Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Jendral Kemarahan, Sa Dan


Sampai pada akhir nya iblis itu pun hancur, meledak menjadi kabut darah saking kuatnya tekanan Ling Feng sampai-sampai membuat nya menjadi kabut darah. Ling Feng menatap acuh kawah kecil, bekas tapak iblis itu lalu diri nya pun kembali melangkah ke puncak Gunung Lu.


>>>>>>______


Untuk sampai di puncak Gunung Lu setidaknya memakan waktu setengah jam saja, mengingat gunung tersebut tidaklah terlalu tinggi, dan bahkan daripada di sebut sebagai sebuah gunung, bukit yang lebih tinggi daripada bukit pada umum nya lebih cocok untuk namanya, namun entah kenapa masyarakat Kekaisaran Wu menyebut nya sebagai sebuah gunung. Ling Feng pun sampai di puncak Gunung Lu, di sana ia melihat sebuah kuil kecil yang telah hancur menyisakan fondasi-fondasinya saja.


Ling Feng sendiri tidak tertarik dengan kuil kecil itu, dirinya lebih tertarik dengan sosok yang sedang duduk di bawah kuil yang telah hampir hancur itu. Sosok tersebut terlihat sangat mengerikan dan mempunyai tubuh yang besar dan dua tanduk khas di dahi nya. Sosok mengerikan itu terlihat duduk dengan angkuh seraya memejamkan matanya, beberapa saat kemudian ia pun membuka kedua matanya. Memperlihatkan kedua matanya dengan pupil berwarna merah darah.


Sosok mengerikan itu melihat ke arah Ling Feng dengan pandangan tidak minat, dirinya lantas berkata, “Aku memang sudah menduga bahwa ada manusia yang naik ke Gunung terlarang ini, tapi aku tidak menyangka, bahwa manusia biasa dan lemah seperti mu bisa naik ke atas sini juga. Terlebih lagi masih sangat muda, kau benar-benar tidak sayang nyawa ya bocah.” Kata sosok mengerikan itu menatap Ling Feng tidak berminat dan bahkan jijik kepadanya.


Ling Feng sendiri mengacuhkan apa yang dikatakan sosok mengerikan itu kepadanya, sebaliknya ia begitu tenang dan menatap lurus tidak goyah ke arah sosok mengerikan itu, yang membuat sosok mengerikan itu mengubah cara duduknya dan menatap Ling Feng dengan pandangan yang aneh. Pasalnya jika hanya manusia biasa tanpa aura, pastinya akan langsung tidak sadarkan diri ketika melihatnya, tapi saat ini di hadapannya.


Seorang manusia biasa terlebih lagi masih sangat muda, terlihat baik-baik saja dan bersikap sangat tenang walaupun sedang berhadapan dengan dirinya.


“Kau... Bukan pemuda biasa. Siapa sebenarnya kau manusia?” Tatap sosok mengerikan itu seraya bertanya kepada Ling Feng. Lagi-lagi Ling Feng mengacuhkan apa yang dikatakan oleh sosok mengerikan itu, membuat sosok mengerikan itu mulai merasa tidak senang dengan sifat Ling Feng yang masih berani mengacuhkannya.


Entah apa yang dilakukan oleh iblis tersebut, tiba-tiba muncul sebuah api hitam tepat di sisi wajahnya. “Berani-beraninya makhluk rendahan seperti mu, mengabaikan kata-kataku. Sepertinya kau memang tidak sayang nyawamu ya.” Ucap iblis itu lalu api hitam yang berada di sisi wajahnya pun langsung melesat cepat ke arah Ling Feng dan meledak ketika mengenai dirinya dan membakarnya.


Swussshhhh......!! Boooommmm...?!


Sosok mengerikan itu masih dengan tatapan yang sama kembali mengubah cara duduknya menjadi lebih angkuh ketimbang sebelumnya, ia lalu menatap rendah ke arah Ling Feng lalu berkata, “Awalnya aku berniat membunuh mu langsung, tapi berani-beraninya makhluk rendahan seperti mu mengacuhkan ku makhluk yang unggul ini. Rasakanlah Api iblisku, dan berubahlah menjadi debu.” Ucap sosok mengerikan itu dengan nada merendahkan yang tidak lain adalah jendral iblis. Jendral Kemarahan, Sa Dan .


“Makhluk rendahan? Kalau begitu, makhluk yang kau rendahkan ini adalah makhluk yang akan mengubah mu menjadi debu.” Ucap suara dari balik api yang membara itu, membuat Sa Dan mengubah raut wajahnya menjadi serius ketika mendengar itu, dirinya pun refleks melihat ke arah api yang terlihat membara itu dan terkejut ketika melihat api hitam miliknya perlahan mulai menghilang.


Manusia yang ia kira sudah berhasil ia bakar habis, karena api hitam miliknya. Nyatanya masih terlihat baik-baik saja tanpa terluka sedikit pun. Sa Dan yang melihat itu pun semakin yakin, bahwa pemuda di hadapan nya ini bukanlah pemuda biasa. “Sudah kuduga kau memang bukan manusia sampah pada umumnya. Sepertinya kedatangan mu kemari bukan hanya sebuah kebetulan saja, tapi karena sudah mengetahui bahwa aku memang disini ya... Kekekeke menarik, menarik.” Ucap Sa Dan terkekeh kecil mengubah sudut pandangnya kepada Ling Feng mulai sedikit tertarik kepadanya.


“Ya kedatangan ku kemari memang untuk membunuhmu.” Ucap Ling Feng dengan santai mengatakan tujuannya, ia bahkan tidak berniat untuk menutup-nutupinya. Sa Dan yang mendengar itu pun langsung tertawa lantang, tawa yang keluar dari mulutnya itu bersamaan dengan ledakan aura yang mencekam dari tubuhnya.


“Kekekekeke...! Ingin membunuhku? Kau? Yang makhluk rendahan? Bangun bocah! Jangan mimpi di siang bolong seperti ini. Mustahil makhluk rendahan seperti mu bisa membunuh makhluk unggul seperti ku!” Teriak Sa Dan dengan nada mengejek, dan itu langsung di balas oleh wajah tenang Ling Feng.


Shringggg...?! Booooommmm...!!


“Dasar makhluk rendahan! Berani-beraninya kau memotong perkataan ku!” Teriak marah Sa Dan yang tersinggung lalu ia pun melemparkan api iblisnya kembali ke arah Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu tentunya tidak diam saja, ia mengangkat pedang hitamnya lalu menghunuskannya secara vertikal membelah api iblis milik Sa Dan. Membuat iblis itu terkejut bukan main, karena api iblisnya di hilangkan.


Swussshhhh... Shringggg...?!


Ling Feng tentunya tidak diam saja, ia memanfaatkan Sa Dan yang terkejut, dengan kembali melancarkan tebasan pedang beruntun ke arah iblis itu. “Teknik Pedang Yin Yang: Tebasan Hening beruntun.” Ujar Ling Feng.


Shringggg... Shringggg... Shringggg...


Sa Dan yang terkejut melihat api iblisnya berhasil di potong, kembali dikejutkan dengan beberapa tebasan pedang ke arahnya. Ia pun langsung melangkah mundur ke belakang lalu menggunakan teknik bertahannya.


“Teknik Perwujudan Api Iblis: Perisai Abadi.” Ucap Sa Dan mengubah api iblisnya, lalu membentuk sebuah perisai yang sangat kokoh.


Booooommmm......!!


Terlihat serangan tebasan Ling Feng berhasil di tahan oleh Sa Dan, namun iblis itu nampak terlihat kesal, karena suatu hal. Sampai kemudian kekesalannya itu bertambah, ketika mendengar apa yang di katakan oleh Ling Feng.


“Oioi... Ada apa ini? Makhluk unggulan berhasil di pukul mundur oleh makhluk rendahan? Jika faktannya seperti ini, bukankah sudah dapat diketahui siapa yang makhluk unggul dan rendahan?” Ucap Ling Feng dengan nada mengejek, membuat Sa Dan kesal bukan main ketika mendengarnya.


“Kepar*t! Aku tidak akan memaafkan mu bren*sek!” Teriak marah Sa Dan lalu bangkit dan kembali menerjang ke arah Ling Feng. Ling Feng terkekeh ketika mendengar teriakan itu, ia juga tidak tinggal diam lalu ikut maju juga. Ledakan kecil akibat bentrokan serangan pertama mereka pun menghempaskan apapun yang di dekat mereka, hal itu pun dilanjutkan dengan jual beli serangan yang sengit dari Ling Feng maupun Sa Dan.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.