Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Menggunakan Akal


Clangggg


Clangggg


"Kulit mu benar-benar sangat keras sekali ya." Kata Ling Feng melesat kembali sangat cepat ke arah Laba-laba raksasa itu berniat menebas tubuhnya, akan tetapi malah beradu dengan salah satu kakinya.


"Teknik Halilintar Langit: Tebasan Tanpa Batas." Sekali lagi Ling Feng maju menerjang bahkan kecepatannya lebih cepat dari pertama kali ia menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh laba-laba raksasa itu. Bahkan beast laba-laba raksasa itu dibuat bingung dengan kecepatan Ling Feng yang melebihi kedipan mata sekali pun.


"Lebih cepat…Aku bisa lebih cepat dari ini…Masih belum." Gumam Ling Feng melesat menebaskan pedangnya, namun malah kembali beradu dengan kaki dari laba-laba raksasa itu. Setelah beradu serangan Ling Feng kembali menjaga jarak dan seperkian detiknya kembali maju menerjang.


Tua Tao yang melihat pergerakan Ling Feng menyinggungkan senyuman. "Mampu beradaptasi dengan pertarungan, refleks serta Insting yang benar-benar diluar nalar manusia, bahkan kuda-kuda berpedangnya sangat kokoh. Walaupun umurnya sangat muda, dia mampu menggunakan kepalanya dengan tenang. Sepertinya aku mendapatkan murid yang sangat merepotkan kali ini." Batin Tua Tao tersenyum simpul kemudian melihat pertarungan Ling Feng dengan laba-laba raksasa tersebut.


"Teknik Sembilan Matahari: Menghunus Badai Api." Ling Feng melompat tinggi. Laba-laba raksasa itu tidak tinggal diam saja, ia mengeluarkan cairan berwarna ungu dari mulutnya menyemburkan ke arah Ling Feng. Ling Feng yang melihat itu dengan lihai, memutar tubuhnya di udara. Sehingga semburan cairan ungu itu lagi-lagi tidak mengenai Ling Feng.


Ling Feng melesat cepat ke arah Laba-laba raksasa itu dengan pedang terhunuskan kedepan dengan dalam seperkian detik ia langsung menebas secara horizontal. Seketika kobaran api yang luar biasa kuatnya keluar dari tebasan pedang Ling Feng lalu melesat cepat ke arah Laba-laba raksasa itu.


Duaaaarrrr


Booooommmm


Laba-laba raksasa itu yang tadinya menempel dengan sarangnya seketika langsung jatuh ke tanah, karena Api Ling Feng benar-benar membakar habis jaring-jaringnya. Laba-laba itu menatap marah Ling Feng. Bukan hanya sudah menyerang dirinya, Ling Feng bahkan habis membakar tempat tinggalnya.


Laba-laba tersebut kembali membuka mulutnya lalu mengeluarkan semburan berwarna putih dari mulutnya ke arah Ling Feng. Ling Feng yang melihat semburan putih itu tidak bisa menghindarinya, lantas ia meletakkan pedang hitam di kakinya untuk di jadikan tumpuan.


Ia lalu mendarat dengan aman di tanah. Laba-laba tersebut lantas menarik kembali cairan putih tersebut kembali ke mulutnya dan menelan pedang hitam milik Ling Feng. Ling Feng yang melihat pedangnya ditahan tiba-tiba terpikirkan sebuah ide didalam kepalanya.


Ia lantas menyeringai lebar ke arah Laba-laba raksasa itu. Melihat raut wajah Ling Feng, laba-laba merasa dirinya di remehkan. Ia lantas berteriak lalu berlari dengan cepat ke arah Ling Feng.


Shaaa…!


Ling Feng melihat Laba-laba raksasa itu maju ke arahnya memilih untuk mengabaikannya, ia lantas mulai memperjauh jarak sembari memejamkan matanya memastikan sesuatu terlebih dahulu. Tua Tao yang melihat Ling Feng tiba-tiba menjadi pasif menyerang mengangkat sebelah alisnya.


"Bocah ini apa yang ingin dia lakukan sekarang." Gumam Tua Tao melihat daripada tindakan Ling Feng yang tiba-tiba berubah menjadi pasif menyerang. Laba-laba raksasa itu menjadi semakin kesal ketika Ling Feng hanya menghindari serangan demi serangan yang ia lancarkan.


Booooommmm


Booooommmm


Csssshhhhhhhh


Csssshhhhhhhh


Swusssshhhh


Booooommmm


Ling Feng melompat sangat tinggi menghindari hentakan kaki Laba-laba raksasa itu. Laba-laba tersebut lantas menatap Ling Feng yang menempel pada sebuah dahan pohon di sana. Pada saat itu juga Ling Feng membuka matanya kembali. Ling Feng bahkan tersenyum simpul ke arah Laba-laba raksasa itu.


Tua Tao yang melihat senyuman itu menjadi sangat penasaran apa yang telah dilakukan olehnya sampai saat ini. Ling Feng lantas menunjuk Laba-laba raksasa itu dengan menggunakan pedang putihnya.


"Kulit luar mu memang sangat keras aku bahkan tidak percaya diri bahkan untuk sekedar menebasnya saja, akan tetapi…" Ling Feng menggantung perkataannya menatap Laba-laba raksasa itu menyeringai. Tua Tao yang melihat seringai percaya diri Ling Feng menjadi penasaran rencana apa yang telah ia buat saat ini.


"Itu hanya kulit luar mu saja, bagaimana jika aku menyerangnya dari dalam." Kata Ling Feng menyeringai lebar membuat Tua Tao terkejut serta bingung apa yang Ling Feng katakan.


Tepat setelah Ling Feng berkata seperti ia langsung membentuk segel tangan. Yang mana ketika Ling Feng membentuk segel tangan tersebut, laba-laba raksasa itu langsung berteriak keras.


Shaaaaaa…!


Melihat laba-laba raksasa itu kesakitan, membuat Tua Tao terkejut dengan apa yang terjadi. Ia bahkan saat ini berpikir apa yang telah dilakukan oleh Ling Feng. Oleh karena itu ia menatap lebih teliti ke arah Ling Feng. Ketika melihat Ling Feng, Tua Tao mengerti apa yang telah dilakukan oleh Ling Feng.


"Jadi begitu ya…Ia menggunakan pedang hitam yang telah laba-laba itu telan tadi. Tidak kusangka ia bisa berpikir sejauh itu sampai-sampai mengorbankan senjatanya untuk seperti itu." Gumam Tua Tao yang kagum dengan pemikiran Ling Feng.


Jika Tua Tao mengetahui bahwa apa yang Ling Feng lakukan murni tanpa berpikir, mungkin ia akan menarik seluruh pujian yang ia lontarkan kepada Ling Feng.


Ling Feng masih terus menerus menggerakkan tangannya dengan cepat, laba-laba raksasa itu perlahan-lahan langkahnya mulai terhuyung-huyung. Laba-laba raksasa itu benar-benar merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan ketika ia berniat memuntahkan kembali pedang yang telah ia telan, hal itu tidak bisa ia lakukan karena pedang itu benar-benar mengoyak didalam tubuhnya.


Ling Feng tidak berhenti menggerakkan tangannya bahkan setelah hampir satu jam berlalu. Tubuh daripada laba-laba raksasa itu mulai tidak seimbang. Bahkan terlihat sesekali sempoyongan. Ia benar-benar disiksa oleh Ling Feng.


Bagian dalam tubuhnya benar-benar di koyak habis-habisan oleh Ling Feng. Bahkan bisa dibilang luka dalamnya sangat parah dan hawa kehidupannya pun mulai menipis. Ling Feng yang melihat laba-laba raksasa itu sudah dekat dengan kematiannya, lantas menggerakkan tangannya.


Seketika pedang hitam yang mengoyak tubuh daripada laba-laba itu melesat keluar menembus kepala laba-laba raksasa itu. Beast laba-laba raksasa dengan ranah langit tingkat menengah berhasil dibunuh oleh seorang pemuda ranah Bumi bintang 1 dengan menggunakan akalnya.


>>>>>>> Bersambung