
Pada saat pergi dari tempat disana Qing Xian bertanya kepada Ling Feng. "Feng apa tidak apa-apa membiarkannya seperti itu?"Tanya Qing Xian. "Tidak apa-apa membiarkan apa maksud mu?" Tanya balik Ling Feng. "Ah…Ya…Membiarkannya begitu saja maksud ku? Apakah tidak apa-apa bagaimana kalau ada orang lain nantinya disana." Kata Qing Xian.
Ling Feng yang mendengar itu langsung teringat. "Ah kau benar…Cincin ruangnya masih belum aku ambil sayang sekali aku menyiksanya tanpa pamrih." Kata Ling Feng langsung melesat kembali. Qing Xian yang mendengar itu menepuk dahinya pasrah menyerah menjelaskannya. "Aku menyerah menjelaskannya." Gumam Qing Xian pasrah.
Di satu sisi
"Benar-benar menghancurkan segalanya. Semarah apa Feng'er sebenarnya sampai seperti ini." Kata Long Tian yang baru saja sampai di bekas tempat pertarungan Ling Feng. To Mu sendiri terdiam saja. Sedangkan kedua orang dibelakang mereka tidak bisa untuk tidak terkejut, karena mau dilihat bagaimana pun pertarungan tersebut benar-benar seperti sebuah penghancuran besar-besaran.
"Aku menemukan sebuah keberadaan." Kata To Mu langsung melesat kembali. Long Tian yang melihat To Mu melesat ingin mencegahnya, namun sayang ia telat. Alhasil ia mengekori dibelakang To Mu diikuti oleh Kepala Keluarga Qing dan Zi Liu dibelakang.
Setelah menyusuri hutan yang rusak akibat pertarungan itu To Mu berhenti melangkah lagi. Long Tian yang melihat To Mu berhenti melangkah ikut berhenti juga menatap kemana To Mu memandang. Kepala keluarga Qing dan Zi Liu yang melihat kedua orang tersebut berhenti ikut berhenti juga. Zi Liu lantas bertanya.
"Dimana keberadaan yang anda maksud tuan…" Perkataan Zi Liu terhenti ketika melihat pemandangan tepat didepan matanya. Kepala keluarga Qing yang penasaran juga ikut mendekati ketiga orang tersebut dan ketika melihat arah tujuan pandangan mereka, jantungnya berdetak lebih cepat.
"A-apa-apaan ini?" Perkataan Zi Liu yang terkejut melihat pemandangan didepan matanya. Sebuah kawah yang sangat dalam nan lebar terbentuk tepat didepan matanya. Bukan hanya itu saja, bahkan hutan sekitar itu benar-benar hancur dan disekitar kawah tersebut sudah benar-benar gundul. "Keberadaan yang kumaksud ada diujung kawah sana." Kata To Mu menunjuk permukaan ujung kawah.
"Haihhh padahal sudah kubilang untuk menunggu saja pasti Feng'er akan kembali. Tapi, kalian semua pada ngeyel." Keluh Long Tian langsung menuju ke permukaan ujung kawah tersebut. Zi Liu yang melihat itu masih tidak bisa untuk bereaksi.
"A-apa ini pertarungan antara kultivator tingkat tinggi? Sebenarnya sekuat apa tuan muda Feng dan musuh yang ia lawannya sampai-sampai menjadi hancur lebur seperti ini." Batin Zi Liu masih tidak percaya dengan pemandangan didepan matanya.
Sampai Kepala Keluarga Qing menepuk bahunya, seketika Zi Liu sadar kembali. "Putri Liu mari kita ikuti tuan Tian agar tidak tertinggal." Kata kepala keluarga Qing. "Ah iya…Maaf aku sedikit melamun tadi." Kata Zi Liu.
Ketika ia sampai di ujung permukaan dekat kawah sana. Seketika ia menatap ngeri disana dan bahkan merasa mual ketika melihatnya. "Feng'er benar-benar marah. Bahkan sekejam-kejamnya Feng'er, setelah ia menyiksanya jasad itu akan langsung dibakar olehnya tapi ini…" Kata Long Tian yang tidak tau harus bereaksi apa lagi.
"Bukan hanya itu saja, orang ini dibiarkan mati begitu saja. Berarti ia mati perlahan disebabkan kehabisan darah bukan karena dibunuh." Kata To Mu yang melihat jasad Guan Long dan tidak ada tanda-tanda serangan pada titik vital Guan Long.
"Wah benarkah itu…" Kata Long Tian menatap tidak percaya To Mu. Sayangnya To Mu menganggukan kepalanya dengan yakin. Lantas ia menengok kembali ke jasad Guan Long dan berkata. "Benar-benar orang yang tidak kenal ampun." Kata Long Tian menggelengkan kepalanya.
Zi Liu dan kepala keluarga Qing menatap ngeri jasad Guan Long yang keempat anggota tubuhnya sudah terpisah dari tubuhnya. Ia bahkan mati dengan mata terbuka saat kehabisan darah. Zi Liu yang melihat pemandangan itu benar-benar ingin mengeluarkan isi perutnya kala itu.
"Kejam, tidak kenal ampun, orang yang membalas berkali-kali lipat jika sudah di usik. Feng'er benar-benar membuat kesan yang sangat berbeda." Kata Long Tian menggelengkan kepalanya.
"Lalu kemana dirinya? apakah putri ku tidak apa-apa?" Tanya cemas kepala keluarga Qing. Long Tian lantas menjawabnya. "Jika sudah seperti ini putri mu mungkin sudah aman dan keduanya sedang pergi entah kemana atau sudah kembali ke Kota Anyi saat ini." Jawab Long Tian. Kepala keluarga Qing yang mendengar itu akhirnya bernafas lega saat ini.
"Baiklah biarkan saja seperti ini. Kita kembali ke Kota Anyi saja dan menunggu. Aku yakin mereka pasti akan kembali." Kata Long Tian. Ketiga orang tersebut menganggukkan kepalanya lalu mereka pun pergi dari tempat kejadian.
Kediaman Keluarga Guan
Di kediaman tersebut tepatnya disalah satu ruangan gelap nan sunyi. Sosok tersebut sedang tenggelam dalam posisi lotus kala itu. Terlihat dari aura yang mengelilinginya saja sudah dapat diketahui bahwa sosok tersebut sedang dalam kondisi berkultivasi.
Beberapa detik kemudian ia menyudahi kultivasinya. "Cihhhhh ternyata masih belum cukup sepertinya memang harus menunggu itu." Kata sosok tersebut. Ia pun bangkit dan memilih keluar dari ruangan tersebut.
Ketika sosok itu keluar dari ruangan, ia sudah disambut oleh seseorang yang sedari tadi mondar-mandir didepan pintu. Orang yang mondar-mandir itu pun terkejut ketika melihat pintu sudah terbuka dan ada orang disana.
"Ah salam kepala keluarga." Sapa orang tersebut kepada sosok yang keluar dari ruangan tersebut. "Salam juga tetua terima kasih atas kerja kerasnya. Jadi ada apa sampai anda datang menemui ku." Kata sosok tersebut yang dipanggil kepala keluarga.
Tetua tersebut sempat bingung ingin mengatakannya atau tidak, Kepala Keluarga Guan yang mengetahui tetua tersebut sulit mengatakannya berkata, "Katakan saja tetua. Beritahu aku apa yang terjadi sampai-sampai kau datang kemari secara langsung." Kata kepala keluarga.
Tetua tersebut pun menghela nafas pelan lalu mulai berkata walaupun sedikit gugup. "K-kristal kehidupan milik tuan muda kedua t-telah hancur kepala keluarga." Kata Tetua tersebut sedikit gugup mengatakannya.
>>>>>>> Bersambung