Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Tentang Kebenaran


“Tuan dan nona yang di sana. Bisakah kalian berdua berhenti sebentar.” Ucap Qing Xian yang secara tidak terduga, pandangannya sudah beralih pada Ling Feng dan Bing Jiao, lebih tepatnya ia lebih terfokus pada punggung Ling Feng yang terlihat familiar dari sudut pandangnya.


Degghhh... Degghhh...


>>>>>>______


“Aiya~ nona Qing ternyata sedang keluar juga~. Jenius yang berasal dari Kekaisaran Wei. Tidak kusangka sama sekali pertemuan pertama kali kita adalah di sini.” Ucap Bing Jiao pertama kali membuka suaranya, membuat Qing Xian yang awalnya terus-terusan menatap Ling Feng beralih kepadanya.


Ling Feng sendiri pun terkejut, sampai-sampai ia melirik ke arah Bing Jiao, karena sifatnya saat ini benar-benar berbanding terbalik dengan dirinya yang polos. Bing Jiao saat ini, benar-benar sangat mendominasi, aura polos dari dirinya seakan-akan lenyap begitu saja, digantikan dengan aura kuat dan acuh tak acuh.


“Aku juga tidak menyangka sama sekali. Melihat dari pakaian khas murid sekte naga langit yang kau kenakan dan pedang biru yang kau pegang saat ini, tidak salah lagi, kau pasti adalah Bing Jiao perwakilan Kekaisaran Han yang namanya kini sedang naik daun. Orang yang dijuluki sebagai jenius pedang dari sekte naga langit, yang terkenal dengan mengalahkan lawannya hanya dengan teknik pedang dasar saja.” Ucap Qing Xian panjang lebar.


“Jangan percaya itu... Itu hanya kabar angin lalu saja. Aslinya aku tidak sehebat itu.” Ucap Bing Jiao merendah. “Anda terlalu merendah. Dari yang kulihat saat ini, seperti nya kabar kau adalah jenius pedang, itu merupakan sebuah fakta.” Ucap Qing Xian menatap ke arah Bing Jiao dengan menggunakan teknik matanya, membuatnya bisa melihat sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh seseorang, walaupun orang tersebut sudah menutupinya.


“Ara~ nona Qing. Bukankah tindakan mu itu kurang sopan terhadap ku? Seenaknya saja melihat hal yang seharusnya tidak boleh kau lihat. Itu perbuatan yang buruk loh.” Ucap Bing Jiao mengubah nada bicaranya. Bing Jiao tentunya menyadari bahwa Qing Xian telah menggunakan sesuatu untuk menyelidiki kebenaran yang telah ia sembunyikan.


“Tolong jangan khawatir nona Bing. Aku hanya ingin membuktikan rumor yang beredar tentang mu itu benar atau hanya omong kosong belaka, selebihnya aku tidak akan melakukannya. Aku juga tidak berniat menag, dengan cara seperti itu. Jadi tenang saja.” Ucap Qing Xian dengan senyum khasnya. Ling Feng bahkan sempat bergidik ketika melihat senyum Qing Xian yang saat ini, bertahun-tahun tidak bertemu dengannya, kekuatan Qing Xian sudah meningkat pesat. Ranahnya saat ini hanya satu tingkat di bawah Bing Jiao saat ini dan itu pun di ambang terobosan.


“Hehhhh~ tidak tersangka sama sekali. Kau mempunyai prinsip keadilan seperti itu juga ternyata.” Ucap Bing Jiao terkekeh pelan. Qing Xian yang mendengar itu hanya mengedikan bahunya lalu berkata kembali, “Aku dengar-dengar perwakilan Kekaisaran Han awalnya ada empat, namun karena suatu kendala, salah satunya tidak bisa mengikuti turnamen empat benua. Alhasil yang datang pertama hanya ada tiga perwakilan saja dan yang satunya lagi akan menyusul. Jadi, apakah orang yang di samping mu itu adalah perwakilan penggantinya?” Kata Bing Jiao mengalihkan pembicaraan sekaligus bertanya.


Ling Feng yang mendengar itu sudah sedikit menduganya, bahwa orang yang memberitahukan itu kepada Qing Xian, pastinya adalah To Mu, Ling Feng mengutuk penjaga dari dunia jiwanya itu, mengucapkan sumpah serampah pada nya. Walaupun ia tidak langsung membeberkan identitas serta kedatangannya kepada Qing Xian, namun dengan intuisi nya yang begitu di luar nalar dan tidak masuk akal itu, bukanlah hal yang mustahil bagi dirinya menyadari bahwa sosok bertopeng di hadapannya itu adalah Ling Feng.


“Informasi yang nona Qing miliki benar-benar sangat cepat ya... Jujur saja aku menjadi ragu apakah kau seharian ini sudah memata-matai penginapan kami sampai mengetahui hal seperti itu.”


“Ya aku tahu, aku tahu, kalau begitu, aku akan pergi sekarang. Jika kau sudah mengetahuinya, maka tidak perlu ada yang dibicarakan lagi sekarang, jadi sampai bertemu lagi di pertandingan nona Qing. Aku berharap tinggi kita bisa bertemu kembali di sana.” Ucap Bing Jiao mengakhiri nya. Qing Xian awalnya hendak berkata sesuatu mecegah keduanya pergi, namun tidak jadi mengatakan nya, karena tiba-tiba Lin kecil memanggil namanya.


Walaupun begitu, Qing Xian tetap mengabaikannya lalu kembali melirik ke arah sosok yang di sebelah Bing Jiao. Ia tidak bisa melihat wajahnya, jadi ia tidak mengetahui identitas aslinya, namun melihat punggung sosok tersebut, perasaan familiar menyampaikannya, bahwa sosok tersebut adalah sosok dari pemuda yang telah lama ia rindukan. Walaupun begitu, tidak ada jaminan pasti bahwa sosok tersebut adalah pemuda yang ia rindukan, karena aura yang terpancar darinya tidak seperti pemuda yang ia rindukan, jika itu memang dirinya, maka ia tidak akan bisa merasakan tingkat kultivasinya sama sekali, sedangkan sosok itu, ia bisa merasakan tingkat kultivasinya tidak ada kejanggalan sama sekali.


Sampai Lin Kecil menegurnya, Qing Xian pun keluar dari lamunannya menghela nafas panjang membuang asumsi itu jauh-jauh. Lin kecil awalnya khawatir dengan Qing Xian yang melamun tadi, namun Qing Xian meyakinkan nya, bahwa dirinya tidak apa-apa.


>>>>>>______


“Jadi, kak... Qing Xian itu siapanya bagimu? Juga, alasan kakak mengenakan topeng saat ini, adalah menghindari Qing Xian untuk melihat wajah kakak, kan?” Bing Jiao langsung bertanya pada intinya lalu mengungkit dugaan yang ia pikirkan sebelumnya dan menduganya dengan benar. Ling Feng bahkan merasa sangat ngeri, karena Bing Jiao menebaknya dengan tepat sasaran. Intuisi wanita memang sangat menyeramkan pikir Ling Feng menelan salivanya kasar.


Ling Feng yang mendengar itu pun tidak bisa untuk menutupi nya lagi. Berbohong hanya akan membuat semuanya jadi runyam. Terlebih lagi, sudah tidak berguna lagi untuknya berbohong, karena pada saat ia melirik kedua matanya, tatapan yang ia tunjukan itu seakan-akan mengisyaratkan, tidak ada hal yang baik jika kau mencoba berbohong kepadaku sekarang.


Keduanya saat ini sedang berada di taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari jalan utama, di tambah suasana di sana cukup sepi, jadi keduanya tidak perlu khawatir perbicangan mereka itu terdengar oleh orang lain.


“Baiklah kakak akan menjelaskan situasinya. Apa kau yakin ingin mendengarnya?” Kata Ling Feng yang juga bertanya memastikan kepada Bing Jiao. “Katakan saja kak. Kali ini jangan ada yang di tutup-tutupi lagi.” Ucap Bing Jiao dengan tegas. Wajah Ling Feng di balik topengnya berkedut, ia pun mulai menjelaskan situasinya pada saat di Kekaisaran Wei dan bagaimana bisa ia bertemu dengan Qing Xian dan mengenalnya.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.