Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Diikuti


“Aku akan mengurus mereka yang mengikuti kita, tolong jaga ketiga wanita itu saudara.” Ucap Ling Feng kepada Yang Sun. “Aku mengerti saudara. Berhati-hatilah.” Ucap Yang Sun. Ling Feng pun langsung menghilang dari kerumunan bergerak ke arah orang-orang yang mengikuti mereka.


>>>>>>______


Orang-orang yang mengikuti Ling Feng dan yang lainnya pun terkejut, ketika melihat Ling Feng yang seharusnya berada di sebelah Yang Sun mendadak hilang dalam sekejap. Mereka semua pun menoleh ke kanan dan kiri, tapi tidak mendapati pemuda tersebut pergi ke mana.


Sampai beberapa detik kemudian salah satu dari mereka berhasil menemukan Ling Feng yang sedang menuju ke gang kecil diantara toko-toko tersebut. “Itu dia di sana. Cepat kejar ia dan jangan sampai lolos.” Ucap salah satu dari orang yang mengikuti Ling Feng dan yang lainnya. Orang yang menemukan Ling Feng pun langsung memberikan isyarat kepada yang lainnya untuk mengejar Ling Feng dengan menyisakan tiga orang untuk mengawasi Yang Sun dan yang lainnya.


Ling Feng sendiri sedikit melirik ke belakang dan benar saja ada beberapa orang berjubah yang sedang mengejarnya. Pemuda itu hanya tersenyum tipis kepada orang-orang yang berjubah tersebut lalu masuk ke dalam gang tersebut. Mereka yang mengikuti Ling Feng pun menggertakkan giginya, ketika melihat Ling Feng yang tersenyum kepada mereka seolah-olah Ling Feng meremehkan mereka.


“Bocah itu, dia benar-benar meremehkan kita.” Ujar salah satu dari mereka yang marah, karena merasa di ejek oleh Ling Feng. Temannya yang berada di sampingnya hanya diam saja, namun di dalam hatinya ia juga tidak senang, karena senyuman Ling Feng. Sekelompok orang tersebut pun mempercepat lari mereka dan menyusul ke gang yang Ling Feng masuki.


Tepat ketika mereka sampai di mulut gang yang Ling Feng masuki, hasilnya nihil tidak mendapati Ling Feng. Tentunya itu membuat semua orang yang mengejarnya membelalakkan kedua mata nya terkejut, karena jelas-jelas Ling Feng baru saja masuk ke dalam gang tersebut. Akan tetapi, di dalam gang tersebut tidak ada siapapun di sana, terlebih lagi jejak aura nya pun tidak ada sama sekali.


“Sial! Jelas-jelas bocah itu baru masuk ke gang ini, tapi bagaimana bisa ia hilang begitu saja?! Ini sudah pasti bocah itu sedang mempermainkan kita semua!” Umpat salah satu dari mereka berdecak kesal. Mereka mencari-cari sampai salah satu dari mereka menunjuk ke arah langit-langit bangunan di hadapan orang-orang tersebut seraya berteriak, “Itu disana! Bocah itu berada di atas bangunan!” Ujar salah satu dari mereka yang menemukan Ling Feng lalu mulai melesat cepat naik ke atas bangunan untuk mengejar Ling Feng dan diikuti yang lain nya.


Ling Feng sendiri hanya berdiri dengan tenang di atap salah satu bangunan seraya menatap santai sekelompok orang yang sedang menuju ke arah nya. Sampai beberapa detik kemudian dua belas orang berjubah pun sudah berada tepat di hadapan Ling Feng.


“Bocah sia*an, selain berani-beraninya melukai tuan muda kami. Kamu juga sangat berani mempermainkan kami ya bocah.” Ucap salah satu dari orang yang mengejar Ling Feng menatap jengkel ke arah pemuda tersebut. Ling Feng yang mendengar itu pun tersenyum kembali seraya berkata, “Jadi begitu, kalian bawahan dari bangsawan bodoh itu ya. Pantas saja bodoh nya tidak beda jauh.” Ucap Ling Feng.


Mendengar hal itu tentunya membuat semua orang yang mengejar Ling Feng tidak senang dengan apa yang dikatakan nya. “Kepa*at! Tarik kembali ucapanmu bocah sia*an!” Teriak salah satu dari orang yang mengejar Ling Feng hendak maju menyerang, namun di tahan oleh orang yang berdiri tepat di hadapan mereka.


“Tenang dulu. Pemuda ini hanya memprovokasi kalian. Jangan terpancing.” Ucap orang tersebut menghentikan kawannya yang hendak menyerang ke arah Ling Feng. Kawannya yang hendak menyerang pun langsung berkata, “Tapi, kapten. Apa yang telah ia katakan tidak bisa dimaafkan, berani-beraninya ia menghina kita. Terlebih lagi ia juga menghina tuan muda kita. Mana mungkin akan diam saja.” Ucap orang tersebut kepada orang yang tidak lain adalah pimpinan mereka.


“Terlebih lagi ia hanya manusia biasa tanpa aura kultivasi sedikit pun.” Ucap orang tersebut kepada kaptennya.


Pemimpin dari orang-orang tersebut pun menganggukkan kepalanya dan berkata lagi, “Aku juga mengerti maksudmu. Tapi, kita juga tidak bisa mengabaikan fakta, bahwa kita kehilangan jejak dalam mengawasinya.” Jelas pemimpin orang-orang tersebut masuk akal. Pemimpin tersebut pun menatap ke arah Ling Feng seraya berkata lagi, “Kemungkinan besar ia mempunyai sebuah artefak untuk menutupi aura kultivasi nya. Jadi kita tidak boleh gegabah dan termakan oleh triknya.” Ucap lagi sang pemimpin.


“Hoammm... Apakah kalian sudah selesai berdebatnya? Kalau sudah, cepat serang aku sekarang juga. Waktuku tidak banyak soalnya untuk melayani sampah-sampah seperti kalian.” Ucap Ling Feng dengan santainya. Membuat siapapun yang mendengar itu pastinya akan marah, karena di hina seperti itu.


“Bocah sia*an, aku pasti akan membuat mu babak belur terlebih dahulu baru kemudian menyerahkan mu kepada tuan muda.” Ujar orang tersebut yang sudah berada di hadapan Ling Feng dengan Qi nya yang sudah terfokus pada tinjunya dan siap menyerang.


“Hehhhh... Coba saja kalau kau bisa.” Timpal Ling Feng seraya tersenyum mengejek, walaupun orang tersebut sudah berada tepat di hadapan nya.


“Terima ini bocah! Tinju Pembelah Langit!” Teriak orang tersebut melesatkan pukulannya dengan kecepatan penuh ke arah Ling Feng.


Swossshhhh...?!


“Apa?! Bagaimana itu mungkin?!” Ucap orang tersebut refleks ketika melihat serangan tinjunya hanya mengenai angin kosong saja atau bisa di bilang meleset tidak mengenai Ling Feng. Tidak hanya orang tersebut saja yang terkejut, teman-temannya pun sama terkejutnya, karena jelas-jelas jarak keduanya benar-benar sangat dekat, jadi bagaimana bisa pemuda itu bisa menghindari serangan secepat itu dalam jarak sedekat itu.


“Tidak ada yang tidak mungkin bodoh.” Ucap Ling Feng yang menyadarkan orang tersebut dari keterkejutannya. Tepat orang tersebut hendak mundur menjaga jarak, Ling Feng tidak membiarkan hal itu dan muncul di hadapan nya dan langsung menendangnya cukup kuat.


Orang tersebut yang di tendang oleh Ling Feng melesat cepat sejauh puluhan meter dan baru berhenti setelah membentuk kawah kecil di tengah-tengah jalanan kota.


Bugghhhkkkk...?! Kraaaakkkk...?!


Boooommmmm...!!


“Sangat cepat dan terlebih kekuatannya...” Batin dari teman-teman orang tersebut ketika melihat serangan Ling Feng yang begitu kuat. Terlebih lagi mereka semua bisa mendengar dengan jelas suara patah tulang yang berasal dari orang tersebut, orang yang baru saja di terbangkan oleh Ling Feng.


“Baiklah, siapa lagi yang akan maju. Kalau tidak ada, maka aku yang akan maju. Aku sudah bilang tadi, waktu ku tidak banyak.” Ucap Ling Feng lalu melesat ke arah sekelompok orang yang mengejarnya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.