
“Kita akan pergi setelah menyelesaikan satu lagi urusan di sini.” Jawab Ling Feng lalu menghilang dari sana dan diikuti oleh Long Tian dan To Mu yang juga menghilang di sana.
>>>>>>______
“Apa yang sedang kamu lamunkan nak?” Ujar Long Tian yang secara tiba-tiba membuat Ling Feng mendapatkan kesadaran nya kembali dan refleks menoleh ke sampingnya di mana Long Tian tengah menatap ke arahnya.
Ling Feng lantas menghadap kembali ke arah depan seraya berkata, “Tidak ada paman. Hanya saja aku merasa aneh dengan insting seorang wanita yang kadang-kadang begitu tajam.” Kata Ling Feng. Apa yang ia katakan adalah merujuk pada Bing Jiao yang seakan-akan menyadari kepergian.
Bukan hanya Bing Jiao, Ling Feng juga menyadari bahwa Qing Xian juga merasakan hal yang sama dengan Bing Jiao. Hanya saja Qing Xian lebih memilih diam tanpa mengatakan apapun.
“Wanita itu makhluk paling misterius di dunia ini nak. Tidak perlu merasa heran, karena wanita adalah makhluk perasa. Jadi sekalipun kamu tidak mengatakan apapun, mereka bisa menyadari ada sesuatu yang berbeda dari mu.” Jelas Long Tian membuat Ling Feng dan To Mu refleks mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
Tidak mendapatkan respon apapun, Long Tian pun refleks menoleh ke arah Ling Feng dan pada saat itu dirinya pun langsung mengerutkan keningnya, ketika melihat wajah heran Ling Feng dan To Mu. “Kenapa kalian memasang wajah heran seperti itu? Apakah kata-kataku ada yang salah?” Ujar Long Tian dengan nada kesal tentunya.
“Ya entah mengapa, mendengar mu berbicara seperti itu membuatku merasa heran saja paman. Ya, kan Paman Mu.” Ucap Ling Feng seraya menoleh ke arah To Mu dan dianggukki oleh orang tersebut.
“Jangan malah setuju dengan nya dasar saudara sia*an. Setidaknya sangkal sedikit lah.” Umpat Long Tian kesal kepada To Mu. Mendengar umpatan tersebut To Mu dengan polosnya berkata, “Mau bagaimana lagi saudara. Apa yang di katakan oleh Ling Feng memang benar adanya. Aku pun sampai terheran-heran tadi dan sempat berpikir bahwa kamu adalah orang lain.” Ucap To Mu dengan wajah polosnya tanpa merasa bersalah sedikit pun.
“Ka*pret memang. Lain kali aku tidak akan berkata seperti itu lagi sekalipun kalian memaksa-maksanya.” Ucap Long Tian seraya memalingkan wajahnya, marah. Membuat Ling Feng dan To Mu terkekeh pelan dan Ling Feng pun langsung berkata kembali.
“Oh ayolah paman. Kamu bukan seorang remaja yang beranjak dewasa. Setidaknya sadari umurmu itu yang sudah ratusan tahun dan tidak cocok bersikap seperti itu tahu hahaha.” Ujar Ling Feng seraya tertawa.
“Aku benar-benar tidak bisa menyangkalnya sama sekali apa yang kamu katakan nak.” Ucap To Mu dan tawanya pun pecah, karena sudah tidak bisa ia tahan. Keduanya tertawa puas yang sementara wajah Long Tian sudah berubah semakin masam. Long Tian hanya bisa berdecak kesal, karena jika dirinya mengatakan sesuatu maka keduanya akan semakin gencar mengolok-ngoloknya.
>>>>>>______
Tidak jauh di atas langit nampak seorang pemuda yang adalah Ling Feng tengah berdiri di atas daerah sekte naga langit. Nampak Ling Feng menatap tenang ke arah sekta naga langit yang berada di bawah nya sampai beberapa saat kemudian transmisi suara Long Tian pun masuk terdengar di kepalanya.
“Aku sudah meletakkan semua bendanya. Sekarang kamu bisa memulainya.” Ucap Long Tian dalam kepala Ling Feng.
“Aku juga sudah selesai.” To Mu juga ikut bersuara.
Ling Feng yang mendengar suara keduanya pun menganggukkan kepalanya seraya mengucapkan terima kasih pada Long Tian dan To Mu. Ling Feng menarik nafasnya sejenak lalu ia pun membentuk segel tangan. Kekuatan jiwa yang sangat besar pun melimpah keluar dari tubuh Ling Feng. Bukan hanya itu saja, tepat di dahinya pun muncul simbol yang bersinar terang.
“Formasi Kuno: Formasi Pengumpul Aura.” Ucap Ling Feng seraya menggerakkan kedua tangannya.
Ling Feng yang menerima sinar-sinar tersebut pun menggerakkan tanganya ke atas dan cahaya terang pun keluar dari ujung jarinya lalu menyebar luas mengitari daerah sekte naga langit tanpa terkecuali. Beberapa saat kemudian sinar yang keluar dari benda-benda tersebut pun mulai meredup dan sepenuhnya hilang.
Tepat ketika sinar tersebut redup aura Qi yang berada di sekitar daerah sekte naga langit pun di tarik oleh formasi kuno yang Ling Feng pasang. Alhasil aura Qi yang berada di daerah sekte naga langit pun meningkat dua kali lipat. Ling Feng yang melihat itu tersenyum lebar, karena ia cukup puas dengan hasilnya.
Walaupun hanya dua kali lipat saja, baginya itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Qi penghuni sekte naga langit. “Yah setidaknya berhasil dan hasilnya bagus juga.” Ucap Ling Feng lalu berhenti menyuntikkan kekuatan jiwanya dan simbol yang muncul di dahi Ling Feng pun ikut menghilang juga.
Tidak lama kemudian Long Tian dan To Mu pun muncul kembali di dekat Ling Feng. “Bagaimana paman? Tidak ada orang yang menyadarinya, kan?” Ucap Ling Feng menoleh ke arah Long Tian.
“Untuk sekarang tidak ada yang menyadarinya, tapi setelah satu batang dupa berlalu atau aku menjauh seratus meter dari formasi ini, maka formasi ilusi yang kupasang akan secara otomatis hancur dengan sendirinya dan pada saat itu semua orang yang ada di dalamnya pun akan menyadarinya.” Jelas Long Tian.
“Tidak apa-apa paman itu sudah cukup. Kalau begitu kita pergi sekarang.” Ucap Ling Feng dianggukki oleh Long Tian dan To Mu.
“Apakah kita tidak akan berpamitan kepada kakek mu dan yang lainnya?” Tanya Long Tian dan di balas gelengan kepala oleh Ling Feng. “Tidak perlu paman. Aku rasa ini yang terbaik, karena takutnya banyak yang sadar.” Ujar Ling Feng seraya menggunakan topeng guna menutupi identitas dirinya. Keduanya mengerti dan tidak berkata apa-apa lagi. Setelah itu, ketiganya pun hilang sekejap dari langit-langit tersebut.
Seperti yang dikatakan oleh Long Tian sebelumnya, formasi ilusi yang di pasang olehnya pun perlahan mulai hancur dan tepat dirinya sudah berjarak seratus meter lebih, formasi ilusi yang ia pasang pun hancur seketika. Pada saat itu semua orang yang ada di sekte naga langit dikejutkan dengan perubahan aura yang secara tiba-tiba.
>>>>>>______
Sementara Itu di Salah Satu Kediaman di Sekte
Chang Jin yang tengah menikmati secangkir teh di halaman belakangnya, di kejutkan dengan aura yang sangat berlimpah tiba-tiba berkumpul di sekitar daerah sektenya. Refleks dirinya pun bangkit dari posisi duduknya ketika merasakan perubahan aura yang sangat drastis itu.
Tidak hanya dirinya saja, bahkan para tetua dan semua murid yang ada di sana pun juga di kejutkan dengan hal yang serupa.
Chang Jin yang sudah berada di langit-langit aula pertama merasakan hawa keberadaan familiar yang mendekat ke arahnya dan langsung berkata, “Anak itu sudah pergi ya.” Ucap Chang Jin tepat sosok pria sepuh yang tidak lain adalah Ling San itu datang.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Chang Jin, Ling San hanya mendesah kasar, karena sang cucu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepadanya. Tentu keduanya sudah bisa menebak siapa sosok di balik perubahan aura yang berada di sekte mereka saat ini.
“Bahkan ketika dirinya ingin pergi jauh sekalipun, anak itu masih sempat-sempatnya memikirkan kebaikan untuk kita.” Ucap Chang Jin seraya tersenyum masam memandang ke arah langit. “Mau bagaimana lagi. Sifatnya benar-benar mirip dengan ayahnya.” Ujar Ling San terkekeh pelan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasan nya semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.