Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Memberikan Sedikit Pelajaran


Sontak ketiga anak buahnya yang mendengar itu, tanpa pikir panjang langsung pergi dari sana meninggalkan Nang Li yang masih berdiri bergetar di sana, namun Ling Feng tidak semurah hati itu, membiarkan ketiganya pergi begitu saja. Dalam sekejap, ketiga pemuda yang awalnya sudah berpencar, langsung Ling Feng bawa kembali dalam sekejap. Bukan hanya itu saja, Ling Feng bahkan dengan tanpa ampun menghajar ketiganya sama mengenaskanya dengan orang yang pertama.


“Baiklah... Karena kalian berniat untuk membuat ku tidak bisa bergerak selama satu minggu, sebagai balasanya akan ku buat kalian tidak bisa bergerak selama dua minggu atau bahkan bisa lebih.” Ucap Ling Feng tanpa beban kepada keempat anak buah Nang Li yang tersungkur di tanah.


Yang Sun yang melihat Ling Feng yang dengan mudahnya menghajar keempat anak buah Nang Li yang bahkan dirinya saja kesulitan untuk melawan satu orangnya saja. Benar-benar merasa takjub. Ia tidak menyangka bahwa Ling Feng akan sekuat itu. “Hebat sekali. Benar-benar Sangat Kuat.” Gumam Yang Sun takjub kepada Ling Feng.


“Baiklah anak buah mu telah selesai, sekarang bagaimana aku harus mengurus mu ya.” Ucap Ling Feng melemaskan kedua telapak tangannya, membuat Nang Li langsung jatuh tersungkur ke tanah, saking takutnya ketika melihat Ling Feng.


“K-kau berani sekali melukai sesama murid sekte, aula hukuman pasti akan menghukum mu sangat berat jika mengetahui hal ini.” Ucap Nang Li mengancam seraya menunjuk-nunjuk Ling Feng dengan tangan dan suaranya yang jelas-jelas bergetar, karena ketakutan.


Mendengar hal itu, Ling Feng terkekeh mengejek dan berkata, “Itupun kalau aula hukuman mengetahuinya, kan.” Ucap Ling Feng menekankan setiap kata yang keluar dari mulut nya. Keringat dingin pun mengalir deras di dahi Nang Li ketika Ling Feng jelas-jelas membalikkan perkataannya. Ling Feng yang melihat wajah ketakutan Nang Li masih belum merasa puas dan kembali berkata, “Kau... Sebelumnya sudah sejak lama mengikuti ku dan Yang Sun, kan.” Ucap Ling Feng menebak, dan tebakkannya itu tepat sasaran.


“Kau tau... Alasan aku pergi ke tempat ini adalah, karena tempat ini terlihat sangat sepi dan sepertinya para murid jarang yang datang kemari.” Ucap Ling Feng membuat Nang Li langsung menatapnya dengan pandangan kosong, karena tidak menyangka. Nang Li pun berpikir, jika memang Ling Feng sudah mengetahui bahwa ia dan anak buahnya sedang mengikutinya, lalu bagaimana ia mengatahui fakta, bahwa ia hendak melakukan tindakan buruk kepada dirinya dan Yang Sun.


Ling Feng lalu tiba-tiba menyeringai dan berkata, “Mengenai itu kau tidak perlu tau. Hal yang perlu kau tau dan jangan pernah kau lupakan sampai seumur hidup mu adalah jangan pernah mengganggu ku dan orang-orang ku, jika masih bersikeras, akan kutunjukan apa itu neraka yang sebenarnya.” Ucap Ling Feng seraya mendekatkan wajahnya membisikan kata demi kata yang diselubungi dengan niat membunuh yang pekat.


Nang Li bahkan bergetar seluruh tubuhnya ketika mendengar ucapan Ling Feng yang penuh akan niat membunuh itu. Melihat Nang Li yang menunjukkan ekspresi ketakutan yang luar biasa itu, Ling Feng cukup puas, ia lalu mengulurkan tangannya menggenggam tangan Nang Li, yang seketika ia tersentak ketika melihat tangan Ling Feng memegang erat tangannya.


“A-apa yang kau lakukan... A-aku mengerti, aku mengerti apa yang kau katakan dan tidak akan lagi mengusik Yang Sun dan dirimu, oleh karena itu aku mohon tolong lepaskan aku.” Ucap Nang Li yang meronta-ronta berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Ling Feng, namun nihil cengkraman tangan Ling Feng benar-benar sangat kuat membuatnya mustahil untuk di lepaskan.


“Ya aku memang berkata seperti itu, namun sebagai peringatan aku akan sedikit memberikan mu pelajaran, supaya kau benar-benar sadar, bahwa apa yang aku katakan saat ini bukan omong kosong belaka.” Ucap Ling Feng seraya terkekeh pelan.


“K-kau apa yang ingin kau lakukan?! Aku mengerti aku tidak akan berani mengusikmu, akan tetapi tolong jangan apa-apakan diriku, aku takut sakit.” Ucap Nang Li yang masih berusaha keras untuk melawan, bahkan air matanya sudah mengalir deras saat ini, saking takutnya dengan hal yang akan Ling Feng lakukan.


“Ehh... Tidak boleh seperti itu loh. Anak buah mu saja menerimanya, masa kau yang sebagai bosnya tidak menerimanya, bukankah itu tidak adil.” Ucap Ling Feng seraya tersenyum tipis tanpa beban. Nang Li menatap tidak percaya bercampur dengan rasa takut yang luar biasa ke arah Ling Feng. “T-tidak... Tidak jangan lakukan itu!” Teriak Nang Li, namun sayang Ling Feng tidak mengindahkan teriakan tersebut dan meremasnya cukup kuat.


Kraaakkkk


Kraaakkkk


Tidak berhenti di situ saja, Ling Feng juga membuat Nang Li babak belur, sama seperti ia membuat anak buahnya tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya selama dua minggu atau lebih. Yang Sun yang melihat itu, hanya bisa diam saja merasa takjub. Ling Feng yang berada di hadapan nya saat ini benar-benar sangat kuat.


“Baiklah sudah selesai. Dengan ini semuanya mendapatkan hal yang sama rata.” Ucap Ling Feng terkekeh menepuk-nepuk kedua tangannya. Ia sontak berbalik menatap Yang Sun, yang diam-diam menatap dirinya takjub dan berkata kepadanya.


“Yo Yang Sun jangan melamun di sana saja. Sekarang, masalahnya telah terselesaikan. Ayo kita kembali ke puncak, kake mungkin sudah menunggu kita.” Ucap Ling Feng menyadarkan Yang Sun dalam lamunannya.


“Ah i-iya. Mari kita kembali.” Timpal Yang Sun tersadar dari keterkejutannya lalu mengekor berjalan di belakang Ling Feng, dan diam-diam menatap takjub punggung pemuda tersebut seraya bergumam pelan, “Apakah aku bisa sekuat dan teguh seperti dirinya ya.” Gumam Yang Sun, namun dapat di dengar oleh Ling Feng.


“Kau bisa menjadi kuat kok. Semua orang bisa menjadi kuat, jadi tidak perlu merasa iri.” Ucap Ling Feng membuat Yang Sun terkejut dan saking terkejutnya ia sampai berhenti melangkah menatap Ling Feng dengan pandangan tidak percaya, setelah beberapa saat, ia kemudian tersenyum tipis lalu mengejar Ling Feng yang sudah melangkah terlebih dahulu di depannya.


Puncak Gunung Ling San


“Fyuhhh... Akhirnya aku lepas juga dari tatapan-tatapan maut para murid sekte. Sungguh, semua itu benar-benar membuat ku lelah.” Ucap Ling Feng menghela nafas lega setelah ia sampai di puncak gunung. Yang Sun yang berada di belakangnya pun menimpalinya, “Ya bagaimana para murid tidak menatap mu, wajah mu itu benar-benar membuat para perempuan tidak bisa memalingkannya, dan membuat murid laki-laki merasa sangat iri ketika melihatnya.” Ucap Yang Sun tertawa kecil.


“Jujur saja aku pun merasa iri ketika melihat wajah mu tau.” Tambah Yang Sun. Mendengar hal itu meresponnya dengan wajah yang jelek, “Itulah mengapa aku tidak nyaman jika berkeliaran tanpa topeng. Seperti yang kau katakan, aku mungkin sudah mati berkali-kali, karena tatapan tajam para kaum laki-laki yang ditujukan kepada ku.” Ucap Ling Feng mengeluh.


“Orang tampan pun mempunyai kesulitannya sendiri ya.” Ucap Yang Sun terkekeh melihat wajah Ling Feng yang tertekan. Ling Feng sendiri langsung mendengus kesal, ketika mendengar Yang Sun yang malah mertawakan dirinya.


“Kau datang Feng’er. Apakah ada masalah tadi?” Tanya Ling San kepada Ling Feng seraya keluar dari rumahnya. Ling Feng langsung melirik ke arah pria sepuh itu, dan Yang Sun langsung memberikan salam hormat kepada Ling San. “Ya tadi ada masalah sedikit, jadi aku terlambat sampai sininya.” Ucap Ling Feng yang tidak menjelaskannya lebih jauh lagi. Ling San yang mengerti akan hal itu pun tidak membahasnya juga dan hanya meresponya dengan anggukan kepala.


“Kalau begitu, kita berangkat sekarang. Pertemuannya akan mulai sebentar lagi.” Ucap Ling San yang berjalan mendahului diikuti oleh Ling Feng yang menganggukan kepalanya lalu mengekor di belakang Ling San, pergi menuju ke tempat pertemuan para tetua sekte di adakan.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.