Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Bertemu Walikota Bing


"Ada perlu apa kalian bertiga datang ke kediaman Walikota Cheng Du?" Salah satu prajurit penjaga mengajukan pertanyaan dengan nada lantang kepada kelompok Ling Feng.


Lalu kemudian, muncul beberapa prajurit dengan memasang kuda-kuda berpedang. Terlihat jelas bahwa prajurit-prajurit tersebut waspada kepada Ling Feng dan yang lainnya. Ya wajar saja, karena Ling Feng dan kedua orang lainnya menggunakan pakaian serba hitam. Hanya prajurit bodoh yang tidak waspada akan hal itu.


Namun, kewaspadaan itu langsung hilang dalam sekejap ketika Ling Feng mengeluarkan sebuah plakat tepat di hadapan prajurit-prajurit tersebut. Tidak. Lebih tepatnya mereka terkejut bukan main, karena plakat tersebut adalah plakat yang hanya di miliki oleh anggota keluarga walikota Cheng Du.


"P-plakat khusus tamu terhormat." Ucap salah satu prajurit yang tentunya refleks terkejut. Ling Feng lalu melemparkan benda tersebut ke salah satu prajurit itu dan berkata, "Aku ingin bertemu dengan Walikota Cheng Du." Ucap Ling Feng langsung mengutarakan kedatangan nya.


Prajurit yang menerima plakat tersebut pun langsung memberikan isyarat ke temannya untuk membuka gerbang masuk. Ia juga meminta salah satu prajurit untuk mengabari Walikota mengenai tamu yang misterius yang hendak bertemu dengan nya.


Ling Feng dan kelompok nya pun memasuki halaman kediaman dari Walikota Cheng Du. Lalu salah satu prajurit menawari dirinya sebagai pemandu. Sikap para prajurit bahkan langsung berubah drastis ketika ia menunjukkan plakat tersebut. Ya jika di pikir-pikir kembali wajar saja. Mau bagaimana pun, plakat itu adalah salah satu plakat khusus yang kedudukannya setara dengan plakat identitas anggota keluarga keluarga. Memperlakukan pemilik plakat tersebut dengan buruk, sama seperti memperlakukan Keluarga Walikota dengan buruk juga.


"Sebelumnya, saya mewakili yang lainnya ingin meminta maaf, karena kami telah bersikap lancang kepada anda." Ucap prajurit tersebut lalu berbalik kepada Ling Feng lalu menundukkan kepalanya dengan raut wajah merasa sangat bersalah.


"Tidak apa-apa. Toh kalian tidak memperlakukan kami dengan buruk. Tidak perlu meminta maaf." Ucap Ling Feng dengan senyum tipis di wajahnya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ketiganya masih belum melepaskan tudung kepala mereka, membuat Prajurit yang meminta maaf itu tidak mengetahui ekspresi yang di tunjukkan oleh Ling Feng.


Walaupun begitu, sang prajurit itu tersenyum lega lalu kembali melangkahkan kakinya mengantarkan Ling Feng ke ruang tunggu tamu biasanya.


"Kalau begitu... Tolong tunggu sebentar di sini. Saya akan menyusul teman saya yang melapor kepada walikota." Ucap prajurit tersebut pamit setelah sampai mengantarkan Ling Feng dan yang lainnya.


"Silahkan. Terima kasih sudah membantu mengantar kami kemari." Ling Feng mengucapkan terima kasih kepada prajurit tersebut. "Itu sudah menjadi kewajiban saja. Kalau begitu saya permisi." Ucap prajurit tersebut lalu pergi dari ruangan tersebut.


Ruang Kerja Walikota


Nampak seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah Walikota Cheng Du sedang duduk di meja kerja dengan tumpukan berbagai macam dokumen di sana. Ia juga tidak sediri, nampak seorang ajudannya yang berada di sisi nya membantu sang Walikota.


"Haihhhh... Benar-benar tidak ada habisnya." Kata-kata yang keluar dari mulut sang Walikota menyenderkan tubuhnya yang kaku tempat duduknya. Baru saja sang walikota itu menyenderkan tubuhnya, ajudannya langsung berkata, "Apa yang sedang anda lakukan Walikota Bing. Dokumen yang di sana masih banyak yang belum di tanda tangani oleh anda." Kata ajudannya yang sedang merapihkan kertas demi kertas lalu menumpuk nya menjadi satu.


"Oh ayolah... Biarkan aku istirahat sejenak. Kita sudah mengurus dokumen-dokumen ini sejak pagi hari tadi, dan kini sudah hampir masuk tengah hari." Keluh Walikota Bing. "Tapi, kan Walikota. Masih ada waktu sampai jam..." Perkataan sang Ajudan terhenti, karena terdengar ketukan pintu.


Tokkk... Tokkk... Tokkk...


"Masuklah." Ucap Walikota Bing mempersilahkan orang di balik pintu untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Mohon maaf, karena telah mengganggu anda Walikota." Ucap prajurit tersebut bertekuk lutut di hadapan Walikota Bing.


"Tidak apa-apa. Lalu, ada apa persoalan apa menemui ku?"


"Orang misterius? Ingin bertemu dengan ku?"


"Iya Walikota. Salah satu dari mereka juga mempunyai plakat ini." Ucap Prajurit tersebut seraya mengeluarkan plakat emas dihadapan Walikota Bing.


Ketika Walikota Bing melihat plakat tersebut. Ajudannya terkejut. "I-Ini, kan Plakat tamu terhormat." Ucap refleks ketika melihat plakat berwarna emas cerah tersebut.


"A-apakah anda pernah memberikan plakat tamu terhormat akhir-akhir ini Walikota?" Tanya sang ajudan kepada Walikota nya.


"Selama aku hidup, aku tidak pernah memberikan plakat tamu terhormat ini kepada siapapun." Jawab Walikota Bing dengan nada serius.


"Kalau memang itu kebenarannya, plakat tamu terhormat ini pasti pal-" Ucap Ajudannya yang langsung di potong oleh Walikota lagi.


"Tunggu. Jangan bilang..." Ucap Walikota yang kembali teringat tentang kejadian beberapa tahun yang lalu. Sontak ia terbayang wajah pemuda yang kala itu membantu ia menyelamatkan kota Cheng Du beberapa tahun yang lalu.


Ia sontak langsung bangkit mendekati prajurit tersebut dan berkata, "Dimana tamu yang kau maksud itu sekarang?" Tanya walikota Bing. Raut wajahnya berubah menjadi sangat serius membuat Prajurit tersebut tertegun sejenak.


"Ah mereka bertiga saat ini sedang berada di ruang tunggu Walikota." Jawab prajurit tersebut. Mendengar jawaban itu, Walikota Bing menganggukkan kepalanya lalu beranjak pergi dari ruang kerjanya. Ajudan Walikota juga langsung bergegas diikuti oleh prajurit yang melapor tadi mengekor di belakang Ajudan.


"Orang misterius itu... Bagaimana dengan penampilan nya? Apakah kau melihat wajahnya?" Tanya ajudan kepada prajurit dibelakangnya.


"Ah mengenai itu saya tidak mengetahui nya, namun terdengar dari nada bicara nya, orang misterius itu adalah seorang pemuda." Jawab prajurit tersebut.


"Lalu..." Prajurit tersebut menggantung perkataannya.


"Lalu...?" Ajudan Walikota mengulang kata prajurit tersebut. "Ketiga orang misterius itu, tidak memancarkan aura Qi sama sekali. Tidak. Lebih tepatnya pemuda misterius yang ingin berbicara dengan Walikota lah sosok tanpa aura tersebut. Kedua orang di sisinya masih memancarkan aura yang menekan, namun pemuda misterius itu benar-benar layaknya manusia biasa." Prajurit tersebut menjelaskan nya.


Mendengar tutur kata itu, Walikota Bing semakin yakin dengan identitas asli pemuda tersebut dan melangkahkan kaki nya lebih cepat menuju ruang tunggu.


Lalu ketika ia sampai nampaklah tiga sosok orang yang berpakaian serba hitam. Dua dari tiga orang misterius itu bangkit, Walikota Bing lantas melangkahkan kakinya lalu berdiri di hadapan Sosok misterius yang masih duduk.


Lantas Walikota Bing pun berkata, "Lama tidak berjumpa Tuan muda Ling Feng." Ucap Walikota Bing. Mendengar itu, Sosok misterius itu pun membuka tudung kepalanya, seketika rambut panjang hitam nya langsung terurai keluar. Senyuman tipis tercetak di wajah pemuda tersebut dan berkata, "Lama tidak berjumpa juga Walikota Bing. Sudah beberapa tahun terlewat, anda masih nampak sehat-sehat saja." Ucap Ling Feng yang tidak lain adalah pemuda misterius tersebut.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.