Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
V2 Penyamaran


Sementara Itu Di Suatu Tempat


“Hei kau yang di sana. Kenapa lambat sekali. Cepat bergegas.” Berseru cukup lantang Sosok yang perawakannya menyerupai manusia, namun ada sedikit perbedaan, dimana sosok tersebut mempunnyai ciri dua tanduk melengkung di dahinya. “Ah iya maaf tuan. Aku segera bergegas.” Timpal sosok yang mempunyai ciri sama dengan yang berseru lantang tadi.


Kedua sosok tersebut tidak lain adalah iblis. Terlihat jelas kedua iblis itu sedang mengangkat sesuatu, namun entah benda apa tersebut tidak terlihat jelas, karena di dalam hutan cahaya matahari hanya bisa sedikit menerobos masuk ke pedalaman hutan. “Ah anu...” Panggil iblis yang terlihat masih amatir memanggil dengan berhati-hati iblis yang tadi berseru menegur kepadanya.


“Ada apa?” Kata iblis senior langsung pada intinya menatap acuh tak acuh iblis junior yang berada di belakang mengekorinya.


“Kalau boleh tahu... Sebenarnya benda apa ini? Kenapa sangat berat sekali?” Tanya iblis junior tersebut kepada iblis senior. Mendengar pertanyaan itu, iblis senior itu sontak mengangkat sebelah alisnya berkata dengan nada heran, “Kenapa kau malah bertanya seperti itu?” Tanya heran iblis senior tersebut. Lebih tepatnya ia merasa sedikit curiga dengan iblis junior tersebut, karena mengajukan pertanyaan seperti itu.


“Sebenarnya aku baru datang ke kota Cheng Du ini dan pertama kali mendapatkan tugas mengangkat benda-benda ini. Tugasku dulu di kota sebelumnya adalah sebagai iblis yang membaur dengan manusia untuk mengumpulkan informasi. Oleh karena itu, aku penasaran benda apa ini dan hendak di bawa kemana memangnya?” Jelas iblis junior itu dengan padat dan alasan yang mudah di terima.


“Begitu, kah... Jadi kau iblis yang baru pertama kali melakukan tugas ini.” Ucap iblis senior itu. Keraguan yang ia tunjukan kepada iblis junior itu hilang dalam sekejap. Iblis junior itu menganggukan kepalanya mengiyakan perkataan iblis senior tersebut.


“Baiklah, baiklah, aku akan jawab pertanyaan mu itu. Jika itu iblis yang lain, mungkin kau akan menjadi bulan-bulanan tahu. Kau harus berterima kasih kepada ku.”


“Iya. Terima kasih kakak senior atas semua kebaikan mu.” Ucap iblis junior itu langsung memuji iblis senior itu serta memanggilnya “Kakak”. Sontak iblis senior yang dipanggil kakak itu pun terkejut, mendengar pujian yang tidak terduga dari iblis di hadapan nya. “K-kau tadi memanggil ku apa?” Kata iblis senior yang terlihat jelas bahwa ia terkejut dengan pujian iblis dihadapannya itu. “E-eh. Maaf, aku secara refleks berkata seperti itu. Maafkan aku, karena sudah memanggil senior tidak sopan.” Ucap iblis junior tersebut itu langsung menyadarinya dan mengubah cara memanggilnya.


“Ah b-bukan begitu maksud ku, kau tidak perlu meminta maaf, hanya karena hal itu. Aku tidak membenci panggilan itu lagipula.” Ucap iblis itu berusaha menyembunyikan rasa senangnya, karena di panggil kakak senior. “Begitu, kah... Senang mendengarnya kakak senior.” Ucap iblis junior tersebut sekali lagi memanggilnya dengan panggilan kakak.


“S-sudahlah... Sekarang aku akan memberitahu mu benda apa ini dan tempat dimana benda-benda ini di bawa.” Ucap iblis senior itu memalingkan wajahnya, karena merasa sangat senang ketika dipanggil kakak lagi oleh iblis junior tersebut.


Melihat reaksi senang dari iblis senior tersebut, iblis junior itu tersenyum lebar tanpa disadari oleh sang iblis senior. Tidak, lebih tepat di sebut sebagai seringaian daripada sebuah senyuman. Seraya menyeringai iblis junior itu berkata, “Ya kakak senior. Aku akan mendengarkan dengan seksama semua yang kau katakan itu.” Ucap iblis junior tersebut tidak lain adalah Pang Lang yang menyamar.


“Jadi Ren Hu, bagaimana menurut mu?” Ucap Ling Feng.


“M-maafkan Ren Hu tuan muda. Ren Hu kelepasan dan telah melalaikan tugas yang telah diberikan oleh tuan muda. Ren Hu mengakui kelalaian dan telah berani meragukan tugas yang tuan muda berikan. Oleh karena itu, Ren Hu siap untuk menerima hukuman yang setimpal, karena melalaikan tugas.” Ucapnya merasa sangat bersalah, karena telah mengabaikan tugas yang Ling Feng berikan yaitu, untuk tidak mencolok.


“Baguslah kalau kau sadar mengenai hal itu. Walaupun saat ini kau sedang menyamar, bukan berarti tidak ada yang mengetahui jati diri mu yang sebenarnya. Jujur saja identitas mu yang sebenarnya itu masih tabu di golongan ras manusia.” Kata Ling Feng menegur Ren Hu.


Mendengar Ling Feng yang menegur, karena khawatir dengan dirinya, membuat Ren Hu menyadari kesalahan yang telah ia lakukan. Identitasnya sebagai magical beast yang sentengah manusia, adalah hal yang tabu dan pastinya akan menimbulkan kehebohan jika ada yang mengetahui identitas yang sebenarnya. Lalu seperti yang dikatakan oleh Ling Feng, bukan tidak mungkin ada yang mengetahui jati diri Ren Hu yang sebenarnya. Melihat Ren Hu yang tertunduk seperti itu, Ling Feng lalu tersenyum simpul dan berkata, “Baguslah jika kau sudah merenunginya dan menyadari kesalahan mu.” Ujar Ling Feng dengan lembut.


Ia lalu berkata kembali, “Aku tidak melarang mu untuk melakukan hal seperti membeli sesuatu dan sejenisnya, namun sebisa mungkin untuk bertindak senatural mungkin tidak menarik perhatian.” Ucap Ling Feng yang diangguki oleh Ren Hu. “Aku mengerti tuan muda.” Kata Ren Hu dengan nada bicara sepelan mungkin.


Ling Feng lalu beranjak dari tempat duduknya. Keduanya saat ini sedang berada di taman kota dan duduk di bangku sekitar taman kota tersebut. “Ren Hu ayo pergi. Akan kuberitahu stand makanan cepat saji yang paling enak di kota ini.” Ucap Ling Feng. Mendengar hal itu Ren Hu sempat menatap binar sumringah, namun sedetik kemudian raut wajahnya kembali murung. “Tapi, kan tuan muda. Saya baru saja gagal melaksanakan tugas yang diberikan oleh tuan muda, rasanya saya merasa sangat tidak pantas untuk menerimanya.” Kata Ren Hu.


“Tidak perlu dipikirkan kembali. Hal itu sudah berlalu, sekarang kau hanya perlu mengikuti ku dan menikmati nya. Lalu tidak perlu khawatir. Aku yang traktir nanti.” Ujar Ling Feng memotong perkataan Ren Hu. Ling Feng tersenyum kepadanya. “Terima kasih tuan muda. Lain kali jika diriku melakukan kesalahan lagi, jangan sungkan untuk langsung menegurku lagi.” Ucap Ren Hu.


“Tanpa kau beritahu pun aku akan melakukannya. Mau bagaimana pun kau adalah orang ku saat ini, jika orang-orangku melangkah ke jalan yang salah, maka aku akan menegurnya dan membawanya kembali ke jalan yang benar.” Ucap Ling Feng. Lalu melangkahkan kakinya duluan. “Ayah... Terima kasih. Aku sangat berterima kasih atas saran yang kau berikan. Jika kau tidak memaksa ku untuk mengikutinya, mungkin saja aku masih terperangkap di hutan terlarang tanpa mengetahui hebat dan menariknya dunia di luar hutan terlarang.” Batin Ren Hu lalu menyusul Ling Feng yang sudah berjalan cukup jauh darinya berada.


>>>>>> Bersambung


~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.