
Setelah pengumuman tersebut Ling Feng langsung pergi ke tempat ruangan istirahat berada, namun baru saja dirinya ingin pergi tiba-tiba sebuah transmisi suara dikepalanya membuat langkah kaki nya berhenti.
Mendengar apa yang dikatakan orang tersebut, Ling Feng hanya terdiam lalu melangkah kembali menuju ruangan yang telah disiapkan. Peserta lomba yang lolos kini hanya tersisa setengah dari keseluruhan yang mendaftar. Pengurangan yang sangat drastis, dan itu disebabkan oleh seseorang yang tidak ingin terlihat menarik perhatian.
Sisi Lain Arena
"Tidak kusangka di turnamen alkemis ini akan banyak jenius yang bermunculan." Ucap Kepala Keluarga Qing. Walikota Anyi yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Benar sekali, ada tiga orang yang bisa membuat pil spiritual tingkat tinggi sungguh kebetulan yang baik untuk aliran putih." Kata walikota Anyi.
Ketua paviliun obat yang mendengar itu hanya mengelus-elus janggutnya yang panjang sembari memasang ekspresi yang cerah saat ini. Melihat ketua paviliun obat yang mengeluarkan hawa senang, Membuat kedua orang tersebut menjadi bingung dengan perubahan yang begitu cepat dari orang tua di pandangan mereka ini.
Qing Xian yang melihat tingkah orang tua dihadapannya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja memaklumi saja.
"Kakak Xian menurut kakak siapa yang akan memenangkan pertandingan alkemis ini?" Ucap Putri walikota tiba-tiba. Qing Xian yang mendengar itu sedikit mengingat-ingat para peserta tadi, lalu menjawabnya.
"Orang yang terakhir yang akan menang." Ucap Qing Xian tanpa beban. Putri walikota yang mendengar itu sedikit tidak terduga, bahwa Qing Xian akan memilih orang tersebut.
"Tidak kuduga kakak akan memilih orang itu, padahal pil yang ia buat berbeda dengan pil yang ia buat dengan yang lainnya. Lalu apa alasan kakak yang meyakini bahwa orang tersebut yang akan menang?" Ucap Putri walikota. Qing Xian yang mendengar itu tersenyum manis sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku sediri saja tidak mengetahui alasan aku memilih orang itu, namun Instingku berkata ia yang akan mengejutkan semua orang yang ada disini." Ucap Qing Xian. Putri walikota yang mendengar itu hanya ikut tersenyum juga lalu berkata sembari menatapnya.
"Kakak mengatakan hal itu seperti kakak pernah mengalami hal itu sendiri." Ucap Putri walikota. Qing Xian yang mendengar itu tertawa kecil. Mengalami sendiri, kah. Dirinya menjadi ingat kembali tentang pemuda yang ia kenal terakhir kali dan keberadaannya entah dimana.
Qing Xian entah mengapa merasakan bahwa pemuda tersebut masih ada disekitar sini dan ia yakin. Pasalnya ketika ia sedang menyelidiki pemuda itu, ia sempat mendengar dari pelayan rumah makannya, dan pelayan tersebut berkata bahwa pemuda itu sempat tertarik dengan turnamen alkemis ini.
"Apa jangan-jangan dia?" Gumam Qing Xian yang masih dapat didengar oleh Putri walikota.
"Dia siapa kak?" Tanya putri walikota yang penasaran dengan "dia" yang dimaksud oleh Qing Xian. Menyadari bahwa putri walikota dapat mendengarnya, Qing Xian langsung kembali dari lamunannya.
"Tidak bukan siapa-siapa putri." Ucap Qing Xian. Namun, putri walikota itu malah memasang ekspresi kesal diwajahnya.
"Kakak bukankah sudah kubilang untuk memanggil ku nama saja tidak perlu dengan putri. Kita bukan orang asing." ucap Putri walikota dengan ekspresi kesalnya sembari memajukan wajahnya membuat Qing Xian refleks mundur. Merasa tidak enak, Qing Xian membuang wajahnya lalu berkata.
"Kita sedang dalam pertemuan formal, tidak baik jika aku memanggil namamu." Ucap Qing Xian sembari memalingkan wajahnya. Putri walikota yang mendengar itu semakin dalam memasang ekspresi tersebut membuat Qing Xian mau tidak mau mengiyakan.
"Liu'er bukan putri Liu." Ulang Putri Liu dengan penekanan disetiap katanya. Qing Xian yang mendengar itu hanya terkekeh kecil.
"Iya, Iya, Liu'er jangan dianggap serius seperti itu." ucap Qing Xian sembari menutup mulutnya. Putri Liu yang mendengar itu hanya mendengus kesal kembali duduk memalingkan wajahnya. Merajuk itulah yang sedang dilakukan putri walikota ini.
Qing Xian yang melihat itu tertawa kecil, mengetahui tingkah perempuan yang menginjak dewasa ini ternyata masih tidak berubah.
"Sudahlah Liu'er kakak hanya bercanda saja tadi tidak serius seperti itu. Jika orang lain melihat Seorang putri Liu yang dingin bertingkah seperti ini apa jadinya nanti." Kata Qing Xian sembari mengelus-elus puncak kepala Putri Liu. Putri Liu masih tidak mau mengalihkan pandangannya. Melihat tingkah Putri Liu yang masih tidak mau menatapnya. Qing Xian mendekatkan wajahnya lebih tepatnya ke telinga putri Liu lalu membisikkan sesuatu.
Putri Liu yang awalnya merajuk merasa sedikit tertarik lalu mengalihkan pandangannya menatap Qing Xian dan berkata, "Apakah itu benar?" Kata Putri Liu. Qing Xian menghela nafas sesaat lalu tersenyum tanda berkata itu benar.
"Baiklah kalau begitu, dan sebenarnya aku juga tidak marah hanya ingin menjahili kakak saja hihihi." Ucap Putri Liu tanpa beban. Qing Xian yang mendengar itu sudah mengetahui bahwa perempuan yang dihadapannya itu pasti bertingkah seperti itu. Pada akhirnya Qing Xian hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.
Kembali ke Ling Feng
"Apa sebaiknya aku meminta paman untuk menyelidiki saja apa?" Gumam Ling Feng dan akhirnya memutuskan untuk memberitahunya. Ling Feng langsung mengirimkan transmisi suara kepada Long Tian.
Pada saat ia sedang memejamkan matanya, tiba-tiba datang seorang pemuda kehadapan nya. Menyadari ada seseorang, Ling Feng membuka kedua matanya. Pemuda tersebut adalah tuan muda dari paviliun obat. Pemuda itu datang dengan wajah tidak ramah untuk dilihat, akan tetapi Ling Feng tidak peduli dan berkata.
"Apa yang kau inginkan. Bukankah lebih baik kau memilihkan kekuatan mu dari pada repot-repot berbicara denganku" Ucap Ling Feng acuh tak acuh. Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng, Tuan muda paviliun obat memasang ekspresi wajah tidak terima.
"K-kau bagaimana bisa orang seperti kau…Tidak, aku tidak terima mendapatkan hasil seperti ini." Kata Tuan muda paviliun obat sedikit meninggikan nada tidak terimanya menundukkan kepalanya menggertakkan giginya. Ling Feng sendiri acuh tak acuh ketika mendengarnya.
Bahkan para peserta yang lain mulai berbisik-bisik tentang tuan muda tersebut dengan Ling Feng saat ini. Tuan muda paviliun mendongakan kepalanya menatap Ling Feng sembari menunjuk dirinya dan berkata.
"Bertarung lah dengan ku diatas arena nanti." Ucap tuan muda paviliun obat dengan nada yang serius. Ling Feng yang mendengar itu bangkit dari duduknya lalu menatap tuan muda tersebut dan berkata yang membuat semua orang disana terkejut mendengarnya.
"Aku tidak mau melakukan nya." Ucap Ling Feng bangkit pergi dari sana.
>>>>> Bersambung