
“Ah aku minta maaf telah membuat panik kalian semua, sebenarnya tidak ada yang terjadi di sini. Ini bukan sesuatu yang besar. Oh ya, aku sudah menyiapkan sarapan. Bagaimana kalau kalian mencicipinya?” Kata Ling Feng seraya menawarkan daging yang telah selesai ia bakar.
“Ah tidak perlu repot-repot Tuan Feng. Aku tid...” Ucapan Zhi Yan terhenti, ketika indera penciuman nya menghirup aroma daging bakar yang di sodorkan oleh Ling Feng.
>>>>>>______
Sesi sarapan pun berlangsung begitu saja, para penjaga tidak ada yang tidak memakan daging bakar buatan Ling Feng, kecuali mereka semua puas, karena bukan hanya menggugah selera saja melainkan rasanya juga sangat enak.
“Aku tidak tahu daging yang di bakar rasanya bisa jadi seenak ini. Bertahun-tahun lamanya aku hidup, saat ini aku bahkan sangat yakin untuk mengatakannya, bahwa ini adalah daging bakar terenak yang pernah kumakan.” Ucap Zhi Fu.
“Pujianmu terlalu tinggi Paman Fu. Aku hanya sedikit menambahkan beberapa bumbu saja ke dalam daging bakar ini, rasanya tidak jauh berbeda dari kedai makan yang lain nya.” Timpal Ling Feng memanggil orang tua tersebut Paman Fu, karena paksaan diri nya.
“Fufufu... Asal kau tahu saja orang tua. Guru ku itu selain kuat, beliau juga ahli dalam memasak. Daging bakar ini adalah salah satu dari sekian banyak makanan enak yang bisa guru ku buat.” Ucap Hao Xiang yang sudah bangun, tepat ketika Ling Feng berkata daging telah matang.
Baannngggg...!
“Aduh guru. Itu sangat sakit!” Kata Hao Xiang mengaduh kesakitan menggunakan tangan yang tidak memegang daging, untuk mengelus-elus puncak kepalanya yang terasa sangat panas. “Makanlah dengan tenang. Jangan mengatakan omong kosong yang tidak perlu.” Ucap Ling Feng seraya menatap tajam ke arah Hao Xiang, membuat pemuda itu langsung merinding, dan makan tanpa bersuara lagi.
Zhi Fu dan para penjaga tidak habis pikir dengan Hao Xiang, mereka tidak menyangka, bocah yang terlihat sangat liar itu, ternyata bisa sangat patuh juga kepada guru nya.
Sesi sarapan pagi pun tidak berlangsung lama dan setelah itu perjalanan pun kembali di lanjutkan. Dalam perjalanan tidak banyak yang terjadi, hanya beberapa halangan kecil mulai dari beberapa beast tingkat roh yang hendak menyerang rombongan mereka, namun hal itu bisa di atasi dengan mudah oleh para penjaga dan Zhi Fu.
Selama perjalanan itu Ling Feng tidak banyak berbicara dengan Zhi Yan, ia akan berbicara ketika di ajak berbicara saja, selebihnya ia hanya akan diam seraya memejamkan kedua mata nya dengan tenang. Zhi Yan yang melihat Ling Feng yang begitu acuh kepadanya benar-benar tidak habis pikir, ia bahkan entah mengapa merasa sangat kesal dengan Ling Feng yang begitu acuh tak acuh kepadanya.
Hao Xiang dan Ling Laohu menyadari gelagat aneh dari wanita itu, namun keduanya memilih untuk tidak ikut campur dan pura-pura tidak mengetahui saja.
>>>>>>______
Shringggg... Shringggg...
Ctanggggg...?!
“Gerakan mu masih terlalu dominan. Sehingga mudah di tebak. Walaupun kamu mempunyai gerakan yang sangat cepat, itu semua percuma saja, jika pola serangan mu mudah di baca.” Ucap Ling Feng memberikan kepada arahan setelah membuat Hao Xiang mental dua meter ke belakang.
Saat ini mereka sedang beristirahat, karena waktu sudah menunjukkan tengah hari. Terlebih lagi kuda yang menarik kereta pun memerlukan istirahat dan makan, jadi mau tidak mau mereka harus berhenti untuk beristirahat terlebih dahulu. Mengingat waktu istirahatnya tidak sebentar, Ling Feng awalnya ingin menghabiskan waktu itu dengan berlatih, namun entah angin darimana Hao Xiang tiba-tiba ingin berlatih dengannya.
Ling Feng tidak menolak permintaan murid nya, ia dengan senang hati menerima permintaan dari muridnya itu.
Ctanggggg... Bugkhhhhh...?!
“Uhukk! Uhukk!” Hao Xiang terbatuk-batuk merasakan nyeri yang amat sangat di bagian dadanya, karena menerima tendangan keras dari gurunya itu.
“Oh ayolah guru. Setidaknya menahan dirilah sedikit ketika berhadapan dengan murid mu.” Gerutu Hao Xiang, karena rasa sakit yang ia terima benar-benar membuatnya ingin berhenti sekarang juga.
“Kugkhhh... Benar juga ya. Ya tapi tetap saja guru, setidaknya menahan dirilah sedikit lagi.” Ucap Hao Xiang yang awalnya termakan dengan perkataan Ling Feng, namun mengeluh lagi kepadanya.
“Jangan manja Xiang’er. Jika ini situasi hidup dan mati, kau sudah mati beberapa saat yang lalu. Daripada mengeluhkan hal yang mustahil, lebih baik gunakan otakmu itu untuk beradaptasi dengan medan pertempuran.” Ucap Ling Feng dengan wajah tegas menasihati muridnya, membuat Hao Xiang diam seribu bahasa tidak berani mengatakan keluhan lagi.
“Jika kau masih terus bersikap manja seperti itu, jangankan melindungi orang-orang yang kamu sayang. Bahkan untuk melindungi nyawamu sendiri kamu tidak akan mampu. Mengharapkan belas kasihan dari musuh mu? Lebih baik kau berhenti saja menjadi muridku, jika dirimu terus-terusan bersikap manja seperti ini.” Ucap Ling Feng dengan tegas, dan tatapan tajam, menatap dingin ke arah Hao Xiang.
Mendengar hal itu Hao Xiang terdiam merenungi perkataan Ling Feng, ia sangat menyadari bahwa dirinya masihlah sangat lemah, bahkan di hadapan ledakan besar pasca insiden di kota suma, ia bisa saja kehilangan nyawa nya, jika tidak di selamatkan oleh Ling Feng. Raut wajahnya pun perlahan berubah, berbeda dengan yang sebelum nya.
Melihat perubahan raut wajah dari Hao Xiang, Ling Feng tersenyum tipis lalu berkata kembali, “Kita lanjutkan kembali latihan nya. Kali ini aku akan tidak menahan diri, kerahkan yang kamu miliki jika tidak ingin mati Xiang’er.” Ucap Ling Feng mengangkat pedangnya menunjuk ke arah Hao Xiang.
Hao Xiang pun bangkit dari posisi bertekuk lututnya. Raut wajah yang tegas tanpa keraguan sedikit pun di sertai tatapan yang tajam, menunjukkan tekad berapi-api dari dirinya. “Apa yang guru katakan itu benar. Aku ini lemah! Jika aku selemah ini, bagaimana aku bisa melindungi yang lainnya dari ras iblis yang kejam itu?! Aku harus menjadi kuat! Aku harus menjadi lebih kuat lagi! Jika aku ingin melindungi mereka, aku harus menjadi yang terbaik!” Batin Hao Xiang dengan raut wajah sangat serius, bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi.
“Teknik Perwujudan Api Phoenix: Pedang Api.” Batin Hao Xiang mengeluarkan Api biru mengubah wujudnya menjadi sebuah pedang.
“Majulah.” Ucap Ling Feng singkat dan Hao Xiang pun langsung maju dengan kekuatan penuhnya. Ia menghunuskan pedangnya lebih cepat dua kali lipat daripada yang sebelumnya mengincar bagian vital Ling Feng, namun itu bukanlah masalah bagi Ling Feng, karena dengan sangat mudah Ling Feng menahan hunusan pedang Hao Xiang.
Swussshhhh... Ctaanngggg...!?
“Kughhhh... Bahkan dengan kecepatan penuhku, guru masih bisa menahanya dengan mudah.” Batin Hao Xiang berputar di udara lalu kembali melesat lagi memberikan tebasan beruntun kepada Ling Feng.
“Teknik Perwujudan Pedang Api Phoenix: Transformasi Burung Phoenix.” Ucap Hao Xiang mengayunkan pedangnya beberapa kali, dan dari setiap tebasan pedang apinya, berubah wujud menjadi burung phoenix.
Swusssshhhh... Kieeeekkkk...!!
“Jangan kamu kira, hanya karena guru tidak menggunakan Pedang Hitam. Burung-burung kecil ini bisa mengalahkan ku.” Ucap Ling Feng mengayunkan pedang beberapa kali, meledakkan burung api Hao Xiang.
“Aku sudah tahu kok, tapi bukan itu yang ku incar guru!” Ucap Hao Xiang yang tiba-tiba muncul dari kepulan asap dari ledakan yang di buat Ling Feng.
“Kali ini pasti akan kena!” Teriak Hao Xiang yang muncul bukan dengan Pedang Apinya, melainkan dengan busur api dan anak panahnya yang sudah siap kapan saja meluncur dari busur api. Ling Feng sedikit terkejut, karena ia tidak pernah menduga, bahwa Hao Xiang akan menggunakan busur daripada pedang. Mengingat dirinya yang belum terlalu mahir.
“Walaupun aku baru beberapa kali menggunakan busur, bukan berarti aku tidak percaya diri dengan kecepatan ku dalam melesatkan anak panah.” Batin Hao Xiang tersenyum dalam hatinya.
“Teknik Perwujudan Busur Api Phoenix: Api Phoenix Penyucian!” Teriak Hao Xiang melesatkan anak panah api dari busurnya.
Booooommmmmmmm.......!!!
>>>>>> Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan saran dan ulasannya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku.