Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Batas? Aku Ini Tidak Mempunyai Batas


Beberapa Bulan Kemudian


Tidak terasa dari hari ke hari berlalu begitu cepat. Bulan ke bulan berlalu begitu saja bagaikan detik demi detik. Walaupun seperti itu, seorang pemuda masih melakukan hal yang sama berulang kali.


Swusssshhhh


Roaaarrrrr


"Akhirnya aku berhasil juga…!" Teriak seorang pemuda dengan sangat senang. Bahkan ia langsung bangkit dari posisi lotus dan lompat kegirangan saking senangnya. Pada saat itu juga Tua Tao pas sekali keluar dari gubuk nya.


"Guru! Guru! aku sudah berhasil aku sudah berhasil melakukan perubahan api yang sama seperti guru lakukan." Kata Ling Feng dengan senang. Tua Tao yang mendengar itu langsung berkata dengan sarkas.


"Hehhhhh benarkah…? coba tunjukkan kepada guru mu ini." Kata Tua Tao dengan tampang meremehkan. Ling Feng dengan tampang percaya dirinya lalu mulai mempraktikkan penguasaan api nya.


Swusssshhhh


Api berwarna hitam keluar dari telapak tangannya. Kemudian api hitam tersebut pun mulai membesar dan perlahan api besar tersebut berubah membentuk sebuah naga berwarna hitam dan terbang mengelilingi Ling Feng.


"Bagaimana guru? Aku hebat, kan…Hehehehe." Kata Ling Feng terkekeh dengan bangganya. Pada saat iya terkekeh dengan bangganya sebuah bogem mentah meluncur mulus memukul kepala nya.


Banggggg


"Aduhhhh guru kenapa kau malah mem-" Perkataan nya Ling Feng terhenti, karena teriakan Tua Tao. "Kau hanya bisa membuat satu perubahan Api naga saja lalu sudah membanggakan diri?! Berbanggalah jika sudah berhasil membuat Persil dengan jumlah seperti yang kulakukan." Kata Tua Tao dengan nada menusuk lalu masuk kembali ke dalam gubuknya.


Ling Feng yang mendengar itu mengelus-elus puncak kepala nya yang dipukul oleh Tua Tao. "Ughhkkk orang tua sial*an itu. Seenak jidatnya memukul kepala ku terus-menerus. Mau bagaimana pun aku juga baru belajar beberapa bulan, sedangkan ia kan mungkin sudah beberapa tahun. Jelas berbeda ya." Gerutu Ling Feng kesal menghembuskan nafas kasar lalu kembali berlatih kembali.


Sementara itu Tua Tao yang berada di dalam gubuk nya diam termenung berpikir serius. "Bocah itu bisa melakukan perubahan api hanya dalam beberapa bulan saja?!" Batin Tua Tao bangkit lalu mengintip dari sela-sela lubang di gubuk nya memperhatikan Ling Feng yang kembali berlatih walaupun dengan wajah kesal tidak karu-karuan.


"Aku kira ia hanya omong besar saja tadi, tapi setelah ia menunjukkan tepat didepan mataku…" Batinnya serius tidak habis pikir. "Pemahaman bocah itu benar-benar sangat mengerikan, bahkan kemampuan membayangkan dan membuat nya menjadi nyata benar-benar di luar nalar manusia. Aku sangat menantikan ia melampaui ku." Batin Tua Tao tersenyum. Ia sebenarnya takjub dengan pencapaian Ling Feng yang di luar ekspektasi nya.


Pencapaian yang telah dicapai Ling Feng benar-benar membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saking terkejutnya dengan kecepatan perkembangan Ling Feng yang benar-benar sangat pesat. Oleh karena itu, dirinya tidak pernah memuji Ling Feng dan ingin mengetahui sampai sejauh mana perkembangan yang Pemuda itu capai.


"Hachuuu…Siapa yang sedang membicarakan ku?" Gumam Ling Feng bersin lalu berdecak kesal dan berkata lagi, "Cihhhhh, Guru sia*an itu…Memuji pencapaian muridnya sepertinya sangat berat dikatakan." Gerutu kesal Ling Feng kembali berlatih.


"Awas saja orang tua tengik…Akan kubuat kau terkejut dengan pencapaian ku dan bahkan melebihi mu…Lihat saja orang tua sia*an…!" Tekad menggebu-gebu Ling Feng berlatih kembali mengendalikan perubahan Api.


Hari-harinya pun kembali dengan berlatih seperti biasanya.


Roaaarrr


Roaaarrr


Roaaarrr


Roaaarrr


Roaaarrr


Roaaarrr


"Hehehehe…Orang Tua tengik akhir nya tiba waktunya." Kata Ling Feng tertawa jahat dengan tampilan wajahnya yang sudah berubah total. Rambut panjang tidak tertata rapi, penampilan bak seperti pengemis. Benar-benar sangat berantakan sekali.


"Hehhhhh…Tidak buruk, kau berhasil menciptakan enam ekor perubahan naga. Ya kerja bagus seperti nya aku tidak sia-sia mempraktekkan nya kepada mu." Kata Tua Tao memuji Ling Feng yang berhasil dan bahkan benar-benar bisa melampaui nya.


"Aku ini sebenarnya jenius, guru saja yang tidak mau mengakui hal itu." Kata Ling Feng dengan bangga. Tua Tao mengangkat sebelah alisnya lalu menghembuskan nafas remeh.


"Baiklah kita lanjutkan ke sesi selanjutnya, tapi sebelum itu rapihkan terlebih dahulu penampilan mu…Penampilan mu benar-benar seperti pengemis." Kata lagi Tua Tao sembari menutup Indra penciumannya.


Ling Feng lantas memperhatikan penampilannya yang benar-benar sangat acak-acakan. Ya wajar saja, omongan Tua Tao benar-benar membuatnya bertekad bahkan sampai-sampai melupakan hal-hal lain hanya untuk berlatih.


Mendengar hal itu Ling Feng memandang Tua Tao dengan tatapan membatin "Jika bukan diri mu mungkin aku tidak akan seperti ini". Tua Tao yang ditatap seperti itu berkata, "Apa-apaan tatapan itu? seharusnya kau ini bersyukur bocah. Perkataan yang aku katakan bisa membuat mu sampai sejauh ini." Kata Tua Tao tidak mau kalah.


Ling Feng mengabaikan semua perkataan Tua Tao dan masuk kedalam gubuknya. Ling Feng langsung membersihkan seluruh tubuhnya dan memperbaiki penampilan nya yang acak-acakan.


"Jadi maksud sesi pelatihan selanjutnya gimana guru?" Tanya Ling Feng. Tua Tao melemparkan sebuah buku lusuh kepada Ling Feng. Ling Feng menerima buku tersebut sembari memasang ekspresi wajah tanda tanya. "Baca saja dan pelajarilah." Kata Tua Tao lagi.


Ling Feng membuka buku tersebut dan mulai membacanya halaman per halaman dengan sekilas. "Jadi ini sesi selanjutnya yang dimaksud guru." Kata Ling Feng. Tua Tao menganggukkan kepalanya. "Karena kau sudah berhasil melakukan teknik perubahan Api…Maka tinggal melakukan demonstrasi selanjutnya." Kata Tua Tao menejelaskan.


"Dalam buku tersebut terdapat metode-metode cara penerapan Teknik Perubahan Api. Pelajari dan pahami." Kata Tua Tao. Mendengar hal itu Ling Feng kembali melihat halaman per halaman dari buku tersebut. "Ya jika kau tidak sanggup, guru mu ini tidak memaksa…Mungkin ini hanya sampai sini batas dirimu." Kata Tua Tao mengedikan kedua bahunya.


Ling Feng menutup spontan dan memasang wajah tersenyum serta berkata, "Batas? diriku ini? Jangan bercanda guru…Aku ini tidak mempunyai batas dan yang menentukan batasan itu hanyalah diriku yang berhak." Kata Ling Feng dengan wajah percaya diri tanpa keraguan sedikitpun.


>>>>>> Bersambung