
“Hohhh... Kita lihat saja, sampai mana kau bisa bertahan di bawah pelatihan ku.” Ucap Ling Feng tersenyum penuh arti, Han Sheng merasakan perasaan tidak nyaman dari senyuman itu, namun ia sudah terlanjur untuk maju, mundur sekarang baginya sama saja dengan seorang laki-laki pengecut.
“Majulah kapan pun saudara.” Ucap Han Sheng setengah hati.
>>>>>>_______
Empat Jam Kemudian
“S-saudara Feng... Apakah sudah selesai?” Tanya Han Sheng dengan wajah yang penuh akan keringat dan seluruh tubuhnya bergetar hebat.
Flashback On
Han Sheng saat ini sedang melakukan latihan yang di atur oleh Ling Feng, yang mana ia harus mempertahankan kuda-kuda berpedang dasar tanpa melakukan gerakan sedikit pun. Mengetahui hal itu, Han Sheng awalnya menerimanya dengan tanpa masalah, karena sangat yakin bisa bertahan, namun setelah melakukan gerakan itu hampir dua jam lamanya, ia baru sadar bahwa Ling Feng tidak mengatakan kepadanya berapa lama ia harus bertahan.
Sontak dirinya pun bertanya kepada Ling Feng mengenai hal itu, dan Ling Feng dengan entengnya berkata, “Sampai bertemu pagi lagi lah.” Ucapnya yang seketika sambaran petir turun di belakang tubuh Han Sheng. Seharian penuh?! Dalam posisi yang sama?! Memangnya hal seperti itu mungkin?! Pikir Han Sheng, namun Ling Feng yang sepertinya mengetahui apa yang dipikirkan oleh Han Sheng kembali berkata, “Aku bisa bertahan hampir tiga hari lamanya. Rekor terbaik ku, bisa bertahan seminggu lamanya tanpa bergerak sama sekali.” Kata Ling Feng tanpa beban.
Jdeerrrrr
“Oioi... Kau masih manusia, kan?! Bagaimana manusia bisa tidak bergerak dalam posisi yang sama seminggu lamanya?! Apakah kau kira aku idiot akan percaya begitu saja?!” Batin Han Sheng, namun ketika ia melihat tatapan Ling Feng yang begitu tegas, ia sangat yakin bahwa pemuda yang kini telah menjadi saudaranya itu benar-benar melakukan hal itu. Alhasil ia pun tidak banyak berkomentar lagi, dan kembali melanjutkan latihannya, namun selang dua jam kemudian lagi, seluruh tubuhnya benar-benar bergetar, tidak bisa menahan gerakan tersebut lebih lama lagi dan bisa jatuh kapan saja.
Flashback Off
Akan tetapi, bukan Ling Feng yang menimpali perkataannya, melainkan adiknya sendiri yaitu, Han Ying.
“Kau ini berisik sekali kakak... Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kau mampu untuk menjalani pelatihannya, oleh karena itu jalanilah dengan mulut yang diam, dan jangan ganggu konsentrasi Saudara Feng yang sedang mengajariku.” Ujar Han Ying merasa kesal, karena setiap beberapa menit sekali, kakaknya itu akan mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali, dan hal itu membuat konsentrasi dirinya lebih tepatnya, mendadak buyar.
Awalnya hanya Han Sheng dan Ling Feng saja berdua, namun selang satu jam kemudian, Han Ying pun datang dengan Bing Jiao yang sudah selesai memulihkan Qi nya. Melihat kakaknya sedang di latih oleh Ling Feng, membuat Han Ying pun tertarik dengan hal itu. Alhasil ia dan Bing Jiao pun berakhir dalam bimbingan Ling Feng.
Berbeda dengan Han Sheng, Ling Feng mengajarkan keduanya sebuah teknik pedang yang mana teknik pedang tersebut tidak terlalu fokus pada gerakannya, melainkan lebih fokus pada pengendalian elemen mereka masing-masing. Teknik pedang ini sangat cocok untuk keduanya, karena tidak memerlukan kecocokan elemen untuk menggunakannya.
Han Sheng tidak menggubris perkataan dari adiknya menatap Ling Feng dengan tatapan miris. Melihat tatapan miris itu dan Han Sheng yang terlihat sudah sampai batasnya, dirinya pun berkata, “Bertahanlah tiga jam lagi.” Kata Ling Feng dan seketika membuat wajah Han Sheng semakin buruk. Ia bahkan berpikir dengan raut wajah yang mengenaskan, kakiku masih ada, kan... Aku benar-benar tidak bisa merasakan kaki ku sama sekali.
Setelah Ling Feng mengatakan hal itu, Han Ying pun ikut berbicara juga, “Dengar itu, jadi selama tiga jam kedepan kau jangan berisik kak atau ku hempaskan tubuhmu, supaya mengulang dari awal lagi.” Ucap Han Ying dengan sengit. Mendengar adiknya berbicara seperti itu kepadanya, Han Sheng melayangkan tatapan kesal kepadanya dan langsung di balas dengan tatapan yang lebih sengit lagi.
“Sudahlah... Jangan ganggu kakakmu. Fokus saja pada pelatihan mu sekarang.” Ucap Ling Feng menegur Han Ying. Han Ying mendapat teguran dari Ling Feng pun kembali fokus dengan latihan teknik pedangnnya.
Selain keempatnya, Tetua Sang dan Tetua Han pun juga berada tidak jauh dari sana, namun pada saat Ling Feng menegur Han Ying dan Han Ying menerima teguran tersebut dengan lapang dada, membuat Tetua Han secara tiba-tiba tertawa mengenaskan. Mendengar nada miris dari tawa pria sepuh di sebelahnya itu, Tetua Sang pun bertanya kepadanya.
“Kenapa Anda tertawa seperti itu tetua?” Tanya Tetua Sang penasaran, yang merujuk pada nada mirisnya tawa Tetua Han.
“Akan tetapi, saat ini... Di bawah bimbingan pemuda itu, sifat keras kepalanya itu seakan-akan lenyap. Ia benar-benar sangat serius, dalam menjalani langkah demi langkah pelatihannya itu. Seakan-akan Ying’er yang kukenal itu tidak melekat dalam dirinya saat ini.” Katanya lagi dengan senyuman masam di wajahnya.
“Ah Anda benar Tetua Han... Pemuda itu benar-benar aneh ya... Padahal tidak mempunyai sedikit pun aura kultivasi, namun entah mengapa ia selalu memancarkan perasaan yang kuat dari sekujur tubuhnya.” Ucap Tetua Sang mengalihkan pandangannya kepada Ling Feng yang sedang memberikan arahan kepada Bing Jiao, karena salah dalam melakukan gerakan.
“Bukan tanpa aura kultivasi Tetua Sang... Melainkan kita lah yang terlalu lemah, karena tidak bisa merasakan aura kultivasinya.” Ucap Tetua Han seraya terkekeh pelan dan diangguki oleh Tetua Sang. Keduanya menandahkan kepalanya menatap langit-langit seraya bergumam kalimat yang sama.
“Jalan kultivasi ternyata masih sangat panjang ya...” Gumam keduanya bersamaan.
>>>>>>>_______
“Saudari Ying... Kau terlalu banyak menggunakan Qi mu. Alhasil ukuran dari pedang yang di hasilkan oleh elemen api mu pun menjadi tidak sesuai dan berantakan. Kau harus memfokuskan pengeluaran Qi mu dan mengolahnya dengan santai, tidak perlu gugup, santai saja.” Ujar Ling Feng memberikan arahan kepada Han Ying. Mendengar itu Han Ying yang terengah-engah menganggukkan kepalanya menyeka keringat yang mengucur deras di dahinya. Terlihat jelas bahwa ia telah mengeluarkan banyak Qi dan kelelahan sekarang.
“Kita istira-“ Ling Feng yang awalnya berkata untuk istirahat terlebih dahulu, tiba-tiba langsung di potong cepat oleh Han Ying. “Tidak. Kita lanjutkan saja. Aku masih bisa melakukannya.” Ucapnya dengan nafas yang sudah tersengal-sengal.
Ling Feng sedikit tidak menduga sifat dari putri tomboy di hadapannya ini, yang ternyata sangat pekerja keras jika sudah bertekad untuk menguasai sesuatu. Melihat itu tentunya Ling Feng pun tidak berniat untuk menahannya.
Han Ying mulai mengatur pernafasannya kembali dan ketika sudah teratur, ia pun mengangkat pedangnya di hadapan wajahnya dan mengulangi gerakan yang sama kembali. Ia benar-benar tenggelam dalam konsentrasi nya. Qi nya pun terlihat jelas keluar dari lengan yang memegang pedang, mengalir ke dalam pedangnya. Ia pun membuka keduanya serentak seraya mengatakan teknik pedangnya.
“Teknik Pedang Seribu: Seribu Pedang Api.” Ujarnya seraya mengayunkan pedangnya, dimana dari pedang yang ia ayunkan itu keluarlah pedang api yang mengudara di belakang Han Ying. Tetua Sang dan Tetua Han yang melihat teknik pedang tersebut, tidak bisa untuk tidak berdecak kagum, melihat teknik pedang yang Ling Feng ajarkan.
Han Ying melirik ke belakang tubuhnya. Dimana terlihat banyak pedang api yang mengudara di sana. “Aku berhasil! Aku berhasil menguasainya saudari! Aku telah berhasil menguasainya saudari! Saudara Feng aku berhasil!” Ucap Han Ying yang secara tidak sadar melompat-lompat bahagia di depan Bing Jiao. Bing Jiao yang melihat saudarinya itu pun memberikan apresiasi nya.
“Selamat saudari... Seperti yang di harapkan dari mu. Kau pasti bisa menguasai teknik pedang itu.” Ujar Bing Jiao memberikan selamat kepada Han Ying. Ling Feng sendiri tersenyum tipis dan berkata, “Kerja bagus... Kau melakukan nya dengan baik.” Ucap Ling Feng. Han Ying yang melompat-lompat itu pun perlahan mulai kelelahan dan hilang keseimbangan tubuhnya. Bing Jiao dengan sigap menangkap tubuh saudarinya itu.
“Hehehe... Aku yang terbaik...” Han Ying bergumam pelan, sampai kemudian baru tertidur, karena kehabisan Qi. Untuk Bing Jiao sendiri tidak terlalu sulit baginya, karena pada dasarnya ia pandai memahami, dan di tambah dengan arahan Jing, ia bisa menguasainya setengah jam lebih cepat dari Han Ying.
“Baiklah sekarang tinggal...” Ucap Ling Feng menggatung perkataannya seraya melirik ke arah Han Sheng yang terlihat mati-matian untuk mempertahankan kuda-kuda dasarnya. “Kau sudah boleh selesai Saudara Shen.” Ucap Ling Feng dan seketika Han Shen pun langsung ambruk ke tanah dengan kedua lututnya sudah bergetar, saking lemasnya.
Ling Feng melangkah mendekatinya dan berjongkok di hadapan nya seraya berkata kepadanya, “Kerja bagus saudara... Seperti yang di harapkan dari maniak bela diri dan juga saudaraku. Kau benar-benar melampaui batasmu ya.” Ucap Ling Feng yang di balas tawa kecil oleh Han Sheng. Sebenarnya sudah lewat dua jam, sejak waktu yang di sepekati sebelumnya, awalnya Han Shen hendak menyudahinya, namun instingnya mengatakan bahwa bertahan lebih lama adalah keputusan yang baik.
“Bukankah... Sudah... Kubilang... Aku pasti bisa... Melaluinya.” Ucap Han Shen dengan nafas terengah-engah dan keringat yang sudah membanjiri seluruh tubuhnya. Ling Feng terkekeh mengulurkan tangannya kepada Han Shen. Han Shen pun langsung menyambut uluran tangan tersebut.
“Uwahhh... Lututku benar-benar mati rasa... Aku seperti tidak mempunyai kaki saja.” Ucap Han Shen yang memang benar tidak dapat merasakanya sama sekali, saking mati rasanya. Bahkan untuk berdiri saja sulit saat ini.
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.