Pendekar Yin - Yang

Pendekar Yin - Yang
Aura Samar-Samar


"Jelaskan dengan singkat." Kata Walikota menimpali transmisi suara tetua tersebut.



"Tidak buruk mari lakukan." Kata Walikota. "Tetap hati-hati Tuan Walikota. Pemuda ini sangat kuat." Kata Tetua tersebut. Walikota diam saja menatap Ling Feng serius. "Sudah selesaikah? Jangan membuat ku menunggu, aku tidak sesabar itu." Kata Ling Feng menguatkan pijakan kakinya. Putra walikota Yuen pun berteriak keras.


"Yuen'er bersabarlah sebentar lagi ayah akan ke sana." Kata Walikota. Dirinya pun melirik dua jendral yang ia bawa. Masing-masing dari jendral tersebut mempunyai ranah Langit bintang 1. "Kalian bantu aku." Perintah Walikota kepada keduanya.


Kedua jendral itu pun menganggukkan kepalanya. Ditambah dengan Walikota dan Tetua, maka ada empat orang ranah langit awal yang menyerang Ling Feng saat ini. Ling Feng sendiri masih memasang raut wajah biasa saja, namun diam-diam ia tersenyum simpul.


"Serang sekarang!" Teriak Walikota dan langsung membuat kedua jendral nya seketika langsung bergerak cepat ke arah Ling Feng.


"Terima ini bocah." Teriak salah satu jendral melancarkan serangan tinjunya kepada Ling Feng dari sisi kanan dan satunya sisi kiri. Dalam seperkian detik sebelum mengenai Ling Feng, ia mengangkat kedua tangannya menangkap kedua pukulan tersebut.


Tappppppp


Tappppppp


"T-tidak mungkin?!" Ucap jendral yang berteriak di awal. Jendral satunya juga berkata tidak Percaya. "Kau bercanda bukan?!" Kata nya tidak percaya melihat Ling Feng yang dengan mudahnya menangkap pukulan keduanya.


Walaupun berhasil di tahan, tetua dan Walikota yang berada di belakang berlari cepat dari arah titik buta Ling Feng dan tentu langsung menyerangnya. "Kali ini kau tidak akan selamat bocah! Terima teknik ku ini?!" Teriak Walikota datang dari titik buta Ling Feng dengan tetua menggabungkan kekuatan nya.


"Hehhhhh benarkah itu…" Ucap Ling Feng menyeringai tipis. Respon yang tidak terduga dari Ling Feng tentunya. Ling Feng mencengkram erat kepalan tinju kedua jendral tersebut lalu melemparkannya ke arah titik butanya.


"Terima ini?! Jangan teriak-teriak aku masih bisa mendengar nya." Kata Ling Feng melemparkan kedua jendral tersebut ke arah Walikota dan Tetua. Melihat itu, keduanya membelalakkan matanya tidak bisa menghindari tersebut.


Swusssshhhh


Bughhkkkkkk


"Apa-apaan ini?! Bahkan dari titik buta dan pertahanan yang tidak mungkin di lindungi masih bisa di jangkaunya?!" Batin Tetua tersebut tidak percaya bahkan setelah melihat hal itu.


Baru saja ia membatin seperti itu, Ling Feng langsung muncul tepat di depan wajahnya. "Padahal aku sudah berbelas kasih kepada mu…Tapi, sepertinya hal itu percuma." Ucap Ling Feng tepat di depan wajah tetua tersebut lalu menyentil dahi nya cukup kuat.


Pakkkkk


Swusssshhhh


Booooommmm


Booooommmm


Booooommmm



Tetua tersebut melesat sangat kencang menembus rumah maupun toko yang berada di belakang nya. Tetua tersebut baru berhenti setelah menembus rumah keempat. Walikota dan kedua jenderal nya yang melihat itu menatap tidak percaya.


"A-apa-apaan itu…?! Sebenarnya apa yang kulihat tadi?!" Kata Walikota melihat Ling Feng sudah kembali ke tempat dimana ia menginjak putranya. Seolah-olah ia tidak bergerak sama sekali di sana. "Anda tidak salah melihat nya tuan Walikota, kami berdua pun terkejut melihat itu. Seakan-akan pemuda itu ada dua wujud tadi." Kata Jenderal dan diangguki oleh yang satunya.


"Sudah selesaikah…Padahal kalian membuang banyak waktu menyusun rencana untuk membunuh ku tadi, tapi sudah tumbang seperti ini?!" Kata Ling Feng santai meletakkan satu tangan nya di belakang dan melemaskan satunya.


"Sebenarnya apa tujuan mu mengacau di kota ku?! Seingat ku kita tidak pernah bertemu." Kata Walikota mencoba untuk berbicara dengan Ling Feng. Tentunya Ling Feng yang mendengar itu pun berkata, "Aku memang tidak pernah bertemu dengan mu, dan bahkan ini pertama kalinya aku datang ke kota ini." Jawab Ling Feng.


Mendengar hal itu Walikota Xiangyang Menggertakkan giginya dan berkata lagi, "Kalau begitu…Kenapa kau melakukan hal seperti ini?! Jika seper-" Perkataan Walikota Xiangyang langsung di potong oleh Ling Feng.


"Anak mu duluan yang menyinggung ku." Jawab Ling Feng singkat nan jelas. "Apa maksud mu?" Tanya balik Walikota Xiangyang. "Kau tidak tuli untuk membuat ku mengulangi perkataan ku dua kali." Kata Ling Feng tidak berniat menjelaskan.


"Intinya anak mu ini mengganggu ku dan membawa-bawa kekuasaan nya untuk berniat buruk kepada ku. Itu saja yang harus kau tau." Kata Ling Feng lagi. Walikota itu pun terdiam mendengar itu. Ia bahkan sudah mengetahui bahwa anaknya sering melakukan hal itu, akan tetapi ia sama sekali tidak menduga bahwa anaknya akan menyinggung orang sekuat ini.


Tidak. Bahkan ia pun tidak akan menyangka bahwa ada seorang pemuda yang tentunya sekuat itu. "Sudah selesai?" Tanya Ling Feng dengan nada sinis. Walikota terdiam tidak bisa berkata apa-apa. "Bahkan ini tidak bisa disebut dengan pemanasan." Tambahnya lagi dengan nada meremehkan. Walikota terdiam seribu bahasa tidak bisa membalas perkataan Ling Feng.


"Ya kalau sudah selesai berarti…" Ling Feng menggantung Perkataan nya mengangkat kaki yang ia buat untuk menginjak putra walikota cukup tinggi, putra Walikota yang melihat benar-benar ketakutan setengah mati. Bahkan tanpa sadar bagian bawahnya sudah basah kuyup. Walikota yang melihat itu sudah tau apa yang ingin dilakukan oleh Ling Feng langsung berkata dengan cepat.


"Berhenti…! Jangan lakukan itu!" Teriak Walikota. Ling Feng mengacuhkan teriakan tersebut. "Ahhh ayah…! Tolong aku…! Aku tidak mau mati…!" Teriak Putra Walikota sekencang-kencangnya. "Tidak jangan lakukan itu…!" Teriak Walikota juga.


Tentu Ling Feng mengacuhkan teriak-teriakan itu, tapi pada saat beberapa milimeter lagi kakinya ingin menghancurkan kepalanya…Tiba-tiba ia merasakan aura samar yang jaraknya cukup jauh dari tempat ia berada saat ini.


"Ehhhhh aura ini…" Batin Ling Feng merasakan aura samar itu dan lagi aura itu terasa cukup lemah. Tanpa pikir panjang sekejap mata Ling Feng langsung menghilang dari sana.


Swusssshhhh


"Tidakkkk…!" Teriak Putra Walikota sekencang-kencangnya menutup kedua matanya.


Sedetik


Dua detik


Sepuluh detik kemudian ia membuka kedua matanya perlahan, karena mendengar teriakkan yang familiar. "Yuen'er! Yuen'er! Yuen'er bangun!" Teriak Walikota yang mana adalah ayahnya. "Ehhhhh…Apakah aku masih hidup?" Gumamnya meraba-raba wajahnya lalu melirik kesamping dimana sang ayah disampingnya. "Ya nak kau masih hidup, pemuda itu langsung pergi sesaat sebelum menghancurkan kepala mu." Kata Walikota.


Suatu Tempat Tidak jauh dari Kota Xiangyang


"Gawat aku Ketahuan secepat harus menghindari kelompok mereka." Gumam sosok yang terluka cukup parah melesat berusaha pergi dari Kota Xiangyang.


"Ughhkkk racun sia*an." Umpat sosok tersebut berusaha untuk pergi secepat yang ia bisa. Akan tetapi tidak sesuai yang ia duga bahwa pengejarnya sudah dekat dengannya. "Tangkap manusia itu cepat!" Teriak pimpinan pengejar sosok tersebut.


Sosok yang dikejar itu menggertakkan giginya menambah kecepatan nya, namun tidak bisa karena telah terkena racun dan terluka juga. "Seharusnya kau memperhatikan sekitar mu wanita manusia." Bisikan yang membuat sosok tersebut terkejut bukan main.


"Kau sejak kapan…" Katanya…


Booooommmm


\=> Bersambung