Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Memperkuat Tubuh Fisik


"Orang Tua sia*an itu…Lihat saja aku akan terbiasa benda-benda tidak jelas ini dalam beberapa hari saja." Katanya dengan nafas yang terengah-engah dan berusaha bergerak walaupun hanya perlahan-lahan.


Sreettttt


Sreettttt


Krakkkkkk


"Ughhkkk Sial sepertinya aku tidak bisa menghindari ini." Batin Ling Feng dan…


Booooommmm


Kakinya menembus tanah yang ia pijak. Dirinya pun langsung ikut jatuh bertekuk. "Kedua tangan ku rasanya ingin copot tubuh terasa sangat berat sekali." Batin Ling Feng menggertakkan giginya kuat-kuat berusaha menahan beban tersebut. Sampai akhirnya dirinya pun mencapai batas nya.


"Sia*an aku sudah tidak kuat lagi…" Batinnya dan dengan tenaga yang tersisa, ia langsung memutar tubuhnya menghadap ke atas lalu…


Booooommmm


"Sepertinya aku perlu istirahat sebentar." Gumamnya menatap langit-langit bernafas sejadi-jadinya. Tenaga nya benar-benar terkuras habis saat ini. "Gelang-gelang ini aku yakin berat nya lebih dari apa yang dikatakan orang tua itu. Tidak mungkin rasanya jika hanya dua ribu kilogram saja." Kata Ling Feng sembari melirik kedua gelang yang berada di tangan nya.


"Orang tua pikun itu pasti akan ku tendang pantat nya suatu saat nanti." Gumam Ling Feng dengan pandangannya semakin kabur dan akhirnya menutup kedua matanya, karena tubuhnya benar-benar mencapai pada batasnya saat ini.


Pada saat Ling Feng menutup kedua matanya tertidur…Sosok seseorang datang dari arah hutan dengan membawa sebuah ember kayu berjalan ke arah Ling Feng yang terlelap. Sosok tersebut jongkok didepan Ling Feng lalu memegang gelang yang berada di tangan Ling Feng. Seketika gelang tersebut langsung bereaksi dan menjadi sedikit longgar.


Sosok tersebut pun juga melalukan hal yang sama pada setiap gelang kecuali benda hitam di perut dan dada Ling Feng. "Baiklah dengan ini tidak terlalu berat…Cihhhhh murid merepotkan." Gumam sosok tersebut yang adalah Tua Tao sembari berdecak. Ia lalu melirik ke arah ember yang ia bawa dan tersenyum kemudian.


"Hehehehe…Jangan kau kira bisa istirahat semudah itu bocah." Katanya tertawa sembari tertawa kecil lalu menyiramkan air yang di dalam ember ke arah Ling Feng.


Byuuuurrrrrr


"Wah aku tenggel-" Ling Feng reflek berkata seperti itu terkejut dan langsung bangkit terduduk dengan nafas yang memburu dan mata terbelalak. Seketika ia langsung menoleh dimana sosok Tua Tao sedang disana tersenyum kepada nya.


"Kemana perginya semangat mu yang tadi ingin melatih seni beladiri." Katanya sembari menaik-turunkan alisnya menggoda Ling Feng. Ling Feng yang mendengar itu berkata, "Aku tidak ingin mendengar hal itu dari Orang Tua aneh seperti mu…Lagian apa-apaan maksud dari gelang-gelang ini? aku tidak mengerti sama sekali kenapa harus memakainya." Keluh Ling Feng yang kesal setengah mati oleh Tua Tao.


Namun Tua Tao hanya memasang wajah tidak peduli kepada Tua Tao. "Kau ini berisik sekali…Adapun Memangnya selama ini kau belum sadar tentang tubuh mu sendiri." Kata Tua Tao memasang wajah acuh tak acuh. "M-memangnya apa yang salah?" Timpal Ling Feng tidak mengerti dan merinding melihat wajah Tua Tao.


"Haihhh…Padahal aku sudah sering menunjukkan nya kepada mu." Kata Tua Tao menghela nafas sebentar lalu mendekat ke wajah Ling Feng dan menyentil dahinya pelan.


Takkkkkkk


Swusssshhhh


Booooommmm


Walaupun Tua Tao hanya menyentil pelan dahi Ling Feng, namun sang empu melesat sangat cepat bagaikan anak panah yang keluar dari busur nya.


"Ughhkkk tubuhku…" Batin nya lagi sembari batuk darah beberapa kali setelah menabrak batu besar di belakang nya. "Bagaimana? apakah sekarang kau sudah sadar bahwa betapa lemahnya tubuh mu ini." Kata Tua Tao di tempat yang sama ia menyentil dahi Ling Feng.


"Aku selama ini memang tidak memikirkannya, tapi jika dipikir-pikir lagi orang tua sia*an itu memang tidak menggunakan Qi jika memukul ku dan murni hanya kekuatan fisik saja…Padahal aku sudah mengolah manual tubuh dewa surgawi walaupun hanya level dasar, tapi tetap saja aku tidak mudah merasakan sakit." Batin Ling Feng yang mengerti dari maksud gurunya.


"Tubuh mu masih belum kuat jika nantinya melatih seni beladiri yang tingkat nya lebih tinggi. Oleh karena itu, kau harus mulai membiasakan tubuh mu dengan beban berat." Kata Tua Tao menjelaskan nya. "Lalu aku mulai menurunkan beban daripada setiap gelang kecuali, benda hitam yang berada di perut dan dada mu." Kata Tua Tao lagi.


Ling Feng lantas mengecek perkataan Tua Tao dan benar saja ia mulai bisa menggerakkan tangan dan kakinya walaupun masih sangat sulit. "Beban itu tentu seiring berjalannya waktu akan mulai bertambah…Maka pastikan kau harus terbiasa dari hari ke hari." Kata Tua Tao.


"Jadi murid Jenius ku apakah sekarang kau paham yang telah ku jelaskan panjang nan lebar ini." Kata Tua Tao dengan nada meremehkan. "Ughhkkk…Baiklah aku mengerti dan maafkan aku telah asal bicara tadi guru." Kata Ling Feng meminta maaf.


"Baguslah kalau kau paham dan mulai dari sekarang kau harus lari masuk kedalam hutan pergi menuju sumber air di dalamnya sebanyak sepuluh kali sehari. Untuk masalah waktunya itu terserah pada mu, tapi sehari harus menjalani sepuluh kali mengerti?" Kata Tua Tao. Ling Feng yang mendengar itu mengangguk kepalanya paham.


"Jika hanya itu saja maka tidak ada masalah." Kata Ling Feng dengan senyuman lebar. Tua Tao yang menunggu-nuggu senyuman itu lantas berkata, "Hehhhhh…maka bersiaplah mulai dari sekarang.." Kata Tua Tao dengan nada menjengkelkan nya.


"Ughhkkk…Sepertinya aku telah di jebak oleh Orang Tua sia*an ini lagi…" Batin Ling Feng merasakan firasat buruk sebentar lagi ia jalani. "B-baiklah kalau begitu aku akan mulai sekarang guru." Kata Ling Feng berniat ingin pergi, tapi langsung di tahan oleh Tua Tao.


"Tunggu…Kau ingin pergi kemana?" Kata Tua Tao sembari memegang bahu Ling Feng tersenyum simpul. "Ehhhhh aku ingin melaksanakan apa yang kau katakan guru." Kata Ling Feng yang sedikit merinding melihat wajah Tua Tao.


"Siapa yang bilang kau harus melewati rute yang biasanya ikuti aku." Kata Tua Tao yang senyuman nya masih belum luntur. "Ughhkkk mati aku." Batin Ling Feng mengekor di belakang Tua Tao.


Lalu keduanya pun langsung masuk kedalam hutan menuju sumber air disana, namun rute yang dilewati berbeda dari biasanya atau lebih tepatnya Tua Tao Membuat rute memutar dengan jalan yang mana sangat sulit di lalui Ling Feng saat ini.


"Ingat kau tidak boleh terbang lompat dari pohon ke pohon…Kau harus berlari saja menuju tempat sumber air dan saat kembali pun kau harus melewati jalan yang ini…Jika kau sengaja melewati jalan yang biasanya, maka kau harus menambah sepuluh bolak-balik lagi." Kata Tua Tao di atas pohon kepada Ling Feng yang sedang berlari terengah-engah di bawah sana.


>>>>> Bersambung