
"Sekarang kita kemana Feng'er ?" Tanya Long Tian sudah keluar dari desa tersebut. Ling Feng yang mendengar itu diam berhenti melangkah baru ingat bahwa mereka lupa tidak menanyakan dimana letak kota terdekat berada.
"Aku lupa menanyakan kemana arah menuju kota terdekat, tetapi hal itu tidak menjadi masalah. Kita bisa bertanya kepada mereka yang sedari awal diam-diam memperhatikan kita." Kata Ling Feng. Pas setelah Ling Feng berkata seperti itu, dirinya dan Long Tian bergerak cepat hilang entah kemana.
Selusin mata-mata yang diam-diam memperhatikan mereka tentu saja terkejut, karena mereka tidak bisa melihat kecepatan kedua orang tersebut. Pemimpin mata-mata yang melihat Ling Feng dan Long Tian hilang dalam pandangannya, akhirnya menampakkan dirinya sembari memberikan kode kepada yang lain untuk keluar.
"Sial dua orang ini tidak hanya memiliki aura misterius, tetapi juga mempunyai insting yang sangat tajam." Gumam Pemimpin mata-mata berdecak kesal lalu mengalihkan pandangannya ke anak buahnya.
"Periksa daerah sekitar, kita tidak boleh kehilangan mereka sekarang." Perintah Pemimpin mata-mata tersebut kepada sebelas anak buahnya. Mendengar perintah tersebut sebelas orang itu mengangguk dan ingin melesat. Namun, baru saja ingin melesat untuk mencari, teriakkan seorang pemuda Membuat sekelompok mata-mata itu terkejut beserta pemimpin mereka.
"Tidak perlu repot-repot mencari ku ! Aku sudah berada disini kalian." Teriak Ling Feng Membuat sekelompok mata-mata beserta pemimpinnya tersebut terkejut mendengarnya. Pemimpin mata-mata yang paling terkejut tentunya.
"Ba-bagaimana mungkin dirinya bisa berada disana tanpa aku sadari !? tidak, tidak, ini tidak mungkin ada sesuatu yang salah dari dua orang pemuda ini." Batin Pemimpin mata-mata memandang waspada Ling Feng dan Long Tian.
"Tenang saja aku tidak mempermasalahkan lagi tentang kalian yang diam-diam memperhatikan diriku, asalkan kalian menjawab pertanyaan ku." Ucap Ling Feng berjalan mendekati sekelompok mata-mata yang waspada terhadap dirinya. Sekelompok mata-mata tersebut tidak ada yang menjawab mereka memilih waspada dan menjaga jarak dari Ling Feng yang mendekati mereka. Melihat sekelompok tersebut malah menjauh dari dirinya, Ling Feng menghela nafas panjang sembari bergumam.
"Kalian tidak perlu waspada seperti itu, aku hanya ingin bertanya arah kemana menuju kota selanjutnya. Jika kalian menjawab maka aku tidak akan mempermasalahkan kalian yang diam-diam mengikuti ku." Kata Ling Feng dengan wajah yang tenang, membuat sekelompok mata-mata tersebut saling pandang, namun tetap bersikukuh untuk diam tindak menjawab. Melihat tidak ada yang berinisiatif menjawab pertanyaannya, Ling Feng menghela nafas panjang sembari bergumam.
"Kalian diberi kemudahan hanya perlu menjawabnya saja, malah meminta hal yang sulit" Kata Ling menggelengkan kepalanya lalu bergumam kembali, "Kalian yang memintanya-" Gumam Ling Feng menghela nafas lalu satu kali melangkah kedepan, namun satu langkah tersebut dirinya langsung berpindah disisi salah satu mata-mata disana.
"Jangan salahkan aku jika sedikit kasar kepada kalian." Bisik Ling Feng ditelinga mata-mata tersebut. Ia langsung melambaikan tangannya menampar wajah mata-mata tersebut membuatnya melesat cepat terpental jauh. Mata-mata yang lainnya melihat gerakan Ling Feng sangat cepat, tidak sempat bereaksi bahkan pemimpin mata-mata itu dibuat terdiam melihat kecepatan Ling Feng.
"Hanya mati dalam sekali pukulan" Batin Ketua mata-mata memandang anak buahnya yang tewas hanya dalam sekali tamparan saja.
"Sekuat apa sebenarnya orang ini" Batin Ketua mata-mata tersebut tidak bisa melihat pencapaian Kultivasi Ling Feng.
"Aku sudah memintanya dengan baik-baik, namun kalian menolak menjawab pertanyaan yang sangat mudah itu dan memilih menggunakan cara yang kasar." Ucap Ling Feng melangkah selangkah demi selangkah. Sekelompok mata-mata tersebut itu ikut mundur selangkah demi selangkah.
"Sepertinya kalian memang harus diberikan rasa keputusasaan terlebih dahulu." Gumam Ling sembari mengeluarkan Yin Black Sword dari cincin penyimpanannya lalu sekali lagi menggunakan trik yang sama.
"Teknik Halilintar Langit gerakan pertama: Langkah kilat." Gumam Ling Feng sekali lagi menggunakan langkah petir muncul dihadapan mata-mata yang lengah.
"Dua" Satu kata yang keluar dari mulut Ling Feng setelah menebas kepala mata-mata tersebut. Membuat mata-mata yang tersisa sedikit gemetar melihat Ling Feng begitu mudahnya membunuh teman mereka.
"Hehhhhh kalian kira bisa kabur semudah itu dariku, tidak sopan jika kalian pergi tanpa pamit." Kata Ling Feng terkekeh. Melihat mata-mata yang tersisa berpencar, Long Tian berteriak kepada Ling Feng.
"Feng'er sepertinya kau kesulitan, apa perlu ku bantu ?" Teriak Long Tian. Ling Feng yang mendengar hal itu mengalihkan pandangannya ke Long Tian yang diam saja diatas sana.
"Hehhhhh tumben apa paman berinisiatif membantu. Biasanya juga memilih diam dari pada turun tangan." Kata Ling Feng Mencibir Long Tian.
"Ya melihat mu kesulitan, mau tidak mau harus membantu." Ucap Long Tian mengangkat kedua bahunya. Ling Feng yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya.
"Hehhhhh berarti paman bilang akan lama jika itu aku sendiri." Kata Ling Feng. Long Tian yang mendengar itu kembali mengangkat bahunya berkata, "Bukan aku yang mengatakannya ya." Kata Long Tian.
"Kalau begitu bagaimana kita taruhan saja siapa yang paling banyak dia yang menang." Ucap Ling Feng memandang remeh Long Tian. Long Tian yang mendengar hal itu tersenyum sinis kepada Ling Feng.
"Hoooo, baiklah jika kau kalah harus traktir lima kendi arak." Ucap Long Tian langsung menghilang dari sana. Melihat Long Tian yang sudah bergerak, Ling Feng mengkerutkan keningnya.
"Cihhhhh, naga tua licik mencuri satu langkah apa hebatnya." Decak Kesal Ling Feng ikut melesat mengejar kembali mata-mata tersebut.
"Padahal hanya ingin menanyakan jalan menuju arah ke kota saja, tetapi kenapa ujungnya malah menjadi taruhan seperti ini." Gumam Ling Feng melesat menggunakan Langkah Kilat berhasil mengejar satu dari sepuluh mata-mata dan langsung menghadang jalannya.
Mata-mata itu tentu saja terkejut melihat kecepatan Ling Feng yang tidak masuk akal manusia.
"Baiklah aku hanya ingin bertanya kemana arah menuju kota selanjutnya." Tanya Ling Feng kepada mata-mata yang langsung mengambil sikap waspada lebih tepatnya menutupi rasa gemetaran nya. Walaupun ketakutan mata-mata itu tetap diam tidak membuka suara sama sekali. Melihat mata-mata itu hanya diam saja, Ling Feng menghela nafas lalu Menggunakan langkah kilat kembali menebas kepala mata-mata tersebut dengan Yin Black Sword.
"Apakah menanyakan arah menuju kota terdekat adalah sebuah hal tabu ? sampai-sampai sekelompok orang ini rela mengorbankan nyawanya." Decak Kesal Ling Feng.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)