
“Baiklah tugasku di sini sudah selesai, aku hanya ingin mengatakan itu saja. Kalau begitu, selamat tinggal dan sampai berjumpa lagi.” Ucap sosok tersebut memberi hormat kepada Ling Xiao dan yang lainnya lalu berbalik pergi masuk ke kegelapan hutan dan menghilang dari begitu saja.
>>>>>>______
“Apa yang akan kita lakukan sekarang saudara?” Tanya Ling Huo seraya menoleh ke arah Ling Xiao. Ling Xiao yang mendengar itu menghembuskan nafasnya pelan seraya berkata, “Tenanglah. Saat ini kita harus tenang dan memikirkan segala macam cara yang ada supaya bisa mengabari yang lainnya tentang kondisi kita saat ini.” Jawab Ling Xiao yang dianggukki oleh kedua saudaranya itu.
Ling Xiao bangkit mendekati formasi tersebut dan beberapa kali menyentuhnya. Ia hendak memastikan kegunaan dari formasi tersebut. Ia memejamkan matanya mulai memeriksa formasi tersebut, dan beberapa saat kemudian kembali membuka matanya. Tepat seperti yang di katakan oleh sosok berpakaian hitam tadi, formasi tersebut tidak mempunyai fungsi lainnya selain fokus mengurung apa yang ada di dalamnya.
Situasi nya tidak terlalu buruk, karena mereka akan baik-baik saja. Namun di satu sisi tidak baik juga, karena tidak menutup kemungkinan sekelompok ras iblis akan datang kembali dan kemungkinan terburuknya mereka akan mati di sana.
“Ckkkk benar-benar tidak baik.” Gumam Ling Xiao. Ia pun bebalik dan berkata, “Cobalah untuk mengirimkan transmisi suara kepada Pamang Lang atau Bibi Hu.” Ucap Ling Xiao seraya menatap Ling Huo dan Ling Shui bergantian. Mendengar hal itu, kedua pemuda itu menganggukkan kepalanya.
“Sisanya, bantu aku serang formasi ini. Tidak perlu menahan diri dan kerahkan seluruh kekuatan kalian.” Ucap Ling Xiao seraya menatap tujuh orang yang ia bawa. Ia mengeluarkan kedua bilah pedang pendeknya dan mulai menyerang formasi tersebut dari dalam diikuti oleh ketujuh orang lainnya.
Sementara itu, Ling Huo dan Ling Shui mulai berusaha juga untuk mengirimkan transmisi suara kepada Pang Lang dan Ren Hu mengenai kondisi mereka saat ini. Ledakan demi ledakan membuat tanah di sekitar formasi penghalang bergetar, walaupun begitu formasi tersebut tidak sedikit pun tergores oleh serangan Ling Xiao dan yang lainnya.
“Jangan menyerah dan terus lanjutkan.” Ucap Ling Xiao seraya terus-terusan mengeluarkan tebasan demi tebasan aura pedang ke formasi penghalang tersebut.
“Kami mengerti!” Ucap serempak ketujuh orang tersebut dan terus-terus mengeluarkan serangan dengan harapan, formasi tersebut tergores sedikit saja bahkan jika itu hanya sebuah retakan kecil. Tapi, harapan hanyalah sekedar harapan. Formasi peghalang tersebut jauh lebih kuat dari dugaan Ling Xiao, bahkan setelah lebih lima hari berlalu, semua usaha Ling Xiao dan yang lainnya benar-benar tidak membuahkan hasil.
Brukkkk...?!
“Saudara istirahatlah terlebih dahulu. Kamu sudah enam hari tidak berhenti-henti menyerang formasi tersebut. Istirahat lah, bahkan jika itu sejenak saja.” Ucap Ling Huo menepuk pundak Ling Xiao yang hendak bangkit kembali. Awalnya Ling Xiao hendak mengacuhkan apa yang dikatakan oleh Ling Huo, namun pundak satunya lagi di tahan oleh Ling Shui.
“Tenanglah saudara. Tidak biasanya kamu yang tenang, panik seperti ini. Bukankah kamu sendiri yang bilang, dalam situasi gawat apapun, tenang adalah hal yang pertama kali harus di lakukan.” Ucap Ling Shui membuat Ling Xiao sedikit membelalakkan kedua matanya tersadarkan oleh perkataan saudaranya itu.
“Ah iya, maafkan aku saudara dan terima kasih.” Ucap Ling Xiao seraya menoleh kepada Ling Huo dan Ling Shui secara bergantian. Kedua saudaranya itu hanya tersenyum tipis seraya menganggukkan kepalanya. Setelah tersadarkan, Ling Xiao pun menyimpan kedua bilah pedang pendeknya kembali di lengan nya.
Ia menarik nafasnya cukup lama, dan langsung menghembuskan nya. “Tenanglah Ling Xiao. Kamu harus tenang. Jika tidak bisa melakukan pilihan pertama, gunakan pilihan kedua. Jika tidak bisa keduanya, maka ciptakan pilihan yang ketiga.” Batin Ling Xiao merenung cukup lama.
Ling Huo dan Ling Shui tersenyum tipis, keduanya memilih untuk diam saja, karena tidak ingin mengganggu saudaranya yang tengah merenungkan sesuatu yang sangat mendalam. “Pilihan ketiga... Pilihan ketiga... Menciptakan pilihan ketiga...” Batin Ling Xiao yang tiba-tiba terpikirkan sebuah perkataan adik kecilnya sebelum keberangkatan nya menuju daerah perbatasan.
“Hancurkanlah kertas formasi ini jika situasi kakak benar-benar buruk. Aku yakin pasti akan berguna untuk kakak jika jatuh ke dalam situasi yang sulit.” Ucapan Lin’er yang tiba-tiba terlintas dalam benak pikirannya.
“Saudara Huo, Saudara Shui, apa kalian diberikan sebuah kertas formasi juga oleh adik Lin’er?” Tanya Ling Xiao yang langsung di anggukki oleh keduanya.
“Ya kak, sebelumnya memang adik Lin’er memberikan kepada kita masing-masing sebuah kertas formasi.” Jawab Ling Huo seraya mengeluarkan sebuah kertas formasi diikuti oleh Ling Shui. Keduanya nampak bingung, karena mereka berdua tidak diberitahu fungsi kertas formasi tersebut itu apa.
“Apa yang akan kamu lakukan dengan kertas-kertas formasi itu saudara?” Tanya Ling Huo yang bingung. Ling Xiao tidak mengatakan apapun ia hanya kembali mendekat ke arah formasi tersebut lalu menempelkan kertas-kertas formasi tersebut ke dinding penghalang. “Baiklah sudah selesai. Aku ingin kalian berdua menyerang kertas formasi tersebut dengan tebasan aura pedang kalian. Semakin intens aura pedangnya semakin baik.” Ucap Ling Xiao dengan wajah serius.
Keduanya saling pandang, namun serempak langsung menganggukkan kepalanya. Walaupun masih belum mengerti dengan rencana Ling Xiao, namun keduanya tetap mempercayai rencana dari saudaranya itu.
“Akan kuberi aba-aba. Pada saat hitungan ketiga, keluarkan serangan kalian berdua secara bersamaan.” Ucap Ling Xiao dengan nada serius yang dianggukki oleh Ling Huo dan Ling Shui. Keduanya nampak memasang kuda-kuda menyerang, dengan senjata masing-masing.
“1” Ucap Ling Xiao.
“2” Ucap Ling Xiao lagi seraya membuat Ling Huo dan Ling Shui menguatkan genggaman pada senjata masing-masing. Mengalirkan Qi dalam masing-masing ke dalam senjata mereka.
“3!” Ucap Ling Xiao sedikit berteriak membuat kedua pemuda itu serempak melangkah ke depan. Melancarkan serangan masing-masing dan mengarahkan nya kepada tiga kertas formasi yang Ling Xiao tempel di dinding penghalang.
Shringggg...!! Shringggg...!!
Booommmm...?!
Ledakan yang besar akibat dari benturan tebasan aura pedang dan kertas formasi membuat guncangan yang kekuatan nya dua kali lipat lebih kuat, dan hasil dari ledakan besar tersebut berhasil menciptakan sebuah retakan kecil dari formasi penghalang tersebut.
“Sekarang!” Batin Ling Xiao sesaat retakan dari formasi tersebut muncul. Namun hanya beberapa saat saja, sampai seperkian detik kemudian formasi penghalang itu kembali pulih.
“Kughhkkkk...!?” Ucap Ling Huo dan Ling Shui serempak bertekuk lutut, terkena luka dalam dan berakhir batuk darah.
“Saudara Huo! Saudara Shui!” Ujar Ling Xiao seraya mendekat kearah dua pemuda tersebut yang tengah bertekuk lutut. Keduanya mendongakkan kepalanya seraya tersenyum tipis dengan raut wajah nya yang sudah pucat.
“Bagaimana saudara? Apakah rencananya berhasil?” Tanya Ling Shui dengan suara yang serak seraya tersenyum lemah. Mendengar itu Ling Xiao tersenyum tipis dan berkata, “Iya saudara. Rencana nya berhasil. Berkat usaha kalian berdua, aku berhasil mengirimkannya.” Ucap Ling Xiao serraya mengulurkan satu tangannya ke depan dan membuka nya, memperlihatkan sebuah plakat yang telah ia hancurkan.
Ling Shui dan Ling Huo tersenyum puas, dan keduanya pun langsung jatuh terduduk seraya berkata, “Begitu, kah... Senang mendengarnya.” Ucap Ling Huo menyinggungkan senyuman lega tercetak jelas di wajahnya.
“Istirahatlah terlebih dahulu. Kerja bagus saudara-saudaraku.” Ucap Ling Xiao tersenyum tipis.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.