
Ling Feng tanpa pikir panjang langsung melancarkan tebasan pedang kepada sosok jendral iblis tersebut.
Shrinngggg
Kepulan asap pun tercipta dari tebasan pedang yang ia lancarkan. Ling Feng menatap serius sosok samar-samar di balik kepulan asap tersebut dan masih berdiri dengan tenang, lebih tepatnya sosok jendral iblis tersebut berhasil menghidari tebasan Ling Feng. “Huhhhh... Kau ini tipe pemuda yang kasar ya, akan tetapi aku menyukai itu. Oleh karena itu, bersabarlah dan siapkan dirimu ketika pertemuan kita kembali datang.” Ucap sosok jendral iblis tersebut tubuhnya perlahan bersinar.
“Memangnya kau berpikir bisa lolos begitu saja dari ku?” Ucap Ling Feng memasang kuda-kuda teknik pedang gandanya. Sosok jendral iblis itu pun tersenyum tipis lalu dirinya berkata.
“Oh ya aku lupa... Sebaiknya kau segera kembali ke kota, jika tidak orang tua yang kalian sebut wali kota itu, akan mati dalam waktu dekat ini.” Ucap Sosok jendral iblis tersebut seraya melambai-lambaikan tangannya pelan lalu menghilang. Ling Feng yang mendengar itu tentunya sedikit tidak menduganya dan berdecak dan pergi dari sana kembali ke kota.
Sebelum pergi dari sana, Ling Feng mengubah lautan mayat-mayat iblis yang telah di bunuh oleh klonnya menjadi abu. Setelah selesai mengubah mayat-mayat iblis menjadi abu, Ling Feng dalam sekejap menghilang, pergi dari sana kembali menuju kota Cheng Du.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, ia sampai di depan gerbang kediaman wali kota, dan pemandangan yang pertama kali ia temukan adalah para prajurit penjaga yang bersimbah darah tidak bernyawa berserakan di halaman mansion wali kota. Ling Feng yang melihat itu mengabaikan para jasad prajurit tersebut lalu melesat masuk ke dalam mansion.
Terlihat di dalam mansion pun tidak jauh lebih baik dari yang di halaman, baik itu pelayan maupun prajurit, mereka semua tergeletak tidak bernyawa di lantai kediaman. Ling Feng yang melihat pemandangan itu hanya bisa menggertakkan giginya, karena ia sendiri tidak menyangka bahwa kejadiannya akan seperti itu.
Pada saat Ling Feng sedang melamun, tiba-tiba terdengar suara yang samar-samar terdengar di telinganya. Ling Feng yang mendengar suara samar-samar itu menajamkan indera pendengaran nya dan ketika menemukan sumber suara, ia langsung mendekati salah satu prajurit yang terlihat masih hidup, walaupun bersimbah darah yang begitu banyak.
Ling Feng yang melihat prajurit tersebut masih hidup, langsung mendekatinya seraya hendak memberikannya pil kepadanya, akan tetapi prajurit yang sekarat itu malah menolak pil yang diberikan oleh Ling Feng kepadanya. Membuat pemuda tersebut bingung dengan reaksi tidak terduga prajurit tersebut.
Sebaliknya prajurit tersebut mencoba untuk mengatakan sesuatu kepada Ling Feng. Ling Feng yang menyadari itu langsung mengerti dan mendekatkan telinganya ke mulut prajurit yang telah sekarat itu. “W-wali kota... S-se-selamatkan... T-tolon-“Ucap prajurit tersebut keburu tidak bisa menyelesaikan perkataannya, karena telah kehilangan banyak darah dan pada akhirnya pun ia mati. Kemungkinan besar, prajurit tersebut telah menyadari bahwa kematiaanya tidak akan lama lagi, oleh karena itu dirinya menolak pil yang diberikan oleh Ling Feng kepadanya, dan memilih untuk Ling Feng memberikan pil tersebut kepada wali kota.
Ling Feng yang memahami apa maksud dari perkataan prajurit tersebut menganggukkan kepalanya. Ling Feng pun kembali menelusuri kediaman wali kota, dan dirinya pun sampai di sebuah ruangan pertemuan. Terlihat di tengah-tengah ruangan tersebut, sosok pria sepuh yang tidak lain adalah wali kota sedang tergeletak di lantai bersimbah darah.
Walaupun darah yang terlihat begitu banyak, akan tetapi Ling Feng masih dapat merasakan nafas yang sangat lemah, terdengar dari Wali Kota Cheng Du. Ling Feng juga mengecek deyut nadi milik sang wali kota, dan benar saja. Deyut nadinya masih ada, namun sangat lemah dan itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh jendral iblis tersebut, pria sepuh itu bisa mati kapan saja dengan deyut nadi selemah itu.
Ling Feng tidak membuang-buang waktu, ia langsung mengambil langkah pertama dengan cara mengalirkan Qi nya kedalam tubuh sang wali kota. Luka pendarahan yang dialami oleh wali kota pun perlahan tapi pasti, mulai menutup seiring Qi yang terus dialirkan ke dalam tubuhnya wali kota. Walaupun luka yang menyebabkan pendarahan di tubuh sang wali kota telah di tutup sepenuhnya, pria sepuh itu masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk membuka kedua matanya. Ling Feng membalikan tubuh sang wali kota, membuat nya berbaring terlentang menghadap langit.
Terlihat jelas wajah pucat sang wali kota, karena telah kehilangan begitu banyak darahnya. Ling Feng membuka mulut sang wali kota, dan memasukkan pil pemulih kedalam mulut sang wali kota, untuk saat ini nyawa sang wali kota mempunyai sedikit waktu lebih lama, namun bukan berarti lepas dari bahaya yang mengancam kehilangan nyawanya. Selang beberapa detik kemudian datanglah sosok Pang Lang dan Ren Hu secara bersamaan. “Tuan muda... Yang terjadi saat ini, apakah ulah jendral iblis itu juga?” Ren Hu yang langsung bertanya ketika melihat sekelilingnya begitu banyak jasad para prajurit dan pelayan yang tergeletak di lantai.
“Tuan muda... Ada yang aneh dengan tubuh wali kota.” Ucap Pang Lang dengan serius memberitahukan apa yang ia rasakan dari tubuh sang wali kota kepada Ling Feng. Bukan hanya Pang Lang saja, Ren Hu pun menyadari bahwa ada yang salah dari tubuh sang wali kota. Ia merasakan hal yang sama dengan Pang Lang juga.
Ling Feng juga sempat merasakannya, ketika dirinya mengecek deyut nadi wali kota Cheng Du. Ia merasakan ada sesuatu yang gelap di dalam tubuh wali kota Cheng Du, dan sesuatu yang sangat gelap itu saat ini sedang merusak organ di dalam tubuh sang wali kota. Bukan hanya itu saja, titik-titik meridian di tubuh wali kota pun banyak yang tertutup sehingga Qi nya tidak bisa mengalir dengan baik dan berakhir di lahap oleh sesuatu yang gelap tersebut.
“Paman Lang bantu aku tegakkan tubuh wali kota.” Ucap Ling Feng. Pang Lang dengan cekatan langsung melaksanakan apa yang diminta Ling Feng kepadanya. Ling Feng mengambil sikap duduk sila tepat menghadap ke arah punggung wali kota. Setelah itu Ling Feng langsung menekankan beberapa titik meridian di tubuh wali kota yang awalnya tertutup agar peredaran Qi nya kembali lancar. Setelah sekitar dua puluh menit berlalu dan Ling Feng pun telah selesai membuka titik meridian yang awalnya tertutup.
Belum selesai di sana, Ling Feng meletakan kedua tangannya tepat di punggung sang wali kota. Setelah itu dirinya langsung mengalirkan Qi miliknya ke dalam tubuh sang wali kota dalam jumlah banyak. Melihat tindakan Ling Feng yang begitu nekat, Ren Hu berkata, “Tuan muda biarkan Ren Hu ikut membantu anda juga.” Ucap Ling Feng yang langsung di balas gelengan kepala oleh Ling Feng. “Tidak usah. Aku sendiri saja sudah lebih dari cukup.” Ucap Ling Feng menolak bantuan dari Ren Hu.
“T-tapi tuan muda... Jika terus seperti ini, Anda akan kehilangan banyak Qi.” Ucap Ren Hu dengan nada khawatir. “Tenang saja... Qi milik ku sudah terlalu lama di diamkan menganggur. Jadi, tidak akan menjadi masalah jika itu hanya setengah dari keseluruhan nya saja.” Ucap Ling Feng kembali. Mendengar itu, Ren Hu pun tidak berkata apapun lagi, dan membiarkan Ling Feng melakukan sesuai dengan keinginan nya.
“Baiklah... Teruslah serap Qi milikku... Aku ingin tau berapa banyak Qi milikku yang bisa kau tampung.” Ucap Ling Feng yang merujuk kepada sesuatu yang gelap di dalam tubuh wali kota Cheng Du saat ini.
Gumpalan gelap yang di dalam tubuh wali kota masih terus menyerap Qi yang Ling Feng alirkan ke dalam tubuh sang wali kota. Hal itu terus berlanjut sampai satu jam lamanya, dan gumpalan hitam yang berada di tubuh wali kota pun sudah mencapai batasnya.
"Dia keluar." Ucap Ling Feng ketika merasakan pergerakan gumpalan hitam yang begitu agresif, dan dengan cepat naik yang awalnya berada di sekitar perut dan dada, tiba-tiba melesat cepat ke arah mulut wali kota.
"Ren Hu... Parasit itu hendak keluar. Jangan di lepaskan." Ucap Ling Feng yang bertepatan dengan gumpalan hitam yang keluar dari tubuh wali kota melalui mulut.
Ren Hu yang mendengar perkataan Ling Feng, langsung mengambil sikap kuda-kuda berpedangnya dan menarik pedangnya membelah parasit tersebut menjadi bagian-bagian paling terkecilnya(Musnah berkeping-keping).
Shringgggggg
>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.