Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Pengalaman Pertama Yang Dirusak


Memakan beberapa jam lamanya untuk melatih kedelapan anak tersebut. Ling Feng sungguh takjub dengan kecakapan mereka pada usia yang dimana mereka harusnya sedang bermain-main. Ia benar-benar sangat takjub dengan tekad mereka untuk menjadi kuat. Yang dibutuhkan oleh mereka saat ini adalah hanyalah waktu.


"Aku ingin memberitahukan satu hal lagi saat ini. Beberapa hari lagi kalian akan keluar dari dunia jiwa." Kata Ling Feng memberitahukan hal tersebut. Sontak Para anak-anak terkejut mendengarnya. "Kenapa kita harus pergi dari sini kak? Bukankah kami masih lemah saat ini. Kami tidak akan banyak membantu kakak nantinya." Kata Lie Huo diangguki oleh yang lainnya.


Xiao pun berkata. "Tenang dulu Huo'er. Kakak belum selesai bicara saat ini. Tunggu ia menyelesaikan perkataannya sampai tuntas." Kata Xiao menasehati Lie Huo. Mendengar hal itu Lie Huo sadar lalu meminta maaf kepada Ling Feng.


"Tidak perlu meminta maaf, kakak juga yang salah malah berkata yang membuat kalian menjadi salah paham." Kata Ling Feng. "Baiklah kakak akan menjelaskannya, kalian hanya pindah tempat pelatihan saja. Pasca di dunia luar kalian masih akan terus berlatih sampainya disana. Tentunya jika kalian sudah masuk kategori kuat paman Lang kalian aku langsung turun menjalani tugas nyata." Kata Ling Feng.


Lin kecil pun mengangkat tangannya dan bertanya. "Memangnya kakak ingin pergi kemana? Apakah kakak akan pergi jauh saat ini." Tanya Lin kecil. Ling Feng tersenyum lalu mengacak rambut Lin kecil. "Kakak hanya ingin berlatih saja. Namun, yang jadi masalah pelatihan kakak kali ini akan memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, kalian mulai nanti akan berlatih di dunia luar." Kata Ling Feng tersenyum. Mendengar hal seluruh anak-anak tersebut memahaminya.


Setelah dirasa cukup melatih mereka semua, Ling Feng pun keluar dari dunia jiwa. Ketika ia keluar malam hari pun sudah usai digantikan dengan pagi hari yang cerah. Ling Feng berjalan ke arah jendela dan membukanya sembari merenggangkan tubuhnya.


Tidak lama pintu ruangannya diketuk. Ling Feng berkata dari dalam. "Masuk saja tidak di kunci." Kata Ling Feng. Pintu kamarnya pun dibuka terlihat sosok yang tidak terduga. "Xian'er? Ada apa datang pagi-pagi sekali kemari?" Tanya Ling Feng. "J-jangan salah paham aku kemari hanya ingin bertemu Lin'er saja tidak ada maksud untuk bertemu dengan mu." Kata Qing Xian sembari membuang wajahnya kesamping.


Ling Feng yang mendengar itu tersenyum simpul lalu dan teringat akan sesuatu. "Ehhhhh benarkah untuk bertemu Lin'er? Atau kau menggunakan Lin'er untuk bertemu dengan ku." Kata Ling Feng sembari menaik-turunkan alisnya. Qing Xian yang mendengar itu sedikit tersipu dan langsung berkata lagi.


"S-sudah kubilang aku kemari hanya ada janji dengan Lin'er." Kata Qing Xian memalingkan wajahnya supaya Ling Feng tidak bisa melihatnya, namun sayang sang empu sudah menyadari hal itu. "Benarkah itu…? Tapi raut wajah mu berkata lain loh." Kata Ling Feng. Qing Xian yang mendengar itu terdiam dan berkata.


"I-Ini karena disini sangat panas bukan karena aku malu atau semacamnya." Kata Qing Xian bertingkah labil. Ling Feng yang melihat tingkah itu Qing Xian tidak bisa untuk menahan tawanya lagi.


Qing Xian yang merasa dirinya ditertawakan menatap kesal Ling Feng. "Memangnya ada yang lucu hahhhh." Kata Qing Xian kesal. Ling Feng masih saja terus tertawa renyah dan berkata. "Habisnya tingkah mu yang mencari-cari alasan benar-benar sangat lucu. Tidak kusangka wanita yang terkenal akan sikap dingin acuh tak acuhnya mempunyai sisi lain yang seperti itu hahahaha." Kata Ling Feng sembari tertawa.


Qing Xian yang mendengar itu ingin meledak saat itu juga. Ia merasa dipermainkan oleh Ling Feng. Ia lantas maju ingin memukul kepala Ling Feng agar sang empu berhenti tertawa, namun ia tiba-tiba sadar ketika melihat wajah Ling Feng kala itu.


Seakan-akan tersihir oleh ketampanan Ling Feng, Qing Xian yang awalnya kesal seketika terdiam melihat wajah Ling Feng yang tampan ketika tertawa renyah seperti itu. "Ahhh nikmat mana lagi yang telah kau dustakan." Kata Qing Xian tidak sadar.


"Tentu nikmat mana lagi yang kau dustakan saat ini." Kata Ling Feng yang juga menatap Qing Xian. Hening seketika awalnya yang ramai kini menjadi sepi bahkan suara hembusan nafas masing-masing Terdengar. Ling Feng menatap kedua bola mata Qing Xian yang lentik dan Qing Xian pun sebaliknya menatap kedua mata Ling Feng.


Di satu sisi ia tidak ingin mengalihkan pandangan matanya. Dan disisi lain ia tidak tau apa yang harus ia lakukan saat itu. Ling Feng pun juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda dengan Qing Xian. Jantungnya kedua berdetak lebih cepat dari pada biasanya.


Ling Feng secara tidak sadar menggerakkan satu tangannya dan memegang dagu dari Qing Xian. Qing Xian sendiri tidak menolak perlakuan tersebut dan terlihat seperti membiarkannya saja. Ling Feng sempat mengalihkan pandangannya ke bibir Qing Xian lalu kembali menatap mata Qing Xian dengan tatapan penuh arti.


Qing Xian yang ditatap seperti itu seakan-akan mengerti akan tatapan tersebut dan ia pun menutup kedua matanya. Ling Feng yang melihat Qing Xian menutup kedua matanya pun sedikit menarik lembut dagu Qing Xian dan membawanya kepada wajahnya.


Hembusan nafas keduanya pun mulai terdengar sangat jelas. Qing Xian pun sudah tidak bisa berpikir jernih lagi dan hanya mengikuti alurnya saja. Ling Feng sendiri juga tidak jauh berbeda ia mengikuti insting dari seorang pria dan membiarkannya bergerak sealami mungkin.


Pada saat itu juga, detik itu juga. Bibir Ling Feng dan Qing Xian pun bersentuhan lembut. Qing Xian yang merasakan sentuhan di bibirnya tidak berani bereaksi apapun, bahkan membuka kedua matanya saja ia tidak berani, karena jika ia melakukan hal itu momen tersebut akan hancur.


Kedua detak jantung mereka semakin cepat berdetak. Pada saat Ling Feng mulai ingin memulai mengambil inisiatif, tiba-tiba suasana tersebut hancur seketika.


Tok Tok Tok


"Feng'er sudah pagi ingin ikut dengan kami tidak?" Suara dari luar yang tidak lain adalah Long Tian sembari mengetuk pintu kamarnya. Sontak Qing Xian membuka kedua matanya dan refleks mendorong Ling Feng saat itu juga.


Ling Feng yang tidak siap pun terpental kebelakang karena Qing Xian menggunakan Qi untuk mendorongnya. Qing Xian dalam sekali gerak membuka pintu tersebut membuat Long Tian, To Mu, dan Pang Lang terkejut ketika yang keluar adalah Qing Xian bukan Ling Feng.


Tanpa berbicara sedikit pun Qing Xian langsung menggunakan langkah seribu pergi dari sana meninggalkan Ketiga orang tersebut yang bingung. "Kenapa dengan wanita itu? kenapa ia berlari sangat cepat?" Kata Long Tian yang merasa sangat aneh.


Ia lantas mengalihkan pandangannya ke kamar Ling Feng dan melihat sang empu sedang tergeletak di lantai. "Ohhhh Feng'er kau sudah bangun rupanya. Nona Xian tadi keluar dari kamar mu dan berlari sangat cepat. Ada apa dengannya?" Tanya Long Tian.


Ling Feng yang mendengar itu hanya memasang wajah masam. "Paman kau sudah merusak momennya tau." Kata Ling Feng dengan wajah masam. Long Tian yang mendengar itu tidak mengerti, Pang Lang dan To Mu yang paham hanya menghela nafas saja melihat Long Tian dengan wajah polosnya tersebut.


>>>>>> Bersambung