari kata normal tentu nya. "Kau langsung bangun ya…Kukira, diperlukan beberapa waktu lagi untuk membangunkan mu." Gumam Ling Feng terkekeh. Kelabang itu menatap marah Ling Feng, karena telah mengganggu diri nya.


Swaaaaahhhh


"Ayolah jangan seperti itu, siapa yang tau di akhir, kan…Siapa tau malah sebaliknya yaitu, aku yang membunuh dirimu." Kata Ling Feng yang paham dengan teriakan Kelabang tersebut. Kelabang tersebut kembali berteriak lalu melesat menyerang Ling Feng.


Claaannnggg


Bammmmmm


Ling Feng memasang ekspresi wajah remeh Membuat Kelabang itu berteriak kembali lalu menggerakkan ekornya menyerang Ling Feng dari belakang. Ling Feng yang menyadari itu langsung menghempaskan kepala Kelabang itu sesaat lalu menahan ekor kelabang dengan satu pedang lainnya.


Claaannnggg


"Tidak, tidak, jangan menyerang seperti itu tidak boleh." Kata Ling Feng masih santai menghadapi Beast Langit tingkat tinggi. Kelabang raksasa itu pun terkejut dengan reaksi cepat Ling Feng. Bahkan ia dapat menyadari serangan tersebut dan berhasil menahannya.


"Jangan memasang ekspresi seperti itu kelabang bodoh." Kata Ling Feng memasang ekspresi wajah meremehkan lagi. Dirinya langsung menghempaskan ekor kelabang tersebut juga lalu mengeluarkan tebasan ke arah kepala Kelabang Raksasa itu.


Shirngggg


Kelabang itu awalnya hanya diam saja menatap tebasan pedang biasa itu. Dirinya sangat percaya diri dapat menahan tebasan pedang tersebut dengan kulitnya yang keras, namun beberapa saat kemudian insting beast nya berkata untuk menghindari tebasan pedang tersebut.


Dalam sekejap tebasan pedang biasa yang mengarah ke lehernya langsung dihindari secepat yang ia bisa.


Shirngggg


Kraaaaakkk


"Hehhhhh Kukira kau akan menerima nya maka dengan itu akan selesai dengan cepat." Kata Ling Feng terkekeh. Kelabang tersebut menatap ngeri tebasan pedang yang di lancarkan oleh Ling Feng. Terlihat memang seperti sebuah tebasan pedang biasa, namun di dalam tebasan pedang itu mengandung energi pedang yang sangat kuat tentunya.


Walaupun ia mengira Ling Feng hanyalah makhluk bodoh tanpa aura, Kelabang tersebut menatap ngeri Ling Feng saat ini. Dirinya tidaklah bodoh yang akan terus-menerus bertarung jika lawannya lebih kuat darinya. Bahkan seluruh tubuh nya sudah tidak menandakan tanda-tanda perlawanan lagi setelah merasakan aura kuat dari tebasan yang Ling Feng lancarkan.


"Ehhh…Kenapa berhenti? Lanjutkan lagi…Aku masih belum puas." Kata Ling Feng dengan ekspresi wajah yang terlihat mengerikan di mata Kelabang Raksasa itu. Kelabang Raksasa itu tiba-tiba bergetar seluruh tubuhnya berniat untuk tunduk kepada Ling Feng. Ling Feng yang melihat tanda-tanda niat Membunuh kelabang raksasa sudah pudar langsung memasang ekspresi wajah acuh tak acuh.


"Cihhhhh…Membosankan." Gumam nya yang tiba-tiba sudah berada di atas Kelabang Raksasa itu melancarkan dua tebasan pedang ke arah Kelabang Raksasa itu yang seketika membuat Kelabang Raksasa itu terbelah menjadi beberapa bagian.


Shirngggg


Shirngggg


Ling Feng menatap tidak minat kelabang itu, lalu memungut Kristal Beast nya dan masuk kedalam Gua daripada Kelabang Raksasa itu. Beberapa saat kemudian ia keluar kembali dan terbang pergi menuju ke tempat penguasa lainnya.


"Semoga kedua sisanya, tidak seperti itu." Gumam Ling Feng melesat terbang ke arah mata angin lainnya.


>>>>>> Bersambung


Nb: Sorry Baru Up. Kemaren Author Gk sempet 🙏🏼