Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Terobosan


Seminggu kemudian


Pagi yang cerah menggantikan malam yang sunyi. Terlihat Ling Feng masih tenggelam dalam kultivasi walaupun sudah seminggu berlalu bahkan aliran Qi disekitarnya sangat padat saking kuatnya dan


Booommmm


Booommmm


Ranah kaisar bintang 3


Ranah kaisar bintang 4


Setelah selesai menerobos, aura disekitar Ling Feng kembali normal sekarang.


"Tidak kusangka aku bisa menerobos dua kali dalam kurun waktu seminggu." Gumam Ling Feng tersenyum simpul. Walaupun terlihat hanya tersenyum biasa saja, dalam hatinya ia merasa sangat senang, karena berhasil menerobos ketingkat yang lebih tinggi.


"Ranah kaisar bintang 4 kah…Tidak buruk." Gumam Ling Feng mengepalkan tangannya erat-erat. Setelah selesai berkultivasi ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah hampir seminggu berkultivasi.


"Sepertinya setelah melawan iblis itu aku mendapatkan sedikit manfaat dan mengerti beberapa hal yang membuat tubuh ku bereaksi tanpa sadar dan mudah menerobosnya." Gumam Ling Feng memikirkan alasan terobosannya yang terbilang cukup mustahil untuk dua kali naik tingkat.


"Ya sudahlah, melawan iblis kala itu tidak buruk juga." Ucap Ling Feng mengerikan tubuhnya menggunakan elemen angin, lalu berganti pakaian. Kali ini dirinya menggunakan pakaian hitam dengan jubah perpaduan warna merah ati dan hitam cara berpakaian Ling Feng cukup terbilang elegan dengan rambutnya yang panjang lurus terurai.


Setelah selesai bersiap-siap ia langsung turun kebawah untuk sekedar mengisi perutnya, karena sudah lama ia tidak makan apapun disebabkan sibuk berkultivasi. Ketika ia sampai dibawah terlihat suasana sepi seperti biasanya dengan seorang wanita yang sedang membersihkan lobi tersebut. Ketika wanita tersebut menyadari ada seseorang, dirinya langsung menyapanya.


"Salam tuan muda apakah anda ingin langsung sarapan sekarang?" Ucap wanita tersebut yang tidak lain adalah pemilik rumah makan sekaligus penginapan tersebut. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata dengan nada biasa, namun terdengar berbeda di telinga wanita tersebut.


"Tolong sarapannya." Ucap Ling Feng dengan nada enteng, namun terdengar berbeda di telinga wanita tersebut. Sampai-sampai telinga wanita pemilik penginapan itu memerah ketika mendengar suara Ling Feng ditelinganya.


"Apakah tuan muda memang mempunyai suara selembut ini ketika berbicara. Kenapa aku tidak pernah sadar akan hal itu." Batin wanita itu ketika mendengar suara Ling Feng lalu menggeleng-gelengkan kepalanya membuang semua pikiran aneh yang terlintas di kepalanya lalu kembali ke dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk Ling Feng.


Ling Feng sendiri tidak mempedulikan reaksi dari wanita pemilik penginapan, dirinya saat ini sedang memikirkan tentang langkah apa yang ingin ia ambil selanjutnya.


"Sepertinya saat ini tidak menggunakan penutup wajah tidak akan membuat masalah, namun dengan tidak menggunakan penutup wajah akan menimbulkan masalah juga nantinya." Gumam Ling Feng merenung dalam hatinya tidak menemukan titik temunya.


"Haihhh, ternyata ini yang dirasakan jika mempunyai wajah yang terlalu tampan." Gumam Ling Feng mengeluh dalam hatinya, dirinya teringat akan sebuah pepatah "Hal yang berlebihan tidak selalu mendatangkan hal yang baik". Ling Feng akhirnya mengerti akan hal itu sekarang, walaupun ia tidak menyebutkan dirinya mempunyai ketampanan diatas rata-rata, namun sekelilingnya mengatakan hal seperti itu.


Bahkan ia tidak mencari pun sudah ada contoh orang yang terpesona oleh dirinya. Salah satunya wanita pemilik penginapan ini, kini wanita itu sedang menatap dirinya dalam diam saking tidak bisa mengungkapkan perkataannya, ketika melihat dirinya saat ini.


"M-maafkan aku atas tindakan tidak sopan ku tuan muda." Ucap wanita tersebut langsung mundur beberapa langkah dan menundukkan kepalanya meminta maaf. Dirinya malu sangat malu, bagaimana tidak, dirinya bahkan tidak pernah melakukan hal seperti itu sampai saat ini, namun ketika melihat Ling Feng tidak menggunakan penutup wajahnya. Dirinya menjadi tidak lepas kendali. "Apa yang terjadi dengan diriku, kenapa aku melalukan hal memalukan seperti itu tadi." Wanita itu mengutuk dalam hatinya atas tingkah aneh nya tadi.


Melihat reaksi yang berlebihan itu, Ling Feng hanya menghela nafas dan tidak memperpanjang hal sepele seperti itu dan berkata, "Sudahlah tidak perlu seperti itu aku juga tidak mempermasalahkan hal seperti itu, hanya saja jangan lakukan hal seperti itu lain kali. Terkadang orang akan tidak nyaman jika di tatap seperti itu." Kata Ling Feng.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Feng wanita pemilik itu menundukkan kepalanya sekali lagi lalu pamit dari sana kembali melaksanakan tugasnya. Setelah wanita itu pergi Ling Feng kembali menyantap sarapannya.


Sesi waktu sarapan tidak berlangsung lama, kini dirinya sedang memikirkan bagaimana caranya tidak menarik perhatian. Ketika Ling Feng sedang termenung, tiba-tiba transmisi suara Long Tian terdengar dikepalanya.


"Kau kenapa Feng'er tidak biasanya kau gelisah." Ucap Long Tian. Mendengar suara Long Tian, Ling Feng langsung membalasnya. "Owhh iya paman, apakah kau mempunyai sesuatu untuk penyamaran?" Balas Ling Feng.


"Aku punya hal seperti memangnya untuk apa?" Tanya Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu langsung mengutarakan alasannya dan mengapa ia tidak mengenakan penutup wajahnya.


Beberapa saat kemudian


"Jadi kau ingin menggunakan penyamaran untuk menutup wajahmu yang kelewat tampan itu." Ucap Long Tian sedikit nada kesal terdengar ketika mengatakan hal itu. "Lalu alasan kau tidak menggunakan penutup wajah takutnya ada orang yang akan curiga kepada dirimu mengenai insiden keluarga He begitu." Ucap Long Tian lagi.


Ling Feng yang mendengar itu membalasnya, "Ya begitulah kira-kira yang aku maksud." Balas Ling Feng, lalu ia berkata kembali, "Kau tau sendiri paman, aku mempunyai wajah yang diatas rata-rata, jika aku memperlihatkan wajahku ini, yang ada malah lebih banyak menarik perhatian nantinya." Kata Ling Feng.


Long Tian yang mendengar itu sempat berdecak ketika Ling Feng berkata seperti itu.


"Entah kenapa, sudah hidup bertahun-tahun lamanya. Aku baru menemukan orang yang terlalu percaya diri sepertimu." Ucap Long Tian dengan nada yang kesal. Ling Feng yang mendengar itu hanya membalasnya dengan singkat.


"Mau bagaimana lagi paman, memang susah terlahir dengan wajah yang diatas rata-rata." Balas Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu, ingin mengeluarkan isi perutnya saking tidak kuatnya ketika mendengar Ling Feng berkata seperti itu.


"Sudahlah paman tidak perlu membahas yang tidak perlu. Sekarang dimana alat penyamaran itu, aku pinjam selama turnamen ini saja." Ucap Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu berdecak kesal, namun tetap melakukan apa yang diminta oleh Ling Feng.


"Buka portalnya." Ucap Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya membukakan portal berukuran tidak terlalu besar dan seketika muncul sebuah cincin keluar dari portal tersebut.


"Barang yang kau cari ada disana bentuknya terlihat seperti topeng, namun apabila kau memasukkan Qi kedalamnya kau akan mengetahuinya." Ucap Long Tian. Ling Feng yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih paman." Ucap Ling Feng tulus mengucapkannya. Long Tian yang mendengar itu tidak menjawab, namun tersenyum saat itu juga. Ling Feng yang tidak mendengar suara Long Tian lagi tidak ambil pusing dan mengeluarkan benda yang dimaksud Long Tian, namun ketika mengeluarkannya ia sedikit terkejut.


"Apakah memang ini bendanya?" Gumam Ling Feng ketika mengeluarkannya benda yang dimaksud oleh Long Tian.


>>>>>> Bersambung