
"Bagaimana rasanya tuan ahli tak terkalahkan? Aku sarankan kepadamu untuk menyerah saja sekarang. Ya tapi, kalau kau masih bersikeras, aku juga tidak masalah sih." Kata Hao Xiang dengan nada mengejek.
"Bocah bren*sek...!!!" Teriak Ye Jiho sangat marah, karena provokasi yang Hao Xiang ucapkan. Aura Qi yang terpancar darinya pun berubah, yang awalnya biasa saja, kini menjadi lebih gelap dan mencekam.
"Hohhhh... Akhirnya keluar juga." Kata Hao Xiang dengan tenang seraya terkekeh pelan.
>>>>>>______
Energi hitam itu pun mengelilingi tubuh Ye Jiho, luka bakar akibat dari tebasan Hao Xiang pun pulih beberapa saat saja. Sorot matanya menjadi lebih tajam dan kejam menatap Hao Xiang, kedua pupilnya berubah menjadi warna merah darah.
Para penonton di arena pertandingan merasakan perasaan yang sangat mencekam, tekanan aura yang terpancar dari Ye Jiho benar-benar membuat seluruh orang yang ada di sana merinding dan terintimidasi, bahkan seluruh orang yang ada di sana menggunakan auranya masing-masing, guna menahan energi gelap yang keluar dari Ye Jiho. Walaupun begitu, tekanan aura itu tidak berpengaruh kepada Hao Xiang dan Ling Feng yang berada di bangku penonton.
“Awalnya aku berniat berbelas kasihan kepada mu, karena kau masih bocah, tapi sepertinya kau memang ingin mati lebih cepat ya. Maka dari itu aku akan mengabulkan permintaan mu.” Kata Ye Jiho menatap dingin ke arah Hao Xiang dengan mata merah darahnya.
“Oioi... Ayolah, siapa kau berani-berani menentukan kematian ku, yang berhak menentukan aku mati kapan itu adalah diriku sendiri dan bukan kau tuan wajah menjijikkan.” Kata Hao Xiang dengan nada mengejek Ye Jiho.
Klooppp...
Dalam sekejap mata saja, Ye Jiho sudah berpindah tepat di hadapan Hao Xiang. Hao Xiang cukup terkejut dengan kecepatan Ye Jiho yang meningkat drastis, walaupun sempat terkejut tapi Hao Xiang juga tidak kalah cepat. Ia membatalkan teknik perwujudan apinya, mengangkat kedua tangannya di depan dadanya menahan tinju Ye Jiho.
Baaammmm...
Ye Jiho di buat kaget sejenak, karena Hao Xiang bisa mengikuti kecepatan pergerakan nya, namun itu tidak berlangsung lama, karena ia kembali fokus, melihat Hao Xiang melancarkan serangan balik kepadanya. Hao Xiang melayangkan sebuah tendangan memutar, mengicar kepala Ye Jiho, namun tendangan nya itu masih bisa di antisipasi oleh orang tersebut, dengan menggunakan lengan kanannya, menahan tendangan Hao Xiang dengan punggung tangannya.
“Tidak buruk tuan muka aneh. Bagaimana dengan ini.” Ujar Hao Xiang berputar di udara, dengan pedang api yang entah sejak kapan menggunakan teknik seni bela dirinya melancarkan tebasan memutar ke arah Ye Jiho. Walaupun begitu, serangan tersebut masih belum bisa melukai Ye Jiho, karena energi hitam yang mengelilingi dirinya melindungi bagian yang Hao Xiang incar.
Bukan hanya bagian itu saja, bahkan jangkauannya mencakup hampir seluruh tubuh Ye Jiho. “Energi hitam itu benar-benar serba guna. Selain bisa digunakan menyerang, tapi juga bisa digunakan sebagai pertahanan yang sangat kokoh.” Batin Hao Xiang mengamati energi hitam yang terus menerus mengelilingi tubuh Ye Jiho.
“Percuma saja bocah. Tebasan pedang api mu itu tidak akan bisa lagi melukai ku lagi. Persiapkanlah dirimu, karena sebentar lagi kau akan mati.” Kata Ye Jiho seraya mengeluarkan senjatanya yang berupa pedang besar, pedang tersebut memiliki bilah yang panjang dan ramping, dengan pegangan nya berwarna hitam legam. Bukan hanya itu saja, bilah pedang tersebut terlihat sangat tajam dan kuat. Lalu di bagian pegangan nya, terlihat dua pelindung yang berbentuk kepala kambing salah satu ciri khas dari pedang tersebut.
“Berisik orang muka aneh, jika memang tidak bisa menyerang dengan cara itu, bukan berarti tidak ada cara lain untuk menebus nya.” Kata Hao Xiang lalu mengontrol elemen api nya.
“Teknik Perwujudan Elemen Api: Busur Api.” Ujar Hao Xiang mengubah wujud pedang apinya menjadi busur api yang terlihat sangat menakjubkan. Para penonton yang melihat itu, berdecak kagum dengan kemampuan mengontrol Hao Xiang yang sangat luar biasa.
“Hohhhh sungguh menakjubkan. Aku akui kontrol mu terhadap elemen dasar, benar-benar sangat luar biasa. Tapi, fakta bahwa kau akan kalah dari ku tetap tidak terelakkan.” Kata Ye Jiho dengan angkuhnya seraya menyeringai remeh kepada Hao Xiang.
“Teknik Perwujudan Busur Api: Panah Api Membakar segalanya.” Kata Hao Xiang seraya melempas tali busur nya dan api yang keluar dari busur apinya itu mulai membentuk anak panah api yang sangat banyak menuju ke Ye Jiho.
“Cihhh kau kira trik murahan seperti ini akan mempan terhadapku bocah!” Teriak Ye Jiho seraya mengayunkan pedang besarnya itu, dan seluruh anak panah api yang di hempaskan oleh Hao Xiang leyap saat bersentuhan dengan pedang besar Ye Jiho.
Setelah melenyapkan seluruh anak panah Hao Xiang, Ye Jiho muncul di depan Hao Xiang, kali ini Hao Xiang sudah terbiasa dengan kecepatan Ye Jiho, dan langsung melompat tinggi menghindari tebasan vertikal Ye Jiho.
Booommmm...
Pada saat mengudara, Hao Xiang memutar tubuhnya menghadap ke bawah. Sekali lagi dirinya menarik busur api melancarkan beberapa anak panah api lagi kepada Ye Jiho. Tiga buah anak panah api melesat cepat ke arah Ye Jiho, dengan mudah di hindari oleh Ye Jiho dan menahan anak panah yang terakhir dengan pedangnya.
Shhhuutttt... Shhhuuuttt... Shhhuuuuttt...
Booommm... Booommm... Swusshhh...
Terlihat dari bangku penonton, bahwa yang tertekan di sini adalah Hao Xiang, karena terus menerus melancarkan serangan, tapi selalu di tahan dengan mudah oleh Ye Jiho. Namun kebenarannya tidak seperti itu, karena yang paling menyadari nya itu adalah Hao Xiang dan Ye Jiho, yang kini sedang berhadapan.
“Bocah Ban*sat! Jangan hanya bergerak-gerak tidak jelas seperti itu, kemari dan hadapi aku langsung!” Teriak Ye Jiho merasa sangat kesal, karena Hao Xiang selalu menjaga jarak.
“Oioi... apakah kau serius berkata seperti itu? Lagipula tidak ada peraturan yang mengharuskan lawannya bertarung dengan jarak dekat, kan.” Kata Hao Xiang dengan senyuman mengejek lalu melancarkan lima anak panah api lagi kepada Ye Jiho. Bukan hanya lima anak panah itu saja, sepuluh, dua puluh, bahkan sampai tiga puluh. Hao Xiang melancarkan tiga puluh anak panah api sekaligus.
Ye Jiho yang melihat puluhan anak panah api mengarah kepadanya, menggertakkan giginya merasa sangat kesal dengan pola serangan Hao Xiang yang berubah drastis, dari yang awalnya bertarung jarak dekat, mendadak berubah menjadi jarak jauh. Lebih tepat nya alasan Hao Xiang mengubah pola serangan nya, karena sudah mengetahui tentang kelemahan dari diri Ye Jiho.
“Bocah ini sepertinya sudah menyadari kelemahan diriku. Ckkkk, oleh karena inilah, aku benci menjadi wujud manusia.” Batin Ye Jiho yang merasa kesal. Energi hitam yang mengelilingi tubuh Ye Jiho memanglah sangat kuat, selain bisa digunakan untuk menyerang, itu juga bisa di gunakan sebagai pertahanan yang kokoh. Terlebih lagi dengan pedang besar miliknya itu, saat ini Ye Jiho bisa dengan mudah mengalahkan Hao Xiang, namun ada satu kelemahan nya saat ini, karena digunakan untuk menyerang dan bertahan, mau tidak mau ia harus mengorbankan kecepatan nya.
Ketiga itu bisa ia lakukan jika sedang dalam wujud iblisnya, namun saat diri nya menjadi manusia, kemampuan nya di batasi, karena tubuh manusia nya tidak mampu menahan ketiga nya sekaligus. Jika ia memaksakan nya, maka penyamaran nya sebagai manusia akan terbongkar saat ini juga.
“Ckkkk... Benar-benar situasi yang merepotkan.” Batin Ye Jiho, yang merasa kesal sekaligus jengkel dengan apa yang dilakukan Hao Xiang saat ini. “Akhhhhh persetan dengan penyamaran nya. Bocah manusia, aku bersumpah akan membunuh mu dan memakanmu sampai tidak tersisa sedikit pun!” Teriak Ye Jiho, terlihat sudah tidak tahan dengan situasi yang ia hadapi dan membuka melepaskan Qi hitam nya.
Booooommmmm...!
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.