Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Kepintaran Zi Liu


"Apakah kau sudah mengantarkan pesannya?" Tanya To Mu kepada Pang Lang. Pang Lang lantas mengangkat sebelah tangannya dan memberi isyarat bahwa sudah dilakukan. "Baguslah kalau begitu." Kata To Mu lalu keduanya pun pergi dari sana.


Tepat setelah kepergian To Mu dan Pang Lang. Tidak lama datang beberapa prajurit yang di pimpin oleh Seorang wanita datang ke keluarga Qing. Wanita tersebut adalah Zi Liu yang datang dengan prajurit kota. Dirinya datang ke keluarga Qing karena sebuah pesan yang ditinggalkan oleh entah siapa yang mengatakan bahwa keluarga Qing dalam bahaya sekarang. Yang mana pengirimnya adalah Pang Lang.


Tanpa berpikir panjang ia langsung bergegas bersiap-siap dengan seratus prajurit kota yang sudah siap sedia dan langsung meluncur ke kediaman keluarga Qing secepatnya.


Ketika ia sampai dan kediaman Qing terlihat sangat sepi. Tanpa basa-basi Zi Liu langsung menerobos masuk kedalam kediaman tersebut. Ketika ia masuk kedalam Kediaman tersebut, terlihatlah banyak anggota keluarga Qing yang tergeletak tidak sadarkan diri.


"Cepat cek orang-orang tersebut apakah masih hidup atau sudah mati." Kata Zi Liu kepada salah satu prajurit. Satu prajurit pun maju untuk memeriksa salah satu keadaan orang Keluarga Qing. "Bagaimana?" Tanya Zi Liu. "Masih bernafas tuan putri. Hanya saja mereka tidak sadarkan diri karena Qi mereka benar-benar habis" Kata Prajurit tersebut, karena tidak merasakan Qi sama sekali dari orang keluarga Qing tersebut.


Mendengar hal itu Zi Liu kembali berkata. "Cepat lakukan pertolongan pertama kepada orang-orang keluarga Qing." Perintah Zi Liu. Ia lantas pergi dari sana menuju ruangan Qing Xian. Kebetulan untuk menuju ruangan Qing Xian harus melewati ruangan pertemuan.


Jadi pada saat ia didepan ruang pertemuan, Zi Liu berhenti bergerak dan terdiam melihat ruangan tersebut. Lalu ia pun mendengar suara samar Qing Lao. "Liu'er kami didalam." Kata suara dibalik pintu ruangan pertemuan.


Mendengar hal itu Zi Liu langsung masuk dan sekali lagi terkejut dengan pemandangan yang jauh lebih berantakan daripada di luar. Zi Liu pun langsung bergegas mulai mengevakuasi yang lainnya dan dibantu dengan beberapa prajurit yang kemudian datang.


Beberapa Jam Kemudian


Satu persatu anggota keluarga Qing mulai sadar dari pingsannya. Walaupun masih lemah, karena Qi mereka telah habis total atau lebih tepatnya diserap habis oleh Iblis yang bekerja sama dengan Qing Shuang.


Hanya saja diantara seluruh keluarga Qing yang lainnya ada satu wanita yang masih kunjung tidak sadar sampai saat ini. Disebuah kamar telah berkumpul Qing Lao yang sudah lebih baik, Zi Liu yang senantiasa menunggu, serta Qing Fei yang khawatir terhadap putrinya.


"Lao'er apakah bagaimana dengan keadaan Xian'er?" Tanya khawatir dari Qing Fei. Mendengar hal itu Qing Lao menghela nafas lalu berkata. "Ayah…Xian'er baik-baik saja sekarang. Ia hanya kelelahan dan sedikit terluka dalam saja." Kata Qing Lao mengatakan sesuai yang disampaikan To Mu.


"Lalu mengapa sampai saat ini tidak kunjung sadar juga? Dan lagi bukankah kita harus memanggil tabib semacamnya untuk membantu Pemulihan Xian'er lebih cepat?" Kata Qing Fei yang masih sangat khawatir dengan putrinya itu.


"Apa yang dikatakan oleh putra mu benar kepala keluarga. Nona Qing Xian akan baik-baik saja jika sudah beristirahat total dengan cukup. Selain daripada itu lebih baik anda istirahat sekarang. Tubuh anda belum benar-benar pulih sekarang." Kata sosok yang baru muncul dari pintu yang tidak lain adalah To Mu. Mendengar hal itu Qing Fei masih tidak tenang, namun setelah mendengar perkataan dari To Mu ia mulai membuang pikiran negatifnya dan kembali ke kamarnya.


To Mu juga berkata hal yang sama kepada Qing Lao untuk beristirahat. Tersisa To Mu dan Zi Liu yang menemani Qing Xian yang belum sadarkan diri. "Tuan To Mu apakah saya boleh bertanya sesuatu kepada anda?" Kata Zi Liu.


"Apakah anda, orang yang mengirim surat kepada saya dengan isi untuk datang kemari? Lalu kehadiran anda di keluarga Qing ini seakan-akan anda sudah tau kejadiannya bakal seperti ini. Sebenarnya tujuan apa anda datang ke keluarga Qing ini?" Tanya Zi Liu lagi dengan nada serius.


"Seperti yang diharapkan dari putri seorang walikota. Kau cepat tangkap dengan situasi yang bahkan baru beberapa saat kau ketahui. Tapi, maaf aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Kau bisa tanyakan langsung kepada nona Xian." Kata To Mu lalu menghilang dari sana.


Membuat Zi Liu terkejut dan ingin mengejarnya, namun tepat To Mu menghilang. Qing Xian perlahan-lahan mulai menunjukkan tanda-tanda siuman. Zi Liu pun tidak jadi mengejarnya dan fokus kepada Qing Xian yang mulai siuman.


"Ehhhhh…Dimana ini?" Gumam Qing Xian sembari melihat sekelilingnya dan terlihat seorang wanita dalam pandangannya. "Syukurlah kak akhirnya kau siuman juga." Kata wanita yang tidak lain adalah Zi Liu.


Melihat Zi Liu disana Qing Xian bingung. "Liu'er berapa jam aku tidak sadarkan diri?" Tanya Qing Xian. Zi Liu menjawabnya, "Kau tidak sadarkan selama hampir sepuluh jam lamanya kak." Kata Zi Liu. Ia lantas berkata kembali. "Kau tau sejak aku mendapatkan surat bahwa keluarga Qing dalam bahaya, secepat yang aku bisa…Liu'er datang kemari. Sampai kemudian…" Kata Zi Liu menceritakan seluruh kronologisnya yang membuat Qing Xian mau tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan wanita tersebut.


"Bocah perempuan itu benar-benar cerewet jika bersama orang yang ia anggap dekat. Namun, sikapnya langsung berubah drastis jika itu adalah orang luar. Seperti mempunyai kepribadian ganda saja." Kata To Mu yang sedang duduk di atas atap keluarga Qing dengan seorang pria lain menemaninya disana.


"Benar sekali. Aku tidak menyangka ia akan sadar bahwa dirinya akan sadar secepat itu. Benar-benar wanita yang sangat cerdas dan tangkap." Kata Pria tersebut yang tidak lain adalah Pang Lang. To Mu hanya menganggukkan kepalanya membenarkan.


Melihat To Mu yang termenung tersebut Pang Lang berniat mengganti topik pembicaraan. "Menurut kakak apa yang sedang tuan muda lakukan saat ini?" Tanya Pang Lang. Mendengar pertanyaan itu To Mu sempat tersenyum simpul dan berkata. "Entahlah mungkin saja ia sedang mencari harta-harta sebelum memulai pelatihan tertutupnya di area terlarang itu." Jawab To Mu tanpa beban. Membuat Pang Lang menggelengkan kepalanya saat mendengar itu.


Di sisi Ling Feng


"Achuuu…Brrrr…Siapa lagi sih yang membicarakan ku." Kata kesal sosok pemuda yang tidak lain Ling Feng sedang duduk santai di punggung pemimpin serigala itu.


"Awwwhhhuuu…" Salah satu Serigala melolong. Ling Feng yang mendengar itu lantas berkata, "Ingat jangan lupa ada yang ketinggalan. Ketinggalan satu saja…Jatah daging bakar kalian akan hilang." Kata Ling Feng membuat sekelompok serigala itu bergidik ngeri.


"Baguslah kalau mengeriti. Kitta pergi ke tempat selanjutnya Lang Hei." Kata Ling Feng dengan senyum lebar pergi dari sana melesat ke tempat selanjutnya.


>>>>>>> Bersambung